
"Eh.. Itu Rei? hoooo... sekarang dia sudah menjadi anjing kerajaan." Ito tersenyum sambil mengejek jirah dengan lambang kerajaan yang dikenakan Rei.
Pertemuan Rei dengan Raja Hyena di hutan seperti ini menjadi tanda tanya besar bagi Ito, ia masih menyembunyikan diri diatas pohon sambil menunggu fakta dibalik pertemuan itu.
"Raja.. dimana dia?" Rei bertanya kepada Raja Hyena
"gragragra... kalian berani datang menghampiri ku kehutan ini hanya untuk satu nyawa seorang manusia?"
"Cepat katakan!"
"ehh,, siapa yang sedang mereka bicarakan?" Ito menjadi penasaran dengan konflik diantara mereka
Raja Hyena tersenyum dengan air liur yang keluar dari mulut dan taring setelah Rei membentak dirinya. Ia segera mengambil sebuah kalung yang dikenakan salah satu penjaganya dan melempar itu kedepan Rei.
"ahhhhhh maafkan aku manusia, hanya itu yang tersisa darinya, gragragra..."
Rei yang melihat kalung didepannya itu menjadi marah dan segera melesat kearah Raja Hyena. Ia melancarkan serangan pedangnya pada Raja hyena, namun dengan mudah dipatahkan hanya dengan satu tangan. Rei seketika mengambil langkah mundur ke regunya dan sangat terkejut dengan kekuatan Raja hyena.
"Manusia... apa kau tidak senang? aku sudah berbaik hati menyisakan satu jarinya untuk kau bawa pulang, gragragra.."
"Keparat!" Rei dengan kesalnya meluapkan amarah.
"apa kau kesal? apa kau ingin tau seperti apa teriakannya saat aku memotong tubuhnya dan menjadi santapan ku? gragragra.."
Regu Rei yang awalnya terlihat gagah, seketika menjadi merinding setelah berhadapan langsung dengan Raja Hyena. Rei yang saat itu juga merasakan aura membunuh yang besar dari Raja Hyena sempat merasakan hal yang sama, namun tidak ada kata mundur baginya untuk saat ini.
Dia harus membunuh Raja Hyena agar bisa mendirikan pos didaerah hutan yang berbatasan dengan gunung.
Rei tidak menyangka kalau hutan ini adalah tempat Raja Hyena yang sedang bersembunyi. Kerajaan tidak memberikan informasi dengan lengkap mengenai hutan itu dan berujung pada kerugian bagi regu ekspedisi.
"Semuanya bersiaplah! kita harus menumbangkan Raja hyena dan balaskan dendam untuk regu Brock!" Rei memberikan komando dengan pedang patahnya.
Mereka melesat dan melancarkan serangan kepada Raja Hyena. Tetapi dengan singkat, pertarungan itu berhasil dimenangkan oleh Raja Hyena dengan mudah.
Rei yang saat itu sedang terdesak, memilih lari dan mundur bersama dua orang tersisa, Raja hyena yang tidak sudi untuk melepaskan mangsanya, memerintahkan penjaganya untuk mengejar mereka.
Rei berlari tanpa arah tujuan dan berakhir disebuah tebing tinggi yang menghalanginya untuk kabur, secara bersamaan suara langkah kaki yang mengikutinya sejak tadi semakin mendekat...Raja Hyena yang saat itu sudah berhasil mengejar mereka mulai memblokir jalan kabur regu Rei.
"gragragra apa mangsa ku sudah terjebak?"
Rei dan kedua orang yang tersisa secara terpaksa harus bertempur sampai titik darah penghabisan. Raja Hyena dengan senang hati menyambut detik-detik terakhir mereka dan mulai menyerang kearah Rei, namun secara tiba-tiba sebuah pedang menancap di bahu Raja Hyena yang sontak membuat mereka terkejut semua.
"Yoooo Raja jelek, kita bertemu lagi" Ito yang secara tiba-tiba keluar dari persembunyiannya, ikut dalam pertempuran.
Saat itu Ito masih menutupi identitas dengan jubah hitam miliknya. Ia membawa pedang dan perisai milik regu Rei yang telah mati dibunuh Raja hyena dalam pertempuran sebelumnya. Wajah raja hyena sontak menjadi marah saat melihat sosok jubah hitam itu.
"gggrrrrr kauuuu!!!!" dengan geram Raja Hyena melihat Ito.
"apa kau ingin kehilangan satu kuping mu lagi?"
Raja Hyena yang sejak tadi sombong saat melawan regu Rei menjadi ragu, karena baginya Ito adalah orang yang merepotkan. Dipertarungan sebelumnya Ito berhasil memotong salah satu kuping milik raja hyena dan membuat ia lebih waspada kepada Ito.
