
Para Hyena mulai menyerang kepada mereka, Ito yang mencoba bertarung sambil melindungi Reli dan Gadis itu, mengalami kesulitan karena jumlah Hyena yang banyak sungguh merepotkan.
"kaka, aku akan membantu mu!" kata Reli niat membantu
"Jagalah gadis itu agar aku lebih leluasa bertarung" Ito yang sambil berlari membunuh para hyena dengan dua pedangnya"
Ito menbus pertahanan para hyena dan melesat ke Raja mereka, Ito mencoba untuk menebas Raja Hyena, namun tidak berhasil melukainya. Ito dipukul mundur dengan satu tangan saja, pedang Ito bergetar dan tangannya mati rasa saat menahan serangan Raja Hyena.
[ehhh.... serangannya kuat sekali!]
Ito menghentikan getaran tangannya dan mencoba melesat lagi dengan serangan bertubi-tubi, gerakan demi gerakan ia coba untuk melawan Raja hyena, namun selalu dihalau dan Ito menerima serangan setiap pertahanannya terbuka.
[Sial, dia dilevel yang berbeda... dia selalu bertahan sambil menunggu serangan dari ku dan melakukan counter!]
Saat Ito sedang berfikir, Raja hyena melesat kearahnya dan memukul Ito dengan Gada. Ito bereaksi cepat menahan Gada besar itu dengan menyilangkan kedua pedangnya, tetapi pertahanan yang dilakukan Ito tidak maksimal yang menyebab kan dirinya terlempar.
"Kaka!!!" Teriak Reli, ia sangat terkejut dengan adanya makhluk yang bisa membuat kakanya itu terlempar.
"Uhuk, uhuk" karena serangan itu Ito mengeluarkan darah dari mulutnya, matanya sedikit kabur dan sulit untuk melihat.
Raja hyena melesat dan mengayunkan gadanya, namun dengan sigap Ito menghindarinya.
[Siallll.... Makhluk ini benar-benar merepotkan,,]
*Grek* suara Ito menginjak sesuatu.
[eh..?] Ito melihat kearah benda yang ia injak. [Sepertinya aku harus mencoba hal yang baru]
Ito mengambil sebuah perisai bekas para kriminal itu. Satu pedangnya ia masukan kedalam sarung yang berada di punggungnya. Ito mulai ke gaya bertarungnya yang dulu, gaya seorang Tank.
Raja Hyena yang saat itu sedang siap untuk menyerang Ito, Diganggu oleh sebuah anak panah yang hampir mengenai dirinya. Raja Hyena menoleh kearah Reli yang sedang menjaga gadis itu dan melesat kearahnya.
"Kaliaaannnnn!!! apa kalian ingin mati terlebih dahulu?" Ancam Raja hyena
Raja Hyena itu mulai siap untuk mengayunkan Gadanya. Melihat Raja Hyena yang menyerang kearahnya, mereka merasa terkejut dan mati kutu sampai tidak sempat bereaksi dengan serangan yang mengarah kepada mereka.
•Taunt•
Secara tiba-tiba Ito mengeluarkan kemampuan seorang tank, Raja Hyena yang terpancing oleh sinar yang dikeluarkan Ito, berhenti dan berbalik arah menyerang Ito.
•Howl!!•
Ito menyelimuti tubuhnya dengan Ki berwarna abu-abu, untuk meningkatkan pertahannya.
Raja Hyena mengayun Gadanya, namun kali ini Ito berhasil menahan dengan perisainya.
[Sialll... tenaganya masih saja besar!! *ukhh..] Gumam Ito menahan serangan dari Raja Hyena
Ito menarik lengan kirinya dan berputar kearah kanan agar perisai itu membuat Raja Hyena tersentak kearah kiri. Raja Hyena kehilangan keseimbangannya dan Ito mengambil kesempatan itu untuk menyerangnya dari arah belakang kanan.
Ia berhasil melukai pundak kiri Raja hyena, Raja Hyena yang marah segera menyerang Ito dengan cara membabi buta. Namun, dapat dihentikan dengan teknik yang sama.
