Beast Clan Invasion

Beast Clan Invasion
Tragedi Kembali Terjadi


__ADS_3

Hari ke 21 pelatihan tempur diperbatasan pos 1, Tim Ito yang baru saja kembali dari memburu Hyena.


"Hei Ito, kau berhasil membunuh berapa kali ini?"


"hahahahha kali ini aku berhasil membunuh 7"


"itu sedikit sekali"


"wajar saja aku membunuh sedikit, aku ini seorang tank mana bisa membunuh banyak" dengan nada kesalnya


Suasana di pos 1 tidak pernah terlihat sepi dengan kehadiran Ito, Ito yang saat itu merasa kemampuannya berkembang saat mengikuti pelatihan ini, begitu percaya diri untuk melindungi orang-orang disekitarnya.


"hahh saat ini apa yang sedang dilakukan oleh Mato dan yang lain? hahaha seingat ku Mato, Lena dan Gon berada di Pos 2, apa mereka juga sudah berkembang?" Ito yang sedang memikirkan teman dan saudaranya


Kapten Goro keluar dari dalam pos penjaga dan menginstruksikan untuk memulai pelatihan yang ke 8, ia membawa tim menuju kearah utara tempat biasa mereka bertemu dengan para hyena.


Ito dan timnya yang mendapat kesempatan untuk beristirahat kali ini mereka pakai untuk bersantai dan memperbaiki peralatan mereka, Ito pun mempergunakan waktu itu untuk meningkatkan jumlah Ki nya, selama ini disela waktu luang ia selalu melatih pernapasan. Ki nya sudah mulai terlihat menebal dan tidak seperti pertama kali ia masuk kedalam kamp pelatihan.


"Lihat anak petani itu, dia sangat sok dan membuat ku muak, jika saja ada Rega disini.. dia pasti akan habis"


"biarkan lah untuk sekarang, digiliran kita yang selanjutnya, ayo kita beri pelajaran untuknya hehehhe"


Lee dan Hardo merencanakan sesuatu yang buruk untuk Ito.


Karu yang melihat Ito ingin sekali untuk mendekati dan berbicara dengannya, tetapi ia mengurungkan niatnya karena akhir-akhir ini Ito seperti orang yang sibuk, dia terlalu fokus akan peningkatan kemampuan dirinya.


[hah bocah itu selalu saja melakukan latihan pernapasan, akan tetapi selama itu juga, aku merasakan ada peningkatan dari dirinya] Natt Row yang tidak sengaja melihat Ito sedang melatih pernapasannya.


Ito yang telah selesai melakukan latihan pernapasan, segera melakukan latihan fisik. 1000x push up, 1000x squad jump dengan dan 1000x sit up. Ito dengan semangat melakukan menu latihannya itu. sampai sampai ia melupakan waktu.. tiap harinya ia hanya melakukan Latihan, makan dan tidur selama waktu istirahat, tubuhnya semakin tegap dan otot yang solid dengan tubuh tinggi namun ramping, rambut hitamnya sudah mulai terlihat panjang selehernya dan mulai menutupi wajah.


Tiga hari telah berlalu, tim yang melakukan latihan kembali ke pos, dari kejauhan tim itu sudah mulai terlihat berjalan kearah pos, tetapi mengapa dengan jirah dan pakaian mereka? sangat lusuh tidak seperti biasanya.


Ito yang tidak sabar menunggu kedatangan mereka, ingin sekali bertanya kepada Roni, [berapa yang sudah ia bunuh hari ini?] selama pelatihan ini Ito dan Roni menjadi rival dalam hal membunuh hyena, Roni adalah kelas berseker, ia menggunakan pedang 2 tangan yang besar.


Disaat para tim itu mendekati pos, wajah mereka terlihat sangat syok seperti melihat hantu dan jumlah mereka berkurang tidak seperti saat mereka berangkat, para murid yang menunggu di pos dibuat terheran, apa yang terjadi disana? Reindhart yang melihat kearah Goro untuk mencari tau apa yang sedang terjadi hanya mendapat jawaban gelengan kepala darinya.


Ito yang menunggu untuk melihat Roni tidak melihatnya dibarisan para murid yang kembali itu, ia terus mencari dan mencari dimana si kepala botak bodoh itu?


"Hei apa kau melihat Roni?" Ito menghentikan dengan memegang bahu salah satu murid kelas pemanah yang biasa terlihat berkumpul bersama Roni, wajahnya tidak karuan saat melihat Ito yang menanyakan tentang Roni, ia tertunduk dan menjawab dengan nada datar.


