Beast Clan Invasion

Beast Clan Invasion
Mulai Pelatihan bagian 1


__ADS_3

-Kamp Pelatihan Kelas Tank-


Bangunan berbentuk persegi berlantai dua dengan lapangan ditengahnya.


terlihat peserta sedang berbaris menunggu arahan dihari pertama mereka resmi menjadi murid pelatihan. Ito yang berdiri dibarisan paling depan dan Gon disebelahnya terlihat antusias dengan pelatihan ini.


[ahhhh aku tidak sabar menunggu]


Gon tersenyum meledek dan menatap muka antusias Ito yang Ito lakukan sejak tadi.


"Hei Ito santailah sedikit hahahaha"


"jehh aku sudah sesantai mungkin Gon"


*jrek jrek


suara langkah kaki terdengar dan terlihat beberapa orang keluar dari dalam gedung, mereka berjalan menuju kedepan barisan peserta untuk menyambut peserta baru.


Didepan Ito berdiri seorang instruktur berbadan besar menggunakan Jirah yang menutupi badannya. matanya tajam dan berambut cepak. Orang itu berdiri memandangi peserta dengan tatapan serius.


"Nama ku Instruktur Heri, hari ini aku akan melatih kalian bagaimana cara menjadi seorang Tank sejati"


suara berat dan tegas dari Instruktur Heri membuat para peserta menjadi lebih serius.


*glek beberapa peserta menelan air liurnya.


"aku akan mengajari bagaimana menggunakan tubuh kalian menjadi sebuah perisai berjalan yang bisa menjadi pelindung Tim, aku akan mengajari kalian kalau kematian itu hanya sebuah khayalan dan membuat kalian tidak takut mati saat berada digaris depan"


Instruktur berhenti berbicara dan memandangi pesertanyai.


"apa kalian ingin menjadi kuat?"


"yaaaa pak"


Ito, Gon dan peserta lain terfokus melihat Instruktur. setelah keheningan sesaat itu, ada seorang peserta bertanya.


"Bagaimana cara kita untuk menjadi lebih kuat?"


Instruktur Heri menatap kearah peserta yang berteriak dan ia tersenyum.


"Kau! maju kedepan!"


"siap pak"


peserta yang dipanggil Instruktur Heri melangkah kedepan barisan dan berhadapan dengannya.


"Kau ingin tau salah satu kemampuan seorang Tanker?"


"ya pak"


Instruktur Heri menoleh ke orang yang berada dibelakangnya.


"berikan dia sebuah senjata"


"siap"


orang itu membawa sebuah pedang satu tangan dan memberikannya kepada murid tadi. Setelah murid itu bersiap untuk diberikan instruksi Instruktur Heri mengambil posisi tegap siap.


"Howl!!!!!!!!!"


Instruktur Heri berteriak, seketika muncul keluar Aura dari tubuhnya dan perlahan meresap kedalam.


"cepat gunakan pedang itu untuk menebas ku"


"apa? apa kau bercanda Instruktur?


peserta terheran dengan perkataan Instruktur Heri.


"lakukan!"


"ok kalo anda meminta"


peserta itu berlari dan mengayunkan pedang kearahnya.


*Klanggg.....* Pedang itu patah saat mengenai jirahnya.


"wooooo"


seluruh peserta terkejut melihat itu.


Ito pun terkejut dengan kemampuan itu tetapi tidak dengan Gon karena ia sudah mengetahui kemampuan seorang Tanker.


"Howl, adalah salah satu kemampuan seorang Tanker. kemampuan ini akan mengeluarkan Ki mu dan menyelimuti tubuh untuk mengurangi daya serang musuh yang masuk saat bertempur. Jirah, perisai dan senjata juga dirancang untuk menyerap energi Ki agar kalian bisa memaksimalkan kemampuan"


semua peserta terdiam mendengarkan penjelasan dari instruktur Heri.


"tetapi, karena boost kita tipe Daya tahan maka jangan berharap serangan mu akan kuat,, kita dianugerahi pertahanan yang kokoh maka pergunakan itu sebaik mungkin untuk menerima dan menghalau serangan."


"siap pak"


"akan ku kenalkan kalian dengan Senior yang sudah memiliki pengalaman di kamp ini"


beberapa orang yang sejak tadi berada dibelakang melangkah kedepan sejajar dengan Instruktur.


"Mereka murid tingkat dua yang beberapa bulan lagi akan dikirim keluar kerajaan untuk membasmi makhluk diluar sana"


senior pria dan wanita yang berdiri didepan para peserta terlihat kuat.


