Beast Clan Invasion

Beast Clan Invasion
Pertemuan Gabungan


__ADS_3

NOTE : POV 1 Gon Zambel


Daratan luas dengan jalan setapak dipenuhi kawanan kuda yang ditunggangi oleh para kesatria pemberani yang telah melewati pertempuran sengit.


Pertempuran kali ini membawa berita buruk bagi kami, seorang komandan telah mati dalam pertempuran. tubuhnya sudah terbujur kaku didalam kereta kuda sebelah ku ini, Tetapi ada satu hal lagi yang membuat ku terkejut,,,, --yaitu soal dia!!! -- kenapa dia masih hidup? bagaimana cara dia hidup di hutan itu? saat aku melihat dirinya disana, jantung ku berdebar cepat dan itu membuat ku kesal!! kesal seperti ingin membunuhnya!!!


Aku menoleh pada Lena yang saat itu tertunduk diatas kudanya dengan wajah murung, Aku rasa dia juga terkejut saat melihat Ito yang masih hidup.


"Lena, ada apa dengan mu!?" Dengan tegas aku bertanya


"tidak... tidak apa-apa.."


Dia menjawab pertanyaan ku seperti orang yang sudah tidak memiliki sari-sari hidup,.. lemas dengan tatapan kosong. Saat ini, semua orang yang terlibat dalam pertempuran hutan Bloom, menganggap diri meraka telah gagal.


Mereka semua menunduk malu dan juga ada yang masih terlihat tegar. Jujur! aku juga merasa malu, seandainya waktu itu kami langsung mempercayai ramalan dari gadis bernama Jennie itu, mungkin kita bisa datang lebih cepat dan mencegah Komandan Bless terbunuh.


Kaka ku Regan juga terlihat syok dengan keadaan ini, aku sudah mencoba untuk berbicara dengannya, tetapi ia mengacuhkan ku.


Keheningan saat perjalanan pulang itu membuat suasana sangat tidak nyaman. kami telah sampai didepan gerbang utama kerajaan, pintu terbuka dan beberapa penduduk sudah berbaris menyambut kabar dari kami.


Kami memasuki gerbang itu dengan wajah yang malu dan tidak berani menatap mereka. Aku mencoba untuk melirik ke sekitar dan melihat ekspresi apa yang mereka berikan pada kami, ahh~~ dugaan ku benar, mereka memasang wajah bingung, sedih dan ada kekhawatiran.


Aku turun dari kuda setelah sampai di gedung Guild Fajar Keemasan, disana sudah ada seorang pemuda yang bersender disamping pintu masuk dengan rambut ikal orange.


"Hei Gon.. Aku melihat Kakak mu masuk dengan wajah kesal, dari wajahnya aku dapat menyimpulkan kalau kerajaan mengalami kekalahan besar, apa yang terjadi?" Tanya Gen yang saat itu menunggu kedatangan ku


"Komandan Bless terbunuh.." Jawab ku dengan singkat dan lesu


"apa?!! Bagaimana bisa?!" -- Gen terkejut saat menanggapi berita itu


"Ito membunuhnya.." --sambung kata ku.


Setelah aku mengucapkan nama Itu, mimik wajah Gen berubah menjadi lebih serius.


"Ceritakan semuanya pada ku" --sorot matanya menjadi tajam dan tidak seperti dirinya yang biasa


"aku juga tidak mengetahui detailnya, saat aku datang.. semua sudah terjadi, kita harus menanyakan itu pada Senior Rei" Kata ku sambil menatap kepada Gen


Saat itu kerajaan sedang berkabung, bendera Rozok diturunkan kesetengah tiang untuk menghormati salah satu komandan yang gugur, Semua militer inti dan para petualang berkumpul di halaman istana untuk memberikan penghormatan terakhir pada komandan Bless.


Aku melihat komandan Bless diletakan disebuah peti dengan bunga didalamnya, Sungguh mengerikan.. ternyata Ito membunuh Komandan Bless dengan menusuk dagunya sampai seperti ini. Apa aku salah? apa aku sudah menciptakan seorang monster? apa aku mulai takut? Tidak..tidak!! aku Gon Zambel,, tidak akan ada yang bisa membuat ku takut. tapi perasaan apa ini? tubuh ku menjadi gemetar, sama seperti saat mata kami bertemu di dekat hutan bloom.


Pemakaman komandan dan para prajurit yang telah gugur sudah selesai, saat itu aku sedang berjalan di lorong kearah kediaman ku. Aku melihat Lena yang sedang duduk murung di gazebo taman dikediaman ku dengan anggun, aku butuh hiburan saat ini. Aku segera menghampirinya dan menarik tangannya, lalu kucium bibirnya dengan paksa.