"dia terbunuh"


Ito yang mendengar itu terkejut, bagaimana bisa? lawannya hanya Hyena, apa dia melakukan kecerobohan? semua pertanyaan berputar dikepala Ito, ia tidak menyangka Roni akan terbunuh. Meskipun ia mengenalnya di pelatihan ini, tetapi tetap saja ia sudah merasa menjalin pertemanan. Ito merasa lemas, tangannya terjuntai kebawah seperti tidak memiliki tulang, dia masih tidak percaya dengan apa yang terjadi.


Reindhart yang mengejar Goro kedalam pos penjaga bertanya apa yang terjadi disana?


"Cheetah, kami diserang cheetah"


"apa bagaimana bisa?"


***********


kilas balik kejadian saat tim sedang melakukan pelatihan.


"hahahaha sangat mudah, hyena ini tidak ada apa apanya, aku sudah membunuh banyak, aku akan pamer ke Ito saat pulang"


"Hei Roni, cepatlah... yang lain sudah mau berberes dan bersiap untuk pulang ke pos" panggil temannya


"ok"


Roni berlari menelusuri jalan setapak itu kearah rombongan, tetapi dari kedua arah rumput, rumputnya bergerak sangat cepat mengejarnya.


[apa? apa masih ada hyena?]


Roni berusaha memegang pedangnya dan siap untuk menyerang.


[tidak, ini.... ini bukan hyena, dia terlalu cepat!.... semuaaaaaaanyaaa!! tol....!!!


Sebelum Roni menyelesaikan kata-katanya kepalanya sudah ditebas oleh cheetah yang menyerang. cheetah memiliki kaki panjang yang membuat dia bisa berlari dengan cepat, dia membawa senjata ringan untuk melakukan pertarungan.

__ADS_1


Temannya menoleh kearah Roni dan sudah melihat 3 cheetah yang sudah menginjak badan Roni yang tanpa kepala, dia berteriak dan membuat semua murid dan Goro terkejut.


"Gawat, itu cheetah!!! sialll kenapa harus cheetah dimedan ini? aku harus menjaga para murid, Semuanyaaaaaaa cepat berlindung di belakang ku!!!"


para murid berlindung dibelakang Goro, namun Cheetah itu terlalu cepat dan menghiraukan Goro, mereka lebih memilih untuk membunuh kelas penyerang terlebih dahulu karena lebih mudah ditumbangkan.


"Siallll!!!!! Warlock heiii kelas warlock? dimana kalian?"


"siap pak!"


"tunggu aba-aba ku, dan gunakan Stone Curse"


"ka.. kamii tidak bisa pak" jawab salah satu warlock


Goro yang emosi dengan pernyataan murid itu, memukul perutnya dengan perisai sampai jatuh tersungkur"


"Dasar bodoh!!! percayalahhhh, kalau tidak.. maka akan banyak korban yang berjatuhan!"


Para Warlock itu mulai mempersiapkan diri setelah mendengar perkataan Goro, tubuhnya bergetar ketakutan melihat Cheetah yang sangat cepat, Cheetah itu berlari kearah depan dan siap melakukan serangan. disaat jarak mereka dengan Goro sudah dekat, Goro melakukan kuda-kuda untuk menerima serangan dari ketiga cheetah itu, namun tanpa disangka-sangka cheetah itu hanya melewatinya dan mau membunuh warlock yang ada dibelakangnya.


"Siallllll mereka mengabaikan ku!"


Goro yang segera menghadap kebelakang menggunakan kemampuan •Taunt• untuk menarik perhatian para cheetah dan itu berhasil, Mata cheetah itu berwarna merah terkena efek Taunt dan berbalik ke arah Goro untuk menebasnya, Goro yang tidak melewatkan kesempatan itu, mengeluarkan kemampuan Explosiv Aura. Perisai besar yang terbuat dari Ki itu membuat para cheetah terpental dan kehilangan keseimbangan.


"Sekarang!"


•Stone Curse•


Kutukan dari kelas warlock membuat kaki Cheetah membatu sementara.


"Cepat bunuh mereka selagi mereka tidak bisa bergerak!!"


Goro yang melihat ada kesempatan itu berteriak memerintahkan para murid untuk melakukan serangan, serangan beruntun dari para murid akhirnya berhasil menumbangkan Ketiga Cheetah itu. Goro yang merasa lega sekarang mulai melihat dan memeriksa murid pelatihan.


"ada berapa yang terbunuh?" Goro bertanya pada murid.


"sekitar 12 orang pak" jawab kapten tim.


"Siap!"


mereka bergegas kembali ke pos.


