Beast Clan Invasion

Beast Clan Invasion
Langkah Awal


__ADS_3

Desa Hagane, sebuah desa dibagian timur kerajaan. Desa itu ditempati oleh beberapa kepala keluarga, mereka hidupnya nyaman dibawah naungan seseorang dengan cara mengorbankan petualang atau orang yang singgah kepada sebuah organisasi yang melakukan eksperimen penciptaan demi human.


Saat itu aku berhasil selamat dari goa itu, hal yang pertama kali terlintas dikepala ku adalah kembali ke desa Hagane dan melakukan sesuatu. Tidak sulit bagi ku untuk menemukan desa itu, ternyata goa yang menjadi tempat eksperimen para demi human tidak jauh dari desa Hagane.


Saat aku datang para penduduk desa terkejut, mereka sepertinya terkejut karena tidak menyangka kalau seseorang yang seharusnya sudah mati kembali lagi.


"kau?!!!" Paman Kobe dan beberapa warga terkejut.


"Ya, aku kembali membawa sesuatu!!" aku tersenyum dibalik tudung ku.


Aku mulai membunuh mereka semua dengan tangan kosong,, jeritan-jeritan mereka hanya sebuah angin lewat buat ku, tatapan yang meminta belas kasih pada ku juga sudah tak mempan lagi karena aku sudah sangat dendam kepada mereka setelah apa yang mereka perbuat pada ku. Aku membunuh mereka tanpa belas kasih dan aku pun tak merasakan iba saat membunuh mereka saat ini.


Alasan ku membunuh mereka semua karena... pertama, untuk mencegah orang lain bernasib seperti ku; yang kedua, untuk memancing dalang dari semua ini; yang ketiga, karena aku membenci mereka. aku membiarkan anak-anak untuk tetap hidup agar mereka menceritakan apa yang terjadi pada orang yang berhubungan dengan mereka.


Kalau ku ingat waktu itu, beberapa prajurit kerajaan datang untuk mencari ku, tetapi para penduduk berbohong kepada mereka soal keberadaan ku .


[ahhhh aku menjadi bingung dengan semua ini, siapa dibalik eksperimen pembuatan demi human?]


Pada saat aku bergabung dengan Byakko aku seperti memiliki kekuatan yang melimpah, saat ku marah mata ku berubah menjadi mata hewan buas berwana biru. Aku mencoba untuk berkomunikasi dengan Byakko tetapi tidak ada tanggapan. [apa dia sudah mati didalam ku?] dan hal yang aku benci dari ini semua adalah rasa lapar ku terhadap daging, aku sudah mencoba untuk menahannya, tetapi dorongan itu sangat kuat. Makhluk hidup yang ada didunia ini sudah ku coba, tetapi daging manusia yang paling enak.


Aku mencoba menelusuri bagian timur kerajaan setelah selesai menghancurkan desa Hagane, tujuan ku sekarang adalah mencari tempat untuk bernaung dan mencari cara untuk menekan kekuatan ku yang baru ini.


Saat aku bertarung, aku selalu dibanjiri oleh rasa amarah dan bertarung seperti orang barbar. Rasa sakit yang aku terima disekujur tubuh ku saat bertarung juga menjadi penghalang buat ku.


[Apa karena pertemuan darah kami ini masih harus disempurnakan?]


Perjalanan ku berhenti, aku menemukan pos perbatasan bagian timur. Aku mencoba bersembunyi terlebih dahulu untuk melihat situasi saat ini.


[Hhmmm dalam pos itu terdapat 30 militer inti, ini akan sulit bila dilakukan pada siang hari.. aku akan kembali lagi saat malam]


Aku menunggu sampai malam didalam hutan sambil memakan hewan buruan ku, aku memakannya mentah-mentah karena ini tidak terlalu buruk juga, lagipula jika aku menyalakan api, posisi ku akan diketahui oleh mereka.


Hari sudah berganti malam, Bulan mulai menyinari daratan itu, inilah saat nya aku beraksi. Aku menemukan satu pedang yang kutemukan didesa Hagane dan sebuah topeng Iblis berwarna merah yang dibuat oleh seseorang disana. Ini sangat baik untuk menutupi identitas ku sekarang.


Aku mengendap-ngendap disemak untuk menculik satu persatu prajurit yang berjaga.


"hei, aku kebelakang sebentar.. ada yang harus aku lakukan" kata seorang prajurir kelas penyembuh

__ADS_1


"Baiklah! aku akan masuk sebentar menghangatkan diri bersama pelacur yang dikirim dari rumah bordir kerajaan"


Aku tersenyum melihat kesempatan ini, saat penjaga menghampiri ku.. aku menunggu waktu yang tepat untuk menyergapnya.


