Beautiful Boy (Suamiku Pria Cantik)

Beautiful Boy (Suamiku Pria Cantik)
Bab 25


__ADS_3

Keesokan harinya, Jizzy masih belum ditemukan. Tapi mereka sudah mendapatkan sedikit petunjuk. Dan sedikit petunjuk itulah yang mereka manfaatkan sebaik-baiknya, untuk menemukan Jizzy.


"Jika tebakanku benar, dialah penculiknya. Sekarang cepat cari informasi tentangnya selama beberapa tahun ini. Aku ingin informasi yang sedetail mungkin, dan aku ingin anakku cepat kembali!" sentak Jupiter.


Akan aku buat perhitungan dengannya


Di ruangan yang gelap dan juga lembab, Jizzy masih dikurung di sana tanpa makanan dan juga minuman. Ia sengaja menyiksa Jizzy agar ia tak bisa melarikan diri, karena mereka tahu jika Jizzy orang yang cukup cerdik.


Dalam hati ia terus berharap agar suaminya atau papanya segera datang dan menjemputnya. Namun, sampai saat ini kedua orang yang sangat ia harapkan kedatangannya itu masih belum juga datang. Mungkin, orang yang menculiknya adalah orang yang cukup pintar hingga sampai saat ini, ia masih belum juga ditemukan.


Zia pun masih dirawat di rumah sakit, keadaannya sudah cukup membaik hari ini. Semalam, atau lebih tepatnya hampir pagi Samuel baru bisa menjenguk kekasih hatinya. Ia disibukkan oleh pencarian Jizzy yang sampai saat ini belum ditemukan.


Zia pun mengerti dan berharap jika sepupunya bisa dengan cepat ditemukan. Samuel berjanji akan menemukan orang yang telah membuat mereka berdua terluka.


*


*


*


Dalam keadaan yang sudah lemas, Jizzy tak bisa melakukan apa-apa selain hanya bisa berdoa agar bantuan bisa cepat datang. Ia sudah tak tahan dengan semua ini, perutnya lapar tenggorokannya kering dan bahkan ia hanya mempunyai sisa sedikit tenaga untuk menyelamatkan dirinya. Itu pun jika ia bisa melakukannya.


Seorang pria seusia Zavier tiba-tiba menghampirinya dan memberikan air dalam botol kemasan pada Jizzy. Jizzy menatapnya dengan penuh curiga, ia takut jika air yang ia berikan adalah air yang mengandung sesuatu yang membuat dirinya dalam bahaya.


"Minumlah," ucapnya Pada Jizzy, Jizzy hanya mendelik kesal pada orang itu. Ia memang tidak terlalu pintar tapi Jizzy tentu orang yang hati-hati dalam bertindak. Ia tak akan sembarangan, apalagi saat ini ia menjadi tawanan orang. Ia tak bisa percaya pada orang begitu saja.


"Aku tidak mau, aku tahu kau pasti sudah menaruh racun didalamnya kan!" sentak Jizzy dengan lemah.


"Aku tidak seperti itu, aku hanya ingin menolongmu. Memangnya kau tak ingin lari dari sini?" tanyanya, sambil menatap lekat pada Jizzy.


Cantik


Dalam hati ia sangat mengagumi gadis yang ada di depannya, memangnya siapa yang tak tertarik dengan pesona dari putri Jupiter ini. Ia adalah gadis yang sangat cantik.


"Bagaimana aku percaya padamu?" tanya Jizzy.

__ADS_1


Pria itu pun tersenyum dan kemudian membuka air minum yang belum terbuka itu. Setelah terbuka, ia pun kemudian meminumnya di hadapan Jizzy. Seolah-olah sedang membuktikan jika ia adalah orang baik dan tak jahat seperti orang yang menawan Jizzy.


"Kau lihat? Aku masih dalam keadaan baik-baik saja, jadi cepatlah minum sebelum kedua orang itu datang," ucapnya kemudian memberikan botol minuman itu pada Jizzy. Kedua orang yang dimaksud adalah seorang perempuan dan juga pria yang adalah ayahnya.


