
Cahaya sang surya sudah menyinari sebagian penduduk bumi, cahayanya yang menghangatkan terasa bagaikan semangat baru dalam menjalani hari yang baru.
Sepasang suami istri yang baru saja selesai bersiap untuk melakukan kegiatannya seperti biasa, baru saja turun dari kamar dan hendak pergi sarapan bersama.
Banyak sekali kemajuan dari hubungan mereka ini, selain kini mereka rajin bercocok tanam. Kini kadar bertengkar pun sudah mulai berkurang, karena kini makhluk pecinta karbol itu mempunyai hobi yang baru. Yaitu minum susu murni langsung dari pabriknya, karena setelah tahu rasanya. Makhluk cantik itu menjadikan acara minum susu menjadi ritual setiap hari yang tak boleh ia lewatkan. Karena itu bisa membuat tubuhnya menjadi lemas, akibat kekurangan nutrisi.
"Zavier, ini jusnya." ucap Jizzy menyodorkan satu gelas jus jeruk untuk suaminya. Jizzy merasa heran karena, setiap pagi suaminya ini selalu minum jus jeruk. Padahal biasanya ia selalu minum kopi atau susu kesukaan. Ia tidak tahu saja, jika kini sarapannya sudah berganti menu. Sejak tahu rasanya bermain jungkat-jungkit, sejak itulah menu sarapan dan kegiatan sebelum tidur menjadi berubah.
"Terima kasih," ucap Zavier sambil tersenyum ke arah Jizzy, membuat putri permen kenyal ini rasanya ingin melayang-layang saja.
"Sama-sama sayang," jawabnya dengan mesra.
Mendengar panggilan sayang dari mulut kecil Jizzy membuat Zavier merasa terharu sekaligus malu, tak pernah ia sangka jika ia akan menyukai gadis yang sangat ia benci dan juga ia hindari selama ini.
Mungkin dengan seiringnya waktu berlalu, dan juga seringnya mereka menghabiskan waktu bersama membuat sebuah rasa menjadi timbul dalam hati mereka masing-masing.
Sarapan mereka pun dipenuhi oleh rasa cinta dengan taburan bunga-bunga asmara, yang sejak tadi bertebaran di hati mereka berdua.
***
Di kediaman Guntara, semua keluarga pun sedang berkumpul. Mulai dari pasangan legendaris Narayan, yaitu Nara dan juga Rayan serta Reyhan dan juga Naila, beserta anak dan menantunya. Tak lupa anak bungsu dari Zayan dan juga Zaira, adik daro Zavier yaitu Zeila yang baru duduk di bangku SMU.
"Zeila sayang, kenapa kau terlihat sangat tidak bersemangat?" tanya Nara pada cucu perempuannya itu.
"Aku merindukan kakak-ku, sejak menikah ia tidak pernah pulang. Apa kini ia sudah lupa pada keluarganya," ucap Zeila sambil mengerucutkan bibirnya kesal. Selama ini hubungannya dengan Zavier, memanglah sangat dekat. Akan tetapi, sejak menikah Zavier memang sangat sibuk tapi ia juga selalu menghubungi keluarganya sesekali. Kepada adiknya juga ia selalu mengkhawatirkan adik kesayangannya itu. Namun, sejak menikah perhatiannya terhadap Zeila menjadi berkurang. Itu karena sejak menikah, Zavier sangat fokus menjaga Istrinya, Jizzy.
"Istrinya itu sangat cantik, mana mungkin dia mengingat gadis cengeng sepertimu," ejek Rey pada Zeila.
"Apa! Cantik dari mana? Lagi pula bukankah selama ini kalian juga tahu, kalau Kakak-ku itu sangat tidak menyukai permen kenyal itu!"
__ADS_1
"Yang jelas, sekarang kakak-mu itu bahagia dengan istrinya. Sudahlah jangan mengganggunya, ada Kakak Rey yang tampan yang akan menggantikan Zavier. Selama aku belum menikah, aku akan selalu menjagamu," ucap Rey pada adik sepupunya itu.
Namun, bukannya senang Zeila malah mencebikkan bibirnya. Rey memang baik dan juga asik. Akan tetapi, tetap saja tidak ada yang bisa menggantikan posisi kakaknya Zavier, di hatinya.