************


Reindhart yang mendengar apa yang terjadi, mencoba untuk menenangkan Goro yang saat itu tertekan oleh ketidakmampuannya untuk melindungi.


"hahhh... itu bukan salah mu Goro, kau sudah melakukan yang terbaik, lagi pula mengapa bisa ada cheetah diperbatasan?"


"aku tidak tau juga soal itu, setelah pelatihan ini selesai aku akan mengunjungi orang tua mereka dan memberitahu, kalau mereka telah gugur dengan berani"


Setelah kejadian yang tidak terduga itu, para penjaga memutuskan untuk menyudahi pelatihan ini, karena beranggapan kalau penyerangan dari ras kucing bisa saja terjadi lagi.


Mereka bergegas membenahi barang-barang mereka dan meletakkannya di kereta kuda. Murid-murid mulai bergantian memasuki kereta kuda setelah semua barang sudah dimasukan. Namun, saat Ito ingin memasuki kereta. salah satu penjaga menunjuk kearah Pos 2.


"Hei, lihat! itu sinyal api!"


semua orang melihat kearah sinyal itu, semua bertanya-tanya apa yang sedang terjadi? Ito yang saat itu terdiam melihat sinyal api melebarkan matanya dan mulai menyadari satu hal, Sinyal api arti dari sebuah kode untuk meminta bantuan dan dia teringat kalau Mato, Lena dan Gon ada di pos 2.


[apakah mungkin? ada penyerangan?] Ito yang bertanya dalam hatinya.


Ito yang mengurungkan niatnya untuk menaiki kereta itu, berlari cepat kearah pos penjaga dan mengambil satu kuda. ia memacu kuda itu kearah pos 2 tanpa berpikir lagi.


"Hoi!!, Nak mau kemana kau?" Reindhart yang meneriaki Ito


Pertanyaan Reindhart tidak didengar oleh Ito yang sudah memacu kudanya.


"Sial..., cepat bawa para murid pulang ke kerajaan!"


Setelah Reindhart memerintahkan kereta untuk pergi, ia mengambil kuda dan mengejar Ito. Karu yang berada di kereta kuda memberontak ingin keluar dan mengejar Ito, namun ditahan oleh Natt dan mengisyaratkan untuk tidak ikut campur karena berbahaya. setelah mendapat isyarat itu Karu menjadi tenang dan hanya bisa melihat kepergian Ito dengan wajah yang sedih dan khawatir.

__ADS_1


Ito yang saat ini sedang menuju pos 2 sudah bisa melihat hutan yang menjadi medan di tempat itu, Hutan itu terbakar karena pertempuran. Ia semakin memacu kudanya untuk lebih cepat dan suara aungan ras kucing terdengar dari kejauhan.


[itu benar suara dari ras kucing besar, Mato,Gon,Lena bertahanlah.... aku akan kesana segera.. kumohon tetaplah hidup]


Ito yang memasang wajah khawatirnya karena takut bila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan seperti didesanya dulu. ia memohon kepada dewa sekali lagi untuk menyelamatkan teman dan saudaranya.


ia masuk kedalam hutan dan menerjang api yang sudah sangat besar. ia mencari menelusuri hutan-hutan dengan memanggil nama mereka. ia melewati hewan buas yang sedang menerkam, membunuh dan bertempur dengan para penjaga. Didalam hutan itu, Ito melihat banyak para murid yang sudah mati terkena sayatan benda tajam dan sudah tidak utuh.


Ia terus mencari dengan wajah yang khawatir, secara tiba-tiba pohon besar yang terbakar terjatuh didepannya yang mengakibatkan kudanya panik dan menjatuhkan Ito. Ito yang terjatuh terbangun dan melihat kudanya sudah lari menyelamatkan diri.


[Sial, aku harus mencari mereka!]


Ito terus mencari dan mencari untuk menemukan mereka, sampai disuatu tempat yang dikelilingi pohon terbakar. Ia melihat seorang yang sangat amat ia kenal, dia memegang busur dengan rambut berwarna hitam sudah berlumuran darah. Mata Ito bergetar dan berharap itu bukan dia, Ito mencoba mendekat.. mendekat dan mendekat.


[Dewa... kumohon.. kalau itu bukannya]


Saat ia mendekat kearah orang itu, hatinya terguncang, Itu Mato! badannya sudah berlumuran banyak sekali darah. Ito segera memangku Mato dan menyandarkannya ditubuhnya. Ito menangis dan meneriaki nama adik satu-satunya itu, Mato mencoba terbangun perlahan dan melihat kearah kakanya yang sedang menangisinya itu.


