
Ditempat yang berbeda dari para prajuritnya, Bless dan ketiga Hewan buas yang dominan sedang bertempur... pertempuran yang awalnya seimbang, menjadi berat sebelah setelah Putra dari Raja Cheetah ikut dalam pertempuran itu.
Bless yang terdesak mulai mengalami luka yang serius. Kekuatan dari Putra Raja Cheetah sangat berbeda dengan dua Raja itu, ia begitu cepat dalam menyerang dah memiliki tubuh yang fleksibel saat bertahan.
Para prajurit yang menyaksikan pertempuran jtu mulai khawatir dengan keadaan Komandan mereka. Regan yang saat itu sedang bertempur juga terlihat khawatir melihat pertarungan yang tidak seimbang itu.
Ia melihat kesekitar dan memeriksa jumlah pasukannya, [Sialll.. kita mengalami kekalahan... kalau dibiarkan begini kita bisa..] ia menghentikan perkataannya karena sudah mengetahui hasil pertempuran bila diteruskan
"Kapten Regan! sebaiknya kita harus membantu komandan Bless" kata Teo yang memberi saran..
Regan menjadi ragu, ia ingin sekali membantu Komandan Bless yang sedang kesulitan, tetapi jika ia meninggalkan posisinya sekarang, itu akan membuat pertempuran dibagian ini akan kehilangan komando dan akan menghancurkan formasi.
[Sial... Sialllllll, Hei kau! cepat pergilah ke Pos perbatasan dan gunakan tembakan sinyal darurat kepada kerajaan agar mereka mengirim bantuan!] Perintah Regan kepada salah satu bawahannya.
"Ss..siaapp kapten!" ia berlari dan mengambil kuda yang terikat di tenda.
"akhhh,,, kumohon bertahan lah sampai bantuan datang komandan!" Gelisah dari Regan sambil berusaha bertarung melawan gempuran dari para hewan buas.
*Brukkkk* Bless terjatuh akibat serangan dari mereka bertiga. Ia sudah sulit berdiri karena beberapa tulangnya ada yang patah terkena Gada milik Raja Hyena.
[Cihh... Kedua Raja itu bukanlah apa-apa... tetapi Cheetah itu berada di level yang berbeda.. ia membuat ku tidak bisa melakukan serangan balik dan selalu menyerang di titik buta,, dia ini sungguh merepotkan]
Raja Serigala dan Putra Raja Cheetah, melesat kearah Bless yang sudah tidak mampu berdiri lagi. Namun, saat mereka sudah memperkecil jarak, sebuah perisai yang diselimuti Ki menghadang mereka. Mereka terpukul mundur seperti memukul sebuah ban karet yang mementalkan serangan mereka.
Mereka terkejut dengan kehadiran perisai itu, namun yang lebih mengejutkannya lagi saat mereka merasakan sebuah aura Ki yang muncul dari arah belakang mereka. Saat mereka berdua menoleh kearah Ki itu berasal..sesuatu yang mengejutkan terjadi dihadapan mereka,... Raja Hyena terlihat sudah tidak bernyawa dengan kondisi kepala yang terpenggal oleh seorang pemuda berjubah hitam.
~Kilas Balik
Ito yang saat itu sedang membunuh para hewan buas dengan kecepatannya, secara reflek menolehkan pandangannya kearah pertempuran Komandan Bless. Ia lalu memprediksikan kalau Bless akan kalah, tanpa alasan yang jelas ia segera berlari dengan cepat untuk membantunya.
[Siall..... ada apa inii? kenapa kaki ku tidak mau berhenti untuk menyelamatkan mereka? apa dalam diriku masih ada hati nurani untuk membantu para bajingan ini? apa karena aku masih seorang manusia, jadi aku memilih membantu mereka?] pertanyaan itu selalu muncul dibenak Ito saat pertempuran itu, dia merasa gundah dengan apa yang ia lakukan sekarang.
Saat itu Raja Serigala dan Cheetah melesat maju menyerang Bless, Raja Hyena yang saat itu telat bereaksi.. menemui ajalnya ditangan Ito yang sudah melompat dan berdiri dipundaknya.
Ito segera mengeluarkan satu pedangnya lagi yang berada dipunggungnya, lalu dengan sigap ia menyilangkan kedua pedang itu keleher Raja Hyena dan menariknya dengan cepat.
Kepala Raja Hyena pun terlepas dari tubuhnya dan darah itu membanjiri jubah milik Ito.
