Beautiful Boy (Suamiku Pria Cantik)

Beautiful Boy (Suamiku Pria Cantik)
Bab 41


__ADS_3

Mendengar ada keributan, Reyzi pun segera menghampirinya. Dan benar saja adik sepupunya ini sedang bertengkar dengan seorang gadis. Dan yang membuat Reyzi malu melihatnya adalah, mereka sedang berebut sebuah benda keramat bulanan seorang perempuan. Astaga ada-ada saja pikirnya.


"Ze, ada apa? " tanya Rey, jujur saja ia curiga jika sepupunya inilah yang memulai masalah duluan. Karena jika orang lain yang memulainya, kemungkinannya sangat kecil. Mengingat jika sepupunya ini senang sekali membuat masalah, dimana pun dengan siapa pun.


Sejenak mereka berdua pun berhenti saling tarik menarik, dan melihat ke arah Reyzi. Untung saja saat itu mini market itu sedang sepi pengunjung, jika tidak Rey pasti akan merasa sangat malu.


"Kak orang ini mau merebut belajaanku, " ucap Zeila mengadu.


"Lebih tepatnya kau mengambil itu i dari keranjangku!" ungkap gadis itu.


"Kau kan belum membayarnya, jadi semua orang berhak mengambilnya! Memangnya mini market ini milikmu apa!"


"Oh astaga!" gadis yang kesal itu langsung merebut benda yang direbut oleh Zeila. Dan kemudian menoyor kening Zeila, sampai jatuh terjengkang.


"Kakaaaaakk ..."


Belum puas sampai di sana, gadis itu pun menendang kaki Rey sampai mengaduh. Tendangannya cukup keras, hingga Rey pun meringis kesakitan.


"Aarrrghhh... astaga apa kau pemain sepak bola!" ucap Rey sambil mengangkat kakinya, yang sakit akibat tendangan dari gadis itu.


"Itu balasan untuk kalian! Dan kau! Sebagai seorang kakak kau tidak bisa mendidik adikmu dengan benar! "


"Oh ya ampun, semua ini gara-gara kau Ze! " kesal Rey, setiap membawa Zeila keluar, dia pasti akan mendapatkan kesialan.


"Kenapa Kak Rey, jadi menyalahkanku!"


"Kau memang salah, kenapa harus mengambil belanjaannya! Kenapa tidak cari yang lain saja! "


"Stoknya habis, aku suka pakai merk itu," rajuk Zeila.


"Bukan berarti kau harus mengambil punya orang! Dasar anak nakal!"


"Benda itu belum dibayar, jadi bukan miliknya!


"Oh ya ampun, aku ingin sekali melempar gadis ini ke hutan agar di makan oleh gorila yang lapar!"


Sampai mereka selesai belanja, Rey terus mengomel pada Zeila yang sudah bersikap tidak baik pada orang lain. Rey, benar-benar tidak habis pikir. Kenapa Zeila memiliki perangai yang sangat buruk. Padahal orang tuanya serta Zavier kakaknya, sangat baik dan selalu menghargai orang lain. Tapi kenapa Zeila sangat berbeda, dan sikapnya selalu saja menyebalkan. Astaga, jika begini terus Rey ingin pindah planet saja. Agar terhindar dari gangguan adik sepupunya ini.


*

__ADS_1


*


"Kalian dari mana?" tanya Rheina, yang cemas tak mendapati anaknya di kamar. Begitu pun dengan Zaira, ia. cemas saat melihat anak gadisnya tak berada di kamarnya.


"Mengacaukan hidup orang," jawab Rey yang masih kesal pada Zeila.


"Apa?" tanya Rheina bingung, sedangkan Zaira, ia sudah bisa menebak jika anaknya pasti membuat masalah di luar, dan Rey yang kena getahnya.


"Zeila ..." tegur Zaira.


"Aku mengantuk Mom... " jawabnya sambil berlari ke kamarnya. Zeila tahu jika sebentar lagi ceramah Zaira akan keluar, untuk itu ia bergegas lari ke kamarnya.


"Maafkan Zeila, Rey." ucap Zaira tulus.


Melihat Zaira yang tidak enak padanya, Rey pun tidak tega karena Zaira tak bersalah. Zeila lah yang egois, "Tidak apa-apa Aunti, Aunti tidak bersalah," ucap Rey tersenyum.


