
-Beberapa hari kemudian diruang aula kerajaan-
Terlihat orang - orang yang mengenakan baju mahal duduk berkumpul disatu meja yang panjang dengan wajah khawatir dan keringat terlihat diwajah mereka..
*brak.. suara pintu tersebuka.
"Raja telah tiba!!!!!!" teriak salah seorang prajurit yang berjaga di pintu.
melihat sang raja memasuki ruangan, para bangsawan itu berdiri memberi salam pada raja.
"Raja" mereka membungkuk memberi hormat kepada orang nomor 1 di kerajaan Rozok.
raja yang terlihat beribawa berjalan menghampiri kursi miliknya yang terdapat pada pojok meja dan semua mata tertuju padanya.
"huuhh... baiklah mari kita mulai pertemuan kali ini untuk membahas apa yang terjadi."
setelah Raja memulai pertemuan hari ini, pria kepala botak yang duduk di meja mulai berbicara pertama.
"raja, kami menerima laporan dari penjaga.. ada sebuah kejadian di desa bagian utara kita, semua penduduk di desa itu dibantai habis dan yang selamat melarikan diri ke ibu kota."
setelah mendengarkan penjelasan dari salah satu bangsawan yang hadir, raja mulai memberikan pertanyaan.
"apa kau tau siapa yang melakukan itu?"
"Ya, aku dan bawahan ku sudah mengumpulkan informasi dari regu Stein yang baru tiba beberapa hari ini, karena rupa dan kebengisan makhluk ini kami menamai para iblis ini dengan sebutan BEAST!!"
Berita yang mengerikan ini membuat seisi ruangan itu menjadi mencekam dan
berita ini sudah tersebar sampai ke penduduk ibukota.
-Di kota pada hari yang sama-
para penduduk yang sedang berbincang persoalan isu yang telah terjadi di desa bagian utara.
"kau sudah dengar cerita dari pengungsi?"
"cerita yang ada makhluk aneh menyeramkan itu?"
"hey kau sudah dengar soal desa Hiro?"
"hah? emang ada apa dengan desa itu?"
isu itu pun menjadi berita hangat dikalangan penduduk pada hari itu
....
-didalam sebuah tenda-
cahaya yang menyinari mimpi Ito, menunjukan wujud seorang yang ia cintai.
"Ito...." Samar-samar bayangan wajah ayah Ito mengulurkan tangannya.
"ayah?"
Ito yang merasa terpanggil oleh mimpi itu juga ikut mengulurkan tangan kearah ayahnya. namun Ito dibangun oleh ingatan tragedi di desanya.
*deg suara jantungnya seperti berhenti sesaat.
kedua matanya terbuka perlahan dan secara tidak sadar ia mengeluarkan air mata.
Lena yang sejak tadi duduk disamping sedang menjahit sesuatu. ia terahlikan karena kebangunan Ito.
"ahh Ito"
Lena berdiri dari duduknya menghampiri Ito, Ito yang menyadari Lena mendekatinya menoleh kearah Lena.
"Lena katakan padaku kalau kejadian waktu itu hanyalah sebuah mimpi ya kan?"
Lena yang mendengar pertanyaan Ito hanya bisa memasang muka sedih dan memalingkan wajahnya.
Ito yang melihat Lena seperti itu sudah mengetahui jawabannya.
"ahh.. ternyata bukan mimpi"
dengan tatapan kosong menghadap keatas, Ito menahan sakit akan kenyataan... sedangkan dibalik luar tenda, Gen yang sedang menguping sejak tadi ikut bersedih karena ia juga kehilangan kedua orang tuanya.
__ADS_1
*grubuk grubuk
Dari luar tenda terdengar suara keributan.. saat pandangan mereka teralihkan kearah suara berasal, paman Korslet masuk kedalam tenda.
"Ito, Lena ayo keluar kita diminta kehalaman istana"
Ito yang menanggapi ajakan itu hanya mengangguk. Ia terbangun dari tidurnya dan beranjak keluar dari tenda bersama Lena. ia menutupi matanya dari sinar matahari karena sudah lama ia tidak keluar dari tenda, Ito melihat rombongan pengungsi lain sudah mulai bergerak kearah istana dikawal oleh beberapa prajurit.
"Paman ada apa ini?"
"paman juga tidak tau ada apa ini, sebaiknya kita juga bergegas kesana"
"Gen dan Mato, dimana mereka?" Ito yang sedang mencari kedua orang itu dikejutkan dari arah belakang.
Dorr!!!!!
"hai ka.."
"yoo Ito pangeran tidur baru keluar rupanya"
Ito membalikan badannya dan ternyata yang mengejutkannya adalah dua orang yang sedang ia cari.
"ahhh darimana saja kalian?"
"aku? aku tadi sedang berkeliling bersama Mato untuk melihat ibukota"
"Ka Ito, ibukota sangat hebatt... kau harus melihatnya."
"hahaha kalian terlalu santai"
Lena hanya bisa tersenyum melihat Ito tertawa bersama mereka, namun Lena mengubah wajah menjadi sedih karena mengingat sikap Ito didalam tenda tadi.
-halaman depan istana-
penduduk ibukota kerajaan berkumpul di depan istana dan rombongan Ito juga sudah tiba disaat bersamaan.
*bisik bisik bisik
penduduk sudah mulai berbisik menduga-duga tentang apa yang akan diumumkan oleh kerajaan.
"sepertinya mengenai kejadian disalah satu desa"
"aku tidak tau apa yang akan raja katakan, kita tunggu saja."
Dari balkon muncul siluet dari dalam istana, raja dengan mahkotanya, rambut dan janggut berwana putih serta badan yang tegap berdiri di balkon menghadap ribuan penduduk ibu kota.