[Sial... apa-apaan manusia ini, dia tidak mencoba untuk menahan serangan ku dengan penuh. saat Gada ku mengenai perisainya, ia selalu berputar ke arah kanan yang menyebabkan ku tersentak kearah perisai yang ia gerakan,, tetapiii cara yang sama tidak akan mempan lagi!]
Ito yang menyadari akan suatu hal, mengingat kembali ilustrasi dari Reli yang memberinya saran untuk menggunakan dua pedang satu perisai.
[Harus kucoba!]
Saat Raja hyena melasat dan mengayunkan gadanya, Ito melakukan hal yang serupa untuk menangkis serangan itu. Perisai Ito selalu menangkis dan mengarahkan serangan Raja Hyena sesuai gerak perisai itu ditarik.
Raja Hyena yang sudah terbiasa dengan gaya bertarung Ito, segera berputar kearah luar dan merentangkan tangan kanannya untuk mengenai bagian belakang Ito. Note : Kaya pukulan Back hand
Ito yang sudah memprediksikan gerakan Raja Hyena, segera melakukan pergantian senjata dengan cepat, ia meletakan perisai dipunggungnya dan mengambil kembali pedangnya lagi.
Ito berputar cepat 360° seperti angin dengan dua pedangnya dan berhasil memotong salah satu telinga Raja Hyena.
[akhhhh, kuping kuuu, kuping ku!!!! Raja hyena memegangi kupingnya yang terpotong [Dasar kau manusia, beraninya membuat tubuh ku cacad! kalau sudah begini bagaimana aku bisa menemui betina ku nanti, sial sial sial.... aaaaa kuping ku] ia meringis kesakitan dan berguman karena sudah cacad.
Ito sudah memasang kuda-kudanya lagi untuk menerima serangan lanjutan dari Raja hyena.
[Sudahlah, aku akan melepaskan mu kali ini! aaaa kuping ku]
Raja Hyena lari meninggalkan mereka, Ito yang saat itu telah menyelesaikan pertarungannya, menghampir Reli dan menjitaknya.
"Kau, jangan membahayakan diri mu untuk orang asing!"
"ahhh maafkan aku ka, aku tidak bisa diam saja melihat gadis ini dalam kesulitan" Reli yang menjelaskan apa yang ia rasakan.
"huhhh..." Ito menghela nafasnya karena aksi Reli
"Tapi kaaa,,, gaya bertempur macam apa itu? kau sangat keren!" matanya berbintang-bintang melihat Ito bertarung
"Aku tidak tahu, aku hanya berfikir untuk mengkombinasikan pertahanan dan serangan dengan memanfaatkan pergantian senjata sengan cepat"
"wuaaa ajari aku ajari ku" Reli yang melompat-lompat minta diajari itu
"hahahahaha" Ito hanya tertawa kecil. "Jadi siapa kau?" Ito bertanya pada gadis itu.
"aa.aakuuuu, Jennie Augzburg... Putri ke dua dari salah satu perdana menteri kerajaan.
__ADS_1
Ito yang mendengar itu langsung mengeluarkan pedangnya dari punggunya. Jennie pun sontak ketakutan dan mengeluarkan tetesan air mata. Reli yang melihat tatapan kakanya itu menjadi takut dan terheran, apa yang mau dilakukan Ito kepada Jennie? "ka...kakaa?" ia memanggil Ito. Namun Ito menghiraukannya dan mengambil posisi untuk menebas gadis itu.
Reli dengan sigap melindungi Jennie dengan memasang badannya.
"Reli minggir! dia anak seorang menteri!" bentak Ito
"Tidak! apa yang coba kau lakukan? dia hanya seorang gadis biasa, memangnya kenapa kalau dia anak seorang menteri?"
"Cih!" Ito menghiraukan itu lalu mencoba mengayunkan pedangnya kearah gadis itu
Tetapi dengan keteguhan hati Reli, ia tetap melindungi Jennie "Kalau kau membunuhnya, aku akan membenci mu!" Reli mengatakan itu dengan lantang dan berhasil menghentikan Ito saat pedangnya hampir mengenai kepala Reli.
Ito merasa kesal dengan ucapan Reli, "Pergilah dan bawa perempuan itu pulang, jangan pernah kembali lagi kesini!" Ito menarik pedangnya dari kepala Reli dan mengusirnya.
