
-Didalam ruangan gedung pengadilan militer-
"Aku akan memberikan vonis hukuman mati kepada Ito Kaverius" Raja yang memberikan hukuman kepada Ito
Semua yang menyaksikan pengadilan itu berteriak dan memberikan dukungan atas vonis yang diberikan. Ito merasa terpukul atas vonis yang ia dapatkan dari fitnah yang diberikan Gon. ia masih terkejut dengan apa yang menimpanya, suara cemohan yang tertuju kepadanya seakan tidak ia dengarkan lagi, hanya perasaan sakit yang saat ini sedang menenggelamkannya seperti kedalam lubang hitam.
[apa ini menjadi akhir dari hidup ku? mati atas fitnah dari seorang yang sudah ku anggap seperti sahabat?]
Orang-orang yang mengenal Ito tidak kalah terkejutnya dengan apa yang terjadi, mereka termakan fitnah dari Gon dan masih tidak menyangka apa yang sudah Ito coba lakukan diluar sana.
Rei yang mendengar cerita dari Gon menyangkutpautkan kejadian ini dengan gugurnya Don, Jack dan Mathew di pos 2. Gen yang awalnya tidak ingin mempercayai tuduhan itu, menjadi percaya karena Lena yang mengkonfirmasi kebenaran itu.
"Bunuh!" Bunuh!" Bunuh!"
Seruan penduduk yang mendesak pengadilan untuk segera memvonis Ito. Lena yang merasa khawatir dengan keadaan sekarang segera menoleh kearah Gon yang berada disampingnya, mata Lena seperti menunjukan ada sebuah penyesalan setelah mendengar Ito akan divonis mati. Gon yang saat itu sedang menatap Ito, secara tiba-tiba memanggil Raja dan memberi hormat kerajaan dengan kepalan tangan kanan yang diletakan didada bagian kirinya, sontak itu menghentikan sorakan dari penduduk yang menyaksikan diluar.
Semuanya menjadi hening dan memfokuskan pandangan mereka kepada Gon.
"Raja, karena aku adalah seorang yang memiliki jiwa pemaaf, aku tidak terlalu ingin membesarkan masalah ini.. Aku akan memaafkan Ito dan memohon kepada mu untuk tidak memvonis mati dirinya"
"Sungguh Hati yang bersih, anak dari keluarga Zambel memang memiliki hati yang besar.. lalu apa yang ingin kau minta sebagai pengganti hukuman mati ini?" Raja yang bertanya pada Gon
"Aku mau Ito diasingkan ke Utara!"
Para bangsawan yang hadir disana berbisik soal keputusan yang diberikan Gon, mereka berfikir mengasingkan seseorang ke daerah Utara sama saja menyuruhnya untuk mati secara perlahan ditangan bangsa hewan buas. Mereka tersenyum setelah menyadari maksud dibalik topeng dari Tuan muda keluarga Zambel itu, rencananya sangat tertata rapih.. ia ingin mendapat pujian dan hormat dengan mengorbankan seseorang.
"Baiklah, permintaan dari Gon akan ku kabulkan! Ito Kaverius akan diasingkan kedaerah Utara tempat ia berasal!"
Semua sorakan itu menutup pengadilan yang menentukan nasib dari hidup Ito. Ito yang saat itu hanya bisa menunduk, sontak mengejutkan semua orang dengan tawanya.
"Hei, kenapa dia? apa dia sudah mulai gila karena ketakutan?" tanya seorang penduduk
"mama aku takut!" anak kecil yang sedang menyaksikan itu memegang kaki ibunya.
"dasar Gila!" kata bangsawan yang berada di ruangan itu
Ito tertawa karena rasa sakit yang sudah tidak tertahankan, ia melihat kearah seluruh orang yang ada pada ruangan pengadilan tersebut dengan sorotan mata dengki dan dendam.
"Suatu saat, kerajaan ini akan menerima akibatnya!" matanya menyorot tajam kearah Raja, wajahnya terpampang jelas di monitor sihir yang disiarkan keseluruh ibukota dan kota-kota terdekat.
Saat itu ada rasa takut yang dirasakan oleh semua penduduk dan beberapa orang yang menyaksikan, Sorot mata Ito mengisyaratkan kalau dia akan meneror kerajaan dikemudian hari.
Komandan Bless yang mendengar perkataan itu melesat dari tempat duduknya dan mendekatkan pedangnya keleher Ito.
"Coba saja kalau kau berani menyentuh kerajaan ini" ancamnya terhadap Ito.
__ADS_1
Ito hanya tersenyum dengan wajah gelap yang tertutup rambut depannya. Bless yang merasa kesal mendapat respon seperti itu segera mengayunkan pedangnya untuk menebas Ito, namun dihentikan oleh perkataan Raja.
Setelah kejadian mencekam tadi, Ito dibawa keluar oleh para prajurit dengan tangan yang diborgol dan ditarik keluar dari gedung pengadilan.
