
Sorakan Penonton yang menggema keseluruh arena. Pembawa acara yang menggebu-gebu menginformasikan jalannya pertandingan.
"ooooooo apa yang terjadiiiiii, sepertinya ada sebuah koalisi yang terjadi didalam pertandingan ini, mereka bergabung untuk mengalah kan Tim dari kelas Warlock yang di ketuai Vivi Alustia, pertempuran ini menjadi sebuah penentu untuk merebutkan posisi teratas, apakah kelas warlock yang mendapatkan atau Tim yang bergabung? mari kita saksikan!"
"Woooaaaaaa"
teriakan penonton mulai tambah memanas setelah mendengar narasi dari pembawa acara. disalah satu barisan penonton terlihat Rei yang merasa senang dengan kehebatan Juniornya yang bisa sampai sejauh ini.
[Kalian Hebat bisa sampai sejauh ini, padahal kalian baru saja merasakan sistem baru dari pertandingan, tetapi kalian bisa mengatasinya]
Brock yang terlihat kesal karena Juniornya sudah dikalahkan meninggalkan arena. para komandan dan raja yang duduk ditempat tertinggi arena pun juga terlihat menikmati pertandingan.
"hheeeyyyaaaaaaaaaa majuuu!!"
Teriakan Ito yang memulai serangannya kepada Tim Vivi. Vivi melihat itu tidak hanya diam, dia juga memerintahkan timnya untuk menyerang. Para Roh mulai membentuk formasi dengan Roh Badak berada didepan sedangkan di tim gabungan Kelas Tank yang berada didepan. Jarak diantara mereka mulai berdekatan dan terjadi benturan.
*Brakkkkkk Roh badak membentur barikade dari kelas Tank, Roh singa milik Vivi melompati mereka, namun dihalau oleh serangan dari Mato dan Lena. Gen yang melompati barikade yang sedang berbenturan itu, segera menerjang Roh prajurit yang berada dibelakangnya.
•Counter Cast•
Roh badak berhasil didorong kebelajang, Gon yang melihat cela untuk menyerang mengayunkan pedangnya, namun ditahan oleh Roh prajurit. Roh badak itu kembali berlari kearah Gon. Gon yang tertabrak oleh Roh itu terdorong dan membuat tangannya bergetar.
"uuhhhhhhh"
"Gonnnnn?" [Ito]
"Aku tidak apa apa"
Roh singa yang sedang berhadapan dengan Mato dan Lena dibuat sulit oleh kerja sama mereka. roh singa menyerangkearah Mato namun ia tidak bisa mendapatkannya karena kelincahan Mato, Lena yang memanfaatkan itu segera melancarkan serangan.
•Fire Ball•
*Duaarrrrrr serangan itu juga tidak mengenai roh singa yang memiliki kelincahan.
"Lena bagaimana mode Meditation mu?"
"Sedikit lagi akan hilang, mode ini sudah hampir menguras energi Ki ku, bagaimana dengan mu? apa sudah bisa digunakan?"
"Precise Strike ku masih belum bisa digunakan, kita harus menahannya agar tidak mengganggu yang lain"
Gen yang menghadapi 2 roh prajurit menglami kesulitan, karena Roh prajurit yang ia lawan menggunakan tombak yang memiliki jarak serang yang jauh.
"Gen seranglah pemiliknya, itu lebih efektif dibanding kau meladeni Roh bayangannya" [Gon]
"aku juga tau sialan, tapi roh prajurit ini sangat merepotkan, mereka menggunakan tombak. Jarak serang mereka membuat ku tidak bisa mendekat"
Ito yang melihat situasi ini memiliki sebuah rencana lain untuk memenangkan pertarungan ini.
"aku punya rencana"
"Rencana apa Ito?" [Gon]
"kita akan berpencar"
"maksud mu? [Mathew]
"jika kita bertiga hanya berfokus melawan badak itu, kita tidak akan menang.. kita harus berpisaj dan membantu kawan yang lain agar mereka lebih mudah melakukan serangan"
"Ide yang bagus" [Gon]
"Baiklah, Mathew.. kau bantu tim Mato dan Lena melawan roh singa"
"ahhh apa kau gila?" [Mathew]
"Percayalah pada dirimu sendiri, Fokus lah menggunakan Taunt dan bertahan penuh"
"Ok, baiklah" [Mathew]
"Gon kau tahan badak ini.. aku akan menarik Roh prajurit satunya agar kau hanya melawan badak ini, aku akan membantu Gen melawan Roh prajurit dan menerobos Ke pemiliknya"
"Baiklah" [Gon]
"ok, Sekarang berpencar!"
