Beast Clan Invasion

Beast Clan Invasion
Turnamen Peringkat bagian 3


__ADS_3

"wwwoooo" sorakan penonton menggetarkan arena, para komandan dan raja yang duduk dengan santai, terlihat terpaku dengan dimulainya pertandingan.


"Semuanya lakukan formasi seperti latihan sebelumnya" Teriakan Gen kepada teman satu timnya.


didalam arena yang sebelum pertandingan dimulai terlihat tidak beraturan, sekarang terlihat membentuk beberapa formasi.


Formasi ini terdiri dari 5 orang atau lebih dari tiap kelas yang terpecah menjadi beberapa tim kecil, mereka menyebar ke pinggir arena menghindari bagian tengah karena beresiko terkena serangan dari berbagai arah.


Tim Ito yang tidak memiliki persiapan apapun terhadap sistem baru ini terlihat bingung dengan langkah cepat dari tim-tim lain.


"ahhhhh bagaimana mereka bisa beregrup dengan cepat setelah tanda pertandingan dimulai?" Don berbicara dengan panik melihat tim lain sudah mulai bergerak


"mungkin mereka sudah melatihnya seperti yang Gen katakan" [Gon]


"teman-teman sepertinya keadaan kali ini tidak menguntungkan bagi kita, mari kita mengambil posisi" [Jack]


"apa yang harus kita lakukan?" [Mathew]


"untuk sekarang lebih baik kita bersama terlebih dahulu dan melihat situasi" [Ito]


disaat perbincangan mereka mengenai rencana apa yang akan digunakan, suara para peserta yang sudah memulai bertempur dipinggir arena untuk merebutkan pinggiran itu.


*klangggg* blarrrrrr* duaaarerr* zunggg*


tim Gen yang mulai melancarkan serangan mengincar tim- tim yang ada didekatnya.


"hora hora horaaaaaaa maju kaliaaaannn"


Gen melesat dengan Pedang besar yang ada digenggamannya, didepannya sekumpulan tim dari kelas pemanah bersiap menerima serangan dari Gen.


"huhhhhh sekumpulan pemanah? siaplah menerima serangan ku"


•Bloody Assault• Gen mengeluarkan serangan tebasan beruntun kearah tim pemanah... *Slash *slash *slash pedangnya mengayun cepat dengan arah yang tidak beraturan, sinar berwarna merah yang menyelimuti pedangnya disaat ia mengaktifkan kemampuan itu sangat mengerikan, saat terkenal kemampuan Gen tubuh dari tim pemanah terpental menerima serangan itu.


"hahahahahahhahahaha sangat lemahhhhh!!!"


"woooooooooooaaaaaa" sorakan penonton menjadi-jadi. Pembawa acara yang menjadi komentator disaat berjalannya pertandingan merasa memanas.


| Woooaaaaaaaaaa itu adalah serangan beruntun dari kelas berseker, Bloody Assault yang bisa langsung meruntuhkan salah satu tim kelas Pemanahhhh |


Gen yang merasa senang dengan kemampuannya sekarang tersenyum puas, teman satu timnya yang menghampirinya dengan santai.


"Gen jangan bertindak berlebihan, nanti Ki akan cepat habis sebelum pertandingan selesai"


"hahahahahha tenang saja Ki ku masih banyak"


disaat mereka sedang berbincang setelah mengalahkan salah satu tim pemanah yang berada dipinggir arena, mereka dikejutkan oleh serangan.


•Flame Arrow•


*duaarrrrr* serangan api berasal dari kelas penyihir menyerang tim Gen.


Tim Gen yang berhasil menghindari itu segera mencari seseorang yang melancarkan serangan kepada mereka. Setelah asap yang disebabkan ledakan tadi menghilang, Gen menyadari siapa yang menyerangnya.


"hehehehhehe apa segitunya kau ingin mengalahkan ku, Lena?"


Lena dan timnya yang sudah mengalahkan beberapa peserta dipinggir arena, tersenyum melihat tim selanjutnya yang akan ia lawan.


"aku datang untuk membuktikan perkataan ku tadi, kalau aku akan mengalahkan mu"


"hehehhehe majulah dada rata"


Gen yang merasakan ancaman dari Lena menjadi serius. ia memberikan peringatan kepada teman-temannya.


