Beautiful Boy (Suamiku Pria Cantik)

Beautiful Boy (Suamiku Pria Cantik)
Bab 26


__ADS_3

Mereka berdua terkejut saat melihat mobil yang mereka tumpangi telah dikepung oleh banyak mobil. Setelah itu orang-orang berpakaian hitam keluar dari mobil itu dan mengelilingi mobilnya.


Kedua orang itu terkejut, ternyata mereka jauh lebih cepat dari yang ia perkirakan. Baru saja mereka mendapatkan kabar jika keberadaannya tengah dilacak, dan tak menunggu lama mereka sudah dikepung begitu saja. Sepertinya orang-orang itu tersebar di semua penjuru, hingga bisa dengan mudah menemukan mereka.


"Keluar kalian sekarang juga!" teriak Jupiter, ia sudah sangat tidak sabar ingin memberikan pelajaran pada orang-orang yang telah berani menculik putrinya yang sangat ia sayangi dan cintai.


Karena tidak ada lagi yang bisa mereka berdua lakukan, akhirnya mereka pun memutuskan untuk keluar dari mobilnya. Tak mungkin mereka berdua bisa melarikan diri dalam keadaan seperti ini. Yang ada keadaannya akan membuatnya semakin runyam saja.


Saat melihat wajah kedua orang itu, Jupiter langsung memandangnya dengan sangat sinis. Ternyata benar dugaannya, jika Cindy lah dalang dibalik penculikan Jizzy, dan juga orang yang menjadi penyebab dia kecelakaan.


"Apa sebenarnya maumu!" sentak Jupiter.


Bukannya takut, justru Cindy malah menatap Jupiter dengan sangat sinis. Sungguh ia sangat membenci pria, yang dulu namanya pernah terukir dengan sangat indah di hatinya.


"Keinginanku sangat sederhana, yaitu membuat hidupmu menderita," sinisnya.


"Sepertinya, penyakit gil@mu belum sembuh!"


"Kau pikir gara-gara siapa aku menjadi seperti ini! Ini semua karena dirimu yang tak mau menerima cintaku. Hingga hidupku menjadi sangat menderita!"


"Kau memang tidak pernah waras!"


"Semua ini salahmu Jupiter!"


"Tangkap mereka berdua!"


"Tunggu, aku tidak ada hubungannya dengan semua ini!" ucap Reno Papanya Rendra.


"Sayang sekali aku tidak percaya!" geram Jupiter.


Tanpa bisa melawan Jupiter dan anak buahnya, menyeret mereka berdua. Cindy terus memberontak dan mencoba melepaskan dirinya dari seretan anak buah Jupiter.


"Kau tidak bisa menangkapku! Anakmu masih ada dalam cengkramanku!" teriak Cindy.


"Kau tidak usah khawatir, karena suaminya sedang dalam perjalanan untuk menyelamatkannya,"


"Maksudmu pria yang takut dengan kecoa itu, akan menyelamatkan putrimu?" Cindy terbahak-bahak menertawakan Zavier, karena dari data yang ia dapatkan. Zavier tak lebih dari seorang pria lemah yang tak berdaya di mata Cindy.


"Yang kau tahu dan kau lihat tak seperti yang terjadi sebenarnya, aku tidak mungkin mau menerima pria lemah untuk menjadi menantuku," ejek Jupiter.

__ADS_1


"Apa maksudmu?"


Jupiter tak menjawab dan malah menyuruh anak buahnya untuk menyeret Cindy dan juga kekasihnya, untuk memberikan perhitungan pada mereka berdua.


*


*


*


Di tempat lain, Zavier tengah menghajar semua orang-orang Cindy. Ia bahkan mampu melawan lebih dari sepuluh orang sekaligus. Dibantu oleh Samuel, ia bisa melumpuhkan semua orang di sana, kecuali Rendra yang melarikan diri. Dan itu semua atas perintah Jizzy, ia ingin membalas kebaikan Rendra karena telah menolongnya dengan memberikan makanan dan juga minum untuk Jizzy.


Dengan berat hati Rendra pun akhirnya pergi meninggalkan Jizzy, meskipun sebenarnya ia enggan pergi karena ingin terus bersama dengan Jizzy. Namun, Zavier tidak akan mungkin mau memaafkan Rendra yang ikut terlibat dalam penculikan Jizzy.


