Beautiful Boy (Suamiku Pria Cantik)

Beautiful Boy (Suamiku Pria Cantik)
Bab 31


__ADS_3

Melihat anaknya hanya kelelahan, akhirnya Moza pun bisa bernapas dengan lega. Ia pun kemudian memutuskan untuk menunggu anakya bangun saja, lagi pula sudah lama ia tidak bertemu dan juga bercengkkrama dengan bebas dengannya. Seperti yang ia lakukan sebelum putrinya menikah. Moza merindukan masa-masa dimana mereka sering berbagi cerita bersama. Ia tak pernah menyangka jika putrinya akan menikah secepat ini.


Moza menunggu Jizzy bangun sambil bermain sosial media saja, seperti yang sering ia lakukan saat di rumah. Ia juga membeli barang-barang yang ia inginkan, secara online. Sudah lama juga ia tak pernah pergi berbelanja. Padahal meskipun saat itu perusahaan sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja. Akan tetapi, Jupiter tak pernah membatasi keinginan anak dan istrinya.


Setelah sekitar satuu jam Moza menunggu, akhirnya putrinya itu bangun juga. Jizzy sangat senang melihat Moza ada di rumahnya, ia juga sangat merindukan wanita yang telah melahirkannya ke dunia.


"Sejak kapan Bunda di sini?" tanya Jizzy pada Moza, sambil memeluk orang yang sangat ia rindukan itu.


"Mungkin sekitar satu jam yang lalu," jawab Moza


"Aihh, kenapa tidak membangunkkanku,"


"Mana Bunda tega, sepertinya kau juga sangat kelelahan,"


"Iya, karena semalam aku kurang tidur,"


"Bunda tidak menyangka, jika ayam cantik itu ternyata ganas juga," sindir Moza.


"Maksud Bunda suamiku?"


"Memangnyaa siapa lagi, satu-satunya ayam yang sangat cantiik itu kan suamimu. Karena planet Jupi-jupi milik Bunda itu sangatlah tampan,"


"Ahhh, dari mana Bunda tahu jika suamiku itu sangat ganas. Padahal aku tidak bercerita apapun pada Bunda, atau jangan-jangan Bunda mengintipku? Atau jangan-jangan Bunda juga memasang CCTV di kamarku?" tanya Jizzy panik, jangan sampai pertempurannya semalam ada yang melihatya. Itu akan sangat memalukan, dimana ia tak bisa menutupi ekspresi kenikmatannya.


"Enak saja, memangya Bunda tidak ada pekerjaan lain apa. Kenapa harus melihat orang lain, jika Bunda bisa melakukannya dengan papamu,"


"Aiihhh, lalu darimana Bunda tahu?"


"Mata Bundamu ini masih sangat normal, kau lihat sendiri saja bagaimana tubuhmu itu. Sudah mirip ayam masuk angin, patukan ayam cantik itu memang sangatlah luar biasa,"


Jizzy pun kemudian meraba lehernya, ia baru ingat jika semalam suaminya yang berasal dari keluarga Guntara itu, mendadak berubah menjadi tiitisan keluarga Cullen.

__ADS_1


"Ahh iya ya," raut wajah Jizzy berubah menjadi malu-malu kambing, membayangkan kegiatan panasnya semalam dengan Zavier. Hingga ia kelelahan dan tubuhnya juga terasa sangat remuk. Karena akibat dari serangan cinta Zavier. Apalagi, tadi ia megatakan jika nanti malam ia akan meminta lagi, membuat hati Jizzy merasa berbunga-bunga karena nanti malam ia akan kembali bermain jungkat-jungkit dengan suaminya.


Melihat kelakuan Jizzy, Moza hanya geleng-geleng kepala saja. Moza baru tahu, jikaa tingkat kemesuman putrinya ini menurun dari suuaminya.


*


*


*


"Jadi malam ini kau akan makan malam bersama dengan kekasihmu?" tanya Zavier pada Samuel.


Ditanya seperti itu, jantung Samuel terasa melayang-layang saking bahagianya mendapatkan sinyal bagus dari sang calon papa mertua. Itu berarti tak lama lagi status lajangnya akan berubah menjadi status suami, jiaaahhhhh, hati Samuel rasanya ingin melompat-lompat saja.


"I-ya Pak, Tuan Venus mengundangku untuk makan malam di rumahnya," ucap Samuel dengan senyum mengembangnya. Sungguh ia merasa sangat bahagia.


