Bar Impian

Bar Impian
Ikhtisar 30 : Motivasi


__ADS_3

Pembicara ayah sherlin barusan, memberiku sebuah inspirasi sekaligus motivasi buatku, agar tidak telalu cepat senang dengan apa yang aku alami saat ini. Masih banyak pembelajaran yang belum aku ketahui. Ayahnya sherlin juga mengatakan kepadaku "janganlah terlalu terobsesi dengan dunia ini, karna dunia ini hanyalah bersifat sementara saja. tidak ada yang abadi, meskipun kamu memiliki harta, tahta dan apapun itu, meraka akan kembali kepada pemiliknya**." pertkataan ini yang membuatku berpikir kembali, tentang apa yang aku impikan selama ini. bahkan aku pun sempat tidak percaya diri untuk mengapai impianku hingga aku ingin mengakhiri mimpi ini. tapi aku terpikir kembali menganai perkataan ayah sherlin barusan. apakah aku harus menghentikan mempi ini atau melanjutkanya, dua jawaban ini harus aku ambil karna jawaban tersebut yang akan mengubah semua pertanyaan barusan yang terngiang ngiang di benak ku ini.


Aku pun memilih untuk mempertahankan mimpiku dan aku siap untuk mengambil resiko tinggi yang akan datang. karna aku memiliki pendapatku sendir tentang obsesi duniawi ini, memang kita tidak boleh terobsesi dengan dunia ini tapi terobsesi impianku bukanlah sebuah penghalang untuk hidupku, karna impian adalah target kita untu mencapi tujuan dan kita harus mencari jalan untul target kita tersebut.


kami pun berpamitan pulang kepda keluarga sherlin, di dalam perjalan suasana hatiku terasa sangat gembira sekali, karna aku dapat menemukan jawaban atas pertanyaan yang selama ini selalu tersimpan di kepalaku. Ayahnya sherlin benar benar menjadi motivasi buatku sekaligus pemberi jawaban yang selama ini aku cari, aku pun ingin segara memwujudkan satu persatu mimpiku itu, jelas tak sabar rasanya ingin melihat mimpiku satu persatu terselaikan. meski aku harus siap menghadapi cobaan yang akan datang aku sudah siap untuk menghadapinya dan aku juga tau kuncinya untuk menyelsaikan cobaan yang akan datang tersebut.


esok hari aku pun menghubungi bibiku, apakah mereka sampai dengan selamat


"halo.... bi.. "


"iya rid... apa"


"syukurlah..... kalau sudah sampai dengan selamat bii...."


"iya... rid allhamdulilah"


"iya bi.... kapan kapan main lagi yah kesini bi.. dan juga yang lama yah tinggal disininya jangan kek kemaren cuman sebentar doank"


"heheh.... iya ridd... lain kali bibi bakalan main kesana lagi "


"iya bi.. kalau begitu farid pamit yah.."


"iya rid... sok yang semangat yah kerjanya"


"iya bi..aminn"


lega rasanya setalah mendengar kabar dari bibiku barusan, aku pun bersiap siap untuk pergi bekerja. aku pun pergi dari kosanku menuju tempat bekerjaku tidak lupa aku juga pergi untuk menjemput calon istriku itu hehehh.


sesampai disana, dia sudah berada di luar rumah seperti dia sudah tau kalau aku mau menjemlutnya, tidak lupa aku juga berpamitan kepada keluarganya sherlin dan aku juga minta untuk di doakan agar kami sampai tempat tujuan dengan selamat. kami pun pergi dan berjalan menuju tempat bekerja. sesampai disana aku melepaskan helm di kepala sherlin, agar terlihat seperti pasangan romantis yang tidak ada duanya wwkkwkwkw


"iih.. apa apa kamu yang"

__ADS_1


"hehe gapapa yang biar keliahatan romatis "


"malu tau "


"kenpa harus malu "


"ya..ini tadi kan di depan umum ya malu lah ga enak tau sama orang orang yang lewat"


"hidup itu harus PD jangan malu malu, gimana mau sukses kalu malu malu kek tadi"


"itu kan beda......."


"hehhe iya iya aku minta maaf yah"


"ga tau ah males"


"eh...... kok malah marah sih... ya sudahlah nanti juga bakalan sembuh sendir"


Aku mengirimkan pesan kepadanya dan menyakannya tapi, tidak diliahat sama sekali olehnya, aku pun mulai panik dan buru buru ketempatnya, sesampai di ruangannya aku melihat dia sedang memegang perutnya seperti orang yang lagi sakit perut,


"heyy... aku boleh masuk"


"tidak boleh pergi sana"


"hey.. kamu seperti orang yang lagi kesakitan gitu"


"jelas jelas aku lagi sakit masih bertanya dasr idiot"


"kok ngegas sih..."


"maaf yang aku... lagi pms jadi gini bawaanya pengen marah mulu"

__ADS_1


"ouh...... kenpa tidak bilang dari tadi"


"maaf yah.. aku dah marah marah sama kamu"


" gapapa kok, udah kamu pulang saja, jangan di paksain bekerja"


"ga mau aku masih kuat kok lihat....aduh... sakit..."


"tuh kan apa aku bilang, ayo pulang biara aku antar kamu ke rumah"


"tapi...."


" udah jangan banyak tapi, cepat beresin meja kamu, entar aku urus semua pekerjaan kamu"


"engga ah... malu tau jadi ngerepotin kamu terus"


"gapapa kan aku bosnya wkwkkw"


"ih.. kamu sudah mulai sembong"


"hehe gapapa kan sekali doang, udah ayo pulang"


" baiklah jika kamu memaksa"


"nah gitu donk, calon istri kan harus nurut apa kata suami wkwk"


"apa kamu bilang"


"sudah ayo kamu jangan banyak bicara"


aku pun pergi mengantarkan sherlin pulang ke rumahnya, pantas saja sikapnya berbeda sekali tadi ternya dia lagi pms jadi suka marah marah.

__ADS_1


__ADS_2