Mereka sontak terkejut melihat aksi Ito, Para prajurit juga terkesima oleh aksinya. tetapi tidak dengan Komandan Bless, ia merasa harga dirinya sedang diinjak karena dibantu oleh seorang sampah kerajaan.
"Aahhhh.... dari seluruh prajurit yang bertempur disini, kenapa harus seorang sampah yang datang menolong ku" Kata Bless yang sedang terduduk kelelahan.
Ito hanya terdiam kesal mendengar ucapan itu, disaat yang bersamaan Rei datang untuk membantu, tetapi Rei merasa bingung tidak nyaman dengan suasana diantara mereka.
Bless yang melihat Rei datang segera memerintahkan dia untuk membunuh Ito.
"Hei Rei! cepat bunuh anak itu, setidaknya kita bisa menyelesaikan salah satu misi!" kata Bless memerintah Rei
Rei yang saat itu ragu dengan apa yang harus dia lakukan menjadi seperti orang linglung, ia melihat kearah Ito lalu melihat lagi kearah komandannya.
"Cepat bodoh! apa yang kau tunggu lagi? bunuh anak haram itu!"
Karena melihat respon Rei yang ragu, Bless mulai membuat Ito panas.
"Aku sudah melihat latar belakang mu, kau hanya anak petani! bau dan busuk! kau tak pantas berada dikerajaan kami dan kau juga sudah berani mengincar seorang bangsawan.. dewa maha adil, mereka menghukum mu dengan membunuh semua keluarga mu hahaha!"
Ito mencoba untuk tetap diam menahan emosi dengan wajah gelap, tetapi cemohan itu terus menerus dilontarkan oleh Bless kepada Ito yang mengakibatkan sebuah stigma terbentuk pada dirinya.
Puncak kesabaran milik Ito mulai melewati batas saat ia mendengar Bless mencemoh keluarganya,...Ito menggenggam erat pedangnya lalu menatap tajam ke arah Bless dan Ia dengan segera melesat kearahnya.
Bless yang tidak bisa bereaksi sedikitpun, hanya bisa terpaku melihat pemuda itu melesat kearahnya dengan cepat.
Dalam hitungan detik mata mereka sudah saling bertemu.
"Matilah...." kata Ito, dengan nada suara yang tenang.
__ADS_1
*zruggg...* Ito menusukan pedangnya ke dagu Bless hingga menembus tengkoraknya.
"akh akh akh" Bless tidak bisa berbicara dengan benar karena mulutnya penuh dengan pedang Ito.
[Bagaimana bisa???? dia melewati dua hewan buas itu dengan cepat dan langsung menusuk ku!]
Ito segera menarik pedangnya dari dagu Bless, Semua prajurit inti dan para petualang terkejut lagi karena melihat aksi dari Ito yang membunuh komandan Bless.
"Komandannnnnn!!!!!!!!!" Teriak seluruh prajurit inti.
[aa..paaa dia sudah gila! berani membunuh seorang komandan?] Kata Regan dalam hati dengan mata yang bergetar karena terkejut oleh aksi itu.
Rei dan Teo terkejut melongo dengan aksi yang dilakukan Ito, sedangkan dua hewan buas yang sedang menyaksikan pembunuhan itu mulai tersenyum karenanya.
"waaaaaa kenapa sesama manusia saling membunuh au au au au" kata Raja Serigala.
"Heiii? kenapa kau membunuh ras mu sendiri?" Tanya Putra Raja Cheetah kepada Ito dengan kalem
"Aku hanya ingin membunuhnya saja.." Ito menjawab dengan nada tenang sambil membersihkan darah dari pedangnya, matanya seperti mata yang kosong namun tajam
[ahhh itu mata seorang yang terbentuk dari kebencian, ia sampai membunuh orang itu tanpa ekspresi apapun? hahaha sepertinya ras manusia ada juga yang menarik] kata hati putra raja cheetah setelah ia menyaksikan hal yang langka
"Heiii... bagaimana kalau kau ikut kedalam Ras kami?" Putra raja cheetah mengajak Ito.
"Hei! apa kau sudah gila? mana mungkin kita menerima Manusia?" tanya Raja serigala
"hahahaha aku akan menjadikannya peliharaan ku, ayah pasti juga menyetujuinya"
"Tutup mulut kalian! aku juga muak kepada ras kalian!" Ito membentak dengan kalem
Ito segera melesat tanpa basa-basi lagi kearah mereka dan menyerang Putra Raja Cheetah.. *Trank.... dua pedang Ito ditahan oleh belati miliknya, belatinya sama sekali tidak bergeming, tetapi tubuh Ito bergetar seperti sudah melakukan yang terbaik saat adu kekuatan itu.
