Bar Impian

Bar Impian
Ikhtisar 11 : Nuansa yang dirindukan


__ADS_3

Hari ini dimulai kembali hari kemarin yang membuatku percaya diri kembali akan adanya mimpi orang bisa bisa terwujud, saya membuka barku dan harapan saya semoga hari ini bisaa seperti kemarin di mna bar ini ramai akan pengunjung yang menggambarkan bahwa aku bisa melakukan suatu dengan kerjaku sendiri.


Beberapa menit bar ini buka pelanggan pertamaku yang kemarin datang kembali dan betapa mengejutkannya, karna mba yang kemarin membawa teman teman dan jelas aku harus berusaha sekuat mungkin dan memberikan pelayananku yang terbaik untuknya.


"Selamat datang, ada yang bisa saya bantu" ujarku sambil memberikan senyuman manisku.


"mas!, aku pengen yang seperti kemarin yah..!"

__ADS_1


"ok! mba ada tambahan lagi"


"iya, ini temenku katanya mau capuccino dan kopi hitam saja sudah segitu yah mas"


"siap mba, pesanannya akan saya siapkan'


Setalah jam jam yang membuat tenagaku keluar semua aku pun memilih untuk beristirahat sejenak dan menutup pesanan yang masuk sementar agar aku dapat memulihkan kembali tenagaku, namu ada sesuatu yang membuatku berfokus pada saat itu yaitu gadis yang ku temui di bis itu datang ke barku dan menghampiri meja kasir aku pun langsung semangat kembali dan tidak peduli capek yang kurasakan.

__ADS_1


" ada yang bisa saya bantu" kayu sambil memberikan senyuman manis kepadanya


"ouh iya aku mau capuccinonya satu yah" dia yang tidak sadar bahwa akulah yang berada di mesin kasir ini


"iya pesenanya akan segara sampai yah, silahkan duduk pilih meja duduk dulu" ujarku


setelah beberapa menit pesanan aku buat aku merapikan pakaianku dan rambutku ya yang PING utama adalah aku harus pakai minyak wangi dulu agar bau keringatku hilang, pesananpun aku antarkan ke mejanya dan apa yang terjadi..?, tidak ada yang terjadi hanya percakapan biasa saja yang aku kata bersamanya dan satu kata yang membuatku semakin bersemangat untuk mendapatkan yaitu dia masih singel boss...?, ini ada awal pertama aku pdkt dan pertama juga aku berpacaran, seingatku aku tidak pernah memiliki pasangan sama sekali semenjak akau duduk di sekolah menengah waktu itu aku pernah mendekati seseorang tapi hasilnya nihil orang yang aku dekati sudah jadian dengan temanku sendiri itu benar benar pengalaman teburuk dalam hidupku di bandingkan dengan kegagalanku, aku tidak aakn menyia-nyiakan kesempatan ini akupun akan berusaha sekuat mungkin untuk mendapatkannya.

__ADS_1


gadis itu pergi dan berjanji akan datang kembali. setelah hari yang melelahkan ini berakhir aku mengambil ponselku dan mencoba menghubungi dia, darimana aku dapat nomor telepon yah pas percakapan ku berakhir tadi aku tidak lupa meminta nomor, aku pun langsung menelpon dan mengajaknya untuk datang kesini, jawaban dari dia cukup simpel dan dia bersedia datang kesini asalkan harus menjemputnya dan mengantarkannya pulang, ini benar benar situasi yang rumit bagiku jelas aku masih belum punya sama sekali tapi aku harus jujur mengatakan kepadanya bahwa aku belum memiliki kendara tapi aku siap mengantarnya pulang, dia pun bersedia datang kemari dan aku pun menunggunya datang.


__ADS_2