Beast Clan Invasion

Beast Clan Invasion
Organisasi yang Menentang Kerajaan


__ADS_3

Aku mewaspadai keberadaannya, insting hewan buas ku mengatakan dia berada di level yang berbeda, dia seorang pria tua dengan rambut panjang putih dan jenggot panjang. tubuhnya tidak seperti orang tua yang kurus, lebih tepatnya dia masih memiliki otot diumurnya yang sekarang.


"Hei, nak! aku sudah mengikuti mu dari desa yang kau bantai tadi"


[Apa? dia mengikuti ku dari sana? tapi aku tidak menyadarinya!]


Aku sungguh tidak menyadari keberadaannya selama ini, dia menyembunyikan hawa keberadaannya dengan baik.


Ia mengambil sebuah tongkat kayu yang berada didekatnya dan mengacungkannya pada ku. Dia tidak memasang kuda-kuda apapun. hanya saja aku seperti tidak melihat sebuah celah untuk menyerang.


"Aku akan menghentikan mu sekarang!"


Dia mulai melesat kearah ku, kecepatannya luar biasa. Aku mencoba untuk menghindar tetapi tongkat itu lebih dulu mengenai hulu hati ku.


"Uakkh"


Aku terdorong dan berlutut kesakitan memegang perut ku. Rasanya seperti dipukul sebuah gada, padahal itu hanya sebatang kayu.


[apa yang dia lakukan pada sebatang kayu itu? apa sebuah Ki? aku tau Ki bisa dialirkan ke senjata atau jirah yang kita pakai.. tetapi ini sudah keterlaluan keras, mungkin lebih hebat dari yang selama ini aku temui]


"Hoyaaa... apa cuma segitu kemampuan mu?"


Dia masih tenang saat melawan ku, padahal aku baru saja menghabisi 30 prajurit, tetapi mengapa melawan satu pria tua saja bisa sampai seperti ini. Aku mencoba untuk menyerangnya dengan kedua pedang ku, aku ayunkan kesetiap titik yang memungkinkan dia untuk menerima luka dari ku, Tetapi ia menghindarinya dengan tenang.


*Drrak*


Pedang ku yang juga dialiri Ki bisa ditahan hanya dengan sebatang kayu, aku sungguh terkejut, [Bagaimana bisa?] dia mendorong dua pedang ku saat kita sedang beradu kekuatan yang membuat ku kembali terdorong kebelakang, dia mengambil kesempatan itu untuk segera melesat kearah ku, dan melancarkan serangannya.


Aku sontak meneriakan untuk menambah pertahanan ku.


"Hmphhh.. Apa yang bisa kau perbuat dengan menaikan pertahanan mu?"


Dia memposisikan batang kayu yang ada ditangan kanannya sampai berada dibelakang kuping kirinya. Ki yang berada di batang kayu itu semakin pekat dan membesar. Aku tau... ini adalah level yang sama dengan para komandan kerajaan atau mungkin lebih?


Aku mencoba untuk menahan tebasan yang ia berikan dengan dua pedang ku,... batang kayu itu berhasil kutahan.. namun tidak bertahan lama, dua pedang ku patah dan batang kayu itu menembus mengenai tubuh ku.


Aku terlempar jauh kedalam hutan menabrak pohon-pohon yang ada dan terhenti setelah menabrak batu besar.


[Uhhhh.... sepertinya tulang rusuk ku ada yang patah]


Aku mulai kesal, darah ku memanas.. darah hewan buas ku mulai mengalir deras pada tubuhku lagi.. aku melesat kearahnya dengan kecepatan ku yang semakin meningkat dan tubuh ku memulai penguapannya.


Aku menyerangnya dengan membabi buta tetapi tetap tidak mengenainya.


"Sungguh menyedihkan!"


Dia mengatakan itu padaku. Aku semakin kesal,, apa yang menyedihkan? dengan kekuatan ini setidaknya aku bisa selangkah lebih maju.