Setelah melihat usaha yang diberikan oleh Ito, Cheetah itu mencoba mengeluarkan Auranya untuk mengintimidasi, Setelah ia mengeluarkan aura dari tubuhnya, tiba-tiba lengan cheetah itu menjadi lebih besar dari sebelumnya. Ito yang merasakan sebuah tekanan yang besar dari Cheetah itu segera mengambil langkah mundur.
[uhh.. aura apa itu? aku sempat merasa merinding dan insting ku mengatakan kalau jika saja tadi aku tidak segera mundur, kepala ku bisa hilang] Dalam hati Ito menganalisa bentrokan tadi.
"Apa yang kau lakukan pada Komandan Bless?!" Regan yang bertanya dengan kesal
Ito hanya diam dan segera menendang perisai Regan untuk menjadi pijakannya melompat mundur.
"oya. oyaa sepertinya ada serangga yang mau mengganggu pertempuran ku" kata Putra Raja Cheetah
Regan yang saat itu merasakan aura dari Cheetah itu sontak menjadi mual dan menjadi ketakutan.
[Sepertinya aku harus membereskan pengganggu itu dulu] "Hei raja serigala! aku ingin bermain sebentar, kau habisi anak yang dibelakang kita" Kata cheetah memerintah Raja Serigala untuk membunuh Rei
Disaat putra raja cheetah mendekati Regan, Salah satu Cheetah yang lain menghampirnya dan menunduk.
"Tuan Chito, sebaiknya kita mundur... bantuan para manusia sedang dalam perjalanan dalam jumlah besar" kata Cheetah pelayan itu
"Cih... sepertinya kau beruntung hari ini", Chito segera menoleh ke Ito, "Kau...! sayang sekali kalau pertarungan kita kali ini harus terganggu" Chito tersenyum pada Ito dan memasukan belatinya lalu pergi dengan cepat kedalam hutan.
Para Hewan buas juga mengikuti Chito dan Raja Serigala lari kedalam hutan. Tim pembantu akhirnya tiba disana, Tim itu diisi oleh petualang-petualang dari 5 Guild teratas dan para kapten militer inti yang hebat.
Gon, Rega dan Lena saat itu menghampiri Lee dan Hardo yang masih berdiri disana.
"Heiii... bagaimana situasinya? kami datang untuk membantu..." Kata Gon mencari Informasi.
"ahh wakapten, pertarungan sepertinya sudah usai, para hewan buas melarikan diri kedalam hutan, tapi...." kata lee menjelaskan
"tapi apa?" Gon meminta info yang pasti
Dari arah yang berbeda mereka mendengar teriakan
"Apaa!!!! Komandan Bless terbunuh?!" Kata Leis Kapten Guild Malam Hening yang juga hadir disana
__ADS_1
Sontak semua yang baru saja hadir disana melihat kearah tempat Komandan Bless terbunuh, mereka tidak percaya dengan semua ini.. namun, info itu ternyata benar.. Komandan Bless sudah tergeletak disana dan tidak bernyawa.
"Dasar pembunuh!" teriak Regan kearah Ito yang masih ada disana.
Sontak semua orang tertuju kepada pemuda yang mengenakan jubah hitam yang sedang memegang dua pedang itu. Lena yang memasang wajah terkejutnya begitu penasaran dengan identitas pemuda itu dan ia sedikit berharap kalau orang itu adalah dia.
Ito yang saat itu wajahnya tertutup oleh tudung jubah, tidak sengaja terbuka oleh angin kencang.
Lena segera menutup mulutnya dengan tangan karena terkejut melihat identitas yang sebenarnya dari pemuda itu.
"Ito???" Matanya berkaca-kaca karena ada suatu lonjakan dari hatinya.
Gon, Rega dan semua orang yang hadir disana juga terkejut sampai tidak mengedipkan mata mereka.
[Ito?? ka..kaauuuu masih hidup] dalam hati Gon terkejut melihat orang yang ia fitnah masih hidup
Ito memandangi mereka dengan mata yang tajam tanpa ekspresi, ia segera melarikan diri dengan cepat kedalam hutan setelah ia merasa sudah cukup untuk menunjukan dirinya kepada yang lain .