Dia hanya ditutupi oleh jubah hitam yang lusuh saat diarak keluar kerajaan. Saat diperjalanan keluar, ia mendapat cemohan dan lemparan batu dari seluruh penduduk ibukota.
Pada saat ada batu yang mengenai kepalanya sampai membuatnya berdarah, Ito memberikan sorotan mata yang menakutkan kepada si pelempar. Mereka yang melihat sorotan mata dari Ito merasakan ketakutan, mereka menghujani Ito lagi dengan Cemohan yang lebih menyerang psikisnya untuk menutupi rasa takut mereka.
Dendam, kekesalan, amarah, dan ketidakpercayaan terhadap siapapun menjadi satu alasan bagi Ito untuk menjadi lebih kuat.
Ia melewati barisan penduduk desa Hiro yang saat itu juga sedang menyaksikannya diarak menuju gerbang keluar. Ayah dan Ibu Lena menatapnya dengan tatapan iba, namun Ito membalas tatapan itu dengan tatapan kosong.
Karu yang saat itu menerobos kerumunan untuk menghampiri Ito, memberikan rasa Empatinya. Ito yang saat itu sudah muak melihat wajah Karu, hanya menberikan satu kata kepadanya "ENYAHLAH!" dengan nada yang datar tetapi bisa membuat mental Karu terguncang dan mengeluarkan air mata.
Gerbang kerajaan mulai terlihat dan terbuka perlahan, pemandangan dari luar yang diterangi cahaya matahari seperti sudah menunggu Ito untuk mengajaknya memulai kehidupan yang baru setelah diasingkan.
Didepan kerumunan penduduk ada seorang gadis berambut putih berdiri menunggu kedatangan Ito, ya dia adalah Vivi. Vivi terlihat seperti mengatakan sesuatu kepada Ito, Ito yang mendengar perkataan Vivi seperti mendapatkan semangat.. ia tersenyum dan mengangguk menatap keluar gerbang.
[Tunggulah aku, aku akan menjadi sebuah bencana kepada orang yang telah membuat hidup ku hancur!!] Ito menetapkan tujuannya selain memburu bangsa hewan buas.
Ia didorong dengan kasar oleh prajurit keluar dari kereta kuda, ia terjatuh dan sangat lemah. Prajurit itu melempar sebuah perisai dan pedang lusuh untuk bekal Ito diluar sana. Ia hanya tertutup jubah hitam yang ia kenakan saat pengadilan tadi. Kereta kuda itu berbalik arah dan meninggalkannya disana, Ito yang masih sempoyongan mencoba untuk berdiri lalu mengambil pedang dan perisai itu, setelah ia merasa cukup kuat untuk berjalan, Ito mulai melakukan perjalanannya masuk kedalam bagian Utara.
**************
Enam bulan kemudian setelah pengasingan Ito Kaverius dari kerajaan. Murid tingkat satu sudah dinaikan menjadi tingkat 2, murid tingkat 2 telah dinyatakan lulus dari kamp dan sudah bisa memilih jalan mereka sendiri.
Saat ini Gon, Rega dan komplotannya menjadi seorang petualang dengan status Plat perak dan mereka masuk kedalam regu yang didirikan oleh Regan, regu itu bernama "Fajar Keemasan" Lena juga berada dalam regu petualang itu mengikuti Gon.
Sedangkan Gen, Vivi dan Karu harus tetap menyelesaikan pelatihannya di Kamp dengan status murid tingkat 2.
Rei yang telah lulus memilih untuk menjadi Prajurit inti kerajaan bersama kakanya Brock dengan bantuan statusnya yang sebagai keluarga bangsawan.
Rei dan Brock saat ini sedang ditugaskan untuk mengambil alih daerah dan diminta untuk mendirikan pos penjaga yang baru didekat pegunungan tempat ras serigala tinggal, Mereka juga ditemani oleh petualang dengan status Plat perak dan plat emas untuk menyelesaikan misi di wilayah itu.
*******
Malam hari dikediaman Zambel, Karu yang masuk kedalam kediaman itu.. seperti terburu-buru akan suatu hal. Para pelayan yang berada disana mencoba untuk menghentikan Karu namun tidak berhasil.
"Putri Karu, mohon untuk tidak mengganggu tuan Gon saat ini, beliau sedang sibuk"
"kenapa kau melarang ku untuk menemui tunangan ku?" Karu menjawab itu sambil tetap berjalan keruangan Gon.
"aah.. itu perintah tuan Gon, mohon mengertilah"
"Diamlah, aku punya urusan dengannya!"
__ADS_1
Karu yang sudah sampai didepan ruangan Gon segera mengetuk pintu dan berteriak memanggilnya, namun Gon tidak membukakan pintu untuknya.