"Terima kasih Rey, Aunti pamit duluan ya." Zaira pun segera pergi meninggalkan Rheina dan Reyzi, untuk pergi ke kamarnya. Sepertinya kelakuan anaknya semakin parah dan harus cepat ditindak, dan ia akan membicarakan hal ini dengan Zayan.


*


*


Keesokan paginya, semua tampak biasa tidak seperti terjadi apa-apa. Rey dan Zeila pun sudah tampai biasa saja, dan tidak marah lagi seperti semalam. Begitulah mereka, sering bertengkar akan tetapi juga mereka akan dengan mudahnya akrab kembali.


"Benarkah?"


"Dan kau jangan khawatir, karena kinerjanya pasti akan sangat bagus. Karena ia dilatih oleh seorang asisten yang sangat hebat,"


"Baiklah, terima kasih Dad. Aku percaya rekomendasimu," jawab Rey, ia senang karena akhirnya ada orang yang akan membantunya bekerja nanti.


"Kak Rey, antar aku ke sekolah ya" bujuk gadis itu, memang setelah Zavier menikah. Gadis remaja ini memang selalu manja padanya. Dan Rey pun tak mempermasalakannya, karena Zeila sudah seperti adiknya sendiri. Sayangnya sifatnya yang buruk membuat Rey selalu kesal. Ia bukan Zavier yang penyabar dalam menghadapi Zeila.


"Tidak mau, hari ini aku sibuk!" jawab Rey, karena memang hari ini ia sedang buru-buru.


"Menyebalkan!"


*


*

__ADS_1


Rey kini sudah berada di kantor, dan segera menuju ke ruang kerjanya. Ternyata di sana sudah ada meja baru yang menang sengaja disiapkan untuk asistenya. Ia memang ingin satu ruangan saat ia bekerja nanti, itu agar ia bisa dengan mudah jika memerlukan bantuan darinya.


Mejanya masih kosong, mungkin asisten barunya belum datang. Atau mungkin karena ia berangkat terlalu pagi pikirnya.


Baru saja ia hendak duduk, pintu ruangannya di ketuk oleh seseorang. Rey pun kemudian mempersilakannya masuk, dan ternyata itu adalah Samuel yang diikuti oleh seorang gadis di belakangnya.


Tunggu dulu sepertinya ia pernah melihat gadis itu, tapi dimana dan siapa dia pikir Rey.


"Kau membawa siapa, Sam?" tanya Rey sambil terus menelisikk gadis yang ada di samping Samuel.


"Perkenalkan Tuan, dia adalah Arumi asisten pribadi anda. Mulai saat ini Arumi akan membantu anda untuk menyelesaikan pekerjaan anda, dan juga akan mengatur jadwal anda. Anda jangan khawatir, meskipun Arumi masih muda tapi ia sudah terlatih untuk menjadi asisten yang baik, karena dia adalah putri dari Pak Alex, asisten handal dari Tuan Jupiter," terang Samuel panjang lebar menerangkan siapa dia.


"Baiklah Sam, terima kasih. Kau boleh pergi," ucap Reyzi.


"Baik,"


Setelah Sam pergi, Reyzi pun mulai bertanya pada Arumi karena kini ia ingat dimana ia pernah melihatnya.


"Aku pikir kau seorang pemain bola, kau tidak salah alamat kan?" tanya Reyzi, ia masih ingat bagaimana kuatnya tendangan Arumi. Bahkan pagi ini kakinya masih terasa sakit akibatnya.


"Maafkan aku soal semalam, semalam aku benar-benar kesal,"


"Aku juga,"


"Adikmu itu aneh dan menyebalkan, "


"Memang,"


"Jadi... "


"Jadi apa?" tanya Reyzi.


"Kau tidak akan memberitahu Papaku kan, kalau semalam aku menendangmu,"


"Aku pikir-pikir dulu,"


"Aihhh.. "


"Jadi, kau gadis kecil yang selalu ingusan itu ya?" ucap Reyzi sambil tertawa, karena saat mereka kecil dulu. Mereka semua sering bertemu, dan bermain bersama. Namun, setelah mereka mulai sekolah mereka semua jarang sekali bertemu. Reyzi masih sangat ingat bagaimana Arumi kecil yang selalu mengeluarkan ingus jika menangis.

__ADS_1


"Dan kau juga anak yang suka mengompol di celana, meskipun kau sudah besar. Bagaimana, apa sekarang kau masih memakai Diapers?" balas Arumi.


"Oh ya ampun ..."


__ADS_2