"ahh, kaka... aku senang.. bisa melihat mu, syukurlah kau baik-baik saja" Mato yang memegang pipi kakanya itu meninggalkan jejak darah dari tangannya.


"Mato, bertahanlah... jangan tinggalkan aku sendiri!!! Kumohon... kumohon.... ini semua salah ku karena tidak berada disamping mu"


Mato hanya menggelengkan kepalanya karena sudah kehabisan darah, warna matanya mulai memudar.


"Le... lenaa, Gon"


Ucapan terakhirnya hanya menyebut Lena dan Gon saja, tangannya melemas dan warna matanya menghilang.


"Mato..matoooo, heii bangunlah.... mato!!"


Ito menangis sesunggukan sambil memeluk tubuh adiknya. Sekilas memori bersama Mato melintas dikepalanya [Kakak? hai kak?Ka ito? hahahhaa kenapa kau ka?] Suara Mato dan wajahnya yang dulu pernah ia rasakan membuat hatinya terasa hancur yang amat menyakitkan, saat dalam kesedihannya itu para hewan buas mulai berdatangan satu persatu mengepung dirinya. Ito yang berbalik dengan kemarahan lalu berteriak dengan air matanya kearah hewan buas itu, tanpa berpikir panjang ia melesat dan menyerang hewan buas yang berada didepannya.


"Matilah.. matilahh!!!"


•Counter Cast• •Counter Cast• •Counter Cast•


Ito yang bertarung dengan cara bertahan dan menyerang mulai kewalahan dengan jumlah yang tidak sebanding, tubuhnya tersayat dan menerima pukulan telak dibagian belakangnya. ia mencoba menghindar dengan lompatan, namun terpukul lagi oleh Jaguar yang berada diatas pohon, tubuhnya penuh luka, tangan kirinya terasa sakit lagi. wajahnya dipenuhi darah dan ia sudah tidak bisa mengangkat perisainya karena tangan kirinya sakit, ia merasa sudah tidak bisa lagi bertarung, ia lelah dan berpikir untuk menyerah, namun disaat itu wajah ayah, ibu dan teman-temannya terngiang dikepalanya memanggil untuk menyemangatinya, lalu ia terbangun dari keputusasaannya itu dan mulai berteriak sekali lagi kepada para hewan buas.


[aku akan berjuang sampai akhir... aku akan menggunakan Aura Explosiv untuk terakhir kalinya]


Hewan buas itu menyerang secara bersamaan, Ito yang sudah bersiap untuk menerima kematian, segera memasang kuda-kudanya.


"Majulahh keparat!!"


Dari dalam hutan terdengar Suara kuda yang mendekat dan terlihat kapak besar yang diayunkan berhasil menyelamatkan Ito yang sedang terkepung, itu adalah Reindhart, ia mengikuti Ito dari pos 1 untuk menghentikannya. setelah membuat para hewan buas itu terganggu, Reindhart turun dari kudannya dan berdiri didepan Ito.


"nak.. tindakan mu sangatlah bodoh, aku akan menceramahi mu nan..." kata-katanya terhenti


Reindhart yang semulanya ingin memarahi Ito karena tindakan gegabah mengurungkan niatnya setelah ia melihat seseorang yang mirip denga Ito mati disana, ia akhirnya menemukan jawaban mengapa Ito menjadi seperti itu dan bergegas ke arah pos 2.


Reindhart yang melihat kearah sekitar memiliki firasat yang buruk, ras kucing itu mengepung mereka dengan jumlah yang banyak. Harimau, jaguar, hyena seperti sudah siap untuk menyerang kapan saja.


"Nak.. pergilah, aku akan menahan semampu ku, pakailah kuda ku"


"tidak...... aku akan bertarung bersama mu!"


"Cepatlah! kita tidak ada waktu lagi dasar bodoh!"


"Tapi kapten reindhart, kau.. kauu?"


"Cepat!!!"


Ito dengan berat hati menaiki kuda kapten Reindhart dan meninggalkannya dibelakang.


[Setidaknya kau harus hidup anak muda] Reindhart tersenyum melihat Ito yang perlahan menghilang


"Ayooooo majulah, lawan aku para makhluk jelek!!"


Hewan buas itu mulai menyerang dan Hutan itu mengeluarkan Teriakan amarah dari Reindhart.

__ADS_1


[Lena, Gon aku harus mencarinya, aku tidak ingin terjadi apa apa dengan mereka juga] Ito mencemaskan mereka.


Ito yang memacu kudanya dengan cepat mencari Gon dan Lena sampai ke ujung hutan untuk mencari mereka.


__ADS_2