"Cepat kejar dia!!! jangan sampai dia lolos!!" Kata Leis memerintahkan para petualang
Semua prajurit dan petualang segera mengejar Ito dengan kuda, namun sudah terlambat... Ito yang berhasil masuk kedalam hutan segera melompat dari pohon ke pohon.
Kuda mereka berhenti sejenak karena Insting kuda mereka menangkap hal yang berbahaya dalam Hutam Bloom.
"siallll, jangan biarkan dia melarikan diri!" Leis yang teriak dengan kesal
Salah seorang petualang Plat perak berjalan kedekat Leis, ia gadis berambut pendek dan membawa sebuah busur
"Aku akan coba menembaknya!" kata gadis itu
"Ahh ternyata kau Natt Row [Guild Daun Angin] apa kau bisa mengenainya?" tanya Leis
"Aku akan mencoba yang terbaik" Natt Row mulai membidik Ito dengan 3 anak panahnya, ia lalu melesatkan anak panah itu kedalam hutan dan Anak panah itu melesat dengan cepat menembus pohon-pohon yang ada disana karena dialiri oleh Ki.
Anak panah itu berhasil mengejar Ito yang saat itu sedang melarikan diri dengan melompati pohon, dua anak panah dari tiga yang ditembakan terpental setelah mengenai perisai yang berada dipunggung Ito, Namun salah satu anak panah itu berhasil mengenai bagian perut kiri bawah Ito dan membuatnya terjatuh kebawah.
"akh!" [Sialll aku tertembak] Ito bergumam.
[aku harus melakukan teknik pernapasan dan mengaliri Ki ke luka ku]
Ito mengambil nafas dalam-dalam dan berkonsentrasi pada Ki yang ia alirkan penuh kearah luka yang berlubang itu. Luka itu berhasil menutup sedikit dan mengurangi darah yang keluar. Teknik ini Ito kembangkan tanpa sengaja selama ia mendiami hutan Bloom, Teknik ini hanya bisa menutup sementara luka yang ia dapat, tetapi luka itu akan terbuka bila Ki ito mulai habis dan ia harus cepat mengobati luka itu agar tidak menjadi parah.
Ito kembali berlari masuk kedalam hutan, para petualang yang mengejarnya tadi, juga mulai memasuki hutan.
"bagaimana?!! apa kalian menemukannya?! kata Teo yang sedang masuk kedalam Hutan itu,
Rei yang saat itu ikut masuk untuk mencari Ito, terlihat seperti tidak mempercayai apa yang sudah terjadi, wajahnya pucat dan seperti orang yang habis melihat hantu.
"Senior Rei, apa yang sedang kau pikirkan?" Gon yang mengejutkan Rei
"ahh.. tidak.. tidak, aku hanya terpikirkan oleh kejadian tadi" Rei yang menjawab pertanyaan itu dengan keringat yang mulai membasahi pipinya
"Setelah ini aku ingin mendengar semuanya dari mu!" pinta Gon setelah ia merasakan ada sesuatu yang disembunyikan oleh Rei
Natt Row yang sedang menelusuri tembakan anak panahnya menemukan jejak darah.
"Heii liat kesini!" kata Natt
beberapa prajurit menghampirinya.
"Sepertinya ia terkena anak panah ku,, dilihat dari darahnya.. ia pasti sedang terluka parah.. tanpa kelas penyembuh, dia pasti kesulitan untuk melarikan diri... cepat bagi menjadi beberapa tim untuk mencarinya dan para warlock panggilah roh peliharaan kalian untuk memudahkan pencarian" perintah natt
"Siap wakapten!" serempak mereka menjawab
Ito yang sedang berlari ditanah mulai kehabisan nafas karena luka yang ia terima, Ia berlari tanpa tujuan dan berakhir pada sebuah air terjun yang entah mengalir kemana. Ia menjatuhkan diri ke air terjun itu karena sudah tidak sanggup berlari lagi.
__ADS_1
[aahhhh kalau saja Dewa masih say... tidak..!! Tidak! aku tidak akan meminta apa-apa lagi pada dewa! Dewa sudah mencampakkan ku berkali kali... aku akan memohon kepada siapa pun yang mendengar permohonan ku, meskipun itu iblis sekalipun, aku masih tidak boleh mati!!! aku masih harus membalas dendam kepada para keparat itu!]
Tubuh Ito mulai menghilang tertelan air terjun yang deras.