Bar Impian

Bar Impian
Ikhtisar 31 : paradoks


__ADS_3

setelah beberapa hari kebelakang, aku telah menyadari bahwa kemajuan barku hari demi hari semakin meningkat, salain itu aku juga berpikiran untuk membuka cabang baru, tapi aku takut dengan adanya cabang baru ini aku belum sanggup untuk mengurusnya dan juga aku masih ragu ragu mengenai membuat cabang baru ini.


"apakah ini sudah saatnya aku melebarkan sayapku.....!!"


"tapi suara hatiku seakan akan tidak menyetujui ini.....!!"


"apa yang harus aku lakukan?, apakah aku harus membuka cabang baru? atau sebaliknya?"


aku yang makin bingung dengan pemikiranku ini, ouh iya... aku ingat bahwa ayahnya sherlin bisa memberikan ku jawaban atas semua ini tapi aku malu bertemu dengannya.


Sebenarnya aku ingin melebarkan sayapku ini, tapi aku harus melihat kenan atau kekiri, agar sayapku ini tidal bertabrak. Hingga aku pulang aku masih memikirkan soal membuka cabang baruku ini, setelah aku mengantarkan sherlin kerumahnya aku masih terus teringat dengan rencanaku ini, ini hanyalah sebuah wacanaku saja tapi malah terpikir terus menerus di kepalaku ini, kata sambil mengendarai motor menuju rumah kosanku. Hingga sampai di kamarku, aku duduk sambil melihat foto idolaku sembari menemuka solusi atas semua pertanyaan ini. Aku terus memandangi foto idolaku sekaligus inspirasiku,


" bagaimana aku bisa menemukan jawbanku"


" jawab aku Cr.... jawab aku" kataku kepada foster cristiano ronaldo


" aku ingin sepertimu menjadi seoarang yang paling berpengaruh di dunia ini, tapi dengan caraku sendiri" semakin gila aku berbicara dengan poster cr itu


" kenapa kamu malah diam saja dan tersenyum, melihatku yang lagi pusing ini Cr"


Hingga pada suatu saat Poster tersebut menjawab kata kataku barus


" kenapa kamu harus bingung..,"


" jika itu kemauan hati kecilmu maka turutilah"


" karna suara hati kecil itu jawaban yang benar, hati kecil tidak pernah berbohong, hati kecil selalu mengatakan dengan jujur"

__ADS_1


Aku sempat heran mendengarkanya, apakah aku sudah gila bisa mendengar poster berbicara atau itu imajinasiku saja. tapi bodo amat apakah itu gila atau imajinasiku yang terpenting aku dapat menemukan jawabanya.


Ke esokan harinya, aku mengajak sherlin ke taman sekaligus ingin menanyakan soal inj


" yang..."


" apa syang"


" aku ingin menanyakan sesuatu kepadamu"


" boleh, menanyakan soal apa"


" aku memiliki wacana yang" perkataanku langsung di potong olehnya


" ya... kalau kamu sudah siap boleh saja yang.., tapi lebih baik kamu berbicaranya langsung kepada ayah"


" ya.. kamu mau nikah dengankukan....?"


busett dia salah tanggap cukkkk, dia mengira bahwa aku mau mengajaknya nikah...,


" bukan soal itu yanggg, tapi aku punya wacana ingin membuka bar baru bukanya mau menikah dengan mu...."


" jadi kamu ga mau nikah denganku hah..."


aduh... aku salah jawab.... apalagi dia lagi pms lagi aduh... ini namanya mau ngajak perang tapi ga punya senjata.


" bukanya aku ga mau nikah sama kamu sayang... tapi aku masih belum bisa menafkahimh yang..., bagaimana mau nikah yang kalau membiayai diri saja belum sanggup, apa lagi membiayai anak orang "

__ADS_1


" ouhhh iya yang aku ngerti kok,"


untung saja dia ngerti hehehheheh...


" ouh iya mengenai kamu ingin membuka cabang baru... yah.. itu sih bagaimana menurut mu saja yanggg"


"iya sih.. tapi aku masih ragu mengenai ini "


"ya kalau kamu masih ragu, ya tunda dulu saja jangan di pikirkan, kamu harus fokus pada barmu saat ini"


" iya juga sih.. tapi aku juga mau melebarkan sayapku ini yang."


" yah... kalau aku sih... hanya ikut saja apa katamu.., jelas jelas semua keputusan ada di tanganmu"


"emmm.. iya yang, ehhh tapi ayahmu nanti sore ada di rumah kan"


" ada.., emang kamu mau apa"


" aku ingin menanyakan ke ayahmu bagaimana solusinya"


" ou.... begitu yah.. baiklah semoga kamu dapat menulan solusinya dengan cepat yah sayang"


" maksih yah yang kamu mau mendengarkanku"


"iya sayang sama sama"


kami pun kembali ke bar, dan aku masih terpikir menganai wacanana ini.

__ADS_1


Aku teringat sosok Cr yang lahir dari keluarga yang tidak punya dan dia berusaha agar ia dapat menggapai cita cita menjadi pemain sepak bola yang terkenal dan juga ia sejak kecil sudah di vonis oleh doktor menderita sakit jatung dan sulit baginya untuk bermain sepak bola, tapi ia tidak menyerah dengan apa yang menimpanya ia berjuang sekeras tenaga meski pun resiko besar akan menimpanya, hingga pada akhirnya ia sukses menjadi seorang pesepak bola yang terkenal. Ia mengingatkanku tentang usaha yang tidak akan menghianati hasil, meski aku sudah sukses membuat tempat kumuh inj menjadi ramai dan terkenal tapi menurutku ini belum cukup, masih ada lagi yang akan bisa aku capai nanti. Tapi sekarang aku lebih baik menikmati apa yang di berikan saat ini dan juga tidaklah boleh senang berlibihan karna kegagalan masih mungguku untuk lengah dan mengajakku untuk kembali ke dalam jurang kegagalannya.


__ADS_2