"ggrrr..hari ini aku akan melepaskan kalian! lain kali jika aku bertemu manusia lagi, aku akan--!" sebelum Raja Hyena menyelesaikan perkataannya, ia terkejut merinding setelah melihat sorot mata Ito yang tajam, ia segera mundur dari sana dan mengancam untuk terkahir kalinya "tunggu lah aku iblis hitam, nyawa mu sebentar lagi akan berakhir ditangan para Hewan buas"
[Bukan saatnya untuk melawan iblis hitam itu sekarang, cih! aku lengah dan terluka karena mangsa didepan ku, kalau saja pedang itu tepat mengenai kepala ku, aku akan mati.. sialan sialan sialann!] Gumam Raja Hyena kesal karena bertemu dengan Ito.
Ito kali ini hanya membiarkan Raja Hyena pergi bersama penjaganya. Baginya, Raja Hyena bukan lagi sebuah ancaman karena dia sudah mengetahui sifat pengecutnya kalau sudah terluka.
Ito yang berhasil mengusir Raja Hyena mulai mendekati Rei yang saat itu terdiam karena terkejut melihat aksinya, Rei dan dua orang lainnya yang masih belum mengetahui identitas dari pria berjubah hitam itu, mengambil langkah waspada. Namun, setelah Ito berjalan lebih dekat kearahnya, Rei mulai menyadari siapa sosok pria berjubah hitam itu.
"kaa...kaauu?" Rei terkejut melihat sosok di balik jubah itu.
__ADS_1
"Sudah lama kita tidak bertemu, senior" Ito yang perlahan membuka tudung jubahnya.
"Bagaimana mungkin? orang yang telah dibuang keluar perbatasan masih bisa hidup? "
Kedua orang lainnya masih mencerna perkataan dari Rei mengenai siapa orang yang berada didepan mereka.
"ahhhh.... aku mengingatnya, dia sampah yang ingin membunuh Gon dari Regu fajar keemasan" Celetuk salah satu orang dari belakang Rei
Sontak setelah mendengar kata "sampah", Ito menjadi sangat terganggu dengan ucapan tabu baginya itu sekarang.
"hahahahhaa, senior.. kau bertanya kenapa aku masih hidup? aku masih bisa hidup sampai saat ini hanya untuk--"
Sebelum Ito menyelesaikan kata-katanya, ia bergerak cepat kebelakang Rei dan menebas kepala prajurit yang mengatakan "sampah" tadi kepadanya. Rei dan seorang prajurit yang masih hidup terkejut dengan aksi penebasan yang dilakukan oleh Ito,, Kejam dan tanpa perasaan. Rei yang saat itu masih dalam posisi siaga sampai-sampai tidak bisa melihat kapan Ito mulai melewatinya.
"-balas dendam.." Ito menyambungkan kalimatnya yang terputus setelah berhasil membunuh satu orang dari regu Rei.
Rei yang baru tersadar dengan kejadian itu segera berbalik kearah Ito yang sudah berada dibelakangnya, Namun dengan sigap Ito menodongkan pedangnya ke leher Rei.
"Pergi lah!" Ito memerintahkan Rei untuk pergi dengan nada datar, matanya menyorot tajam seakan ia tidak sedang bercanda. Rei merasa kalau Ito yang sekarang bukanlah Ito yang ia kenal dulu. Hanya dengan melihat sorot matanya, Rei bisa merasakan kalau ia akan terbunuh kalau tidak menuruti perkataan Ito sekarang.
Rei mencoba untuk mundur dari ancaman pedang Ito, ia juga mengisyaratkan kepada teman regunya yang saat itu sedang terduduk merinding untuk pergi meninggalkan Ito.
"Apa kau sekarang membenci seluruh penduduk yang tinggal di kerajaan Rozok?" Rei menghentikan jalannya dan bertanya satu hal.
Ito memilih untuk tidak menjawab pertanyaan itu dan hanya menatap Rei dengan tatapan dinginnya.
"Baiklah" Rei yang tidak mendapatkan jawaban dari mantan juniornya itu, hanya tersenyum dan kembali melanjutkan langkahnya.
Setelah kejadian hari ini sudah terselesaikan, Ito memilih untuk kembali ke pondoknya dan beristirahat merebahkan diri pada tumpukan daun yang ia rangkai untuk tidur.
Ito termenung dan mengingat kejadian enam bulan lalu saat ia dibuang oleh kerajaan. Saat setelah ia dibuang dari kereta kuda, Ito tidak mengetahui secara pasti letak dimana ia diturunkan. Hanya ada pepohonan yang mengelilinginya sejauh ini dan Ito memperkirakan kalau sekarang ia berada didalam hutan yang entah dibagian utara sebelah mana.