"Semuanya, Tim yang kita hadapi kali ini sangat kuat, kita harus bertarung bersama menghadapi mereka"


"hahhhh.. akhirnya kita ikut bertarung"

__ADS_1


teman-teman Gen mulai mengambil pedang dan kapak dua tangan yang berada dipunggung mereka.


Gen dan teman-temannya mengambil formasi yang memposisikan Gen berada didepan, mereka melakukan kuda-kuda dan berteriak sesuatu.


•Rage Blow•


aura Ki keluar dari tubuh mereka, berbeda dengan Howl milik Kelas Tank yang harus menyerapnya kembali, tetapi Rage Blow hanya memancar keluar saja dengan aura berwarna merah kecoklatan.


"Lena jangan harap kau bisa pergi setelah aku menggunakan Mode ini"


Lena yang melihat Gen memasuki mode serius, ia pun juga menjadi serius. Timnya juga mengambil posisi berbaris. Lena Mengibaskan tongkatnya kedepan dan berteriak.


"Meditation!!!"


elemen apinya menyelimuti dirinya, temannya yang memiliki elemen air dan api pun juga dikelilingi elemen Ki miliknya.


Gen yang tersenyum melihat Lena juga ikut bersungguh-sungguh merasa senang dengan pertarungan yang menantinya. tanpa basa basi Gen dan timnya melesat membawa senjata besar mereka kearah tim Lena.


•Blood Grudge• Gen sudah mempersiapkan tebasan terbaiknya, sudah memperpendek jarak mereka, Lena yang memegang tongkatnya kedepan secara Horizontal dengan kedua tangannya, juga melancarkan serangan.


•Fire Ball•


tongkat Lena mengeluarkan bola bola api yang siao ditembakan kearah Gen.


*bllaaaarrrrrrrrrr* ledakan dan asap menutupi bagian pinggir timur arena.


----------------


Kelompok Ito yang masih bertahan ditengah arena, mengambil formasi bertahan dadakan. secara tidak sadar mereka sudah berada ditengah pertempuran yang sangat sengit. hampir seluruh sudut arena tertutup ledakan dan asap karena pertempuran terjadi dipinggiran arena untuk merebutkan posisi yang baik, Gon yang mengambil inisiatif untuk mengambil komando sementara berteriak.


"sial, kita mendapat posisi tengah, ini posisi yang sangat empuk untuk diserang dari segala arah, cepat Gunakan Howl!!!!"


Mereka yang mengambil formasi melingkar untuk melindungi bagian belakang masing-masing mengambil kuda-kuda.


"Howllll"


*klang *klang *blaarrrr


mereka mendengar suara serangan dari sekeliling mereka, asap yang menutupi arena membuat jarak pandang mereka terganggu.


"Tetaplah waspada!" [Gon]


"Aku tidak bisa melihat apa-apa" [Ito]


"hhheeeyyyaaaaaaaaa" dari balik asap ia mendengar seseorang berteriak menghampiri.


*Krang sebuah pedang besar menempel di perisai Don, serangan dari seorang berseker yang keluar dari asap mengekutkannya.


"aahhhhhhh" Don yang membuka perisainya keatas dan menusukan pedangnya kedepan berhasil melukai berseker itu, namun belum bisa menumbangkannya. Berseker itu belum menyerah dan menghampiri Don sekali lagi dengan mode Rage Blow.


"Heyaaaaaaaaaaaaaaaaa"


*duakkkkkk berseker itu telah dihantam oleh Roh badak yang keluar dari asap. Tim Ito terkejut melihat Roh badak itu menghantam keras berseker itu hingga tidak sadarkan diri. mereka menoleh kearah asap yang mulai menghilang.


"Sial!" Gon yang bergumam kesal karena melihat tim pertama yang akan dihadapinya.


"Itu tim warlock"


"apa kata mu?"


mereka semua menoleh kearah tim yang dimaksud oleh Gon. terlihat Vivi yang berada di tim itu belum mengeluarkan Rohnya, namun teman satu timnya sudah mengeluarkan Roh berupa Badak dan roh prajurit yang berwarna hitam.


Mathew yang bergetar diseluruh tubuhnya menelan air liurnya.


"apa kita bisa menang?"


Ito yang menjawab partanyaan Mathew, dengan mantap melakukan kuda-kuda bertahan.

__ADS_1


"pasti, kita harus harus menang melawan mereka"


"melawan Warlock merupakan mimpi buruk bagi kelas kita, karena harus melawan Rohnya. jika kita menyerang pemiliknya Rohnya akan menghilang" Gon yang merasa ragu berkata kepada timnya.


