Beautiful Boy (Suamiku Pria Cantik)

Beautiful Boy (Suamiku Pria Cantik)
Bab 21


__ADS_3

Melihat kekasihnya sedang mengobrol dengan bocah setengah matang, Samuel pun langsung mendekati paman kecil bosnya ini. Ia tidak mau jika kekasihnya didekati oleh anak kecil yang ingin menikah seperti bocah bongsor yang sering mengganggu Jizzy istri dari pria cantik yang ada di sampingnya.


Untung saja pekerjaannya baru saja selesai, jadi Samuel pun langsung meminta ijin pada Zavier untuk menemui kekasihnya yang cantik, imut dan menggemaskan. Ia takut jika wanita yang baru saja singgah di hatinya itu berpaling pada Theo.


Tanpa mengatakan apapun, Samuel pun duduk di samping Zia dan tersenyum sambil menyapanya.


"Hallo Zi," sapa Samuel.


"Hallo Sweety,"


"Whaatt Sweety! Sweety dari mana? Dia itu salty!" ucap Theo tak terima dengan panggilan yang sangat manis untuk Samuel si pria polos.


"Hei bocah apa itu Salty?" tanya Samuel.


"Kau memang manusia kurang garam, Salty itu rasa asam!" jawabnya sebal.


"Sejak kapan rasa garam menjadi asam?" tanya Zia.


"Sejak aku melihat kalian berdua! Pandanganku rasanya jadi asam!


"Wooow amazing, aku baru tahu kalau indra penglihatanmu itu mempunyai dua pekerjaan," ucap Zia pura-pura kagum, padahal sebenarnya ia ingin muntah.


"Memangnya, apa pekerjaannya?" tanya Theo.


"Dia bisa melihat dan juga mengecap rasa, memangnya apalagi!" jawab Zia sebal pada bocah yang selalu mengganggunya ini.


"Sudahlah sayang, jangan bicara dengannya aku jadi cemburu," ucap Samuel manja pada Zia. Membuat hati Theo semakin panas karena dibakar cemburu. Kenapa gadis pujaannya ini bisa tertarik pada pria yang sangat jarang bicara seperti Samuel. Padahal menurutnya, jika ia lebih tampan dan juga lebih keren jika dibandingkan dengan Samuel.


Akan tetapi bagi Zia, Samuel itu mempunyai daya tarik sendiri karena menurutnya Samuel adalah pria tampan yang sangat menggemaskan. Tingkahnya yang pemalu, polos dan jarang bicara membuat putri dari planet Venus itu jatuh cinta padanya.


Theo menahan rasa campur-campur dalam hatinya, otak dan hatinya terasa panas dan matang.


"Theo, sedang apa kau di sini?" tanya Tama, menghampiri putra bungsunya itu. Tadi saat mengobrol dengan Zavier, ia melihat Theo dan memutuskan untuk menghampiri putranya yang banyak bicara itu.

__ADS_1


"Sedang melihat kehancuran hatiku, Pah. Katakan pada Mamah kalau kita harus membuat menu baru di sini," ucap Theo sambil menahan gemas pada Samuel dan juga Zia.


"Menu baru apa, katakan pada Papa nanti Papa akan bicarakan pada Mamah," jawab Tama, meskipun sebenarnya ia masih belum mengerti, kenapa putranya yang cerewet ini mengatakan jika ia sedang melihat kehancuran hatinya.


"Menu otak goreng dan hati panggang Pah. Huwaaaaa ... hatiku sakit Pah. Aku patah hati, hatiku hancur!" ucap bocah menyebalkan itu sambil berdiri dan kemudian memeluk Papanya.


"Hei ada apa? Kenapa kau menangis? Jangan begini, kau terlihat jelek dan memalukan!" ucap Tama.


Theo pun melepaskan pelukannya pada Tama, dan kemudian langsung menatap wajah Tama dengan serius.


'Kenapa lagi dengan anak ini,' batin Tama, ia benar-benar tak habis pikir kenapa anak bungsunya ini sangat mirip dengan kakaknya Satya. Yang memiliki sifat aneh dan menyebalkan. Kenapa tidak seperti Zein yang ramah dan kalem.


"Pah, coba perhatikan aku baik-baik. Dan jawab pertanyaanku dengan jujur?" tanya Theo


"Ada apa? Apa ada masalah?" tanya Tama, yang menjadi khawatir karena tiba-tiba putranya ini dalam keadaan mode serius.


