
Pada hari berikutnya, aku menjalani hari ini dengan seperti biasanya, tak ada yang berbeda dari hari hari kemarin, rutinitas yang sama aku lalu, namun hingga aku sampai di barku, aku merenung di kursiku, melihat daftar pemasukan dan pengeluaran yang hampir sama dengan hari yang lainnya, aku berpikir bahwa, "apakah mereka menyalin laporan hari hari kebalakang atau memang sama tidak ada yang berubah dalam segi yang berbeda" ujarku sambil melihat laporan tersebut. Hingga pada jam 13:30, sherlin datang ke ruangku dan mengajakku,
" hei sayang...," kok bengong terus sihh.." apakah ada masalah yahh".. katanya, yang melihatku lagi memperhatikan keadaan barku ini, namun soal olah, aku tidak bisa melakukan sesuatu pada hari ini, apa karna hal yang bosan, membuatku tidak semangat menjalaninya.
__ADS_1
" heiii..." masih bengong aja sihh, " ayolah semangatkan, kita hari ada jadwal yang penting" kata kata barusan langsing membuatku tersentak, hampir seperti kilat yang menyambar ke atas kepalaku, " emangnya, hari ini ada apa?" Apakah hari ini sangat berarti begitu" jawabanku yang datar dan tanpa ada sedikit etika, kalo dalam kamus wanita gitu....
Jelas saja dia marah setelah mendengar kata kataku barusan, dia langsung pergi dari ruanganku, tanpa pamit dan juga di iringi dengan tangisan yang membuat aku tak tega melihatnya. Aku pun langsung mengejarnya tanpa memikirkan, kesalahan apa yang baru aku perbuat, yang jelas dalam pikiranku, aku tidak melalukan hal hal yang bersifat, kekerasan fisik maupun non fisik. Sembari di perjalanan mengejarnya, aku terus berpikir, kenapa dia menangis, yang jelas jelas, aku tidak melakukan apapun. Hingga aku berhasil menyusulnya, dan menggenggam tanganya, aku bertanya demgan nada yang bingung, " kenapa kamu...?" Apakah ada sesuatu yang membuatmu sedih..? Atau ada perkataanku yang membuatmu tersinggung" Tanyaku kepadanya, alih alih dapat penjelasan darinya, dia malah melemparkan muka dariku dan aku masih butuh penjelasan darinya. Hingga terus menerus, aku bertanya kepadanya, hingga dia pun menjawabnya, menjawab semua yang aku herankan dari tadi.
__ADS_1
" kamu tuh......, tidak ingakah hari ini..!?" semabil menangis dia menjawabnya, aku merasa khawatir mengapa dia bisa sampai begini...
" hari ini, adalah hari yang sangat penting dalam hidup kita, hari ini, hari dimana kita akan membeli gaun pengantin, tau" sentaknya, aku langsung tersadar dari dari semua pikiran yang melanda di benakku, aku langsung mengandeng tangannya dan langsung menuju tempat gaun pengantin yang pernah dia tunjukankan kepadaku.
__ADS_1
Aku langsung menanjab gass motorku, aku cepat cepat mengendarai motorku, meski dia masih belum bisa melupakannya. Tapi bodo amat buat gue..., yang terpenting tidak terlambat ke tempat toko gaun itu, juga tidak sampai nutup toko itu, aku terus berdoa di sepanjang jalan, agar toko tersebut tidak tutup dan juga agar bisa di maafkan olehnya, itu saja yang aku inginkan.
Tak ada hal yang bisa membuatku senang, selain membuatnya tersenyum, oleh karna itu, aku telah membuat janji dengan diriku sendiri, agar tidak membuatnya menangis. tapi aku malah membuatnya menangis seperti ini, aku telah melanggar janjiku sendiri, bagaimana aku ingin membahagiakannya. hingga sesampainya disana, aku masih sempat waktu, aku langsung menanyakan apakah ada gaun pengantin yang sangat special sekali.
__ADS_1