
-Beberapa Minggu Kemudian-
*Klang *Klang *Slash
Diatas bukit belakang kamp, tim Ito melakukan simulasi pertempuran untuk mempersiapkan diri di Turnamen Peringkat yang akan dimulai satu bulan lagi. Ito yang sedang berhadapan dengan Jack terlihat kesulitan untuk bertahan dari serangan Gada satu tangan miliknya.
"ayo Ito ada apa dengan Kuda-kuda mu? apa cuma segini kemampuan mu?"
"hah, jangan senang dulu Jack"
*Brak* Gada satu tangan yang dilancarkan oleh Jack berhasil membuka pertahanan milik Ito, Ito yang terguncang kebelakang dan terjatuh. Jack yang melihat kesempatan itu melompat dan berniat melancarkan serangan seterakhir, Namun Ito yang sudah menunggu kesempatan ini tidak menyia-nyiakannya.
"Counter Castttttt"
"Apa???" Jack yang terkejut dengan serangan balik dari Ito, terpental kebelakang.
[uhhh bagaimana bisa dalam posisi seperti itu dia melakukan Counter Cast?]
Ito tanpa ragu, maju dan melancarkan serangan dengan pedang yang ia miliki. Jack yang sudah terlambat untuk bertahan hanya bisa menutup matanya.
"hiiiiyyaaaaaaaaaaa"
"Cukup!"
Rei menghentikan pertarungan itu, Ito yang sudah semangat untuk melancarkan serangan terakhir itu jatuh tersungkur.
"Senior Rei kenapa kau mengehentikan saat aku sedang keren?" Ito protes dengan wajah bodohnya.
"hahahahhaha maafkan aku Ito tapi Jack sudah tidak bisa melawan lagi, Kau menang"
"hahhhhh padahal aku ingin menunjukan jurus menusuk ku... Jurus tebasan naga langit"
Gon yang saat itu duduk dibawah pohon, tertawa kencang mendengar jurus baru Ito.
"bwahahahhahaha nama jurus macam apa itu? sangat lucu untuk disebutkan"
Semua tertawa karena guyonan Gon, Jack yagn sejak tadi terduduk karena terpental bangun dan menghampiri Ito.
"akhirnya kau bisa mengalahkan ku Ito, ku kira tadi adalah kesempatan tapi ternyata aku masuk kedalam rencana mu, hahhhh sial aku lengahhhhh"
"hohohoho Jack kali kau harus push up 300 kali karena kalah, tenang saja.. kau akan kuat seperti aku karena selalu melakukan itu setiap kalah bertanding"
"haaa aku benci mendengar perkataan itu dari mu"
Semuanya tertawa mendengar percakapan Ito dan Jack. Rei yang menyudahi tawanya memberikan nasehat terakhir kepada semuanya.
"Ok, dengarkan aku. selamat atas berakhirnya pembelajaran menjadi seorang tanker, setelah ini kalian akan menghadapi tantangan yang lebih besar.. kalian akan dikirim ke perbatasan dan bertemu makhluk barbar itu. ku harap apa yang kalian pelajari digunakan dengan baik, teruslah belajar diluar sana dan kembali dengan sebuah pengalaman yang berarti untuk kalian, perhatikan dan pelajari lah bagaimana senior mu melakukan pertarungan.. karena pada saat kalian naik ketingkat 2, kalian lah yang memimpin Junior bertarun diperbatasan. sekali lagi aku ucapkan selamat telah menjadi seorang Tanker"
mereka yang mendengar nasehat dari Rei terdiam dengan wajah yang serius, angin yang berhembus saat itu membuat mereka terlihat lebih keren. Rei yang melihat mata serius juniornya merasa yakin kalau mereka bisa melewati itu semua.
"Baiklah, soal pertandingan.. apa dari kalian ada yang ingin mundur dalam perebutan peringkat?"
Ito dengan hebohnya menjawab pertanyaan dari Rei.
"Tentu saja tidak aku ingin memiliki peralatan tingkat A ya kan Gon?"
"hahaha jika kau bertemu dengan ku, bersiap lah untuk mencium perisai ku nanti"
Rei tersenyum melihat tingkah mereka berdua, saat itu juga ia mendapatkan jawaban dari ketiga juniornya yang lain.
