
Setelah berbicara dengannya aku pun mulai paham tentang orang yang tadi, aku pun menyuruhnya untuk masuk ke kantorku dan menanyakan beberapa pertanyaan kepadanya.
" ok, siapa namamu dan dari mana kamu" ujarku
" Nama saya Aris dan saya dari jakarta" ujarnya
" baiklah aris, aku akan menanyakan beberapa pertanyaan kepdamu "
" baiklah pa"
" kamu tau lowongan pekerjaan ini dari siapa dan kamu memiliki bakat atau keterampilan"
__ADS_1
" Oh iya pa, aku dikasih tau sama mbak yang di depan tadi bahwa di sini sedang membutuhkan Sorang baritsa, dan soal keterampilan aku bisa membuat disen disen rumah"
"Ouh jadi kamu itu temanya sherlin yah, tapi kamu mengapa mau bekerja disini sedangkan kamu memiliki kelebihan yang bisa membuatmu sukses dan terkenal"
" iya sih tapi aku takut untuk memulai dan lagi juga daripada aku diam saja di rumah mendingan aku kerja , hehhewhhe"
" ouh iya aku mengerti dengan kondisimu saat ini dan juga aku sama sepertimu dulu aku juga takut memulai usaha ini tapi aku mencoba untuk memberanikan diri untuk memulainya"
"ouh segitu aja pertanyaan yang aku berikan kamu pulang saja dulu yah, nanti aku hubungi lagi "
"baiklah pa, kalau begitu terimakasih atas waktunya "
__ADS_1
" iya sama sama ".
Setelah beberapa saat setelah aku menginterviewnya akupun menanyakan kepada sherlin pendapat kepadanya, bagaimana mengenainya dan apakah dia mau bekerja disini yang belum tentu pasti soal masa depan, setelah berbicara dengan akupun segera menelepon dan memberitahukannya bahwa dia harus bekerja besok tapi jawabnya membuat sedikit senang atau bingung dia menjawab kalau dia siap berkerja sekarang, akupun menyuruhnya untuk datang jika dia mau bekerja sekarang dan juga.
Setelah beberapa menit dia pun datang kesini, sontak akupun terkejut dan berpikir kalau dia benar benar berniat untuk bekerja disini dan dia pun tidak masalah kalau gajihnya kecil, akupun mengenalkan kepadanya dan memberitahu beberapa peraturan kepadanya mengenai kerja disini, aku pun memberikan contoh kepada mengenai minuman yang ku buat, Setelah memberikan contoh kepada aku pun mulai berkerja kembali dan sekarang aku bisa berdekatan dengannya karna setelah ada yang mengisi di bagian dapur jadi aku mulai berkerja di depan sekaligus memantau kondisi barku ini.
Malam pun tiba aku pun memrintah kepada karyawanku untuk menutup barku ini"aduh... pegawai dua aja sudah berani memerintah wkwkwkk",
aku pun mengajak karyawanku untuk makan bareng setelah selesai menutup barku, kami pun pergi ke tempat jualan susu murni yang ada di pinggir jalan sekaligus menganalisis tentang minuman ini dan jika bisa dilihat bahwa tempat ini bisa ramai karna apa minumanpun tidak terlalu enak tapi apa?, kami pun berbincang bincang mengenai ini dan sambil bercanda sedik agar tidak terlalu serius. 1 jam sudah kami berkumpul dan kamipun mulai berpisah dari tempat ini dan saling mendoakan agar selamat di jalannya, aku mulai bingung, kenapa motor yang aku beli belum sampai sampai, apakah aku tertipu atau aku tidak sabar, setelah beberapa menit aku berjalan sambil memikirkan mengenai pendapat dari Aris tadi aku pun terpikir kalau aku harus menambahkan beberapa fitur atau dekorasi di barku, agar menarik beberapa pelanggan di barku.
Akhirnya aku memutuskan untuk menambahkan dekorasi di barku dan juga aku pun mulai berkerja di media sosial dan mempromosikan barku agar dapat dilihat oleh warga visual atau medsos apakah sebutan warga internet itu yang jelas supaya barku ramai akan pengunjung.
__ADS_1