"mereka akan membantu ku mengawasi dan mengajari kalian, sekarang buat lah kelompok kecil dengan satu senior yang ada, akan ku temui lagi dalam satu jam"


"baik pak!!"


Instruktur Heri masuk kedalam gedung setelah ia menyelesaikan instruksinya.


Gon menghampiri Ito dengan kedua tangan dibelakang kepalanya, disaat peserta lain masih terkejut dengan demonstrasi dari Instruktur, Gon terlihat santai saja.


"Hei Ito satu kelompok lah dengan ku"


Ito menoleh kepada Gon.


"baiklah. satu kelompok dengan orang yang dikenal lebih terasa nyaman hahaha"


Gon hanya tersenyum dan memberikan jempol atas tanggapan yang diberikan Ito.


Dari sudut yang berbeda seseorang yang tidak asing bagi Ito menghampirnya.


"Hei anak petani sedang apa kau hahahahaha"


Ito berbalik dan melihat Rega dan teman-temannya berjalan menuju arahnya.


dengan muka yang mengjengkelkan rega bertanya kepada Ito.

__ADS_1


"kau selamat dari bencana itu? haaahhh padahal aku berharap kau mati"


"Kauuu aku tak pernah melihat kau di pengungsian, kenapa sekarang kau ada disini?"


"hahahha aku tidak seperti kalian yang tinggal di pengungsian jelek itu, ayah ku punya kenalan di ibukota jadi aku menempati rumahnya yang kosong"


Ito yang mendengar perkataan Rega terlihat kesal dan tidak sabaran.


ia menghampiri Rega dengan marah, namun disaat ia melangkahkan kakinya kearah Rega, tiba-tiba Gon menahan Ito yang marah.


"jangan membuat dirimu dikeluarkan dari kamp ini"


setelah Gon menghentikan Ito, ia menatap dan menghampiri Rega.


"apa kau punya masalah dengannya?"


Rega yang tersenyum dengan perkataan orang asing baginya, berjalan mendekat.


"kau ingin berkelahi?"


salah satu teman Rega yang menyadari siapa Gon, mendekat dan berbisik padanya.


"dia anak bangsawan dari keluarga Zambel, lebih baik jangan mencari perkara dengannya dulu"


Rega yang mendengar itu mengurungkan niatnya untuk menghadapi Gon.


"hah akan ku lepaskan kau kali ini, hei Ito terus lah mengumpat dibalik tuan bangsawan ini hahahahhahahaha"


Rega berbalik dan meninggalkan mereka.


"ck" Ito berdecak kesal dengan Rega yang mengejeknya tadi.


-satu jam kemudian-


Semua sudah berbaris masing-masing bersama satu senior yang mendampingi mereka.


Ito dan Gon berada di tim yang sama, sedangkan tim Rega berisikan dia dan teman-temannya. Instruktur Heri yang keluar dari gedung kembali berdiri didepan peserta.


"hhhmmm baiklah, sepertinya kalian sudah membentuk tim kalian sendiri, kalau begitu sekarang mulailah berlatih dengan senior kalian, minggu depan aku akan melihat hasilnya"


"baik pak"


setelah mendengar instruksi singkat dari Instruktur Heri, Semua membubarkan diri.


kelompok Ito yang sedang berjalan dilorong gedung kamp bersama senior mereka memulai percakapan dengan pertanyaan dari Gon.


"seniorrrr mau kemana kita?"


"kita akan berlatih dibelakang Kamp, disana terdapat lahan yang luas"


Ito yang terheran mengapa harus berlatih dibelakang kamp, bertanya kembali kepada seniornya.


"kenapa kita tidak didalam kamp saja?


"hhmmm didalam Kamp sudah diisi oleh tiga kelompok, itu membuat kita tidak nyaman untuk mencoba kemampuan"


"hehhhhhh tapi lebih enak didalam kamp"


Gon menoleh kearah belakang dan melihat salah satu senior yang menjadi pembimbing kelompok Rega.


"eeee senior kenapa, orang yang menjadi pembimbing kelompok disana itu terlihat sepertimu?"


Senior yang mendengar pertanyaan itu melihat kearah orang yang dimaksud Gon. setelah dia melihat orang yang dimaksud Juniornya, ia menjadi murung.


Ito dan yang lainnya terdiam mendengarkan senior mereka yang akan bercerita.