Aku terus mencoba memukulnya terus menurus, dan akhirnya aku bisa memukul pria tua keparat ini.


*Buak*


angin disekitar kami seperti terhempas karena pukulan ku, tetapi dia tetap berdiri kokoh, hanya wajahnya saja menoleh sedikit. dia mengambil kuda-kuda dan menarik nafas..dan ia melakukan uppercut pada perut ku.


"uakh."

__ADS_1


Aku merasakan pukulan ini benar-benar seperti sebuah gada. aku terjatuh terlentang karena sudah tidak kuat lagi, badan ku panas dan beruap karena darah hewan buas ini membuat ku seperti memaksimalkan aliran darah ku dengan kencang dan itu membuat ku juga cepat lelah.


"Cukup Kakek Watz! jangan sampai membunuhnya."


Aku mendengar suara seorang pemuda yang menghentikan pertarungan kami. Aku membuka satu mata ku kearah pemuda itu, nafas ku tersenggal-senggal dan aku mulai mengeluarkan darah dari batuk ku.


"Tubuhnya sudah pada batasnya, kalau dibiarkan seperti itu, dia akan meledak." Pemuda itu berjalan dan memberikan sebuah daun yang berisikan sesuatu kepada pria tua itu. "kakek Watz berikan sedikit daging yang ada didalam daun itu untuk menahan aliran darahnya"


Pria tua itu mendekat dan memberikan daging mentah pada ku, aku memakannya dengan lahap dan berhasil menghentikan aliran darah ini sementara.


"Hei bodoh! bagaimana dengan tubuh mu?"


Aku menoleh kepada pemuda yang berada didepan ku ini. Dia memiliki rambut panjang berwarna putih dengan wajah tenang seperti air dan Aku melihat sebuah tongkat hitam berada dibelakangnya.


"Aku masih butuh daging, darah ini masih membuat tubuh ku terkoyak"


"Atur lah pernafasan mu, fokuskan Ki mu ke satu titik pada perut dan dorong keatas!"


Aku mengikuti sarannya, aku menarik nafas dan berkonsentasi seperti apa yang ia katakan. "Ukh!" Sakit.. ini sungguh sakit. Setelah aku merasa Ki sudah terkumpul pada titik perut ku, aku melepaskannya sekuat tenaga.


"Uakkhh....."


Darah itu keluar deras dari mulut ku.. aku merasa seperti muntah yang dahsyat, tetapi berkat itu rasa panas pada tubuh ku mereda dan tubuh ku berhenti menguap.


Aku menoleh kepadanya dan bertanya-tanya, [siapa dia? dan bagaimana dia tau cara menghentikan proses penguapan ini?]


"Ikutlah dengan ku!"


Aku terdiam mencerna ajakannya itu, "Apa kau bilang?"


Aku hanya menunduk dan menggeleng pelan setelah ia bertanya pada ku seperti itu.


"Kalau begitu, tidak ada alasannya kau menolak"


Dia berbalik dan berjalan kedalam hutan.


Pria tua yang bernama Watz ini, menghampiri ku dan membantu ku berdiri. Aku diberikan tumpangan bahu untuk membantu ku berjalan karena tulang rusuk ku ada yang patah.


Saat-saat terluka seperti ini, aku merindukan kemampuan kelas penyembuh yang bisa menyembuhkan luka dalam sekejap walaupun tidak sepenuh pulih.


Aku menoleh kearah kakek Watz yang sedang merangkul ku berjalan.


"Maaf, kenapa kalian mengajak ku?"


"Karena kau mempunyai tujuan bukan?"


Kakek Watz malah balik bertanya tanpa menatap kearah ku, dia terus berjalan mengikuti pemuda berambut putih itu.


"Ya.. aku ingin menghancurkan kerajaan dan membasmi bangsa hewan buas itu.."


