
Setelah aku mendengarkan suara-suara bising di depan barku akupun terkejut melihatnya, jelas jelas ini bukan hal yang biasa terjadi di barku, banyaknya keramaian orang orang yang mengantri untuk membeli di tempatku, aku segera bergegas menyelesaikan pesanannya, agar orang orang terlayani dengan baik, tapi aku heran kenapa dia belum datang kesini, aku pun khawatir dengan kondisi nya karena semalam semalam dia bekerja dengan keras sekali dan aku merasa cemas sekali bahwa dia sakit dia tidak sempat memberitahukan kabar kepadaku, aku pun segera meneleponnya untuk memastikan kondisinya apakah dia baik-baik saja atau tidak, namun belum pun aku menelponnya dia pun sudah datang ke tempat aku dan dia mengatakan kepadaku bahwa dia terjebak macet dan dia bangun terlalu pagi sekali karena pekerjaan semalam itu cukup membuatnya sangat kelelahan sekali, akupun prihatin mendengarnya dan aku pun segera menyuruhnya untuk untuk membereskan semua pesanan yang ada di meja dan akupun menitipkan barku kepadanya, karna ada hal penting yang harus aku lakuan.
Aku pun pergi ke showroom motor untuk membeli motor agar aku bisa datang tepat waktu ketempatku dan juga agar aku bisa mengatarkannya pulang tanpa berjalan kaki. Setelah cukup lama aku keluar aku melihat barku ramai sekali dan melihat sherlin seakan akan sangat indah sekali rasa senang di hatiku tidak dapat digambarkan sama sekali, hasil jerih payahku selama ini terbayar sudah.
aku pun menyuruh sherlin untuk beristirahat karena dia telah bekerja cukup keras sekali di pagi hari ini, dan aku menyuruhnya untuk pulang untuk beristirahat agar dia tidak kelelahan kembali, namun niat baikku tidaklah berjalan dengan baik dia pun menolaknya karena dia tidak enak hati melihatku bekerja sendiri, jelas perkataan itu membuatku sungguh kagum kepadanya karena dia memiliki jiwa pantang menyerah di hatinya aku pun tidak boleh kalah dari nya, setelah beberapa saat kami pun memutuskan untuk menutup barku sementara dan aku mengajak sherlin untuk makan siang dan beristirahat sejenak agar tenaga kami kembali pulih, sambil beristirahat akupun dan sherlin berbincang bincang mengenai kejadian tadi dan tertawa kecil layaknya seorang suami dan istri, mungkin terdengar terdengarnya sangat lebay sekali terdengar ditelinga kalian,
__ADS_1
Setelah selesai beristirahat kami puh pergi kembali ke bar, aku menyuruhnya untuk pergi dulan kebar, aku ingin memberikan kejutan kepadanya, setelah Samapi di bar, aku melihat sherlin sudah siaga di tempatnya aku pun datang menghampirinya untuk memberikan kejutan kepadanya, sungguh terkejutnya dia, saat melihat aku membawakan kota sedang kepadanya, dia pun sempat tidak mau menerimanya tapi aku memaksa agar dia menerima kota ini, setelah itu aku pun kembali ke kantorku lalu seseorang sudah menunggu di depan kantorku sembari membawa alat tulis, jelas aku heran kenapa ada orang disini apakah dia datang untuk menagih untung tapi aku semenjak tinggal disini aku tidak pernah meminjam uang kepada siapapun.
aku pun bertanya kepada
"Ouh iya pak, ini saya ingin melamar pekerjaan apakah masih ada "
__ADS_1
" Ouh mengenai itu, mohon maaf lowongan pekerjaannya udah di tetup kemarin"
" aduh bagaimana yah..., katanya saya tadi di telepon sama Emba yang ada didepan kasir disuruh interview sekarang"
aku tambah bingung dengan apa yang dia katakan barusan jelas jelas bahwa aku tidak menyuruhnya untuk datang. akupun segera menemui sherlin untuk membicarakan hal ini kepadanya.
__ADS_1