"Apa menurut papa kalau aku ini tampan?"


"Apa!"


*


*


*


Sore hari seperti biasa Zavier pulang, dan ia melihat Jizzy sedang tertidur. Tidak seperti biasanya ia melihat istrinya ini tidur sampai sore. Biasanya, Jizzy selalu tampil cantik saat ia pulang dari kantor. Karena, Zavier selalu memberikan siraman rohani dan jasmani jika ia belum mandi.


Zavier pun mendekati Jizzy yang sedang tidur dengan selimut yang menutupi seluruh tubuhnya, dan hanya menyisakan kepalanya saja yang terlihat dari luar.


Tangannya mengulur mengusap pipi Jizzy, dan ia merasa jika suhu tubuh Jizzy ternyata tidak biasanya. Sepertinya ia demam, karena kulitnya terasa panas saat bersentuhan dengan tangannya.


"Jizzy kau sakit?"

__ADS_1


Tapi Jizzy tidak menyahutnya, dan terus tertidur lelap. Zavier pun kemudian memutuskan untuk membersihkan diri dulu. Dan kemudian nanti ia akan merawat istrinya yang sakit.


Untuk kali ini Zavier tak terlalu lama menghabiskan waktunya di kamar mandi, ia ingin segera selesai dan segera melihat keadaan Jizzy. Dan sampai ia selesai mandi, Istrinya itu masih belum bergerak dari posisi tidurnya. Zavier kemudian meminta pelayan menyiapkan bubur, yang sebelumnya ia sudah minta pada pelayan untuk menyiapkannya. Tak lupa, ia juga meminta kepada kepala pelayan untuk menyiapkan obat untuk Jizzy.


Setelah semuanya siap, Zavier pun mendekati Jizzy dan membangunkannya perlahan. "Jizzy, bangunlah makan dan minum obatmu," ucap.Zavier sangat lembut dan duduk di samping Jizzy yang baru saja menggerakkan tubuhnya.


Mendengar ada suara yang memanggilnya, Jizzy pun terbangun. Matanya terasa enggan untuk dibuka, kepalanya pun terasa sangat berat. Tapi ia memaksakan dirinya untuk bangun. Apalagi melihat wajah tampan suaminya yang seolah memberikan tenaga padanya.


"Zavier," panggilnya lemas.


"Ayo bangunlah, makan dulu kau harus minum obatmu,'


"Apa obatnya pahit?" tanya Jizzy.


"Jika kurang asin kau bisa menambahkan garam," jawab Zavier, Jizzy yang tadinya akan terharu dengan kelembutan Zavier pun akhirnya hanya bisa mencebikkan bibirnya kesal. Ia tak bisa melawannya walaupun hanya dengan bicara, tubuhnya terlalu lemas ditambah kepalanya yang terasa berat dan sakit membuatnya hanya mampu terdiam, saat suaminya ini mengatainya dengan kata-kata yang mampu menguji mentalnya.


"Ayo makan," Zavier pun menyendokan bubur itu perlahan dan menyuapkannya pada mulut Jizzy.


Jizzy pun menerima suapan itu, dan berharap jika rasa sakitnya tidak berkepanjangan. Ia tidak mau hanya diam saja, saat makhluk cantik yang sedang menyuapinya ini menganiaya otaknya dengan mulut pedasnya.


"Kenapa buburnya hanya sedikit, aku tidak akan punya tenaga jika hanya makan semangkuk bubur,"


"Kau sakit, tapi makanmu seperti kuda," ucap Zavier merasa heran dengan tingkah Jizzy, karena biasanya jika seseorang sedang sakit maka ia akan susah makan. Tapi kenapa dia makan banyak sekali pikirnya. Tapi tak apa, bagus jika ia makan banyak. Karena itu artinya ia akan segera sembuh.


Setelah menghabiskan dua mangkuk bubur, Jizzy pun kemudian meminum obatnya dengan bantuan pisang. Karena ia sangat sulit menelan obat yang rasanya sangat pahit itu.


"Minum obat saja sangat merepotkan! Apa kau tidak bisa langsung menelannya saja!" kesal Zavier karena Jizzy membutuhkan orang waktu yang lama untuk menelan sebuah tablet kecil.


"Tidak bisa, obat itu rasanya sangat pahit. Sangat beda dengan dirimu yang terlihat sangat manis,"


"Apa kau bilang?"


***

__ADS_1


Doakan novel ini lolos ya semuanya 😘😘😘


__ADS_2