"Dia Brock Relion, murid peringkat 1 tahun ini, dia jauh diatas ku, sedangkan aku hanya berada di peringkat 12 pada tahun ini"


setelah dia bercerita tentang orang itu suasana menjadi hening, namun ia mencairkan suasana dengan perkenalan.


"oh ya namaku Rei, Rei Relion"


"salam kenal senior Rei" sambung Ito dengan tawa.


"ya salam kenal juga senior, ahh kau Ito dan Gon kan? aku Jack" salah satu dari kelompok itu memperkenalkan diri.


"aku Don"


"kalo aku, Mathew" teman yang lain mulai ikut memperkenalkan diri.


"ya salam kenal semuanya"


"yooooooo" sapaan hangat dari Ito dan Gon.


Rei hanya bisa tersenyum dengan keadaan yang baru ini.


---------------------


-Lahan belakang kamp-


Lahan luas dengan pohon besar diatas bukit yang memperindah pemandangan serta angin yang sejuk membuat suasana menjadi lebih tenang dan hangat.


"baiklah hari ini kita akan mempelajari Howl seperti Instruktur lakukan tadi"


Mathew mengangkat tangan dan berbicara dengan semangat.


"hoi hoi hoiiiiiiiii, senior Rei selain Howl kemampuan apalagi yang dimiliki seorang Tanker?"


semua tertawa dengan tingkah mathew.


"hahahaha selain Howl ada kemampuan seperti Taunt, Aura Explosion, Counter Cast, tapi itu nanti kalian pelajari setelah naik tingkat dari kelas dasar"


Ito yang tertarik mendengar kemampuan itu mulai berimajinasi.


[waaaaaaaaaaa namanya keren-keren apa aku bisa menguasai itu semua? aura explosion? aaaauuuraaaaaaa explosionnnnnnn!!!] Ito membayangkan kalau dia sedang menggunakan kemampuan itu.


Gon melihat Ito yang sedang terlihat aneh berbicara dalam hatinya.


[hahhh pasti si bodoh ini sedang memikirkan yang aneh aneh]


Mathew bergumam setelah mendengar penjelasan dari Senior Rei.


"eehhhh harus berada ditingkat selanjutnya baru bisa menggunakan kemampuan lainnn?"


"hahahahha kau akan bisa mempelajarinya nanti, baiklah mari kita mulai"


seketika semua menjadi serius, Rei yang berada didepan mereka mengambil posisi untuk mengeluarkan kemampuan.


"Howl..!!!!!!" teriak Rei mengeluarkan kemampuan.


"untuk menggunakan kemampuan ini kalian harus memusatkan Ki kalian dititik pusat Ki kalian, lalu lepaskan Ki dengan dorongan yang kuat agar Ki kalian menyebar keluar dari tubuh mu, setelah itu cobalah menyerap kembali Ki dan jadikan mereka seperti selimut pada tubuh kalian."

__ADS_1


"hhheeeeeeee susah sekaliiiiiiii"


semua mengeluh dengan bagaimana cara mengeluarkan Howl.


"hahahahha tenang lah, nanti kalian juga terbiasa dengan itu, kalau kalian tidak bisa menggunakan kemampuan ini, maka kemampuan yang lain tidak akan bisa kalian gunakan"


Gon yang tiba-tiba mencoba melakukan kemampuan tersebut setelah mendengar penjelasan dari Rei.


"Howlll..!!!"


dia berhasil melakukannya, namun aura Ki nya lebih redup.


"waaaa kau sudah bisa Gon, tapi mengapa aura nya lemah sekali hahahaha"


ejekan Ito melihat aura Gon


Gon yang kesal dengan ejekan Ito, menantangnya untuk mencoba.


"diam kau Ito... coba lah kau untuk mengeluarkan Howl"


"hhhmmm kau akan terkejut Gon"


Ito tersenyum percaya diri.


"Howlllll"


~Tiiinggggg


semuanya terdiam dan memasang muka bodohnya karena tidak melihat aura yang keluar dari tubuh Ito.


"Howl Howl Howl........ uhhhh kenapa tidak bisa" Ito yang masih berusaha untuk mengeluarkan kemampuan tetap tidak berhasil.


Rei mendekati Ito karena melihat Juniornya tidak berhasil mengeluarkan kemampuan.


"eeeee Ito apa kau sudah melatih pernafasan mu?"


kepala Ito miring karena bingung dengan pertanyaan Rei.


"pernafasan?"