"Kemajuan yang sangat pesat, sepertinya sebentar lagi kau akan menjadi suami dari gadis galak itu,"


"Dari mana kau tahu, jika gadis galak itu manis? Memangnya kau pernah menggigitnya apa?" ucap Zavier asal, tapi tidak dengan penerimaan otak Samuel, yang saat kata-kata itu sampai ke otaknya. Pikirannya langsung bertraveling tentang rasa cinta. Bagaimana rasanya menggigit anak gadis orang, pasti itu akan sangat menyenangkan. Akan tetapi, jika Samuel sampai berani menggigit anak planet Pluto itu. Ia takut jika gelar calon menantu akan di hapus dari ingatannya.


Oh tidak-tidak, itu tidak boleh terjadi lebih baik ia tahan saja rasa penasarannya itu. Ia harus bersabar jika ingin tahu bagaimana rasanya menggigit seorang gadis.


Tak terasa waktu terus berlalu, warna langit sudah berubah. Matahari sudah berpindah kearah barat, meninggalkan sisa-sisa cahayanya yang berwarna jingga.


Zavier dan Samuel mulai berkemas untuk segera pulang ke rumah mereka masing-masing. Dan yang paling penting adalah mereka berdua akan pergi menemui penghuni hati mereka yang kehadirannya selalu memberikan warna pada hidupnya.


"Kau bisa pulang dengan mobil kantor Sam," ucap Zavier.


"Tapi Pak, memangnya anda akan pulang sendiri? Memangnya tidak apa-apa jika saya tidak mengantar anda?" tanya Samuel pada Zavier, karena tak biasanya jika bosnya itu akan pulang sendiri. Karena setiap hari ialah yang mengantarnya pulang.


Bukannya Samuel tak memiliki kendaraan, akan tetapi jika bekerja ia memakai mobil Zavier yang ia gunakan untuk mengantar jemput bosnya.

__ADS_1


"Tidak masalah, pulanglah. Mandi yang bersih dan siapkan dirimu untuk menghadapi planet Pluto itu. Kau tahu kan bagaimana sikap dari calon mertuamu itu?" ucap Zavier sambil tergelak, membayangkan Samuel yang polos akan berhadapan dengan Venus si planet gila.


"Anda benar, saya harus mempersiapkan diri dengan sangat baik. Tapi ..."


"Tapi apa?" tanya Zavier menghentikan langkahnya dan menatap Samuel yang kini terlihat bingung.


"Apa menurut anda saya ini tampan?" tanya Samuel.


"Apa! Oh astaga, kau memang sangat menyebalkan kenapa kau bertanya seperti itu padaku? Asal kau tahu saja aku ini bukan pemakan pisang, jadi kenapa kau meminta pendapatku tentang wajahmu. Kau memang tampan, tapi aku jauh lebih tampan darimu Sam. Kau ingat itu, aku lebih tampan darimu!" kesal Zavier, tapi tak urung ia menjawab pertanyaan dari Samuel meskipun harus memutar dulu jantungnya. Tapi tak apa, setidaknya Samuel sudah memiliki jawaban jika dirinya adalah pria tampan. Jadi, ia merasa sangat percaya diri sekarang.


Bukan apa-apa, masalahnya putri planet Pluto itu sangat cantik, ia takut jika ia berubah pikiran karena merasa tak cocok dari segi wajah dan juga penampilan.


"Sam kenapa kau diam saja! Apa kau tidak mau mengakui jika wajahku ini jauh lebih tampan darimu!"


"Oh astaga, anda tampan Pak bahkan sangat tampan. Saking tampannya wajahmu terlihat cantik dan sangat menggemaskan," jawab Samuel sambil tertawa, berharap bos ya ini bahagia dengan kejujurannya yang mengatakan jika ia pria berwajah cantik.


Tapi sepertinya kejujuran Samuel, membuat makhluk karbol itu kesal. Ia tak terima dikatakan seperti itu. Karena menurut Jizzy semalam ia sangat gagah dan perkasa. Mana ada pria gagah terlihat cantik pikirnya, otak asistentnya ini sepertinya harus dicuci agar bisa melihatnya dengan jelas.


"Kau jangan berbohong Sam, aku tahu kau iri dengan ketampananku tapi tak perlu juga mengatakan jika aku ini cantik. Sebaiknya kau basuh otakmu itu. Agar kau bisa melihat dengan jelas bagaimana gagahnya aku!" ucap Zavier sambil pergi dan menggerutu tak jelas.


"Seharusnya tadi aku berbohong saja," gumam Samuel, sedangkan Zavier jadi ingin segera pulang untuk membuktikan kegagahannya lagi dalam bercocok tanam.


*


*


*


Jangan lupa dukungannya ya, kalau dukungannya kenceng Mimin juga up nya kenceng. Jangan lupa vote ya 🤗😘😘


Sambil menunggu novel Mimin up, mampir dulu di karya temen aku ya 😚😚

__ADS_1



__ADS_2