*wushhhh Ito maju kedepan dan melakukan Taunting, roh prajurit yang bersama badak itu terpancing dan mengikuti Ito.
*brakkkk benturan dari serangan roh badak berhasil ditahan oleh Gon.
__ADS_1
"kau tetap bersama ku ya badak jelek"
Mathew yang mundur kebelakang berlari kearah Lena dan Mato yang sedang menghindar dari serangan roh singa, juga melakukan Taunting.
•Taunt• Roh singa itu teralihkan dengan cahaya yang keluar dari perisai Mathew dan berbalik menyerangan. Mathew yang berhasil menahan serangan itu hingga bertekuk lutut bergumam.
"uaahhhh, Ito sialan Tenaga Roh singa ini sangat kuat, hei kalian cepat serang roh sialan ini"
Mato dan Lena yang mengerti, mengeluarkan kemampuan serangan terbaiknya.
•Meteor•
•First Strike•
anak panah yang melesat dari busur Mato terlihat berkilau, sedangkan dari atas Lena terlihat lingkaran sihir yang mengeluarkan Batu meteor berukurang sedang. serangan itu mengarah kearah Mathew dan Roh singa itu.
"Eh? kalian bercandaaaa? aku masih ada disini"!
"maaf ka Mathew ini bukan saatnya mengkhawatirkan mu" [Mato]
"Jahatttt kau jahat mato huaaaaaa"
•Explosiv Aura!•
Mathew menggunakan Explosive Aura, Ki nya membentuk perisai yang menutupi tubuhnya.
*duarrrrrrrr serangan dari Mato dan Lena jatuh bersamaan. Roh singa itu mengaung tanda terluka. asap yang dari ledakan itu sangat lebat.
"Apakah berhasil?" [Mato]
"Kalian Gilaaaaa!" [Mathew]
"hahaha maafkan kami Mathew" [Lena]
namun ekspetasi mereka dihancurkan dengan adanya siluet roh singa yang masih berdiri.
"Tidak mungkin"! [Mato]
"ahhhh aku sudah menggunakan Explosive Aura yang mengakibatkan Howl ku tak bisa kupakai sementara waktu"
"yaaa semoga"
Ito yang membawa satu roh prajurit itu berlari kearah Gen yang sedang berhadapan dengan 2 Roh prajurit.
"Gen!"
"Ito? apa yang kau lakukan?"
"dengarkan aku, aku memiliki rencana, ketika aku menabrak 2 roh itu, kau habisi Roh yang sedang mengejar ku"
"Baiklah"
Ito yang berlari kearah 2 Roh prajurit itu, menabraknya dengan perisai milik Jack.
*Brakkkkk •Counter Cast• 2 roh yang sedang berhadapan dengan Gen terdorong kebelakang yang membuatnya menjauh dari Gen.
•Bloody Assault• Gen menebas Roh yang sedang mengejar Ito dan menghilangkannya.
"huhhhhhhhh satu tumbangggg"
"Kerja bagus Gen, sekarang tinggal para warlock dan 2 roh prajurit"
"ayo Ito, aku maju terlebih dahulu"
"Gen Tungguuuu!!!!!!"
Gen melesat tanpa berfikir panjang menuju Vivu dan timnya. Namun hal tidak terduga terjadi.
•Stone Curse•
Vivi mengeluarkan kemampuan kutukan kepada kaki Gen, kakinya menjadi batu dan tertahan sejenak.
"Sialllll ini efek kutukan milik warlock, dia baru menggunakan disaat yang tepat, sialllll padahal sedikit lagi"
Vivi yang berhasil menghentikan Gen untuk sementara waktu memberikan kesempatan kepada timnya untuk menyerang Gen. Roh prajurit Tombak melesat untuk menyerang Gen, namun dengan sigap Ito berlari dan mengaktifkan Aura Explosivenya untuk menghadang roh prajurit.