"Lepaskan!!" Lena meminta ku untuk melepaskannya


Lena mencoba untuk meronta-ronta untuk bisa lepas dari ku, tapi aku tidak membiarkannya begitu saja, ia mulai kesal dan menampar ku. aku terkejut dengan tamparan itu.. ini tamparan yang sudah lama tidak ia berikan pada ku, terakhir kali aku merasakan tamparannya saat aku hendak menidurinya pertama kali.


Aku menampar balik Lena, wajahnya tersentak karena tamparan itu.. wajah manisnya menjadi merah dan tubuhnya bergetar,


"ahhh-- maafkan aku Lena sayang.." aku sambil membelai pipinya yang ku tampar itu.


Setelah aku puas meluapkan kekesalan ku, aku meninggalkan Lena begitu saja disana.


Gedung Serikat Utama


Aku datang ke gedung serikat untuk bertemu dengan Gen dan Rei, seperti yang sudah dijanjikan sebelumnya. Saat aku masuk kedalam Gedung, aku berhenti sejenak dan menatap seorang gadis berambut pirang yang duduk bersama mereka, Gadis itu Jennie.. Gadis yang saat itu tiba-tiba datang ke gedung serikat dan menyuruh kami untuk bergegas menyusul regu komandan Bless dan kakak ku.


Aku mulai menghampiri mereka dengan tenang.


"maaf, aku terlambat..." --aku berdiri disamping meja lalu menoleh kearah gadis itu. -- "kenapa dia ada disini?" Aku menanyakan hal itu kepada Gen dan Rei


"Ah.. dia dipanggil kesini oleh Regan, Regan sebentar lagi juga sampai kesini" Kata Rei yang menjawab pertanyaan ku


"kakak ku?"


"ya.. dia memiliki pertanyaan yang sama dengan mu mengenai kejadian beberapa hari yang lalu di hutan Bloom"

__ADS_1


Setelah beberapa saat kami menunggu, akhirnya kakaku datang bergabung bersama kami, ia menggunakan baju bangsawan yang santai dan simpel karena memang hari ini guild kami memutuskan untuk libur sementara setelah kejadian itu.


Ia duduk diseberang ku.


"Jadi, coba jelaskan kenapa kau tidak membunuh Ito saat itu, Rei!" Kakaku memulai pembicaraan dengan menatap tajam kearah Rei sambil memangku dagunya dengan dua punggung telapak tangan.


Rei tertunduk seperti menyesali sesuatu.


"Cepat katakan!!" kakaku membentak


"aa..aaakuuu, tidak sanggup untuk membunuhnya, aku ragu karena dia adalah junior ku" Rei dengan gugup menyesali itu


"Tapi lihat! karena kau ragu kita kehilangan orang hebat Rei... sadar lah! orang yang terbunuh itu adalah seorang komandan yang kemampuannya setara dengan 500 prajurit biasa!"


"tapi bagaimana bisa seorang komandan terbunuh oleh Ito?" Gen memotong pertikaian itu dengan sebuah pertanyaan pada Rei dan Regan


Aku juga ingin mengetahui apa yang terjadi sebelum kami datang, dan bagaimana bisa seorang komandan terbunuh oleh Ito.


"saat itu kami berhadapan dengan para hewan buas yang dipimpin oleh 2 raja" Kakaku Regan mulai bercerita


"apa dua raja?!" Gen terkejut mendengar itu


"Alur peperangan awalnya dimenangkan oleh para hewan buas, karena kecerobohan ku.. tetapi setelah itu menjadi imbang setelah komandan Bless turun dan menahan 2 raja itu, ia bertarung sengit di tempat yang terpisah oleh kami, tetapi seekor Cheetah datang melawan Komandan Bless dan keseimbangan mulai goyah" -kaka ku menceritakan itu dengan wajah serius


"lalu? bagaimana Ito bisa ada ditengah pertempuran itu?" Tanya ku penasaran


"Ito datang dari dalam hutan Bloom, awalnya ia membantu kami mengalahkan para hewan buas, gerakannya sangat cepat dan saat itu sinar bulan tidak bersinar penuh yang membuat pandangan ku tidak jelas melihat Ito bergerak kemana saja" -- Rei yang mencoba menjawab pertanyaan ku


Dalam benak ku, aku memikirkan apa yang mau Ito perbuat? mengapa dia membantu kita? apa dia ingin mengembalikan namanya dengan cara membantu tim ekspedisi kerajaan? tetapi dari cerita Rei, aku menjadi penasaran, seperti apa kekuatannya sekarang?


Rei berhenti sejenak dari ceritanya. aku sangat jengkel bila ada orang yang bercerita dengan tempo lambat, aku mencoba sabar menunggunya kembali bercerita, mungkin dia kesulitan untuk melanjutkannya.