"tentu saja kami juga akan mengikuti pertandingan dan bersaing dengan kalian" Mathew yang mendeklarasikan keikutsertaan mereka bertiga, "yaaaa kami juga akan ikut" Jack yang membenerkan perkataan mathew.
Rei yang mendengar itu sangat senang namun ia terfikirkan oleh Junior yang diasuh kakanya.
[apa mereka bisa menghadapi kelompok Brock? mungkin kalau Gon masih bisa mengimbangi tetapi yang lain aku belum tentu yakin.. huhhhh aku hanya bisa berdoa untuk keberhasilan mereka]
"Baiklahh latihan hari ini sampai disini saja, kalian pulanglah ke asrama dan beristirahat, besok dan seterusnya kalian memiliki waktu bebas sampai waktu pertandingan, soal pendaftaran biar aku yang akan mendaftarkan kalian berlima nanti ke Instruktur Heri."
"Ok terimakasih senior"
mereka membubarkan diri darisana. Ito dan Gon berjalan bersama menuju asrama, tetapi Ito yang memiliki hal lain memminta Gon untuk kembali terlebih dahulu ke Asrama.
__ADS_1
"Gon kau duluan saja, aku harus ke sungai membersihkan diri"
"hooo baiklah, aku duluan ke asrama"
[heee bukannya didalam asrama ada kamar mandi? untuk apa dia ke sungai untuk membersihkan diri? aku tak mengerti dengan jalan pikir orang bodoh]
Ito dan Gon berpisah ditengah jalan, setelah Ito sampai di sungai ia mengambil posisi duduk bersila, ternyata dia ingin melatih Ki nya lebih lama lagi.
[aku harus melatih pernafasan lagi agar Ki ku tidak tertinggal dengan yang lain, selama ini aku bertarung hanya memanfaatkan ke lengahan lawan ku]
disaat Ito sedang berkonsentrasi dengan latihannya, seorang gadis berambut Hitam panjang menghampirinya dari belakang. Ito yang merasa terganggu membuka matanya.
"Hei tidak sopan mengendap-ngendap dari belakang seseorang"
"ahhhh maaf apa aku mengganggu mu?"
Ito yang menyadari kalau itu adalah suara perempuan, berbalik dan segera merubah suaranya menjadi lebih lembut.
"aahhhh tidak tidak kau tidak mengganggu ko"
"apa yang sedang kau lakukan?" gadis itu bertanya dengan senyuman.
[aahhhh manis sekali, siapa nama gadis ini ya?]
"aahhhh aku sedang melatih pernafasan untuk meningkatkan Ki ku"
Gadis itu melihat Ito dari bawah hingga atas kepalanya. setelah ia tau siapa laki-laki yang didepannya ia tersenyum.
"apa kau seorang Tanker?"
"ya aku seorang Tanker"
"waaaaaaa hebatttt kau seorang tanker berarti kau akan memimpin tim nantinya"
"hehehehhe itu masih jauhhh, sedangkan kau dari kelas apa?" Ito bertanya karena masih belum menyadari Baju yang dikenakan Gadis itu.
"ahhhh aku dari kelas penyembuh, nama ku Karu Cornelia"
"hoooo Karu... namaku Ito, Ito Kaverius"
"ahhh terimakasih"
Karu meletakkan kedua tangannya didekat punggung Ito, dia menutup matanya dan berkonsentrasi.
"Heal!"
Cahaya Kuning keluar dari tangannya dan menyinari punggung Ito, luka-luka kecil yang ada pada tubuhnya berangsur sembuh seperti tidak terluka sama sekali.
"waaaa luka ku hilang semua, terimakasih Karu hehehe"
"Sama-sama"
Ito tersenyum memandangi Karu yang perlahan pergi meninggalkannya, lalu setelah Karu sudah tidak terlihat ia mengambil posisi sila dan berkonsentrasi lagi.
[ahhhhhh badan ku jadi lebih baik, aku jadi lebih bisa berkonsentrasi]
Ki yang berada disekitar tubuh Ito menguap seakan hampir menutupi tubuhnya sendiri.
"Howl"
Ki itu terserap kedalam tubuh Ito dan membungkus badannya.
"Yoshhhhh Howl ku meningkat"
Ia mengepalkan tangannya karena keberhasilan meningkatkan jumlah Ki nya, Aura Ki yang menyelimuti tubuhnya sudah rada menebal dibanding sebelumnya.