"Aku tidak mau, aku mau kakak-ku. Nanti pulang sekolah aku akan ke kantor dan menemuinya. Boleh kan, Dad?" tanyanya pada Zayan.
"Tidak masalah selama kau tidak membuat masalah," jawab Zayan.
"Opa!" rengeknya pada Rayan.
"Mainlah, tapi jangan nakal di sana. Dan jangan ganggu kakak-mu, mengerti," ucap Rayan tersenyum sambil membelai rambut cucu perempuannya itu, yang duduk di sampingnya.
"Terima kasih, Opa memang yang terbaik. Tidak seperti Daddy,"
"Jangan mulai Tweety!" jawab Zayan.
*
*
*
"Hei Paman kau mau ikut masuk?" tanya Zeila.
"Jangan panggil aku Paman, aku bukan penjual cilok!" kesal Theo, yang tak suka dengan panggilan yang Zeila sebutkan barusan.
"Baiklah, kau mau ikut masuk tidak The ..."
"Theo ... panggil aku Theo, apa begitu susahnya kau menyebut namaku!"
__ADS_1
"Takut terdengar tidak sopan," jawabnya sambil tertawa dan pergi begitu saja setelah membuat Theo kesal.
"Keponakanku memang garam!"
Zeila pun kemudian langsung pergi naik lift untuk pergi menemui Zavier di ruangannya. Ia melangkah dengan sangat riang, hingga rambutnya yang dikucir kuda bergerak kesana-kemari. Ia sangat bahagia karena sebentar lagi ia akan menemui kakak-nya.
Selama ini mereka hanya saling bertegur sapa saja lewat ponsel, dan jarang sekali bertatap muka. Itu karena Zavier sangat sibuk, dan jika diajak ke rumahnya oleh Zaira. Gadis bermata indah itu selalu menolak, karena ia ingin jika kakak-nya lah yang menemuinya. Akan tetapi, semakin ia tunggu semakin lama kakak-nya itu tak datang.
Akhirnya Zeila pun menyerah dan mengalah, ialah yang menemui kakak-nya duluan, itu pun ia tak memberikan kabar sebelumnya karena ia ingin memberikan kejutan.
Saat sudah dekat dengan ruangan Zavier, ia memelankan langkahnya dan mengendap-endap agar Zavier tak mengetahui kedatangannya.
Hingga akhirnya saat ia sudah berada tepat di depan ruangan kakak-nya, ia pun kemudian masuk ke ruangan Zavier tanpa mengetuk pintu dulu.
"Kakaaaaakkkk ..." teriaknya memanggil Zavier.
Zavier yang sedang memeluk istrinya yang juga baru datang pun terkejut melihat adik kecilnya datang. Sehingga Zavier pun melepaskan pelukannya pada Jizzy dan kemudian berbalik memeluk Zeila.
Jizzy yang sedang menikmati pelukan hangat suaminya pun, merasa terkejut sekaligus merasa terganggu dengan kedatangan dari adik iparnya yang menyebalkan ini. Ya ... sejak dulu Jizzy dan juga Zeila tak pernah akrab. Jangankan mengobrol saling bertegur sapa pun mereka merasa enggan.
"Zeila," panggil Zavier sambil memeluk adiknya.
Zeila yang tadinya merasa senang karena akan bertemu dengan kakak-nya, mendadak menjadi sebal karena melihat Jizzy yang juga berada di sana.
Gadis remaja itu tak suka saat melihat Zavier sedang memeluk Jizzy, ia tak terima kakak-nya yang tampan itu memeluk perempuan yang selama ini menjadi rivalnya.
Dan tatapan maut pun, ia tujukan pada Jizzy membuat putri dari planet Jupi-jupi itu tak terima dan membalas tatapan Zeila tak kalah sengitnya.
'Lihat saja, tidak akan aku biarkan kau merebut kakak-ku dasar permen gatal,' batin Zeila.
__ADS_1
'Kau ingin merebut suamiku bocah nakal, lihat saja akan ku buat kau kebakaran bulu kaki karena sudah berani menggangguku,' gumam Jizzy dalam hati.