
Disebuah jalan setapak yang dikelilingi daratan luas, terlihat komplotan prajurit sedang berkuda kearah utara.
"Sebelum kita memasuki hutan Bloom, mari kita berkemah terlebih dahulu didekatnya.. sampaikan itu juga pada orang-orang mu" kata Komandan Bless kepada Regan yang berada dibelakangnya.
"Kita akan mendirikan kemah sebelum masuk ke dalam hutan bloom!" Teriak Regan sambil menoleh kebelakang"
"Siap!" semua serentak menjawab.
Mereka akhirnya sampai dipinggiran hutan Bloom, hutan itu sangat lebat dan dipenuhi semak-semak. Mereka mulai mendirikan tenda dan menurunkan bekal makan dari kereta Kuda. Para kapten berkumpul dengan Komandan Bless disuatu tenda besar yang digunakan untuk rapat.
"Baiklah... mari kita bahas strategi kita sebelum masuk kedalam hutan" Kata komandan Bless membuka sesi rapat ini
"aku memiliki ide, bagaimana kalau kita memecah menjadi beberapa tim dan masuk mencari mereka?" Regan memberi saran
"Tidak.... Tidak... regu Brock sudah melakukan itu dan berakhir tragis" sangkal Bless
"sepertinya strategi itu memang bagus, kekalahan Regu ku disebab karena tidak ada pemberi sinyal saat kita mengalami kesulitan, kami terlalu naif saat itu dan menganggap hutan ini tidak berbahaya" Jelas Rei yang ikut kembali pada ekspedisi ini dan mendukung strategi Regan.
"kalau soal sinyal bagaimana kalau kita menggunakan sistem seperti pos dengan sihir para penyihir elemen? satu kali tembakan artinya Iblis hitam ditemukan, sedangkan kalau dua kali tembakan artinya Raja Hyena yang kita temukan" kata Teo yang mewakili Guild Matahari
"Baiklah, itu cukup baik.. apa ada yang mau menambahkan lagi soal strategi kita?" Bless menanyakan kepada semua orang yang berada di tenda.
Semua terdiam yang berarti setuju dengan strategi itu, setelah itu mereka membagi menjadi beberapa tim, satu regu berisikan 10 orang dengan campuran petualang dan militer inti dan komposisi kelas tiap regu dibuat seimbang agar lebih efektif.
**********
Sebuah Goa didalam hutan Bloom, Raja hyena sedang menunggu kedatangan Raja serigala, tidak lama kemudian terdengar suara langkah kaki yang begitu banyak dari bibir goa. Siluet serigala mulai terbentuk dan perlahan menunjukan wujudnya.
Raja Serigala itu memiliki bulu Biru tua dan putih dengan luka dibagian dadanya seperti bekas sayatan yang panjang, Matanya berwarna kuning dengan gigi taring yang patah setengah dibagian kiri.
"hahahahha, Halo Raja Hyena... aku datang atas permintaan dari Raja singa untuk membantu mu" kata raja serigala.
"ahhhh.... dari dulu aku memang tidak suka dengan mu, bau mu seperti daging busuk" kata Raja Hyena yang mencoba mengintimidasi
"ahhhh maaf kan aku, aku baru saja memakan para manusia yang mencoba melewati wilayah ku dan aku sedikit berkeringat karena wilayah kita ini lumayan cukup jauh" tanggapan Raja serigala.
"apa ada kiriman Ras kucing besar dari Raja Singa hitam? tanya Raja hyena sambil mencoba bangun dari duduknya
"Seperti biasa, beliau mengutus beberapa Harimau coklat, Jaguar dan beberapa Cheetah, tetapi mereka berada dibawah kendali putra Raja Cheetah"
[ahhhh... anak kucing itu akan ikut hahaha, aku akan memberinya pelajaran nanti] niat busuk dari Raja Hyena untuk putra raja Cheetah
Mereka berdua berjalan keluar dari Goa itu, saat itu hari sudah malam.. Raja hyena yang awalnya menatap kearah bulan mulai melihat kearah sesuatu yang berada didepannya.
Didepannya sudah berkumpul Jenis serigala dan Hyena yang sudah bersiap untuk melakukan serangan kepada manusia.