"ahhh.. leganya.." Dia sedang buang air kecil


*Zrupp...* *srak"


Aku segera menebas kepalanya dan menariknya kedalam semak. Aku segera melangkah lebih dalam, saat aku melihat sebuah tenda yang diterangi sebuah lampu, ada sebuah siluet adegan dewasa yang terpampang disana.


[Sial.. enak sekali mereka berjaga sambil begitu!] gumam ku dalam hati


Aku mengendap dengan cepat, kedalam tenda itu.


"ahhh.. koko,, tubuh mu sangat indah"


"ah..Gilbert.."


Aku segera masuk dan mengalungkan pedang ku dilehernya. aku menutup mulutnya agar ia tidak berteriak. darahnya muncrat kegadis itu.. gadis itu ketakutan dan mencoba teriak, tetapi dengan sigap aku menutup mulutnya dengan tangan ku "Diamlah jika tidak ingin kubunuh!"


Aku menyorot tajam padanya, dia hanya mengangguk dengan wajah ketakutan. Setelah misi ku ditenda panas itu selesai, aku melanjutkan jalan ku untuk membunuh yang lain.


Lonceng peringatan berbunyi.


"Penyusup!!!!! ada penyusup!!!!!"


[Sial aku ketahuan!]


Aku mencoba untuk melarikan diri, tetapi posisi ku sudah berada ditengah dan jalan kabur ku ditutup oleh mereka.


Aku dikelilingi oleh mereka, jumlahnya sekitar 24 orangan.


"Hei siapa kau?! Cepat lepas topeng mu!!"


Salah satu dari mereka berbicara pada ku, dia menggunakan perisai dan dari jirahnya sepertinya dia kapten disini.


Aku hanya diam dibalik topeng ku ini dan memprediksikan langkah apa yang akan ku ambil.

__ADS_1


"Hei! kau tuli!?"


Orang ini semakin lama menjadi menjengkelkan, baiklah ayo kita coba kekuatan baru ku ini.


Aku melempar dan mengejar pedang ku yang kuarahkan ke kepalanya. Pedang itu berhasil menancap didahinya dan segera kutarik kembali. Semua orang terkejut melihat aksi awalan ku ini dan mulai waspada.


Aku mengambil langkah cepat zigzag dan menebas mereka satu persatu.


[akhh,,,,, rasa sakit ini muncul lagi! aku harus cepat!]


Aku mempercepat tempo serangan ku, aku membantai mereka secara brutal. Teriakan dari teman mereka yang sudah ku bunuh, membuat mereka mulai ragu dan ketakutan saat menghadapi ku.


"Dasar monster Iblis!" kata seorang prajurit yang sedang ketakutan itu


[Monster iblis? ya aku adalah monster iblis!] pikir dalam benak ku


Aku segera memotongnya secara horizontal dan membelah tubuhnya menjadi dua bagian.


Jubah, topeng dan tangan ku sudah penuh dengan darah mereka. aku mulai berhenti membantai dan membiarkan beberapa dari mereka lari untuk melaporkan kejadian ini.


Tubuh ku mulai mengeluarkan Uap dan rasa sakit disekujur tubuh ku mulai terasa.


"akkhhhh!!!" Mata ku mulai berdenyut kesakitan, aku memegang mata ku dan menahan sakit itu.. aku mencoba untuk melakukan pernafasan untuk mengurangi rasa sakit, nafas ku juga mulai tidak beraturan karena efek samping ini.


[ahhhh aku butuh daging!]


Aku segera membuka topeng ku setengah untuk memudahkan ku makan daging prajurit. dengan segera aku menghampiri salah satu tubuh yang mati dan memakannya dengan lahap.


Seorang pelacur yang masih ada disana melihat ku dengan rasa takut karena perilaku ku ini.


Aku melihat kearahnya dengan mulut yang penuh darah dan mendekatkan jari telunjuk ku ke bibirku untuk mengisyaratkannya untuk tetap diam. Ia gadis yang baik, ia mengangguk mengerti maksud ku, meskipun dengan wajahnya yang ketakutan.


Setelah tubuh ku sudah pulih karena memakan daging, aku bersiap melanjutkan perjalanan ku.. sebelum itu aku mengganti pedang ku dengan pedang baru, aku sekarang memilih menggunakan dua pedang karena lebih cocok setelah aku menerima kekuatan ini.


Aku berlari masuk kedalam hutan, namun saat aku sedang menyusuri hutan itu, aku dikejutkan oleh seorang pria tua yang duduk santai diatas pohon.


"Hei bocah! perbuatan mu sungguh keterlaluan!"

__ADS_1


Ia turun dari atas pohon dan mendekat kearah ku, aku merasakan ancaman darinya.. ada kekuatan yang sangat hebat mengaliri pada dirinya.


[Siapa orang tua ini?!] aku bertanya dalam diri ku sambil mewaspadainya.


__ADS_2