Bar Impian

Bar Impian
Ikhtisar 15 : before you go


__ADS_3

Semua kenangan yang terindah selaalu ku simpan di tempat yang indah dan kenangan buruk selalu ku jadikan api semangatku untuk mencapai impianku,


perjalanan ku dan dia seakan terasa singkat sekali jarak yang cukup jauh pun tidak terasa sama sekali.


aku pun lekas pulang kembali setelah mengantarkan ya karna tidak baik baginya jika ada lelaki tengah malam di apartemennya, aku pun mengucapkan salam perpisahan kepadanya dan berharap besok dia bisa bekerja lagi karna hari ini adalah hari yang berat buatnya dimana dia bekerja habis habisan, untuk pertama kalinya dia berjuang dengan tenaganya sendiri tanpa meminta bantuan kepada orang tuanya.

__ADS_1


setelah aku sampai di kamarku yang kecil dan sempit aku memikirkan suatu ide untuk memajukan barku agar cepat di kenal dikalangan orang orang, tapi bagaimana caranya agar aku bisa menarik perhatian orang orang disekitar, apalagi kalo beberapa meter dari barku ada bar yang sama sepertiku. strategi yang aku jalan yang ku baca dari buku bar tersukses adalah memberi Sempel gratis terlebih dahulu lalu melalukan promosi yang menarik tapi hasilnya cuman sedikit orang yang datang ketempat dan hari berikutnya pun sama, jika terus begini dalam kurun waktu yang dekat Bisnisku akan menghilangkan dari dunia bar ini.


hingga tengah malam aku masih belum tidur dan masih memikirkan konsep penjualanku Agara bisa di kenal di kalang orang orang, akupun melihat ponselku dan melihat foto dia yang ku foto diam diam pas tadi di barku, mukanya yang manis dan senyuman yang indah seakan menghilangkan beban di otakku, aku pun jatuh cinta kepadanya saat pandangan pertama di bis itu aku ingin mengutarakan rasa dihatiku bahasa aku mencintainya tapi aku takut dia menolaknya dan menjauhiku meski sekarang dia selalu ada disisiku tapi hanya sekadar rekan kerja saja tidak ada ikatan istimewa pun sama sekali, tapi aku takut kehilangannya tapi aku harus bagaimana apakah aku harus diam menunggunya atau malah sebaliknya ada seseorang yang datang ke melamarnya apakah aku akan menerimanya pasti akan ada penyesalan yang sulit untuk di obati. tak disadari aku tertidur sembari memikirkannya.


di barku aku melihat dia sudah duluan sampai kebarku aku malu datang terlambat, sebagi bos aku harusnya memberikan kedisiplinan yang baik kepadanya malah sebaliknya ini gara gara aku terlalu memikirkan hal yang tidak penting, dia pun bertanya kepada " pa apakah kau baik baik saja" ujarnya sembari membuka barku aku menjawabnya dengan percaya diri yang tinggi dan menahan rasa sakit dikapalaku " ya aku baik baik saja "

__ADS_1


"tapi kau terlihat seperti orang sakit pa"


"tidak, mungkin ini Karana aku kurang tidur semalam"


meski di dalam hati aku tidak kuat menahan rasa sakit ini, tapi demi dia aku harus bisa menahanya agar dia tidak khawatir kepadaku, selagi membereskan barku aku sudah tidak kuat lagi menahanya seakan akan aku ingin pingsan, dan pada akhirnya tubuhku yang tidak kuat menahanya akupun terjatuh di hadapannya.

__ADS_1


__ADS_2