"ka... maafkan aku" mata reli bergetar menahan tangis dengan ucapan Ito. Jennie yang saat itu dibelakang Reli terdiam takut melihat pertengkaran dua bersaudara itu.
"Cepat pergi! kau tidak cocok berada disini!" bentak Ito.
Reli yang memantapkan hatinya, menarik tangan Jennie dan pergi meninggalkan Ito. Reli yang berlari menggandeng Jennie menoleh kebelakang untuk melihat Ito untuk terakhir kalinya. Tetapi Ito sudah tidak ada disana, ia menatap kedepan lagi sambil meneteskan air mata, "kaa.. maafkan aku, aku tidak bisa menuruti apa katamu"
Ito yang saat itu sudah kembali kepondoknya, memasang muka masam, [Dasar adik yang bodoh.. kau terlalu lembut untuk bisa mengikuti ku dan kau belum tahu sekeji apa orang-orang kerajaan] akhirnya ia tertidur untuk meringankan kesedihannya.
********
Kembali ke Time skip 6 bulan
Di markas militer inti kerajaan, mereka melakukan perundingan terkait gugurnya Regu Brock. Dalam perundingan itu hanya para kapten dan para komandan saja yang boleh ikut dalam sebuah pertemuan.
"hahhh bagaimana bisa Regu sekuat Brock bisa dihabisi oleh mereka?" Bless yang sedang menyilangkan tangannya sambil menaikan kakinya dimeja pertemuan.
[Rusel Ramiris - Komandan Penyembuh] "Hhmmmm sepertinya Raja hyena memiliki tipu daya untuk menjebak mereka" dengan pakaian pendeta putih menggunakan tudung dengan garis motif emas.
[Giorgina Polo - Komandan Penyihir Elemen] "yahh memang Raja Hyena itu terkenal licik, apa kau ingat dengan regu petualang Regan pada waktu itu?" Kata seorang perempuan sexy dengan pakaian penyihir yang cukup terbuka berwarna Merah dengan topi penyihirnya.
Suasana dalam Ruangan itu sangat ricuh, didalam ruangan itu juga dihadiri oleh komandan yang lain [Hera Hades - Komandan Warlock], [Kurt Oujo - Komandan Pemanah] dan para kapten dari milititer inti.
"Cukup! mari kita dengarkan apa yang terjadi dari korban yang selamat, Panggil mereka berdua masuk!" perintah Stein kepada prajurit yang berjaga.
Pintu itu terbuka.... Rei dan satu orang lainnya memasuki kedalam rapat hari itu. Mereka berdiri di ujung meja para komandan dan kapten.
"Bisa kau jelaskan mengapa regu gabungan untuk ekspedisi waktu itu bisa habis dikalahkan di hutan Bloom?" Tanya Stein pada mereka.
"Siap pak, saya Rei Letnan 1 yang saat itu sedang bertugas merebut wilayah dekat Hutan Bloom bersama kapten Brock." Rei memberikan salam hormat kerajaan.
"Pada saat itu tim regu dipecah menjadi 2 untuk mempermudah dalam mensterilkan wilayah itu. tetapi regu kapten Brock tidak datang untuk berkumpul lagi pada waktu yang ditentukan"
Mereka yang berada diruangan itu memasang wajah serius menanggapi cerita Rei.
"apa kata kerajaan soal ini?" tanya Stein pada utusan kerajaan.
"Raja berkata untuk menyerahkan kasus ini pada para komandan" kata utusan itu.
"cihh... dasar raja sialan.. seenaknya saja lepas tangan" bisik Bless mendengar perkataan utusan itu.
Seisi ruangan dipenuhi oleh bisik-bisik dari orang yang hadir pada rapat itu. Stein yang juga mendengar perkataan itu hanya bisa terdiam sambil memangku dagu dengan punggung tanganya, setelah suasana sudah kondusif, ia mulai memberikan rancangan penyerangan balik untuk Raja Hyena.
"Baiklah.. kita akan menyerang balik, berikan surat permohonan untuk Serikat Utama untuk meminjamkan kekuatan para petualang"
"siap!" kata para prajurit Utusan yang sudah bersiaga dibelakang para komandan
"dan kau... Rei Relion.. kau akan dinaikan menjadi seorang kapten menggantikan Brock, aku akan mengurus kenaikan mu dengan para petinggi nanti" perintah Stein.