Dari arah belakang hutan yang gelap, samar muncul beberapa komplotan lain. Komplotan itu adalah komplotan Ras kucing besar yang diketuai Putra Raja Cheetah.
Ketiga jenis itu berkumpul pada satu malam yang sama untuk sebuah ambisi. para serigala yang bersemangat karena diterangi cahaya bulan Melolong panjang.
***********
"Ehh???? suara itu?" Rei yang saat itu sedang berlatih diterangi bulan, segera menoleh kearah hutan Bloom.
Para petualang dan Militer inti berkumpul ditengah lapangan karena lolongan itu.
Mereka semua terkejut dan memasang wajah waspada. Komandan Bless yang baru keluar dari tendanya segera menenangkan mereka semua, "Tenanglah kalian semua"
"Komandan apa itu suara dari jenis serigala?" tanya seorang prajurit
Komandan Bless yang masih terpaku kearah hutan menghiraukan pertanyaan dari bawahannya, Regan dan Teo berjalan mendekati komandan Bless dan berkata dengan wajah serius, "Sepertinya kita tidak akan melawan satu Raja saja"
"apa maksud kalian?" tanya prajurit itu dengan ketakutan
"Para kapten berkumpulah ditenda rapat, kita harus menyusun ulang strategi" Kata komandan Bless mengajak para kapten melakukan rapat dadakan.
***********
Ito yang sedang memakan daging asapnya ditemani secangkir sup jamur panas. Ia melihat kearah dua pedang dan perisai yang berada disampingnya.
[Aku sudah menguasainya, tinggal mencobanya nanti.. dan...]
Ito menghentikan pikirannya mengenai senjata itu dan melihat kearah belati yang ditinggalkan Reli bulan lalu, ia sampai membuat sebuah sarung belati itu dan memakainya di pinggang.
[Hahhhh aku juga mempelajari pertempuran jarak dekat dengan belati ini, memang kecepatannya lebih baik dari pedang.. namun jarak serang dan kekuatannya masih dibawah pedang]
"Aaaawuuuuuuuuuuu" suara lolongan serigala
"apa? suara apa itu?" tubuhnya tertekan mendengar lolongan itu, kepekaannya mengatakan kalau akan ada bahaya mendekat.
Ito segera mengambil semua senjata dan jubah hitam miliknya. ia bersiap-siap dan segera melompat keatas pohon.
Ia melompat dari pohon-kepohon untuk melihat keadaan hutan. Suara langkah kaki yang begitu banyak mulai terdengar dari suatu arah.
[disana?] Ito menoleh kearah suara langkah kaki itu berasal
Ito terkejut melihat komplotan bangsa hewan buas berbaris menelusuri hutan. Ia menyembunyikan diri disalah satu pohon besar dan mencoba mengikuti kemana mereka akan pergi.
Ia bersembunyi dari pohon ke pohon sambil menyembunyikan hawa keberadaannya, jubah hitamnya membantu Ito untuk berkamuflase di malam hari, ia mengenakan bulu hewan buas dibalik jubah agar baunya bisa tersamarkan.
__ADS_1
[Kemana mereka akan pergi?] tanya Ito yang penasaran, pertanyaan itu akhirnya terjawab setelah melihat komplotan lain berada diujung hutan.
[Haaahh? itu... orang-orang dari kerajaan! apa mereka ingin bertempur?] Ito tersenyum melihat kejadian yang sebentar lagi akan terjadi [ini akan menarik hahahaha]
Dua kekuatan itu akhirnya bertemu tatap muka, Para hewan buas mulai mengintimidasi dengan suara mereka. Para petualang dan Prajurit inti tetap berdiri tegap sambil memegang senjata mereka.
"Lihat.. lihatlah... ada apa ini? sekumpulan daging sedang berkumpul di hutan ku gragragra?" Kata Raja hyena maju sambil nada sombong
"kami datang untuk memusnahkan kalian!" Teriak Bless
Dari belakang kerumunan hewan buas itu, ada dua sosok yang maju kedepan.
"sepertinya kita sudah disambut oleh para manusia au.au.au.au" Kata Raja serigala sambil tertawa.
