Beautiful Boy (Suamiku Pria Cantik)

Beautiful Boy (Suamiku Pria Cantik)
Bab 42


__ADS_3

"Jadi orang yang Papa maksud itu Rey?" tanya Arumi saat sedang makan malam dengan Kinan dan Alex di rumahnya.


"Iya, Papa kan bilang kalau bos mu nanti anak dari cucu dari sepupu nenekmu," ucap Alex.


"Ahhh, rupanya Papaku sudah terkontaminasi corong merah!" jawab Arumi.


"Hei apa itu corong merah?" tanya Alex tak tahu tentang konten yang membuat, hati para penontonnya bisa panas dingin. Persis seperti es batu dan es krim yang sedang dimasak di atas tungku.


"Kesukaan Mamah," jawan Arumi asal.


"Apa! Astaga ...sayang jangan bilang kau punya penghuni lain di hatimu!" pikiran Alex sudah kemana-mana, ia sangat takut jika istrinya memiliki sebuah PIL kehidupan yang lain dalam hidupnya. Ia tak terima, istri yang sangat ia cintai itu berselingkuh dengan pria lain.


"Penghuni apa?" tanya Kinan tak paham.


"Apa kau punya PIL?" tanya Alex.


"Ada di kamar, di dalam lemari," jawab Kinan polos.


"Apa!!! Dimana dia biar aku makan PIL itu! Berani sekali dia menghuni hatimu!" tiba-tiba saja mantan jomblo itu sangat marah, membuat Arumi dan Kinan terkejut.


Alex yang tiba-tiba marah pun langsung pergi meninggalkan meja makan, dan menuju kamarnya dengan Kinan.


"Sayang kenapa kau marah?" tanya Kinan sambil mengejar suaminya ke kamar, dan kini Alex malah membuka seluruh lemari pakaiannya untuk mencari PIL yang di miliki oleh Kinan. Setidaknya itulah yang ada dalam pikiran Alex saat ini.


"Aku mencari PIL itu, dimana kau sembunyikan!"


"Oh ya ampun, jadi kau sedang mencari PIL. Kenapa tidak bilang," ucap Kinan, kemudian ia pun pergi mendekati lemari dan membuka sebuah laci, dan memberikan beberapa pil yang selalu ia minum pada Alex.


"Kau mencari ini sayang?" tanya Kinan.


"Aku mencari PIL milikmu!"


"Tapi ini PIL milikku, ini pil kb sayang. Apa kau berencana untuk mempunyai bayi lagi? Kalau kau ingin punya anak lagi, aku akan berhenti meminumnya," ucap Kinan lembut seperti biasa.

__ADS_1


"Jadi yang kau maksud ini adalah pil ini, bukan PIL Pria Idaman Lain?" tanya Alex.


"Pria Idaman Lain?" tanya Kinan, yang kini baru paham kenapa suaminya ini marah. Jadi, ia salah paham tentang pil yang ia maksud. Oh ya ampun, kenapa suaminya ini manis sekali pikir Kinan.


"Jadi, tadi kau marah karena kau cemburu?" tanya Kinan.


"I-iya, tentu saja aku cemburu. Aku tidak suka jika ada laki-laki lain yang menjadi idamanmu," jawab Alex sambil menahan malu, wajahnya kini terasa kebas bahkan tubuhnya lemas. Gara-gara si corong merah ia jadi salah paham.


"Ya ampun, kau manis sekali," ucap Kinan lembut dan terkekeh, saat melihat suaminya yang garang ini cemburu. Ia pun kemudian memeluk tubuh suaminya yang kokoh itu,. hingga tubuh kecilnya tenggelam di sana.


"Aku sangat mencintaimu Kinan, aku takut kehilanganmu." Alex pun membalas pelukan Kinan.


"Aku juga," jawab Kinan.


Melihat kelakuan orang tuanya, Arumi hanya menghela napas kasar. Papanya memang terlihat dingin, garang dan menakutkan. Tapi jika sudah di hadapan Kinan, mamahnya. Maka Alex akan berubah menjadi kucing lucu yang menggemaskan.


"Oh ya ampun," gumam Arumi sambil pergi meninggalkan kedua orang tuanya, yang sedang berpelukan.


"Jangan lupa tutup pintunya sayang, Papa ada urusan sebentar dengan Mamah," ucapnya pada Arumi.


