
Seminggu berselang barku semakin penuh, hari demi hari terus menujukan kemajuan, tempat yang tadinya sepi akan orang kini ramai dikunjungi oleh orang orang baik orang dekat maupun jauh. Kebahagiaan ini benar benar aku nikmati, Mimpiku telah terwujud dan hayalan yang pernah aku pikirkan sudah menjadi kenyataan, mimpi terbesarku dulu adalah ingin memberangkatkan orang tuaku umroh ke tanah suci menjadi target mimpiku selanjutnya, aku pun pergi ke travel umroh untuk membeli sebuah tiket umroh untuk orangtuaku, aku juga mengajak sherlin untuk memilih tempat travel yang tepat, "karna sherlin sudah berpengalaman pergi ke luar negeri jadi aku mengajaknya".
30 menti sudah akupun sampai ketempat travel yang bisa sherlin kunjungi, katanya disini adalah tempat yang sangat murah, tiket tiket untuk keluar negeripun juga murah katanya, tanpa busa basi aku langsung pergi ke dalam namun aku terkejut dengan harga yang ditawarkan, harga yang ditawarkan untuk pergi berumroh satu orangnya 120Jt untuk 1 bulan, aku pusing mendengarkannya, yang di bilang sherlin tempat ini adalah tempat yang murah dan terpercaya itu langsung hilang seketika setelah aku mendengarkan harga yang di katakan, mungkin murah bagi sherlin karna ayahnya adalah pengusaha yang sukses dan uang segitu baginya tidak ada apa apanya, aku berpikir jika aku pesan 3 tiket sekaligus berarti 360jt yang harus aku keluarkan, aku bingung sekali dengan nominal yang harus aku bayar karna jika aku membeli langsung segitu maka aku harus berkerja lebih giat lagi, meskipun ada uang segitu tapi aku juga harus memenuhi kebutuhan di barku nanti, aku pun memutuskan untuk pulang dulu dan memikirkan kembali.
Setelah aku keluar dari tempat itu sherlin pun menanyakannya,
" bagaimana apakah kamu jadi memesannya " katanya sambil tersenyum manis kepadaku
"heheh, belum aku cuman menanyakan saja " ujarku yang pusing mendengarkan harga tadi
"ouh begitu yah"
"iya, yu kita kembali ke bar lagi"
Semabari di perjalan sherlin pun menanyakan kepadaku kenapa tidak jadi memesan tiketnya, aku pun menjawabnya karna harganya terlalu mahal jadi aku tidak jadi memesannya.
"emang yang, berapa harganya barusan.., Pas aku dulu pesen tiket kekorea murah kok"
__ADS_1
" yah segitu lah harga"
"segitu berapa "
"360 juta "
" 360 juta....... " ujar sherlin yang kaget mendengarnya
"iya 360 untuk 3 orang "
"oh.. pantes saja kalau untuk 3 orang "
Sambil di perjalanan aku pun terus bebincang dengannya dan menanyakan pendapat kepada, Meskipun aku pusing tadi mendengarkan harga yang disebutkan dan terus menerus menghantuiku seperti aku telah melakukan pembunuhan saja yang terus meminta tanggung jawabnya, tapi kepusingan ini dapat terobati seketika setelah aku berjalan jalan mengelilingi kota berduan, beboncengan berdua adalah hal epic sambil memeluk erat dan bersandar di bahuku sambil menceritakan kejadian lucu di atas motor, ini benar benar indah dunia ini benar benar serasa aku dan dia saja tidak ada orang lain di dunia hanya ada aku saja dan dia, Akhirnya aku sampai di barku rasa pusing di kepalaku mulai menghilang sedikt demi sedikit setelah tadi aku berjalan jalan dan sherlin berdua dan melihat barku ramai rasa pusing itu hilang, aku pun kembali ke kantorku dan menyuruhnya sherlin untuk membawakan catatan pemasukan di bar ini, meski rasa pusing itu telah hilang tapi ke inginanku tidaklah hilang, aku ingin melihat apakah aku punya uang sebanyak itu. 2 menit berselang sherlin pun datang membawakan ku catatan pemasukan bar aku melihat pemasukan selama ini di catatan ini dan memang ada uang dengan jumlah yang lebih tapi jika aku memesankan tiketnya jelas ini akan menjadi pengeluaran yang besar dan butuh waktu yang lama untuk mengembalikanya, aku terbepikir bagaimana yang harus aku lakukan apakah aku harung mengurungkan niatku ini atau aku harus memaksakannya.
biarpun tutup sudah aku mengajak sherlin untuk makan malam dan sambil menanyakan apakah yang harus aku lakukan, 3 menit berselang aku dan sherlin bicang sudah dan aku mengantarkannya pulang, sesampai di kamar kecilku aku terpikir perkataan sherlin tadi, " jika kamu berbuat untuk memberangkatkan orang tua mu maka lakukanlah, karna kita bekerja keras untuk membahagiakan orang tua bukan," . benar juga kata sherlin, aku bekerja keras begini untuk orang tua ku dan adikku jadi aku besok berjanji untuk membeli memesankan tiket untuk orang tuaku tidak apa yang akan terjadi kedepanya yang terpenting mimpiku yang dulu dapat terwujud, meskipun aku harus bangkrut aku tidak apa yang terpenting adalah orang tuaku sudah umroh itu saja.
Ke esokan harinya aku dan sherlin kembali lagi ke tempat travel ini dan tanpa busa basi aku memsankab tiket langsung dan perasaanku tiba tiba berubah seketika yang tadinay khawatir akan uang yang terhamburkan tiba tiba berubah suasan hatiku menjadi tenang setelah menenggang tiketnya. aku pun kembali kebarku dan meliahat bar ini ramai sesekali bahkan saking ramainya orang orang pun mengantri panjang, hatiku senang sekali melihat ini air mataku keluar sebagai tanda bahagia, meskipun aku mengeluarkan banyak uang barusan tapi perasaan itu menghilang entah kemana, aku melihat kembali pemasukanku uang yang tadi hilang sudah tergantikan bahkan melebihi uang yang keluar, aku langsung memeluknya sherlin dengan erat sekali, kebahagiaan ini harus di baginkan kepada orang orang yang sudah berusaha keras, aku mengatakan kepada sherlin untuk memberikan bonus dan mengajak mereka untuk makan makan setelah pulangnya.
__ADS_1
Setelah tutup barku, aku merayakan dengan para karyawanku, wajah bahagia yang terpancar di setiap karyawanku membuatku senang sekali karena mereka sudah berusaha keras untukku aku harus memberikan sebuah apresiasi kepada karyawanku. setelah beberapa menit berselang aku dan sherlin pamit duluan pulang kepada karyawanku, sambil di perjalanan pulang aku mengajak sherlin pulang ke kampung halaman sekaligus mengenalkannay kepadanya.
" yang ... kamu mau ga ikut aku pulang "
"pulang kemana ke kosanmu"
"bukan pulang kekamlung halamanku"
" aduh... bagaimana yah ... aku malu"
"kenapa harus malu.., aku ingin mengenalkan kamu ke keluargaku"
"aku takut tidak di terima disana"
"kok kamu begitu tidaklah, tidak bakalan begitu"
"baiklah aku ikut"
__ADS_1
rasa bahagian ini komplit sudah dan besok aku akan pulang ke kampung halamanku sambil membawa orang tersayang ku.