Ia mencoba untuk menerima dan mencoba untuk hidup dengan aman didalam hutan itu. Namun, naas perjalanan pertamanya harus ia lalui dengan pertarungan, ia harus bertahan hidup melawan para hewan buas yang berada di hutan itu. Ito yang hanya bermodalkan satu pedang dan sebuah perisai tanpa jirah, harus dengan susah payah bertahan hidup.
Intensitas waktu menyerang mereka, membuat Ito harus tetap waspada dalam keadaan apapun. Ito dipaksa untuk selalu bertarung dan bertarung dengan keadaan yang amat menyakitkan.
Karena kekejaman yang dialaminya selama itu, membuat tubuh Ito mengalami perubahan. Tulang yang patah tergantikan dengan tulang yang lebih kokoh, Otot-ototnya menjadi lebih kuat serta fleksibel, Luka yang ia dapatkan setiap hari sampai membuat tubuh Ito tidak merespon lagi rasa sakit yang ia terima.
Hutan itu mengajarkan Ito untuk bertarung dalam kondisi apapun. Saat ia sedang terluka, saat mencari makan sampai saat sedang tertidur, Ito harus tetap bersiaga akan serangan dari hewan buas. Insting dan kemampuan bertarungnya juga ikut meningkat, teknik pernafasannya pun bisa ia lakukan seharian penuh dan membuat Ki nya jauh lebih meningkat.
********
-dua bulan semenjak Ito mulai terbiasa hidup dihutan-
Dia sedang berjalan didalam hutan mencari makan untuk menyambung hidupnya.
[Ahhh aku lapar, semoga aku menemukan rusa atau hewan herbivora lainnya, karena makhluk keparat itu pada rakus dan memburu hewan lainnya, aku menjadi kesulitan mencari makanan yang layak akhir-akhir ini]
Disaat ia mencari makan, ia bertemu dengan Komplotan harimau coklat, sontak ia bersembunyi untuk menghindari pertarungan itu.
[Untuk sekarang, kemampuan ku belum bisa mengalahkan komplotan Harimau coklat]
Setelah komplotan itu pergi, Ito melanjutkan pencariannya. Ditengah pencarian ia melihat seekor rusa yang sedang memakan rumput dan Ito segera mengendap-ngendap membunuhnya.
[ahaaaaaa.. akhirnya, aku bisa memakan daging.... aku sudah bosan hanya memakan jamur] Ito yang menangis bahagia karena bisa memakan daging.
Tetapi saat ia ingin membawa menu makannya hari ini pulang, ia dihadang oleh komplotan hyena yang sedang melakukan perburuan.
[Cihhh, kenapa jenis ini tidak ada habisnya sih]
Ito bertarung seorang diri melawan komplotan hyena. Gaya bertarungnya pun juga berkembang, ia memiliki gaya bertarung seorang Tank dan seorang berseker tetapi dengan kelincahan seorang pemanah, itu adalah hasil yang ia dapat selama bertahan hidup didalam hutan .
__ADS_1
Tubuhnya sangat ringan karena sudah terbentuk dan terlatih dengan baik, Ki yang juga sudah meningkat itu membuat dirinya dengan mudah mengalahkan komplotan Hyena.
Setelah pertempuran usai, ia berfikir tentang sesuatu yang belum ia coba selama ini, bagaimana rasa dari hewan buas itu? dan pada akhirnya ia membawa salah satu Hyena ke pondok yang ia gunakan untuk tinggal.
[Hhmmmm selama ini aku sempat berfikir untuk mencoba memakan mereka]
Ia mulai memotong Hyena itu bersamaan dengan daging Rusa, ia mulai membakarnya dan untuk pertama kalinya ia mencoba daging Hyena.
"Hueekkkkkkk! daging apaan ini?" Ito mual dan muntah setelah satu gigitan pertamanya, tetapi ia merasakan sensasi yang aneh dalam daging itu, Untuk mengurangi rasa menjijikan dari daging hyena, Ito memakan daging itu bersamaan dengan daging rusa hasil buruannya tadi. [ahhh rasanya jadi lebih baik]
Setelah puas dengan menunya hari ini, Ito mulai merebahkan diri didalam pondoknya. disaat matanya mulai terpejam, ada suatu hal yang membuat Ia kembali terbangun dan segera mengambil senjatanya.
Suasana yang hening itu sekarang sudah diisi oleh suara Hewan buas yang mengelilingi pondoknya, kali ini jenis yang menghampiri Ito adalah jenis yang tidak ingin dilawan oleh Ito. Asap yang ia gunakan untuk membakar daging tadi ternyata menjadi boomerang untuknya, para Harimau yang berada didekat sana datang karena mencium bau asap itu.
