Beast Clan Invasion

Beast Clan Invasion
Menuju Markas Pusat


__ADS_3

NOTE : POV 1 Ito


Pagi itu aku terbangun didalam pondok persembunyian milik Rezi dan kakek Watz dibagian timur. Aku keluar dari pondok itu dan melihat Rezi sedang duduk sambil memberi makan burung yang datang menghampirinya.


"terimakasih sudah menyembuhkan ku" aku berterimakasih karena Saat sebelum tidur, Rezi menyembuhkan luka ku, tulang rusuk ku sudah lebih baik dibandingkan dengan kemarin.


Rezi mengacuhkan ku dan masih sibuk dengan kerjaannya yang memberi makan burung liar itu, itu hal yang sangat menjengkelkan, ketika kau mencoba untuk baik pada seseorang tapi dia mengacuhkan mu.


"dimana kakek Watz?" aku menanyakan hal yang lain padanya sambil menoleh kesana kemari mencari keberadaannya.


"sedang berburu"


Hanya itu saja yang dia katakan, singkat padat dan jelas. Aku mencoba untuk mendekatinya, tetapi karena aku mendekatinya... burung-burung itu berterbangan darinya dan ia segera menoleh kearah ku dengan raut wajah yang tidak bersahabat.


"apa mau mu?!"


Aku terdiam karena respon yang diberikan Rezi pada ku, [apa apa dengan orang ini? aku tidak mengerti dengannya.. padahal dia yang mengajak ku untuk bergabung dengan mereka, tetapi perlakuannya terhadap ku seperti musuh saja] aku bergumam dalam benak ku menanggapi sifat anehnya.


"aa..akuu hanya.." aku bingung menjawab pertanyaannya itu, itu seperti kata skakmat untuk ku.


Kakek Watz menyelamatkan kecanggungan suasana itu, ia datang membawa sebuah rusa besar hasil buruannya.


"apa ada yang terjadi diantara kalian?" Kakek Watz yang merasakan hal aneh diantara kami sekarang.

__ADS_1


"aaa.. hahaha tidak apa-apa kami hanya sedang membahas soal burung" aku menanggapinya dengan tawa canggung


Aku menoleh kearah Rezi, tetapi dia masih saja mengacuhkan keadaan sekarang. Kakek Watz yang menganggap seperti tidak terjadi apa-apa beranjak kebelakang pondok untuk mengolah rusa itu.


Beberapa saat kemudian kami berkumpul didepan pondok untuk menyantap daging rusa olahan kakek Watz, keadaan saat itu benar-benar canggung.. tidak ada yang memulai obrolan sampai kakek Watz mulai menanyakan tentang diriku.


Aku menceritakan kisah ku dari awal sampai akhir dan kakek Watz memberikan simpatinya pada ku.. ia mengatakan kalau kerajaan ini mulai berubah sejak Raja Ecbert mengenal seseorang dari luar kerajaan.. setelah itu Pajak mulai dinaikan dan memberatkan para masyarakat kecil, banyaknya orang hilang dan mulai adanya pembantaian beberapa bangsawan. Bangsawan yang memihak kepada keluarga kerajaan akan diberikan posisi yang baik, sedangkan yang menentang akan ditindas dan dilenyapkan dari kerajaan, Kakek Watz juga mengatakan kalau sebenarnya Rezi adalah seorang bangsawan, tetapi orang tuanya telah dikhianati oleh kerajaan karena melakukan hal yang bertentangan dengan Raja.


"kakek Watz hentikan obrolan ini!"


Ada keheningan sesaat setelah Rezi meminta Kakek Watz untuk berhenti bercerita, aku yang terkejut mendengar itu menatap kearahnya, Rezi sepertinya tidak nyaman dengan suasana ini sekarang dan memilih untuk meninggalkan kami kedalam hutan. Beberapa saat kemudian aku mencoba untuk menemuinya didalam hutan, aku melihat dia sedang duduk diatas batu sambil menatap tongkatnya.


Ia menoleh karena kedatangan ku..


Aku terkejut dengan permintaan maafnya, orang ini memiliki sifat yang labil.. terkadang seperti orang yang tidak peduli, tetapi terkadang menjadi orang yang sedikit lembut.