"Baiklah sudah saatnya pulang"
------------------
-Diruangan Instruktur Heri-
__ADS_1
*toktoktok* suara pintu yang diketuk
"Masuklah"
Rei yang membuka pintu ruangan itu terlihat membawa berkas, pendaftaran.
"ohhh ternyata kau Rei, ada perlu apa?"
"aku ingin mendaftarkan Junior ku pada turnamen bulan depan"
"hhhhmmm termasuk bocah berambut hitam dengan Ki tipis itu?"
"yaaa termasuk dia"
"hahaha baiklah silahkan letakan berkasnya di meja sebelah sana"
Setelah Rei meletakkan formulir di meja itu, ia membungkuk dengan maksud menyudahi pertemuan mereka, tetapi sebelum Rei membuka pintu ruangan, Instruktur Heri memanggilnya.
"Rei sepertinya tahun ini akan ramai"
Rei yang berbalik karena Instruktur Heri memulai percakapan
"maksud anda?"
"Tahun ini para komandan tempur akan hadir menonton pertandingan peringkat, mereka menaruh harapan penuh pada generasi muda, teringat dengan banyaknya korban diluar sana.. generasi muda ini akan menjadi amunisi yang segar kedepannya, salah satunya kau yang sebentar lagi akan keluar berburu makhluk"
"ya Instruktur" Rei hanya bisa menjawab dengan singkat sambil mendengarkan Instruktur berbicara.
"Aku berharap lebih kepada mu dan kaka mu, kau memiliki Potensi seperti kaka mu tetapi yang membedakan kau dengan kaka mu adalah kepercayaan diri."
Rei yang saat itu terdiam merasa terkejut dengan perkataan Instruktur yang memujinya.
"Rei seorang tanker harus memiliki kepercayaan diri karena kita memimpin Tim, kalau kau tidak bisa percaya diri, kau akan berakhir menjadi Tank pelapis dan itu akan mencoreng nama baik mu."
"Terimakasih Instruktur atas pujian dan saran
mu"
Rei berbalik dan berjalan keluar dari ruangan Instruktur Heri.
---------------
-Satu bulan kemudian-
Disebuah arena tengah kota, terdengar sorak-sorak penonton yang meriah.. seluruh sudut arena terisi penuh dan terlihat dibagian tempat duduk raja, para komandan dari masing-masing Kelas hadir menyaksikan pertandingan peringkat tahun ini.
Ito yang memasuki ruang peserta lalu berlari ke jendela yang menghadap Arena.
"waaaa ramai sekali yang menonton, aku jadi gugup"
"wahahahahha hei Ito kau saja belum berdiri ditengah arena kenapa sudah gugup"
"Diam kau Gon!"
Setelah beberapa saat peserta lain masuk kedalam ruang yang disediakan, tetapi semua terdiam saat kelompok Brock masuk kedalam. mereka berjalan melewati peserta yang lain dan duduk ditengah ruangan menghadap jendela. Rega yang melihat ke Ito dengan senyumnya yang menjengkelkan mulai berlaku sombong.
"ho ho ho siapa disini? pecundang yang ingin mendapatkan peringkat atas yaaaa?"
dia dan teman-temennnya menertawakan Ito, Ito yang terlihat kesel mulai terpancing oleh perkataan Rega, namun sekali lagi Gon mengehentikan nya.
"Ito biarkan dia, tunjukan saat berada di arena"
"baiklah aku akan menunggu saat saat itu"
"Cih liat lah teman pecundangnya, dia menghentikan Ito karena dia tau Ito bukan tandingan ku hahahahahha"
disaat situasi panas di ruang tunggu peserta, pembawa acara muncul di tengah arena.
"para hadirin sekalian, terimakasih sudah datang pada turnamen peringkat tahun ini, kali ini pembukaan acara akan diserahkan pada Komandan Tank, Tuan Stein!!!!!"
"waaaaaaaaaaaa" semua orang histeris melihat seorang yang duduk disamping raja.
__ADS_1
dia adalah komandan dari Kelas Tank, Stein Roosivel... seorang tanker terkuat saat ini. disampingnya berjajar komandan-komandan dari masing-masing kelas. Stein berdiri lalu berjalan kedepan balkon menghadap arena dan penonton.
"aku merasa terhormat diberikan kesempatan untuk membuka acara tahunan yang bergengsi kali ini, tidak usah berlama-lama, ku nyatakan pertandingan perebutan peringkat dibuka!!!!!!!"