"saat pertempuran mulai pada puncaknya, kami semua terhenti setelah mendengar teriakan komandan Bless yang sudah jatuh tersungkur, dan pada saat yang sama aku melihat Ito berlari dan membunuh Salah satu raja, aku pun berinisiatif untuk membantu mereka.. tetapi yang terjadi setelah itu malah apa yang aku ceritakan sebelumnya....dan Kalau saja saat itu Komandan Bless tidak berkata kasar pada Ito, mungkin saja alur cerita ini akan berbeda" -- Rei mengepalkan tanganya karena kesal melihat alur yang tidak seharusnya terjadi.


Setelah senior Rei menceritakan semua Kronologi itu, Kami semua terdiam hening.


"tetapi sebagai seorang dengan pangkat kapten dan orang yang turut ikut dalam ekspedisi itu, kau seharusnya mengerti dan sudah menetapkan hati mu Rei!" - kaka ku memberikan tekanan pada Rei.


Aku melihat Rei dengan tatapan iba karena berkali kali disalahkan oleh kaka ku.


"Kau harus menjelaskan itu nanti di rapat gabungan Militer inti dan Serikat" kata kaka ku pada Rei


pembahasan tentang penyebab kematian komandan Bless telah usai, sekarang aku menjadi penasaran dengan gadis yang sejak tadi diam mendengarkan kami cerita.


"Lalu, kau..! apa yang membuat mu bisa mengetahui kejadian seperti ini akan terjadi?" - kami semua menoleh kearahnya, dia begitu gugup dan tangannya tidak berhenti menggenggam erat gaunnya.


"pada saat aku diculik oleh para kriminal, aku dibawa kedalam hutan Bloom dan Orang yang kalian bicarakan itu datang menyelamatkan ku, entah apa yang terjadi setelah pertemuan itu, saat aku tidur, aku mengalami mimpi tentangnya... mimpi itu seperti nyata, aku melihatnya jatuh kedalam kegelapan yang amat dalam dan setiap ia melangkah selalu ada darah yang tumpah"


Kami sontak terkejut dengan perkataan gadis ini


"lalu, kematian Komandan Bless juga sudah di prediksikan oleh mimpi mu?" tanya Gen..


"yaa,, sebelum ekspedisi dimulai, aku bermimpi ada seseorang yang memakai pedang besar, mati ditangan seorang pemuda yang menggunakan dua pedang, sontak itu membuat ku teringat pada pemuda itu"


"lalu kenapa kau tidak memberitahu ini sejak awal?" Kata ku saat mendengar penjelas itu.


Dia tersenyum menunduk mendengar pertanyaan ku


"apa akan ada yang mempercayai sebuah mimpi dari seorang gadis?" dia menoleh dan tersenyum pada ku


"yaa.. awalnya aku tidak mempercayai mu, tetapi setelah melihat mata mu saat itu, aku tau kau bersungguh-sungguh, Sial seandainya aku tak ragu akan mimpi mu, pasti komandan bless akan bisa kita selamatkan, maafkan aku ka"


Aku meminta maaf pada Kaka ku karena tidak bisa mengambil keputusan dengan cepat.


"Itu bukan salah mu, mungkin ini sudah takdir bagi kita"


***********

__ADS_1


Aula Istana Kerajaan


Raja mengadakan pertemuan gabungan yang dihadiri oleh para komandan, kapten dan Guild 5 teratas.


Aku turut ikut dalam pertemuan kali ini sebagai perwakilan dari Guild Fajar Keemasan bersama kaka ku.


Raja yang saat itu duduk disinggasana nya menyorot tajam pada kami, kami semua menunduk hormat pada raja, disebelahnya berdiri pangeran Xavelius yang tersenyum pada kami.


"Hari ini kita telah kehilangan satu prajurit yang membanggakan, dia seorang petarung hebat dan gagah berani,... kehilangan satu komandan bisa berdampak buruk pada kekuatan militer kita.. aku ingin menunjuk salah satu dari kalian untuk menduduki kursi yang telah ditinggalkan oleh Bless"


Kami semua terdiam mendengar Raja berbicara mengenai kursi kosong itu. tetapi keheningan itu buyar setelah Pangerang Xavelius berlutut didepan ayahnya.


"Ayah, aku anak mu bersedia untuk mengisi posisi kosong itu"


ada beberapa keheningan saat ini, aku mencoba melirik kearah raja dan aku melihat sorot mata raja yang sedang ia tujukan pada anaknya itu.


"apa kau yakin Xavelius anakku?! peran ini sangat berat untuk kau emban.."


"aku yakin, aku bisa mengemban kursi itu ayah"


Raja menatap kearah kami yang saat itu sedang berbaris menghadapnya.