*dwangggggg Prajurit tombak yang tidak bisa menghancurkan Ki perisai milik Ito terpental karena efek kejut saat diaktifkannya kemampuan itu.
__ADS_1
"Gen bagaimana dengan kaki mu?"
"Kaki ku baik baik saja, setelah efeknya hilang kaki ku baru bisa digerakan"
*Pranggggg Perisai Ki miliki dihancurkan oleh roh badak dari arah belakang, badak itu berlari menuju Gen, namun sekali lagi Ito menahannya. tetapi karena kemapuan Howlnya tidak aktif pertahanannya menurun.
"uaakkhhhhhhh"
[Siall tanpa Howl aku harus berjuang menahannya sekuat tenaga ku]
"Heyyaaaaaaaaaaa" Ito sekuat tenaga menahan Roh badak itu tanpa Howl.
*Krek*
"ughhh"
suara lengan milik Ito retak karena menahan serangan badak itu.
•Counter Cast•
Ito mendorong badak itu dengan perisainya keatas, dan berhasil membuatnya kehilangan keseimbanga. Gon dan Gen yang sudah terbebas dari kutukan melihat kesempatan itu menyerang bersama.
•Blood Grudge•
Gen melancarkan serangan beruntun ke roh badak itu. Gon yang tidak mau kalah juga melancarkan serangannya.
*Srat srat srattt
*duakkk badak itu berhasil ditumbangkan.
"masih belumm!!!!!!!"
Ito yang menerikan itu berlari kearah Gon yang baru saja mengalahkan badak itu.
"Gonnnnnn berikan perisai mu sebagai pijakan ku"
Gon yang mengerti maksud dari Ito, memposisikan tubuhnya lebih rendah dengan perisai yang menyerong keatas, Ito yang menginjak perisai Gon dan menerima bantuan dorongan dari Gon berhasil melompati Roh yang prajurit yang tersisa.
Ito melihat kearah Vivi yang sedang berdiri terkejut dengan tindakan Ito. Ito yang sudah memperkecil jarak mereka mulai mengayunkan pedangnya kearah Vivi, wajah mereka sudah saling bertemu dan tinggal menebasnya, Namun disaat pedang itu hampir mengenai Vivi, mata Ito melebar dan mengingat sesuatu.
~Flashback
"Ito berjanjilah padaku"
senyuman gadis kecil di sebuah desa mengingatkan Ito pada seseorang yang ia temui saat kecil, Ito yang mengingat itu menghentikan serangannya.
"Ka kaauu???"
Matanya bergetar mengingat sesuatu.
"akhirnya kau mengenali ku Ito"
Vivi tersenyum kepada Ito, matanya berkaca kaca, tetapi disaat momen yang menyentuh itu, dari arah yang tidak terduga, Rega yang diperkirakan sudah tumbang sudah melancarkan serangannya kepada Ito.
*Sratttttttt
mata Vivi melebar melihat darah Ito yang keluar dari tubuhnya. Ito yang terkena serangan telak dibagian belakangnya, terjatuh dipelukan Vivi.
"hahahahhaha rasakan itu anak petani"
Rega yang kembali kepertarungan dengan kondisi yang prima membuat semua terkejut.
"Itoooo!" semua terkejut memanggil Ito.
Vivi yang melihat Ito sudah tidak sadarkan diri merasa kesal, wajah nya penuh dengan kesal.
"Beraninya kauuu!"
dengan geram Vivi memanggil Lioness kesamping.
"Lionesssss!!!"
Roh singa itu berlari menuju Vivi dan meninggalkan Tim Mato. roh singa itu terlihat memberikan intimidasi kepada Rega, namun Rega merasa tidak gentar sedikit pun. Vivi yang sejak tadi tidak banyak bicara, memberikan sebuah peringatan.
"Ada satu hal yang harus kau ketahui, hanya aku yang boleh melukai Ito ku, Lioness habisi dia!"
Lioness yang mengeluarkan pancaran yang mengerikan berlari kearah Rega dan berniat untuk membunuhnya.
__ADS_1