Bar Impian

Bar Impian
Ikhtisar 41 : One step One change


__ADS_3

Dikala aku susah tak ada seorang pun yang mau datang menghampiriku sama sekali, bahkan orang terdekat pun menjauhiku, berbeda dengan sekarang, disaat aku telah mencapai tujuan yang ku dambakan dan itu membuat hidupku berubah drastis, hingga langkah yang aku lakukan pun akan menjadi contoh bagi banyak orang, yang dulu menjauhiku kini datang menghampiriku, yang dulu menghinaku, kini mengidolakan ku, seseorang bisa berubah dengan adanya uang, seseorang bisa di pandang dengan adanya uang. Karna uang dapat mengubah segala. Meskipun begitu aku tetaplah aku, Aku tidak berubah sedikitpun, diriku yang dulu tetaplah menjadi diriku, aku tidak berubah dan aku tidak memandang orang dari segi prioritas karir atau kesuksesannya, mereka tetaplah orang yang biasa yang sedang menikmati kenikmatan yang dulu di usahakanya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\={ • }\=\=\=\=\=\=\=\={ • }\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Kini aku siap untuk berangkat lagi, namun sekarang aku pergi dengan istriku, karna aku tidak ingin meninggalkannya, aku ingin menikmati kemenangan bersamanya, aku tidak ingin egois dan tidak ingin menikmati kemenangan itu sendiri, aku ingin menikmati kemenangan itu bersama, dikala aku jatuh, aku ingin ada seseorang yang mampu mendampingiku untuk kembali ke jalan yang benar, aku tidak ingin lagi salah arah untuk yang ke dua kalinya, aku ingin ada seseorang disampingku untuk mengingatkanku tentang arti sebuah perjalanan hidup.

__ADS_1


Pagi hari, di airport internasional Soekarno Hatta, aku bersiap untuk menakjubkan negara Jerman untuk yang ke dua kalinya, kali ini akan ku buat nama Indonesia raya berdebar disana, akan aku tunjukan tekad anak desa negaraku disana, bahwa kami siap untuk jatuh, kami siap untuk di caci dan dimaki dan juga kami siap untuk meraih kemenangan. Aku dan istriku berpamitan kepada keluarga, sungguh ini adalah momen yang sangat menguras air mata, begitu sulit bagiku untuk meninggalkan tempat ini lagi, meski aku meninggalkan tempat ini untuk meraih mimpi namun sangat sulit sekali untuk meninggalkannya. Setelah pesawat terbang aku melihat dari jendela pesawat, melihat hamparan tanah suci yang telah melahirkanku dan tempat yang telah memberikanku sebuah harapan yang mustahil untuk dilakukan, aku meneteskan air mataku Karna aku tak sanggup untuk meninggalkannya, aku ingin merasakan hebusan angin pagi hari di hutan teropis ini, aku ingin mengulang kembali jeri payahku di negara tersebut, namun semua tak bisa di putar balikan, karna kini akh harus melaksanakan tugasku dan harapan negaraku untuk menggetarkan dunia ini.


15 jam aku duduk dan tidak melakukan apa pun, jelas pan**tku pegal jika harus duduk lagi, aku tak sanggup duduk lagi, aku ingin segera sampai ke barku dan langsung istirahat disana, 15 menit diperjalanan menuju barku dan akhirnya aku tiba di barku. Setelah membuka pintu bar tiba-tiba seseorang datang kepadaku dan memberikan setumpuk kertas yang harus aku baca satu persatu,


..."ya...... ampunnnn apa lagi ini"...

__ADS_1


Dear : FC Bayern Munich


your drink is so delicious, this is my first time tasting this delicious drink, i will ask you something if we offer a collaboration with your place ..?


Do you want ?

__ADS_1


if you want, you can come directly to our office.


FC.byrnmunich. managemen.


__ADS_2