"Bersiaplah kalian manusia, akan ku potong kepala kalian" Kata putra Raja Cheetah
"siapa kalian?" kata Regan membentak
"ohh maafkan aku, aku belum memperkenalkan diri... Aku Raja di gunung bagian utara, aku Raja Serigala... dan dia Putra dari Raja Cheetah" Raja serigala sambil menunjuk memperkenalkan Putra Raja Cheetah
Sontak semua prajurit manusia terkejut dengan kehadiran mereka berdua, Para prajurit itu mulai memperhatikan jumlah lawan yang akan dihadapi dan Mereka mulai merinding karena melihat jumlah para hewan buas yang sangat banyak.
"Kapten... bagaimana ini? jumlah mereka 3x lipat dari kita" Kata seorang prajurit dari Tim Teo
"hhmmmm kenapa kau harus takut? Rapatkan gigi mu, kau seorang prajurit hebat.. percayalah dengan kekuatan hati mu, teguhkan lah maka kau akan mendapat sebuah ledakan semangat" Kata komanda Bless yang memberi semangat pada para prajurit dan petualang
Para hewan buas mulai mempersiapkan diri untuk memulai pertempuran, para manusia juga sudah mulai bersiap siap untuk hal yang sama.
Rei terlihat gugup, [ahh apa ini akan jadi akhir bagiku?] Setelah melamun hal yang pesimis Rei menggelengkan kepalanya, [Tidak... aku akan mempercayai kekuatan ku, kalo aku menyerah, aku seperti dianggap remeh oleh Ito seperti beberapa hari lalu]
"Bersiap lahhhh!!!!!" Teriakan komandan Bless
"Bentuk formasi!" teriak Regan..
Para prajurit membentuk formasi garis melintang yang menempatkan Tank didepan.
"Berikan serangan jarak jauh untuk mereka!" perintah Bless
Sebuah anak panah, api dan air mereka tembakan kearah komplotan hewan buas.
"Awuuuuu" lolongan dari Raja serigala memerintahkan sesuatu pada jenisnya
Para serigala maju kedepan mengeluarkan sebuah tombak, tombak itu mereka putar bersamaan dan menghalau serangan itu.
"apaa? mereka bisa menghentikan serangan itu tanpa Ki?" kaget beberapa prajurit
Setelah serangan pertama berhasil dihalau.. Putra dari Raja Cheetah mengaum dan memberikan komando untuk menyerang.
"posisi bertahaannn!!!!!" Komandan Bless memberikan komando, Semua kelas tank memasuki kuda-kuda bertahan dan mengaktifkan Howl.
Para hewan buas berlari kearah tim manusia, yang memulai pembukaan adalah jenis cheetah dengan kecepatannya ia menyerang para tanker dengan belati mereka.
*Brakk *Brak *teng suara tubrukan yang terjadi antara para tanker dan Beberapa Cheetah. para tanker berusaha menahan mereka dan kelas berseker mencoba untuk menebas dari belakang para tanker.
Para penyerang jarak jauh memfokuskan untuk menumbangkan sisa hewan buas yang masih berlari kearah blokade manusia.
"Tahhaannnnn!!" Regan berteriak sambil menahan serangan.
•Counter Attack•
Regan mengeluarkan kemampuannya dan mendorong para Cheetah yang ada didepan dan ia segera menebas cheetah itu. Namun disaat bersamaan gempuran kedua mulai datang dan seekor harimau coklat yang berbadan besar menabrakan bahunya seperti pemain rugby kearah Regan yang dalam posisi tidak siap karena baru saja menyerang.
"bwahhhhhh" Regan terpental kebelakang.
"Kapten!" teriakan para petualang...
Formasi itu dihancurkan karena salah satu pondasi roboh, para hewan buas mulai menerobos masuk melalui celah yang ditinggalkan Regan.
Sontak para tanker yang formasi bagian tengahnya terbuka segera mengubah formasi dengan cara mengapit dikedua sisi, mereka membiarkan para hewan buas menerobos lewat tengah dan mengepung mereka dari kiri dan kanan.
Namun, karena kertelambatan gerak dari para Tanker, membuat para hewan buas itu melesat dan mencapai para kelas penyerang.
Saat hewan buas itu mendekat, Bless dengan sangarnya menebas makhluk itu dengan pedang besarnya.