"ahhh.. tak apa..aku mengerti dengan perasaan mu" aku mencoba untuk mendekat kearahnya dan duduk dibawah batu yang sama dengannya.


"aku turut berduka atas kematian adik mu" ia akhirnya memberikan simpatinya padaku


"yah.. terimakasih untuk rasa simpati mu"


Beberapa saat keheningan itu, akhrnya Rezi memulai ceritanya.

__ADS_1


"dulu saat aku kecil, aku hidup dengan damai di kerajaan ini, apa yang ku mau selalu terpenuhi.. ayah dan ibu ku adalah orang yang baik dan setia pada kerajaan. kami adalah tuan tanah disalah satu bagian di selatan kerajaan.. penduduk disana sangat menyukai kami dan kami begitu dekat dengan mereka, aku juga memiliki seorang adik perempuan yang umurnya hanya beda 2 tahun dengan ku, dia cantik dan periang. Namun, saat itu ayah ku mengetahui niat busuk raja yang mulai melakukan penculikan terhadap warga desa, Raja memberikan peringatan pada ayah ku untuk tetap diam dan akan memberikan sebuah promosi menjadi menteri. Tetapi karena kecintaan ayah ku kepada penduduk desa, ia memberitahu hal itu kepada penduduk desa dan membantu mereka melarikan diri. Saat itu raja mengetahui itu dan memburu keluarga kami, warga desa yang melarikan diri terbunuh oleh prajurit kerajaan.. ayah, ibu dan adik ku tertangkap dan diberikan kepada anjing penjaga, mereka mati didepan mata ku. Aku saat itu berhasil selamat karena pertolongan dari Kakek Watz yang datang memberontak. Sampai saat ini aku merasa dendam kepada kerajaan dan memburu organisasi yang diciptakan oleh Raja dan beberapa bangsawan"


Aku merasa iba padanya, ternyata keadaan keluarganya tidak jauh beda dengan ku, terlebih keluarganya mati ditangan orang yang selama ini mereka layanin dengan tragis, yaitu dijadikan makanan anjing penjaga. Aku mencoba untuk mencairkan suasana dengan menanyakan sesuatu hal yang juga membuat ku penasaran.


"eh? tidak semua bangsawan turut ikut dalam eksperimen itu?"


"ya.. sepertinya tidak semua bangsawan tau tentang ini, hanya beberapa keluarga bangsawan saja yang dekat dengan keluarga raja yang tau tentang eksperimen demi human, mereka menciptakan eksperimen itu untuk mendominasi di dunia ini"


Aku terkejut dengan cerita kelam dibalik kerajaan yang selama ini kuanggap kerajaan yang tentram, ternyata dibalik itu ada kebusukan terjadi.


"Jadi orang yang memiliki kemampuan seperti aku sudah ada didalam kerajaan?"


"dari info yang kami dapat, hanya beberapa yang berhasil dan itu pun dari ras terlemah seperti Hyena dan serigala, untuk ras kucing yang kami tau hanya dirimu yang berhasil bersatu dengan crystal itu, selebihnya mereka berubah menjadi hewan buas itu sendiri dan dijadikan alat untuk bertempur oleh kerajaan"


Dari penjelasan itu, aku menemukan titik terang dari kejadian kamp pelatihan yang melibatkan kematian Roni.


Ditengah perbincangan kami, kakek Watz datang menghampiri dan menyuruh kami untuk segera berkemas.


"kalian cepat lah kemasi barang bawaan kalian, kita akan kembali ke markas utama! aku merasakan sesuatu yang tidak enak akan terjadi disini!"


Saat itu kami segera kembali ke pondok dan mengemasi barang bawaan kami, kami segera menuju ke barat ketempat markas yang disebutkan oleh kakek Watz, aku masih belum mengerti dengan Rezi, tetapi sepertinya aku dan dia sudah mulai terbuka untuk beberapa hal.


"Hei nak, saat kau tiba di markas kami.. siapkan dirimu... kau akan berlatih mengusai kekuatan buas itu!"

__ADS_1


Aku menoleh kearah kakek Watz, "baiklah!" aku menjawabnya dengan semangat menunggu proses latihan itu.


__ADS_2