"ggrrr aku mencium bau manusia disini" kata salah satu harimau coklat yang membawa kapak besar.
[Sial, apa karena asap yang aku tinggalkan jadi memancing mereka? diluar sana ada sekitar 9 ekor Harimau, selama ini aku hanya bisa melawan 2 sampai 3 ekor saja] Ito bergumam dalam hatinya saat terdesak sekarang.
Tetapi entah apa yang merasukinya saat itu, ia tersenyum karena sesuatu yang membuatnya merinding.
[kenapa aku merasa menjadi lebih bersemangat? padahal ada bahaya yang sedang mengancam kehidupan ku, apa aku sekarang menjadi seorang yang gila bertarung? ahhhh rasanya aku ingin berhadapan dengan para Harimau itu!]
Tanpa berfikir lagi, Ito keluar dari persembunyian dan melesat menyerang salah satu Harimau. Ia menebas badan harimau itu namun belum bisa menumbangkannya.
Para harimau mulai memfokuskan diri kepada Ito yang baru saja keluar.
"Manusia..... menyerahlah dan jadikan dirimu makan malam kami" kata seekor harimau coklat dengan luka dimatanya
"Cobalah untuk mengalahkan aku, maka aku akan bersedia menjadi makan malam kalian" tantang Ito
Para Harimau itu menyerang Ito bersamaan, Ito yang saat itu sudah memasuki mode Howl berhasil menahan serangan Harimau satu persatu dengan perisainya. Ito mencoba melancarkan serangannya pada harimau dengan luka dimatanya, Serangan pertama Ito berhasil melukai mata yang satunya dan membuat harimau itu buta seutuhnya.
"Arrghhhhhh" teriakan harimau itu
"hehehe apa kau merasakan sakit?"
Ito yang menerima serangan bertubi-tubi dari para harimau, mulai merasakan kelelahan yang berdampak pada pertahanannya dan mulai menerima luka dari para harimau.
[Sial, sial, siall aku sudah tidak tahan menerima serangan ini sendirian, fokus lahhh ayo fokusss lahhhh..!!!]
•Counter Cast•
Dengan memanfaatkan kemampuan itu, Ito segera mengambil langkah mundur yang jauh dan mulai menarik nafasnya dalam-dalam, seketika matanya berubah menjadi lebih tajam dan aura Ki nya meningkat.
Melihat Ito yang sedang diam berkonsentrasi, seekor harimau mengambil kesempatan untuk menyerangnya dari belakang. Namun, Ito dengan sigap berputar dan memposisikan tangan kirinya untuk menahan kapak besar itu dengan perisai.
Perisai Ito tidak bergeming sama sekali saat menerima serangan dari harimau itu, lalu dalam suasana keterkejutan saat ini. Seekor harimau lainnya mulai menyerang Ito dari arah yang lain, Ito segera menghindari serangan selanjutnya itu dengan melompati harimau yang pertama dan menebasnya dengan pedang dan berhasil mendarat dengan sempurna setelah menebas kepala harimau itu dari atas.
"Majulah!" tantang Ito ke semua harimau itu.
Para harimau mulai geram dan bersamaan menyerang Ito dari arah depan "aargghhh", saat itu juga Ito segera memasang kuda-kuda yang memposisikan perisainya berada didepan tubuh dengan tangan kiri dan sebuah pedang yang sudah siap untuk menebas ditangan kanannya.
Hasil dari pertempuran panjang dimalam hari sudah mulai terlihat, mayat dan darah dari harimau itu sudah menghiasi tanah disana. Ito yang berhasil mengalahkan mereka sendirian berjalan lemas dengan perisai yang sudah hancur ditangannya. Ia mencoba duduk dibawah pohon besar yang berada dihutan itu dengan tubuh yang penuh luka dan meninggalkan jejak darah tiap langkahnya.
Matahari mulai menyinari hutan itu, Ito yang terduduk dibawah pohon melihat kearah langit dan menutupi wajahnya dari sinar matahari.
[hmph.. aku berhasil melampaui batas kemampuan ku]
ia tersenyum dan akhirnya pingsang dibawah pohon besar itu dengan keadaan yang sangat parah.
******
__ADS_1
NOTE : Alur ceritanya bakal mundur dulu buat ngejelasin apa yang terjadi sebelum time skip 6 bulan :D
Ito berhasil menaikan kemampuannya dengan perjuangannya sendiri. tubuhnya tertempa dengan baik karena pertarungan yang ia lalu selama ini. kaya istilah orang ngeGym yang ngebuat Ototnya rusak/robek dulu, tapi setelah itu tergantikan dengan Otot baru yang lebih besar dan kuat :D