"Heii !! cepat atur ulang posisi, para tank lindungi para penyihir, pemanah dan penyembuh... para berseker mengamuklah!" kata bless memberi perintah
"Siallll.... tubrukannya sangat kuat, gara gara aku yang terpental tadi, formasi menjadi hancur" Gumam Regan.
Setelah Regan terbangun dari jatuhnya, ia berlari dan melindungi orang yang berada didekatnya.
•Fire Ball• *dummmmm suara ledakan dari kemapuan Teo elemen api
"kapten Regan apa kau baik- baik saja?" kata Teo kepada Regan
"yahhh aku baik, baik saja"
"Situasi menjadi agak buruk karena kita kehilangan momentum pertama" Kata Teo menjelaskan situasi
"kalau sudah begini, kita harus bertempur dengan mempercayai teman dibelakang kita" kata regan
__ADS_1
Regan melesat ketengah pertempuran itu dan menubruk sambil menebas. Komandan Bless yang saat itu sedang meladeni Raja Serigala dan Hyena masih dengan tenang melawan mereka.
"kauuuu, kau berbeda! kemampuan mu tidak seperti manusia yang lain!" puji raja serigala kepada bless
"haaaaa... tentu saja, aku ini seorang komandan" Bless menyombongkan diri
Pertempurannya sangat sengit diantara mereka bertiga, Bless menahan dan melakukan serangan, namun bisa ditahan oleh mereka berdua.
*tlang *tlang suara pedang yang saling beradu
Tetapi pertarungan yang berimbang itu harus goyah dengan kehadiran Putra Raja Cheetah, ia melesat dengan cepat dan melompat menyerang Komandan Bless
*sratt.... belati itu berhasil melukai bagian dada Bless.
"akhh.. Siall!!!!" Bless yang mulai terluka dengan hadirnya putra Raja Cheetah
"apa itu sakit? aku suka dengan bola mata mu.. bagaimana kalau aku mencongkelnya?." Kata putra raja cheetah
"hahhhhh... jangan harap kau bisa melakukan itu!" Bless kembali melesat kearah mereka dengan mengeluarkan kemampuannya •Bloody Assault•
Rei yang berada dibagian dekat hutan juga mengalami kesulitan, Mereka mulai merasa kesulitan karena mulai banyaknya jatuh korban dipihak manusia. ini bukan lagi disebut sebagai pertempuran, tetapi berangsur menjadi pembataian sepihak dan pihak manusia mulai terbantai disini.
Rei yang saat ini sedang berhadapan dengan ras kucing besar sendirian mulai menunjukan kelelahannya, ia merasa kelelahan dan sulit bergerak karena tidak ada yang mensupport dirinya.
Dia harus bertahan sambil menyerang untuk melawan ras kucing itu, *zunggg tiba-tiba cahaya kuning mengeliling tubuh Rei dan menyembuhkan lukanya.
"kapten Rei bagaimana ini?" tanya Seorang kelas penyembuh yang datang menghampirinya
"Aku tak tau, apa komandan Bless dan Regan belum memerintahkan untuk mundur?" tanya Rei pada kelas penyembuh itu.
"Mereka juga sedang sibuk disana" kata kelas penyembuh itu sambil mencoba bertahan dengan kemampuan dinding Ki
*Tlangg~~ zleb.... Rei yang menangkis serangan tiba-tiba dari Jaguar lalu menebasnya.
"Kapten awas!" kata kelas penyembuh memperingatkan sesuatu yang menyerang Rei dari belakang
Rei yang segera menoleh kebelakang karena peringatan itu terkejut melihat ada harimau coklat yang sudah ingin menebas tubuhnya dari atas, [ahhhhh apa aku akan mati disini?] Rei menutup matanya karena takut dengan kapak yang akan membunuhnya dan Ia sudah siap menerima itu. tetapi ternyata yang mengenai tubuhnya bukanlah sebuah kapak, namun sebuah tubuh harimau yang mati meniban dirinyaa.
Ito yang mulai ikut campur dalam pertarungan itu segera bergerak cepat kedalam pertempuran setelah mengalahkan harimau yang ingin membunuh Rei.