"Kalau begitu tujuan mu sama seperti kami"


Aku menoleh lagi kearahnya "Maksud mu?"


"Kami orang yang menentang kerajaan, karena didalam kerajaan ada sebuah organisasi yang diam-diam melakukan eksperimen kepada manusia sejak dulu"

__ADS_1


"Apa? Kerajaan diam-diam melakukan itu?"


"Ya.. tapi kami masih tidak tau siapa dalang dibalik ini semua"


Aku terkejut dengan fakta itu, penjelasan yang diberikan kakek Watz dan Byakko seperti memiliki keterkaitan.


[Eh... tunggu? apa jangan-jangan Cheetah yang menyerang kami saat pelatihan kamp pada pos 1 dan pos 3, ada kaitannya dengan ini? dan kenapa pos 2 tidak ada cheetah saat itu?]


Saat aku melamunkan kemungkinan yang ada, Kakek Watz kembali melanjutkan ceritanya.


"aku dan Rezi ditugaskan untuk membasmi antek kerajaan yang berada di timur, tetapi saat kita sampai disana.. kau sudah membereskannya untuk kami"


Akhirnya aku mengetahui nama pemuda itu, dia Rezi!! entah dia seorang warlock, atau penyihir elemen.. kalau penyembuh sepertinya tidak mungkin karena dia tidak menyembuhkan ku.


"Tetapi aku terkejut dengan mu nak, kau berhasil bersatu dengan Crystal itu,,, padahal dalam eksperimen itu hanya sekitar 10% kemungkinan untuk berhasil"


aku tertawa kecil mendengar Kakek Watz memberikan informasi yang membuat ku bersyukur dengan kesempatan yang aku dapat.


"Jadi?? saat itu apa yang kau rasakan?" kakek watz bertanya padaku


Aku menceritakan semua yang ku alami pada kakek Watz


"hooo Harimau putih!? Hoi Rezi! bocah ini bergabung dengan Harimau putih!"


Kakek Watz berteriak pada Rezi yang berada didepan, Rezi hanya menoleh kebelakang sebentar dan mengacuhkan omongan kakek Watz.


Sudah lama kami berjalan menelusuri hutan, dan akhirnya kita sampai dipersembunyian mereka. Persembunyian mereka mengingatkan ku pada pondok dalam hutan Bloom. [hehhhh sepertinya tidak asing untukku] aku tersenyum kecut melihatnya, Lalu kakek Watz membiarkan aku duduk bersender dibawah pohon dekat pondok itu.


"ahh.. apa kalian tinggal disini?"


"yaa.. untuk sementara,,, karena markas utama kami berada jauh kearah selatan" Kakek Watz tersenyum menanggapi pertanyaan ku


Aku melihat burung yang jatuh sakit ditanah, Rezi yang melihat itu segera menghampirinya dan menyembuhkan burung itu dengan kemampuan Healnya.


"aa.. sial!! ternyata kau seorang penyembuh! kenapa kau tidak menyembuhkan ku sejak tadi!!"


Aku menunjuk kesal kepada Rezi karena ia tidak mau menyembuhkan ku, Dia menoleh dengan wajah tenangnya.


"Maaf? kau siapa? apa aku mengenal mu?"


aku kesal dengan responnya itu, dan aku mencoba untuk memberinya pelajaran.


"akhhh.... rusuk ku!"


Aku memegang tulang rusuk ku yang patah.


"hahahaha Rezi, perlakukan lah dia dengan baik"


Kakek Watz menyeramahinya


Rezi masih berjongkok melihat kearah burung yang baru saja dia sembuhkan.


"aku... aku tidak suka berteman dengan orang lain"


Aku menatapnya dengan kesal, tetapi suasana ini tidak begitu buruk... aku sudah lama tidak terlalu berekspresi seperti tadi.

__ADS_1


Sepertinya perjalanan ini tidak akan membosankan.


__ADS_2