***


Kediaman Guntara


"Kenapa Daddy tidak bilang kalau yang bekerja menjadi asistennku itu Arumi," ucap Rey pada Rafasya. Kini ayah dan anak itu sedang menghabiskan waktunya berdua untuk minum kopi panas, di taman belakang rumahnya.


"Memangnya kenapa? Jangan bilang kau lupa wajahnya," jawab Rafa.


"Dia berbeda Dad, seingatku dia memakai kacamata dan giginya juga memakai pagar," jawab Rafa, karena memang begitu keadaannya. Arumi sangat berbeda dengan Jizzy dan juga Zia yang modis. Ia malah terlihat seperti gadis culun, padahal wajahnya sangat cantik. Tapi selalu berpenampilan seperti itu.


"Oh ya, Mommy mu bilang memang sejak beberapa bulan lalu ia mengubah penampilannya. Karena ia ingin bekerja, juga dituntut untuk memiliki penampilan yang menarik,"


"Pantas saja dia terlihat berbeda sampai aku tidak mengenalnya, bahkan sekarang rambutnya pun lurus. Tidak terlihat seperti mie tek-tek lagi,"

__ADS_1


"Dia sangat cantik, kan? Tidak masalah dia sepupu jauh, kalau silsilah kalian dibuat diagram. Maka kalian akan berada di dua ujung, kau selatan dan dia utara," jawab Rafa, karena memang mereka sepupu jauh, dan sama sekali tidak ada hubungan darah.


"Kenapa diagramnya terdengar seperti arah mata angin,"


"Sudahlah, sebenarnya apa kau tidak mau dia menjadi asistenmu?" tanya Rafa.


"Bukan begitu Dad, sebenarnya ada hal penting yang harus Daddy tahu tentang dia,"


"Apa itu?" tanya Rafa penasaran.


"Dia tahu aibku," bisik Reyzi.


"Apa! Memangnya apa yang kau lakukan? Apa kau pernah bercocok tanam di lahan orang, dan dia melihatnya! Astaga Rey, kenapa kau biarkan burungmu itu terbang sembarangan! Kenapa kau ini nakal sekali, jika Mommymu tahu kau akan habis!" Rafa sangat panik mendengar kenakalan putranya itu.


"Bukan itu Dad, burungku itu pemalu mana tahu dia bercocok tanam itu apa,"


"Kudet sekali burung pipitmu itu, oh ya apa yang anaknya Alex ketahui tentangmu?"


"Dulu dia pernah melihatku mengomp0l!"


"Astaga!"


"Dan itu semua salah Daddy,"


"Kenapa jadi salahku, burungmu yang pendiam tapi membuat malu. Kenapa jadi aku yang salah?" jawab Rafa tak terima dengan apa yang diucapkan oleh anaknya itu. Dia yang memalukan tapi dirinya yang disalahkan. Dasar Ferguso ... Louis Fernando tak terima di salahkan begitu saja.


"Itu karena Daddy, lupa memakaikan aku diapers! Jadi aku mengomp0l di sekolah. Padahal Mommy sudah memberi tahu Daddy berulang kali. Tapi Daddy tidak memperhatikan!" Saat itu Rheina sedang sakit, jadi segala persiapan sekolah Reyzi. Disiapkan oleh Rafa.


Rafa yang saat itu, masih selalu mengomp0l di celana memang harus selalu memakai diapers saat sekolah. Kejadian itu terjadi, terjadi saat Rafa masih sekolah di sekolah Taman Kanak-kanak.


Tapi kejadian itu sangat membekas di dalam pikiran Rey, untung saja saat itu hanya Arumi saja yang melihatnya. Jadi, ia masih bisa terselamatkan dari rasa malu. Karena Rafa menjemputnya ke sekolah, ia mendapatkan laporan jika anaknya mengompol dan tidak ada satu orang guru pun yang bisa membujuknya.


"Itu sangat mengerikan Rey," ucap Rafa.

__ADS_1


"Memang sangat mengerikan, selama ini aku selalu menghindarinya dan tidak mau bertemu dengannya. Karena aku masih trauma Dad. Aku malu bahkan sangat malu, dan sekarang dengan kejamnya kau meminta dia menjadi asistenku. Itu berarti aku harus melihatnya setiap hari," kesal Reyzi pada Rafa.


__ADS_2