"Siap, terimakasih komandan"
Sebelum rapat itu ditutup, orang yang berhasil selamat dengan Rei, mulai bercerita dengan kejadian lain di Hutan Bloom.
"Maaf, komandan ada hal lain yang berada di hutan itu"
Rei yang sontak kesal, langsung menoleh kearah orang itu. Orang itu hanya tersenyum melihat ekspresi Rei.
"apa itu coba jelaskan" kata Stein.
"Didalam sana, beberapa dari kami juga dibunuh oleh seorang pemuda dengan jubah hitam, ia membunuh kami tanpa pandang bulu kalau kami ini manusia,,, dan identitas pemuda itu adalah Ito Kaverius.. pengkhianat kerajaan!"
Sontak semua orang yang berada dirapat itu terkejut mendengar fakta tersebut.
"apa??? bagaimana dia bisa hidup?" kata seorang kapten.
"Komandan! berikan perintah pada kami untuk memburunya juga, pengkhianat itu sudah keterlaluan membunuh prajurit kita"
Bless yang saat itu merasa bosan, menjadi tertarik mendengar laporan itu.
"hahh... Stein, biarkan aku turun tangan mengenai masalah ini.. aku ingin tau seberapa hebat bocah itu sekarang"
"Baiklah, akan kuserahkan pada mu" kata Stein sambil menutup mata dengan tenang mengabulkan keinginan Bless.
**********
Pada hari itu juga Rumor mengenai Raja Hyena dan iblis hitam mulai tersebar keseluruh ibukota, semua prajurit dan petualang membicarakan itu dan ingin sekali ikut dalam pembasmian mereka.
__ADS_1
Gedung Serikat Utama
Saat itu Gedung serikat sedang ramai oleh para petualang, Entah mereka yang sedang mengambil misi, menukarkan buruan, mengambil hadiah atau yang sedang berkumpul saja untuk bertukar informasi.
"Hoi Gon apa kau sudah mendengar rumor itu?" kata seorang anggota guild fajar keemasan.
"yaa, aku sudah mendengarnya, kaka ku akan ikut dalam misi pembersihan untuk membalaskan dendam kekalahannya waktu itu" Kata Gon dengan tenang. namun disela perbincangan itu, ia memikirkan sesuatu yang mengganjal dipikirannya. [tetapi siapa iblis hitam ini? apa mungkin,,,dia...?]
Gon yang sedang melamunkan masalah itu, dicairkan oleh kedatangan Lena.
"ohh Lena, bagaimana dengan tidur mu?" sapaan hangat dari Gon.
"Diam kau sialan!" Lena membentaknya, Gon yang tidak terima dengan perlakukan Lena, segera berdiri dan mencekik Lena. "Heii apa kau sudah berani dengan ku? apa kau lupa, kalau nyawa kedua orang tua mu ada ditangan ku?" Gon berbisik kepada Lena
Lena yang saat itu mulai sesak nafas dengan sedih berkata, "maafkan aku". setelah Gon mendengar itu, ia melepaskan tangannya dari leher Lena.
Semua orang yang berada disana melihat pertengkaran itu, Gon yang menyadari hal itu segera menjelaskan kalau itu hanya pertengkaran sepasang kekasih. Setelah mendengar penjelasan itu orang-orang dalam gedung serikat melanjutkan aktivitasnya.
"Hoi Gon, ku dengar Guild mu akan ikut dalam pembersihan besok ya?" tanya seorang pemuda berambut coklat kemerahan dengan tongkat ditangannya yang baru saja datang.
"hahahha apa yang dilakukan orang sibuk disini?
[Teo Conro - wakil kapten Guild matahari] "ahhhh aku merasa muak kalau harus berurusan dengan para pendaftar terus menerus, aku butuh suatu pertempuran untuk meregangkan tubuh ku"
"ahhhh jadi kau ikut dalam misi ini?" kata Gon
"yaa.. aku sudah bilang pada kapten kalau aku yang akan ikut serta dalam misi kali ini, bagaimana dengan mu?"
