
Mimpi ini adalah janji untuk semua yang aku lakukan selama ini, dan terus berhayal demi memberiku target untuk berusaha dan mimpi itu juga yang membuatku keluar dari zona nyamanku sendiri. Terus berlari mengejar hayalanku dan ditertawakan oleh orang orang, tak membuatku berhenti,melainkan aku terus berlari, seolah oleh ada yang memberiku semangat untuk maraih mimpi itu, aku terus berlari terus berlari hingga pada suatu saat aku terjatuh dan tak bisa bangkit lagi, tapi disaat aku mulai mau menyerah seseorang datang kepadaku, seseorang yang membantu aku berdiri, seseorang yang mengajarkanku untuk tidak menyerah, seseorang yang mau menyulurkan tangannya untuk membantuku berdiri kembali. dia mengajakku untuk bangkit, dia memberitahu aku bahwa didunia ini tidak ada yang mungkin, dia juga yang membuatku bisa seperti sekarang ini, dia juga yang mengantarkanku ke titik ini. Tanpa dia aku tidak akan seperti ini, dan tanpa dia juga aku tidak akan merasakan manisnya kesuksesan ini.
Terima kasih atas segalanya yang kau berikan kepadaku dan Terima kasih juga atas bantuanmu ini, tanpamu aku tidak akan seperti ini dan tanpamu aku tidak akan bisa bangkit dari jurang kegagalan. Jika kau tidak datang pada saat itu aku pasti akan tetap barada dalam jurang itu. Terima kasih ibu kau telah membantuku sampai saat ini, jika ibu tidak datang ke mimpiku itu aku tidak mungkin bisa sampai sekarang.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=<ā>\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Pada saat itu, aku masih di landa kebingungan yang masih menghantuiku, aku masih memikirkan wacana pembukan bar di tempat lain, aku tidak tahu lagi bagaimana aku harus melakukannya, "kenapa aku masih tidak bisa melupakanya?, bukankah seharusnya aku harus fokus ke bar ini, tapi kenapa aku masih memikirkanya, dan bagaimana aku bisa melupakanya" kataku sembari melihat suasana bar ini, di suatu tempat ayahku dan juga bibi dan pamanku sudah bersiap pulang kembali ke indonesia, sudah 3 bulan mereka di tanah suci dan mereka juga sudah bersiap kembali ketanah kelahirnya. Aku yang masih dilanda kebingungan ini sampai lupa bahwa ayahku dan bibi serta pamanku mau pulang kembali ke indonesia setelah selesai melaksana ibadahnya di tanah suci. Untung saja sherlin memberi tahu aku kalau ayahku mau pulang ke indonesia, kalau sherlin tidak memberi tahu aku, pasti aku bakalan lupa kalu mereka mau pulang ke indonesia.
" Sayang bukankah besok ayahmu bakal kembali ke tanah air..."
" Maksudnya kamu apa ayahku pulang ke tanah air...?, bukankah ayahku selama ini masih di tanah air.." aku yang lupa kalau ayah aku lagi umroh
" Ya....ampunnn kamu lupa kalau ayah kamu itu lagi berangkat umroh...?"
" Memang sejak kapan ayahku berankat kesana yangg"
"sudah tiga bulan tau ayahmu disana dan sekarang mereka pulang"
__ADS_1
" sudah...tiga.... bulan yah..."
" Astaga aku lupa kalau ayahku itu pergi naik haji..."
" ya... ampun... dasar pelupa.."
" aduh... aduh.. bagaimana ini ... aku belum menyiapkan apa apa"
" dasar pikun.. "
" aduh.... gawat ... bagaimana ini..., acara penyambutan dalam satu hari tidak mungkin dilakukan..., aku harus bagaimana.."
" bagimana ini.. bagaimana..."
"tenang..."
" bagaimana ini...bagaimana.."
__ADS_1
"seseorang bantu aku..."
"T E N A N G....... D I A M A K U B A N T U O K E " Sherlin marah karna aku tidak biasa tenang..
" baiklah..." aku menciut setelah
" Sudah, sekarang kamu bilang ke kerabatmu di kampung..., soal penyambutan biar aku yang urus yah..."
"percayakan kepadaku oke.."
" baiklah"
aku pun langsung menghubungi kerabatku di kampung untuk bersiap siap kesini, Aku pun mencoba untuk tenang dan rilex agar aku tidak setress memikirkanya..., eh.. tapi kenapa aku harus setress soal masalah sepele begini... malahan aku lebih pusing memikirkan suasana yang lebih dari ini.
Setelah bar tutup, aku pergi ke ayahnya sherlin untuk meminta pendapat soal wacana aku membuka bar baru, Sembari di perjalanan aku membelikan makanan favorit ayahnya.., agar akh bisa makin akrab dengannya. Supaya bisa mudah mendapar restu wkwkkwkw
Aku membelikan martabak kesukaanya, martabak isi special, paket komplit pokonya...
__ADS_1
tanpa basa basi setelah martabak itu sudah selesai di buat aku langsung ke rumahnya... tanpa ada berhenti henti........ Sesampainya disana, suasa tiba tiba berubah seketika, suasana ini... atmosfir ini... sudah aku kenal dari jarak jauh.. Tubuhku tiba tiba bergetar dan lepas kendali.. langkah kakiku tiba tiba berat, seakan akan tubuhku perlah demi perlahan menjadi batu, sperti terkena kutukan malin kundang yang di kutuk oleh ibunya menjadi batu, Tubuhku mulai mengeluarkan keringat, sedikit demi sedikit, rumahnya seakan akan berhantu dan aku tak berani masuk kedalam sana, seakan akan langkahku terhenti di depan pintu saja..., Tapi tiba tiba pintu rumahnya sherlin terbuka..... jantungku mulai berdetak kencang seakan akan jantungku mau copot, siapakah orang yang dibalik pintu itu... ujarku dalam hati... Tiba tiba sosok itu datang dari balik pintu dan aku kaget setelah melihat sosok di balik itu.......