Saat mendengar keributan di luar, Jizzy yakin jika itu adalah orang-orang yang akan menyelamatkannya. Ia juga mendengar suara suaminya yang ia rindukan sejak hari kemarin. Jizzy sangat bahagia, karena sebentar lagi ia akan bebas. Akan tetapi, ia sadar jika saat ini Rendra sedang bersama dengan dirinya. Dan Jizzy bisa pastikan jika baik Jupiter maupun Zavier pasti tidak akan memaafkan siapapun orang yang terlibat dengan penculikannya. Untuk itu, ia meminta Rendra untuk pergi meninggalkannya dan menyelamatkan diri dari Zavier dan juga Jupiter. Anggap saja itu sebagai balasan kebaikan yang ia berikan pada Jizzy.


Untungnya saat Zavier masuk Rendra sudah pergi, dan tinggal Jizzy yang sedang terduduk dengan penampilan yang sangat mengkhawatirkan. Ia terlihat sangat kacau, hingga Zavier pun tak tega melihat istrinya sedang dalam keadaan duduk dan juga terikat tangan dan kakinya.


"Jizzy!" panggil Zavier yang panik dan langsung memeluknya. Zavier mendekap tubuh kecil itu dan memberinya ketenangan.


"Jangan takut, ada aku," ucap Jupiter.


"Dasar bodoh! Jangan panggil aku sapi, itu tidak keren," protes Zavier.


"Itu panggilan sayangku padamu,"


"Kenapa kau tidak panggil aku kerbau saja sekalian, aku merasa sangat feminim kau memanggilku dengan sebutan makhluk penghasil susu itu,"


"Panggilan itu tidak cocok untukmu, aku lebih suka memanggilmu sapi,"


"Terserah! Ayo kita pulang," Zavier pun kemudian menggendong tubuh Jizzy, karena ia terlihat lemas dan lemah.


"Zavier tidak usah menggendongku, biar saja aku jalan kaki" ucap Jizzy, yang kini berada dalam gendongan Zavier.


"Aku masih kuat menggendongmu, jadi diamlah. Memangnya kenapa kalau aku menggendongmu? Di rumah kau selalu minta gendong, padahal aku tidak mau,"


"Masalahnya aku belum mandi, aku malu,"


Zavier pun tersenyum melihat Jizzy yang menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Zavier.

__ADS_1


"Dasar permen kenyal,"


"Kau kan sapi cerewet yang selalu menyuruhku mandi,"


*


*


*


Di rumah semua orang sudah menunggu kedatangan Jizzy yang sudah berhasil diselamatkan. Moza dan juga yang lainnya mereka semua menunggu kedatangan Jizzy, dan tidak sabar untuk melihat bagaimana keadaannya sekarang. Termasuk Marvin dan Theo yang ikut khawatir mendengar Jizzy diculik.


Zia juga sudah diperbolehkan pulang, dan kini ia pun ikut berkumpul untuk menunggu kepulangan Jizzy.


Mendengar mobil datang, mereka semua langsung sumringah karena mengira jika Jizzy telah tiba. Mereka pun berdiri dan dengan segera berlari ke arah depan rumah untuk menyambut kepulangannya.


Melihat putrinya sudah kembali, Moza sangat bahagia. Ia tak berhenti menangis dan mengucapkan rasa syukur yang tak henti-hentinya pada Yang Maha Kuasa karena putrinya sudah kembali dengan selamat.


"Jizzy sayang, Bunda khawatir sekali padamu. Syukurlah, kamu sudah pulang dengan selamat,"


"Iya Bunda, aku sangat senang karena bisa kembali ke rumah,"


"Kau istirahatlah sayang," titah Moza.


Samuel pun tiba setelah mengarahkan anak buah Zavier, untuk pergi ke markas utama dan ikut andil dalam menjaga Cindy dan juga kekasihnya. Sebelum menyerahkannya ke pihak berwajib Jupiter dan Zavier ingin menghukum mereka berdua terlebih dahulu.


Samuel juga memberikan penjagaan yang lebih ketat lagi di rumah agar tidak ada orang luar yang bisa menyusup masuk ke dalam sana.


Melihat Samuel tiba dengan sangat keren, membuat Zia berlari dan memeluk Samuel dihadapan Theo. Hingga remaja itu harus merasakan kembali hatinya patah.


"Baru saja aku membalut hatiku, kini hatiku harus patah kembali," ucap Theo.


"Begitulah cinta, deritanya memang tiada akhir," jawab Marvin.


***


Siapa yang tahu kata-katanya Marvin 😆😆😆😆 berarti kita satu generasi wkwkwkwk.


Alhamdulillah semuanya ada kabar baik, kalau novel ini lolos di seleksi pertama. Mudah-mudahan bisa lolos sampai tamat ya, karena sekarang penilaiannya itu dari bab. Semakin banyak yang dukung, maka novel ini bisa bertahan ❤️❤️❤️

__ADS_1


Jadi baca cerita aku sampe tamat ya, makasih atas semua dukungannya 😘😘😘


__ADS_2