Bar Impian

Bar Impian
ikhtisar 4 : langkah pertama


__ADS_3

hampir sebulan lebih aku berusaha menemukan kembali jati diriku, aku masih terbayangi dengan kegagalan yang menyakitikan, rasa pahit dan keputusan asaan masih menghantuiku, bagaimanakah aku mau memulai suatu perubahan jika aku masih memikirkan memori yang menyakitkan itu, "apakah karena aku masih menyimpan memori kegagalanku ini atau kah aku yang takut melangkahkan kakiku ini" ujarku sambil melihat keramaian kota dari jendela kamarku, aku melihat banyak orang yang sedang pergi ketempat kerja mereka, meskipun hujan merintih tetapi mereka tidak pedulikan yang mereka pedulikan adalah datang tepat waktu ke tempat kerjanya, " apakah mereka bodoh, hujan gini bukanya berteduh malah melawan hujan, nanti sakit baru tau rasa" kataku sambil tersenyum kecil, namun padanganku seakan berubah ketika melihat seorang kakek tua yang sedang mendorong grobak jualanya, meskipun hujan kakek itu tetap berjalan, akupun langsung terharu melihat Keke itu, meskipun sudah tua Keke itu tetap berjualan, aku turun dari kamarku lalu menghampiri Keke itu, jelas tidak tega aku melihatnya, seharusnya dia diam di rumah menghabiskan sisa umur berasama cucunya.


akupun bertanya kepadanya "ke mengapa kau masih berjualan bukan kalau seumuran Keke harusnya diam di rumah, kemana anak kake dan cucu kake" kataku sambil menahan air mata yang sulit untuk di bendung,

__ADS_1


"nak, aku tidak mau membebani anakku ataupun memanfaatkannya, jujur saja aku senang berjualan kaya begini, badanku teras lebih muda dari umurku" ujarnya sambil membuat pesananku, memangnya anak kake tidak melarang kake berjualan atau.." ucapanku langsung dipotong olehnya.


" bukanya anak kake ga melarang kake berjualan tapi ini keinginan kake" ujarnya sambil memberikan pesananku yang sudah selesai, tidak ada percakapan panjang antara aku dan kake itu, Keke itu pergi meninggalkan aku malu ketika melihat kakek itu umur yang sudah tidak muda lagi dia masih tetap semangat untuk mencari Rezki, akupun tepecut kembali, semangatku tiba tiba datang kembali seakan akan aku mulai menemukan suatu langkah pertama dan aku dapat menyimpulkan kejadian yang kulihat tadi bahwa, "halangan apapun yang ada di depanmu tetap lah berjalan lawan penghalang itu dengan kepercayaan yang kau memiliki, seberapun usiamu tetaplah berusaha mengejar mimpi".

__ADS_1


akupun mulai mengajukan resi ke tempatku berkaja dan aku ingin memulia suatu bisnis kecil yang tanpa ada orang lain yang mengaturku. namun keputusanku itu mengandung pro dan kontra, dimana keluargaku seakan tidak terima aku mengajukan surat pengunduran diri dan banyak orang yang berkata bahwa keputusan itu adalah keputusan bodoh.


ya jelas aku bodoh dan aku gila tetapi aku memilih jalanku sendiri, dimana aku akan menemukan suatu jati diriku dan usahaku yang aku bayangkan selama ini.

__ADS_1


akupun memutuskan untuk pergi meninggalkan kota dan merantau ke kota lain demi mengejar cita citaku ini, suatu kota yang padat nan sibuk aku tuju, aku pun sudah memikirkan usaha apa yang akan aku jual nanti lihat dan perhatikan langkahku.


__ADS_2