"dari Guild ku, hanya kaka, Lee dan Hardo saja yang pergi"
"hahahha sepertinya Kapten Regan ingin balas dendam dengan Raja Hyena itu, baiklah aku harus kembali keruang guild.. sampai nanti Gon"
Teo meninggalkan Gon disana, Gon yang sebenarnya ingin ikut pada misi kali ini dibuat penasaran dangan rumor sosok pemuda berjubah hitam itu. Ia memiliki firasat kalau orang itu adalah orang yang ia kenal.
*********
Didepan gerbang ibu kota, banyak para petualang dan prajurit inti berbaris untuk memulai misi.
"Hoamm, hari ini kita akan membersihakan Hutan Bloom yang dihuni oleh Raja hyena, Aku komandan Bless yang akan memegang kendali atas prajurit Inti" tegas Bless
Seseorang dengan perisai berwarna merah melangkah maju kesamping Bless.
"Aku Regan petualang plat platinum, akan memegang kendali atas para petualang yang mengikuti misi ini" tegas Regan
"Saat dipertempuran nanti, para penyerang harus mengikuti perkataan Tank mereka untuk bisa terhubung mengenai informasi tempur" kata Bless
[Haahhh prajurit inti masih saja menerapkan cara Kuno, kalau semua tim harus mengikuti Tank] Gumam Regan.
"Baiklah ayo kita selesaikan ini dengan cepat!" kata Blees yang memulai misi di hutan Bloom
*************
didalam Hutan Bloom ada sebuah goa gelap dan didalamnya sekumpulan hyena sedang mengerubungi Rajanya yang terluka.
"sialll, kenapa iblis itu harus muncul disaat-saat yang bagus" geram raja hyena.
Ia menahan sakit yang ada pada bahunya.
*tap tap suara langkah kaki.
Seekor cheetah masuk kedalam goa dan menemui para Hyena yang sedang berkumpul disana. Raja hyena yang saat itu sedang terduduk kesakitan menoleh kearah cheetah itu.
"hahhhhh... ada pesan apa lagi dari Raja Singa Hitam?" ia bertanya pada Cheetah itu
"Raja Singa sedikit marah dengan kinerja mu yang lambat untuk memperluas wilayah kita"
"ha.. ha.. para manusia itu lumayan merepotkan, aku kesulitan karena pasukan ku sudah mulai berkurang dibunuh mereka, para Jaguar dan Harimau coklat yang kalian kirim untuk membantu ku sangat tidak patuh dengan ku" Raja Hyena menjelaskan keadaan itu
"grrrr hahaha sudah sepantasnya mereka tidak mendengar perkataan mu, kau hanya Jenis terendah di Bangsa kita" Cheetah itu mengejek
"sialannn kauu, kau hanya ras kurir yang hanya bisa menyampaikan pesan!" Raja hyena marah dan merendahkan Cheetah itu.
Cheetah itu melesat dengan cepat dan menempelkan belatinya kepada Raja Hyena, "apa kau bilang sesuatu?" dengan sorot mata yang tajam ia mengancam Raja Hyena
"ahh tidak.. tidak... maafkan aku" raja hyena ketakutan dengan perlakuan Cheetah tadi
"Aku sudah mengabarkan Raja serigala untuk membantu mu sesuai perintah Raja singa, mereka akan datang sebentar lagi.. bersiaplah untuk menjalankan misi mu!"
Cheetah itu perlahan meninggalkan para Hyena. Raja Hyena yang merasa kesal dengan perlakuannya tadi memukul mukul dinding goa dibelakangnya.
"Dasar.... kalau kau bukan anak dari Raja Cheetah,, sudah ku putuskan kepala mu!" Raja hyena Geram
*********
Disebuah pondok, Ito perlahan membuka matanya dan melihat ke langit-langit pondoknya.
[ahh, aku bermimpi tentang kejadian 6 bulan yang lalu]
ia mencoba bangun untuk mengambil segelas air dan keluar dari pondok itu, lalu Ia memandangi langit dengan awan hitam yang membuatnya tidak nyaman.
__ADS_1
[sepertinya akan ada suatu hal yang tidak beres terjadi] ia menggaruk belakang rambutnya sambil memegang gelas.