
Sebuah cahaya kecil yang terlihat dari jauh yang bersinar begitu terangnya, saking terangnya cahaya ini bisa menerangi sisi gelap bumi, apakah itu, mengapa sangat terang, apakah ini cahaya kematian, ucapkanku yang bergumam di dalam hati.
Aku yang masih terhipnotis oleh kegagalanku sendiri tidak bisa berpikir jernih dan aku termakan suara kegagalan yang mutlak terjadi, tapi aku melihat seseorang yang mengatakan tangannya untuk membantu aku bangkit kembali dan menyadarkanku kembali, siapakah dia, dan dari mana dia berasal, mengapa dia mau menolongku, siapkah itu, pertanyaan itu terus terulang ulang di kepalaku dan semakin gila mendengarkan suara itu, tapi semua pertanyaan yang terngiang-ngiang di kepalaku terjawab semua, cahaya kecil yang menyinari sisi gelapnya dunia dan tangan yang menyodorkan kepadaku ialah keluargaku sendiri, aneh rasanya mengapa keluargaku mau menolongku kenapa, padahal pas waktu aku masih kecil aku dibenci dan mereka tidak menggunakan kehadiranku disini, tapi mengapa mereka mau menolongku, padahal ini adalah waktu yang sangat tepat bagi mereka untuk melenyapkanku, tapi mereka malah menolongku, apakah ada maksud lain dibalik menolongku, apakah ini strategi yang mereka jalankan, ucapaku yang masih bingung dengan banyak pertanyaan di kepalaku.
Namun ada sosok dari keluargaku yang memancarkan cahaya di bersinar paling terang di antra mereka siapakah dia, lalu aku mulai melangkah kaki untuk berjalan mendekati dia yang bersinar terang dari yang lain tapi ada sedikit kejanggalan, dimana aku mencoba mendekatinya dia malah menjauh, aneh sekali mengapa dia malah menjauh dariku bukankah dia yang menerangikh di kala aku tidak bisa melihat apapun yang ada di depan, aku mencoba mendekatinya sedikit demi sedikit sambil diaduk rasa penasaran yang semakin besar, aku terus mencoba mendekatinya tapi semua itu mustahil dia semakin menjauh dariku, aku berlari sekencang mungkin agar bisa mendekatinya tapi dia lebih kencang dari lariku, aku pun mulai kelelahan. dan mulai berhenti mengejarnya, tapi cahaya itu malah mendekatiku aku pun mulai bingung dengan semua ini di benakku " cahaya apa ini tiba tiba dia mendekatiku, tapi jika aku kejar malah menjauh apa ini?, apa yang harus aku lakukan." masih terngiang-ngiang di kepalaku, akupun mencoba untuk tidak mendekatinya, tapi rasa penasaran dan rasa takut semakin besar, "apa yang harus aku lakukan, apakah aku harus diam disini cahaya itu datang atau aku harus mendekatinya lagi",
ucapanku yang bingung di barengi sara takut.
akupun memutuskan untuk menunggu cahaya itu datang ke padaku meski didalam hati aku ingin lari atau mengejarnya, tapi cahaya itu seperti mengisyaratkan agar aku datang untuk mendekatinya, "apa yang kau mau, mengapa kau datang kepadaku, disaat aku mengejarmu kau malah menjauh, tapi disaat aku berhenti untuk tidak mengejarmu kau malah mendekatiku, sebenarnya kau ini siapa, apakah kau malaikat pencabut nyawa atau hanya sebuah hayalanku saja" teriakanku yang sangat kencang tidak dengarkannya.
tapi saat cahaya itu sudah dekat denganku kiri kita jarak cahaya itu 20 MM di hadapanku aku melihat sebuah wajah yang tak asing di mataku, " aku pernah melihat wanita ini, tapi dimana, kenapa di memancarkan cahaya yang sangat terang sekali dan saking terangnya cahaya itu bisa menerangi sisi gelap Eropa" ujarku di dalam hati yang takut dan dipenuhi dengan rasa penasaran, lalu akupun mulai berjalan perlahan mendekatinya sembari menutup sedikit mataku karna cahaya itu sangat terang sekali, lalu cahaya itu juga sama mendekati, rasa penasaranku semakin menjadi jadi setalah jaraku dengan di semakin dekat " wanita ini tidak asing siapkah dia mengapa dia datang kepadaku". aku pun terkejut saat aku sudah bisa mendekati, aku tidak bisa berkata apapun kaget saat aku melihat wajahnya," ini, tidak mungkin mana bisa dia disini". aku hanya bisa menangis ketika aku melihatnya kembali cahaya ini, cahaya yang membantuku berdiri di kala aku terjatuh saat aku masih kecil, cahaya ini yang mengajarkanku untuk tidak menyerah dengan kegagalanku, cahaya ini adalah ibuku yang sudah wafat saat aku berusia 11 tahun. "ibu, kenapa kau datang kesini bukanya kau sudah pergi " ucapanku yang di barengi dengan air mata, " nak, kau sudah besar yah" sambil senyum melihatku. aku pun langsung memeluknya dengan erat dan kencang, aku tidak ingin di pergi lagi aku tidak sanggup melihat dia pergi,
__ADS_1
nak lepaskanlah pelukanmu, aku tidak bisa selamanya disini". ujar dia sambil menangis, "ibu janganlah pergi, tinggallah disini, aku beluk bisa merelakanmu pergi Bu,"
ujarku.
"jadilah pria yang hebat, tunjukan pada dunia bahwa kau bukan laki laki bisa," ujarnya sambil mengusap air mataku, "tapi ibu aku bagai mana aku melakukan, aku tidak bisa, lagi pula aku sudah gagal" ucapku sambil menangis di pangkuan ibuku.
"aku bukan apa apa aku hanyalah budak pesuruh orang yang berkuasa didunia ini Bu".
"nak ini sudah waktunya aku untuk pamit", "mau kemana ibu kau disini saja janganlah kau pergi lagi"
"tapi aku tidak bisa disini selamanya nak" ujarnya sambil berbalik badan.
__ADS_1
"mengapa kau tidak bisa disini, mengapa?"
"bukankah ibu sudah bilang bahwa tempatku bukan disini",
"tapi ibu aku tidak biasa berdiri sendiri jika aku terjatuh lagi",
"ingatlah kau masih ada adikmu dan ayahmu, di suatu saat nanti dialah yang akan membantumu untuk berdiri kembali", tapi..
"sudah ibu akan pergi, kamu harus jadi orang yang kuat dan tabah yah nak" ujarnya yang mulai memudar,
"baiklah kalau begitu aku akan berusaha kembali bu" ucapku yang masih tidak menerima dia pergi. perpisahan ini memanglah sulit untukku, tapi mau tidak mau aku harus menerimanya.
__ADS_1