"Rakyat ku semua, kalian pasti sudah mendengar kejadian yang menimpa desa Hiro"
Para penduduk yang terdiam menatap raja berharap menemukan informasi yang bisa menghilangkan penasaran mereka.
"Desa Hiro diserang oleh makhluk Barbar yang belum pernah kita lihat sebelumnya, makhluk ini menyerupai kucing besar yang berjalan dengan dua kaki, kejam dan tidak mengenal ampun"
Penduduk yang mendengar pernyataan dari raja hanya bisa menelan air liur mereka. mereka yang masih belum percaya akan fakta yang telah terjadi, kembali berbisik satu sama lain.
"apa benar ada makhluk seperti itu?"
"raja pasti sedang bercanda.."
Ito yang mendengar percakapan penduduk itu, menunduk dan mengepalkan tangannya.
*geram tangannya bergetar karena kesal.
[kalian belum pernah melihatnya.. seenaknya saja bilang itu hanya candaan, yang dikatakan raja itu benar apa adanya.. mereka membunuh hampir semua orang di desaku dan membunuh orang tua ku..]
Raja kembali berbicara dan membungkam rakyatnya yang sedang berbisik.
"kita masih tidak tau darimana makhluk ini berasal, namun informasi yang aku dapat mereka sudah mulai menyebar ke daerah Utara dan sekitarnya, jumlahnya diperkirakan ribuan atau bisa lebih banyak dari itu"
Para penduduk yang mengetahui jumlah dari makhluk itu mulai khawatir, perasaan mereka dipenuhi rasa takut.
"Apa? ribuann???"
mereka saling memandang dengan wajah ketakutan.
sontak para penduduk menanyakan solusi atas kejadian ini.
__ADS_1
"Rajaaaa, bagaimana kita mengusir makhluk itu dari sana?"
"yaaaaa bagaimana? bagaimana?"
Raja mengangkat tangannya untuk meredakan kekhawatiran rakyatnya.
"aku dan para bangsawan sudah menyiapkan beberapa rencana untuk mengusir para makhluk itu dari tanah kita dan rencana itu akan disampaikan oleh Sir Koble"
Raja yang menyudahi sesinya masuk kedalam istana dan penyampain informasi digantikan oleh pria botak yang berbicara saat pertemuan sebelumnya.
"Aku Sir Koble, akan menjelaskan rencana kedepannya untuk menghadapi makhluk diluar sana"
wajah penduduk penuh penasaran dengan rancangan seperti apa yang sudah disusun kerajaan untuk menghadapi kasus ini.
"Kerajaan akan membuka pelatihan tempur besar-besaran sesuai kelas kalian dan membentuk tim tempur yang kokoh, kalian bisa mendaftarkan diri di pos yang akan disebar ke kota-kota kerajaan Rozok."
para penduduk yang mendengar itu melihat satu sama lain sekali lagi.
"Pelatihan militer? untuk melawan makhluk itu?"
"apa kau ingin ikut?"
"aahhh kita tinggal di ibukota, jauh dari utara.. lagi pula aku terlalu takut untuk menghadapi makhluk- makhluk itu."
para penduduk yang mulai membicarakan hal tersebut mulai ribut..
*bla bla bla
melihat keributan tersebut, Sir Koble memotong keributan itu.
"oh satu lagi, Gaji prajurit akan dinaikan dan setiap misi yang sulit akan diberikan tambahan koin"
"wooaaaa...." sontak teriakan para penduduk yang mendengar soal bayaran gaji itu, pernyataan itu membuat mereka tertarik untuk ikut pelatihan dan menjadi prajurit.
"aku akan ikut pelatihan militer dan menjadi prajurit, lalu menghasilkan banyak uang hahahaha."
"kau bilang, kau takut dengan makhluk itu."
"kapan aku bilang? hahahah."
dikerumunan orang yang sedang bersemangat, Ito mengepalkan tangannya dan tersenyum, ia tertarik akan hal itu karena bisa dijadikan jalan untuk balas dendam.
Ito yang sudah memiliki rencana menoleh kearah Mato yang berada disampingnya.
"Mato, aku akan ikut pelatihan militer demi membalaskan dendam orang tua kita"
"Kalo kau ingin ikut, aku juga akan ikut"
Ito yang mendengar pernyataan adiknya merasa senang, karena ia berpikir jika adik nya selalu bersamanya.. Ia akan lebih mudah menjaga dia.
hap-
Gen merangkul Ito dari belakang.
"hei heii jangan lupakan aku, aku Gen yang hebat akan melindungi kalian nanti"
Lena yang mendengar pernyataan dari Gen ikut dalam percakapan itu.
"kau hanya omong kosong Gen"
"Lena ngomong apa kau? akan ku tunjukan nanti"
"tunjukan saja, aku akan lebih hebat darimu"
Ito yang mendengar ucapan Lena menoleh ke arahnya.
"Lena, apa kau diizinkan paman dan bibi soal pelatihan ini?"
Lena hanya tersenyum dengan pertanyaan Ito. disaat ia ingin menjawab pertanyaan itu, tiba tiba tangan paman Korslet memegang pundak Ito dari belakang.
"Ito.. paman dan bibi akan mendukung apa yang Lena mau.. jika Lena ingin masuk kedalam pelatihan maka kami akan mendukungnya, jadi paman mohon.. jika kalian masuk bersama ke pelatihan itu, jagalah satu sama lain dari bahaya."
"Baik paman"
dengan wajahnya yang serius itu, Ito membulatkan tekad untuk menjadi lebih kuat.
__ADS_1
[aku akan menjadi prajurit dan membalaskan dendam ayah dan ibu, aku akan menjadi kuat dan membunuh semua makhluk keparat itu...]