"ehhh? aku masih hidup?" tanya rei kepada dirinya sendiri
"ka..kaapten sepe..rtinya orang yang menjadi buron itu datang" Dia berbicara tarbata bata karena melihat kecepatan milik Ito.
Ito yang melesat dengan cepat mulai menebas satu persatu hewan buas yang menghalanginya dengan satu pedang saja. Ia melesat dengan kecepatan yang ia miliki untuk berpindah-pindah dan menolong orang yang sedang kesulitan melawan hewan buas.
Para Hewan buas mulai berjatuhan oleh serangan yang tidak terlihat, para prajurit hanya bisa melihat sekilas jubah hitam saja dalam malam hari itu.
"ehhh? apa itu?! kata seorang prajurit
"Hei.. lihat pria yang mengenakan jubah hitam itu, apa itu target kedua kita?"
"hahh?? bukankah dia itu si penghianat yang dibicarakan? tetapi kenapa ia membantu kita?" kata prajurit yang terheran dengan aksi Ito
Ito yang masih berlari kesana kemari untuk membasmi para hewan buas itu sempat berfikir, [apa yang sedang aku lakukan? mengapa aku menolong mereka?]
*Srat Srat... ia masih menebas para hewan buas itu dengan satu pedang.
Saat bersamaan ia melihat Bless yang sedang mengalami kesulitan karena melawan ketiga pemimpin hewan buas. Bless yang saat itu sudah mengalami luka berat disekujur tubuhnya, masih dengan semangat menahan serangan dari mereka,, tubuhnya sudah mulai sulit untuk bergerak karena rasa sakit dan ada beberapa tulang yang remuk.
"ukkhhhh, kalian pengecut!! majulah satu persatu" kata Bless memancing
"hahahaha dasar bodoh, kalau cara ini bisa membunuh mu kenapa kita harus mendengar ucapan mu?"
Mereka mulai menyerang lagi. Kali ini Bless benar-benar menunjukan kelelahannya dan aura Ki nya pun mulai menipis [Sialll mode Rage Blow ku hampir habis, aku ingin menggunakan Bash Explosiv tapiii itu hal yang ceroboh, aku pasti akan melemah beberapa menit dan tidak ada yang menolong ku, siallll melawan 3 Raja seperti ini membuat ku kewalahan]
Bless hanya bisa menghindari serangan mereka bertiga saat ini, sambil mengulur waktu sampai bantuan datang.
"sepertinya dia sudah mulai kelelahan ya.. au au au" kata raja serigala mengejek.
"hahahhaha aku, kelelahan? semangat ku masih membara... tenang saja aku akan membunuh kalian!" sok tegar si babang Bless
Hewan buas itu melakukan serangan kombinasi dan berhasil menyayat tubuh Bless. Ia terjatuh dan mulai sulit mengambil napasnya, tanpa menunggu lama.. Raja serigala dan anak raja Cheetah melesat kearahnya untuk mengakhiri hidup Bless.
Jarak mereka mulai berdekatan dan mereka sudah menyiapkan serangan penutup untuk membunuh Komandan Bless, Bless yang saat itu sudah pasrah memalingkan wajahnya sambil menutup mata. Tetapi tiba-tiba ada sebuah perisai yang diselimuti aura Ki terbang dan jatuh tepat didepan Bless.
*dwangg....
Raja Serigala dan Cheetah terpental mundur karena memukul perisai yang diselimuti Ki itu. Bless yang berhasil selamat membuka matanya dan melihat perisai yang ada didepannya.
"apa???? bagaimana bisa perisai itu diselimuti Ki tanpa berada pada penggunanya?" Bless terheran..
Disaat bersamaan, Bless melihat kearah dua hewan buas yang menyerangnya tadi, namun ia terheran melihat Raja serigala dan Cheetah sedang terdiam dan terpaku dengan wajah terkejut melihat sesuatu.
[ahh melihat kearah mana mereka?]
Bless juga ikut terkejut saat menyaksikan Raja Hyena sudah tidak bernyawa dengan kepala yang sedang digenggam oleh pemuda berjubah hitam dibawah sinar bulan.
[ahhhhhh apa itu dia?] dengan wajah terkejut Bless bertanya pada dirinya sendiri
__ADS_1