"hm hm" Rei mengangguk cepat.


"untuk apa?"


*darrrr semuanya terjatuh..


Jack bertanya setelah mendengar pertanyaan Ito.


"selama ini kau melakukan apa Ito?"


"aku melatih fisik ku"


"huhhhh~~"


semuanya membuang nafas


ito memiringkan kepalanya sekali lagi.


"aree?"


Rei menepuk pundak Ito yang sedang kebingungan dengan tingkah laku teman-temannya.


"Ito... latihan pernafasan itu untuk meningkatkan kekuatan Ki mu."


Ito memasang muka bodoh sambil memukul telapak tangan kiri dengan kepalan tangan kanannya.


"hooooo aku mengerti sekarang"


Gon yang melihat tingkah bodoh Ito berlari menghampiri dan menendannya.


"dasar bodohhhhhh"


"hahahahhaha" Semua tertawa dengan tingkah Ito hari itu.


--------------


-beberapa saat kemudian-


"haaaa" "hah" semua terduduk kelelahan, keringat membanjiri tubuh mereka.


Ito yang terduduk kelelahan melihat keatas langit.


"Senior Rei, kau bilang kaka mu peringkat 1 di kelas kita, kalau begitu di kelas lain juga ada peringkat 1 nya?"


setelah Rei mendengar pertanyaan dari Ito, ia yang melihat kearah langit.


"ya masing-masing kelas kamp pelatihan memiliki jagoannya tiap tahun, peringkat itu di dapat dari pertandingan peringkat yang diadakan setahun sekali."


"Pertandingan Peringkat?"


"ya pertandingan untuk murid tingkat satu yang nantinnya akan menggeser peringkat satu sebelumnya yang sebentar lagi akan lulus dari pelatihan."


"Hooooo"


semua menyimak dengan baik.


"dikelas Tank ada kaka ku, dia di juluki sebagai si perisai Hitam.


Kelas Berseker diduduki oleh Jack Roberck, dia memiliki gaya bertarung yang barbar.. memang semua berseker bertarung dengan amarah tapi dia lebih berapi-api, mangkanya orang nyebut dia Jack si Pedang amarah.


Kelas archer diduduki oleh Natt Row"


Gon bertanya seperti dia tau nama itu.


"Row katamu? apa jangan jangan dia anak dari Koblet Row menteri militer?"


"ya benar.. dia perempuan yang cantik, tenang, dingin namun kemampuan panahnya selalu tepat sasaran.. itu sangat menakjubkan, mereka menyebutnya Natt si anggun es.


selanjutnya dari kelas Penyihir, penyihir memiliki dua elemen yaitu air dan api.. kali ini peringkat 1 penyihir dipegang oleh elemen air.. dia Biscue Mondalion, dia kerabat keluarga ku.. dia seperti anak 12 tahun tapi sebenarnya dia sudah berumur 20 tahun hahahaha.. dia ahli dalam menggunakan kekuatannya, dia disebut putri air karena sebutan ratu air masih disandang oleh ibunya.


selanjutnya dari kelas Penyembuh, aku tidak tau terlalu banyak tentang peringkat satunya ini karena dia orang yang susah diajak berbicara dan ia seorang penyendiri.. dia anak yatim piatu yang ditemukan di kuil.. orang menyebutnya John si penyendiri


yang terakhir dari kelas Warlock, warlock adalah kelas yang bisa dibilang spesial karena bisa memanggil roh, peringkat satu diduduki oleh Rena Rosein, dia sangat terkenal karena Roh yang dia panggil adalah roh binatang buas berupa Singa"


"Singa? apa itu roh dari makhluk yang menyerang kita?" Ito bertanya penasaran


"Bukann, ini hanya singa biasa, bukan jenis yang menyerang kita, namun roh singa ini memiliki kekuatan setara dengan Komandan Bless, diumur 15 tahun ia sudah dijuluki dengan sebutan Rena si jenius Warlock"


semua terkaget dengan fakta yang diberikan oleh Rei.


"apa 15 tahun? semuda itu?"

__ADS_1


"ya dia masih berumur 15 tahun tetapi dengan sebuah anugerah dari dewa" kata Rei


[haaaa ternyata banyak orang hebat yang harus ku kejar, aku akan giat berlatih dan mengejar ketertinggalan ku.. aku akan cepat naik ke tingkat 2 dan pergi membasmi makhluk menjijikan diluar sana] Gumam Ito dalam hati sambil melihat kearah langit


__ADS_2