Bar Impian

Bar Impian
Ikhtisar 8 : cafe kecil


__ADS_3

Pagi yang begitu cerah dan langit yang bersih tanpa adanya awan, aku segera bergegas menuju cafe kecilku karena hari ini adalah hari pembukaan cafe kecilku yang pas waktu kemarin gagal karena aku lupa membersikan jongkoku ini " hari ini adalah hari pertamaku jadi aku ga boleh sampai telat" ujarku dalam hati yang masih di balut dengan selimut, sesuatu yang masih mengganjal di lubuk hati ini yang masih membuatku enggan beranjak dari tempat tidur ini yaitu dimana rasa kekhawatiran akan kegagalan yang kedua kalinya " apakah aku bisa melakukan semua ini? apa justru sebaliknya" sambil membayangkan kegagalan dulu yang pernah aku alami. tapi jika aku masih diam disini dan merenungi kegagalanku dulu jelas aku tidak bisa merubah sifatku dan tidak bisa menemukan jati diriku yang sebenarnya, tanpa pikir lebar akupun segar bangun dari ranjangku dan segara bergegas menuju jongkoku, sesampai disana aku membuka cafe kecilku ini dan memulai perjalanan Bisnisku ini.


3 jam telah berlalu pengunjung pun mulai berdatangan ke cafeku ini, jelas dalam hati aku sangat senang sekali karna melihat ada orang yang mau membeli ketempatku, iring berjalannya waktu tempat kecil ini menjadi ramai akan pengunjung karna tempatnya yang berbasis clasik dan begitu dekat dengan jalan menjadikan suatu alasan mereka datang ketempat ini , sambil istirahat berkendara mereka mengunjungi tempat ini dan sekaligus mencoba apakah di sini makanan yg ditawarkan atau minuman enak enak atau tidak.

__ADS_1


pukul 22 aku memutuskan untuk menutup cafe kecil ini karena waktu malam memang enak buat berjualn apalagi kalau berdekatan dengan hari Sabtu dan Minggu tapi aku juga perlu beristirahat dan menjaga kondisi badanku, namun pas aku lagi membereskan tempat ini tiba tiba aku melihat sebuah tulisan kecil di seutas tisu isi dari tulisan itu adalah sebuah comentar atau feedback dari konsumenku yang berisi


"tempatnya memang menarik dan clasik aku suka, tapi makan yang mereka jual jelas tidak enak namun minumanya enak sekali, untung saja ke tolong sama minumannya kalau minumanya tidak enaka jelas aku ingin uangku kembali". tulisan ini membuatku berpikir apakah aku harus menghapus menu makan di cafe ini dan merubah cafe ini menjadi warkop saja, perkataan ini jelas jelas membuatku berpikir keras yang tadinya moodku happy berubah drastis menjadi tidak happy lagi, aku pun membereskan kembali tempat ini dan mulai merombak semuanya yang tadinya cafe mini merubahnya menjadi drinkNight, jelas ini menjadi suatu perubahan yang cukup sangat pesat hanya dalam waktu semalam aku merubah cafeku ini menjadi tempat minum saja agar aku bisa bersaing dan tetap bertahan di jalur wirausahawan,

__ADS_1


kata konsumen yang lewat jelas aku tidak bisa menjawabnya karna cafe itu adalah tempat minum ini yang berubah namanya,


4 jam telah berlalu dan konsumen pun belum ada satu pun " kenapa masih belum ada satu orang pun yang kau datang kesini, apakah karena aku mengubahnya" ujarku sambil melihat suasana dalam yang kosong layaknya gudang kosong yang di tinggal 10 tahun, akupun keluar dan melihat apakah ada yang salah dengan tempat ini, tapi setelah aku cek sendiri jelas jelas tidak ada yang salah dengan tempat ini, akupun memutuskan untuk menutup cepat tempat ini dan pergi ketaman untuk menenangkan pikiranku ini.

__ADS_1


__ADS_2