Karu yang sudah tidak memiliki kesabaran segera membuka pintu itu dan ia terkejut melihat Gon sedang meniduri gadis berambut merah dikasurnya, mata Karu melebar karena tidak menyangka dengan pemandangan yang ia lihat sekarang. Setelah diperhatikan.. gadis yang sedang ditiduri oleh Gon adalah Lena. Lena yang sudah tidak mengenakan pakaian sehelaipun segera menutupi tubuhnya dengan selimut.
Gon yang saat itu merasa terganggu turun dari kasurnya dan menghampiri Karu yang berada didepan pintu.
"Hei, mengapa kau tidak sopan main masuk saja kedalam kamar orang?" tanya Gon kepada Karu.
Karu melihat dengan jijik dan kesal kearah Lena yang sedang menutupi tubuhnya dengan selimut.
"Lena, apa kau tidak malu dengan semua ini?"
Lena yang mendengar perkataan Karu hanya bisa menggenggam erat selimutnya dan memasang wajah sedih. Karu yang hanya mendapat respon seperti itu dari Lena segera memalingkan tatapannya kembali kepada Gon yang berada didepannya.
"Aku ingin memutuskan pertunangan kita" Karu mengatakan dengan tegas.
"hahahha baiklah, aku tidak keberatan dengan itu, sekarang pergilah.. kau sudah merusak malam ku"
Karu yang merasa kesal setelah melihat kejadian itu segera meninggalkan kediaman Zambel, ia menaiki kereta kudanya dan kembali ke kamp kelas penyembuh. Ia sudah mencurigai hubungan gelap Gon dan Lena di belakangnya semenjak kasus pengasingan Ito. Ia merasa terpukul dengan perlakuan tunangannya itu, ia meneteskan air matanya sepanjang perjalanan malam itu.
*********
Disebuah hutan bagian utara terlihat seorang pemuda memakai jubah hitam dengan perisai dipunggungnya berlari mengejar sesuatu. ia berlari membawa dua pedang ditangannya dan melesat dengan cepat menerjang semak-semak hutan. Didepannya ada seekor rusa yang sedang mencoba untuk lari dari kejaran pemuda itu, namun si pemuda segera melompat keatas pohon dan menebas rusa itu dari atas menggunakan dua pedangnya.
Pemuda itu berjalan menghampiri hasil buruannya dan membuka tudung jubah yang ia kenakan, pemuda itu adalah Ito dengan penampilan yang sudah berbeda. Rambutnya sudah melewati leher dengan peralatan jubah, perisai dan dua pedang lusuh yang ia bawa.
[Ahhh, hari ini aku mendapat rusa yang lumayan besar] dia mengikat kaki rusa itu dan segera membawanya ke pondok tempat ia tinggal. Dalam perjalanan ia melamun dan bertanya-tanya sudah berapa lama dia sudah meninggalkan kerajaan?
Saat ia dalam perjalanan kembali menuju tempatnya, ada sesuatu yang mengikutinya dari belakang. sesuatu yang mengikutinya itu secara tiba-tiba menyerang Ito, namun dengan kecepatan yang ia miliki sekarang, Ito dengan mudah menebas kepala makhluk itu dengan pedangnya.
[ahhhhh Ras Jaguar, dia mengagetkan ku saja]
Setelah ia sampai ditempatnya, ia meletakkan rusa itu dibelakang pondok yang ia bangun. dia masuk kedalam pondok itu dan meletakan peralatan lusuhnya itu.
[Sepertinya aku harus memiliki senjata dan perisai baru]
ia berjalan menuju sungai yang berada didekat pondoknya dan mulai membersihkan diri dari aktivitasnya hari ini. Namun, saat dia sedang membersihkan diri di sungai, ia dikejutkan dengan suara langkah kaki yang berada didekatnya. Ia segera keluar dari sungai dan mencoba untuk memeriksa keadaan.
Ia terkejut dengan kehadiran Raja Hyena dan beberapa pasukannya, Ito secara reflek ingin mengambil pedang dan perisai di punggungnya, tetapi ia tersadar kalau peralatannya baru saja ia tinggalkan di pondok.
[Sial, padahal ini kesempatan bagus untuk menyergap Raja Hyena yang sedang tidak dalam keadaan siap, tetapi ada urusan apa Raja Hyena berada didekat pegunungan ini?]
Beberapa saat kemudian, terdengar suara langkah kaki dan suara jirah samar-samar dengan jumlah puluhan mendekat kearah yang sama. Ito yang masih menyembunyikan dirinya, masih menunggu momen untuk mengetahui siapa yang datang itu.
Saat regu itu mendekat, Ito terkejut melihat Jirah dengan lambang kerajaan Rozok. Ia memasang muka marahnya melihat kehadiran mereka. Regu itu menghampiri dan bertatap muka dengan Raja Hyena didalam hutan, beberapa saat kemudian ada seseorang berjalan keluar dari belakang kerumunan regu itu. Ia memakai Jirah menggunakan perisai. Ito yang sedang bersembunyi diatas pohon seketika terkejut melihat identitas dari orang berjirah itu.
__ADS_1
[Hah? itu Rei?]