"kalau begitu kita harus membagi menjadi tim bertahan dan menyerang, bagaimana menurut mu Gon?"


"Terkadang otak mu tak selamanya menjadi bodoh Ito hahahahhaha mari kita lakukan"


Posisi tim Ito berubah, dari yang melingkar menjadi Berlapis.


2 orang berada didepan, Yaitu Ito dan Gon


3 orang berada dibelakangnya, Don,Jack dan Mathew.


Roh badak dan roh prajurit mulai menyerang tim Ito. roh itu melesat dengan cepat melancarkan serangan.


*Brakkkkkkk roh badak dan prajurit menghantam Tim ito. namun dapat ditahan oleh lapisan depan.


"Counter Casttttt" Ito dan Gon berteriak bersamaan, perisai mereka mendorong ke atas yang membuat roh badak dan roh prajurit itu terdorong kebelakang oleh kemampuan itu, lalu dengan cepat Ito dan Gon mengayunkan pedangnya dan berhasil menebas Roh itu, namun hanya roh prajurit saja yang menghilang. Roh badak masih bisa bertahan.


"Sial Roh badak itu sangat keras"


"Itoooo sialll lihat didepan mu, ada roh prajurit yang lain menghampiri kita"


dengan pertahanan yang sedang terbuka Ito dan Gon tidak sempat bertahan untuk menerima serangan cepat itu. tetapi dengan sigap Tim lapis belakang segera menutupi mereka berdua dengan perisai. roh prajurit itu terpental kebelakang ketika menyerang pertahanan perisai yang keras.


"wooaaaaaaaa" penonton terkesima dengan kerja tim dari kelompok Ito yang baru saja terbentuk. dibangku penonton Rei terkejut dengan matanya yang bergetar.


"ehhh sejak kapan mereka mempelajari kerja sama tim seperti itu? apa mereka menonton film 300 sparta?(Jokes)"


Pembawa acara yang heboh melihat itu mulai menggebu-gebu.


"ooooaaaaaaaaaa kerjasama yang baikkkkkkkk, apa apaan itu... mereka bertahan sambil menyerang lalu membantu satu sama lain"


Para komandan yang melihat itu juga terkejut sedikit. Bless Komandan Kelas Berseker tersenyum dan memulai pembicaraan.


"Hoi stein, sepertinya peserta dari kelas mu menarik, mereka menggunakan formasi yang belum pernah kita lihat"


"setiap orang pasti bisa melakukan improvisasi disaat genting, kalau kita lihat tim itu memulai pertarungan dengan posisi yang buruk, mereka berada ditengah arena yang bisa menerima serangan dari segala arah"


"yaaaa aku menyadari itu, tapiii kau lihat kan tadi? kelas ku juga tidak kalah hebat hahaha"


Stein hanya tersenyum mendengar Bless membanggakan kelasnya, tetapi tiba-tiba perempuan bertudung hitam dengan kalung besar.. tersenyum anggun.


"hehhh tapi gadis dari keluarga Alustia belum mengeluarkan Rohnya"


Bless yang mendengar ucapan dari perempuan bertudung hitam itu menoleh dan merasa kesal.


"yaaa, rohnya memiliki kekuatan yang besar.. aku mengingat kejadian setahun yang lalu"


Gadis yang dibicarakan itu mulai menunjukan taringnya, rambut putih panjang yang tergerai itu, tergibas searah dengan gerakan tangannya.


"Keluarlah wahai Roh ku, Lioness!!!"


Roh singa besar keluar dari portal yang berada dibawah kaki Vivi. singa yang gagah itu berdiri didepan tim Ito. Ito dan kawan-kawan terkejut dengan pemandangan yang ada didepannya.


"Astaga, sepertinya kali ini akan sangat merepotkan"


--------------------------------


Hallo temen-temen pada episode kali ini, karena banyaknya percakapan, jadi ku bantu dengan penjelasan tokoh yang berbicara seperti [Ito] [Gon] dan lain lain.


Hahhhh sepertinya pertarungan peringkat bakal panjang karena banyak kelas yang belum aku perkenalkan skill skilnya, sama belom dilihatkan pertempuran kelas penyembuh, pertarungan Mato dan pertempuran Rega


tapi terimakasih udah membaca novel ini.


enjoy

__ADS_1


__ADS_2