"Apa ada yang keberatan?" Tanya tegas dari raja


"Tidak ada baginda raja" Kami serempak menjawab


"Baiklah, kursi kosong kelas berseker akan ku serahkan pada anak ku"


Setelah raja menetapkan kursi kosong itu pada anaknya. ia mulai membicarakan kejadian dihutan Bloom, ia sangat murka kepada Ito dan menetapkannya sebagai Buronan kelas S. Semenjak kericuhan ini, sudah banyak Kriminal dari kalangan petualang terbentuk.


Aku mendengar rumor itu saat aku bercengkrama dengan orang-orang serikat. Saat ini kerajaan Rozok sedang dihadapi oleh serangan dari Hewan buas dan ada sedikit parasit yang mengganggu keamanan sekitar. mereka adalah para Kriminal dan yang terkenal dari mereka adalah Organisasi Sayap Hitam, organisasi itu selalu membuat onar di kota-kota besar lainnya di kerajaan rozok.


Organisasi Itu diketuai oleh Bob Brodie, seorang berseker kejam yang telah banyak membunuh orang tidak bersalah, dipunggungnya ada bekas luka bakar yang disebabkan pertempuran melawan Komandan penyihir elemen, Giorgina Polo.


Bekas luka itu membentuk seperti sayap hitam dan menjadi Ikon pada organisasinya.


Dalam pertemuan itu Raja juga mencopot status militer inti milik Senior Rei karena ia lalai dalam menjalani misi dengan baik dan sebagai penyebab lain dari kematian Bless, karena dia termasuk dalam keluarga bangsawan, ia diberikan pilihan. Bertahan menjadi petualang atau pergi dari kerajaan? Rei memilih menjadi petualang untuk menebus kesalahannya.


Setelah pertemuan itu, aku berjalan di lorong istana yang berada dipinggir taman dalam, aku melihat Karu, mantan tunangan ku datang menghampiri.


"hei..heii...lihat wajah cantik ini? apa kau ingin bermalam bertiga dengan ku?" aku menggodanya sedikit.


"jangan harap aku mau satu ranjang dengan mu dan pelacur mu itu, aku kesini karena untuk menanyakan tentang Ito" - dia dengan mimik wajah kesal bertanya pada ku


Entah apa yang merasuki ku, setiap orang lain menanyakan hal Ito pada ku, aku menjadi orang yang berbeda. secara tidak sadar aku memegang leher Karu dan mendorongnya ke pilar tembok yang berada di lorong istana.


Aku mendekatkan mulut ku ke kupingnya dan berbisik.


"Sekali lagi kau menyebut namanya, kau akan kehilangan adik tercinta mu" aku mengancam nya dengan senyum, wajah nya terlihat ketakutan dengan mata yang bergetar..-ahh.. aku begitu menyukai ekspresinya, ekspresi gadis saat ketakutan kepada suatu hal membuat ku jadi bergairah.


aku melepaskan cengkraman ku pada lehernya, ia terkulai lemas dan terduduk menyender dipilar itu.


Aku meninggalkannya dan melanjutkan jalan ku.


"Heii,, bukan kah itu sedikit kasar pada wanita?"


langkah ku dihentikan oleh Gen yang sejak tadi bersembunyi dibelakang salah satu pilar, aku tidak menanggapinya sejenak, aku hanya diam membelakanginya.


"Jadi, bagaimana hasil pertemuan itu?"


Aku menoleh kearahnya.


"kita diberikan perintah untuk memburu Ito sampai kesetiap sudut kerajaan, statusnya menjadi Buronan kelas S, apa yang akan kau lakukan setelah tau temen masa kecil mu itu menjadi musuh kerajaan sekarang?" tanya ku pada Gen yang saat itu terdiam mendengar kabar dari ku.


"aku memang teman masa kecilnya, tetapi bila dia sudah melenceng dari jalan yang benar, maka aku sebagai teman harus membereskannya dengan tangan ku sendiri!" Gen mengatakan itu dengan sorot mata yang sungguh sungguh


"hooo... kalau begitu cepat selesaikanlah kamp mu itu dan masuk ke dalam Guild Fajar Keemasan, kita akan mencari bersama dan membereskannya" kata ku sambil meninggalkan Gen.

__ADS_1


Diriku yang sekarang merasa senang dan ada sedikit kemarahan, mengapa seorang Ito bisa membuat ku seperti ini? setiap kali namanya terlintas di kepala ku, aku seperti ingin menyiksa dan membunuhnya, apa ini karena perbuatannya yang pernah ia lakukan dulu pada ku? rasa sakit itu tidak pernah hilang dari benak ku, jadi tunggulah pembalasan ku nanti Ito.


__ADS_2