Ayahnya menjalin hubungan dengan perempuan yang sebenarnya tak ia kenal. Tapi ia tak perduli, sebelum ia membawa Jizzy dan menahannya serta memperlakukannya dengan sangat buruk.


Melihat air minum dihadapannya tentu tenggorokan Jizzy semakin terasa kering, ia ingin sekali minum air itu barang setetes saja. Sungguh ia merasa sangat haus saat ini.


"B-baiklah, tapi lepaskan dulu ikatan ini. Aku tidak bisa minum dengan tangan keadaan terikat," ucap Jizzy.


"Sebaiknya aku membantumu untuk minum saja, aku tidak bisa membuka ikatanmu sekarang. Karena mereka berdua sedang dalam perjalanan kemari," ucapnya.


Jizzy pun kemudian menganggukan kepalanya, untuk saat ini biarlah ia bisa minum dulu. Ia sangat haus dan hampir saja pingsan karenanya, jadi lebih baik ia minum dulu untuk memulihkan tenaganya yang sudah hampir habis itu.


Dengan senang hati, ia pun memberikan air minum itu pada Jizzy. Ia memegang bahu Jizzy agar memudahkannya untuk minum.


Jizzy minum hampir menghabiskan satu botol kemasan itu, "Sudah, terima kasih," ucap Jizzy.


"Sama-sama,"


"Aku Rendra, dan pria yang selalu bersama dengan perempuan itu adalah ayahku. Entah apa yang mereka rencanakan, aku tidak tahu. Akan tetapi, jujur saja aku tidak setuju mereka menyekapmu seperti ini," ucap Rendra.


"Aku juga tidak mengenalinya, tapi mereka mengatakan jika mereka ingin menghancurkan papaku. Apa mungkin mereka memiliki hubungan di masa lalu yang tak kau ketahui?"


"Mungkin saja,"


"Lalu kenapa kau menolongku?" tanya Jizzy merasa aneh pada pria yang bernama Rendra ini.


"Aku sudah bilang, jika aku tidak setuju dengan perbuatan mereka," jawab Rendra.


"Rendra boleh aku bertanya sesuatu padamu?" tanya Jizzy.


"Ya ada apa?"


"Apa kau punya makanan, aku sangat lapar," ucap Jizzy memelas, itu memang benar ia sangat lapar dan ingin sekali makan. Tubuhnya lemas dan perutnya tak berhenti berbunyi meminta jatah.

__ADS_1


"Ada," jawab Rendra menahan tawanya. Ia merasa gemas dengan tingkah Jizzy yang tak segan-segan memintanya makan.


Rendra pun kemudian melihat jam mahal yang ada ditangannya, kemudian ia pun melihat ponselnya. Ia sedang menghitung waktu berapa lama lagi papa dan juga kekasihnya itu akan sampai. Karena ia akan memberikan makanan untuk Jizzy.


Rendra pun bangkit dan mengambil makanan siap saji yang tadi ia pesan untuknya makan siang, dan juga para penjaga yang sedang berjaga di sana. Ia pun kemudian memberikan makanan itu untuk Jizzy.


"Sepertinya aku harus menyuapimu, aku takut mereka akan segera tiba dan kita ketahuan," ucapnya.


"Baiklah, tidak masalah cepat suapi aku. Aku sangat lapar!"


Ia pun kemudian menyuapi Jizzy, gadis ini makan dengan lahapnya. Karena ia memang sangat lapar.


*


*


*


"Sepertinya kita sudah ketahuan, perintahkan orang-orang kita untuk lebih ketat menjaganya lagi," ucapnya.


"Dari mana kau tahu?"


"Ada beberapa anak buahku yang melaporkan jika ada orang yang sedang mencoba mencariku. Aku yakin jika saat ini Jupiter sudah tahu tentangku, rupanya kerjanya cukup cepat juga. Aku tak menyangka ia akan menemukanku secepat ini,"


"Apa tidak sebaiknya kita membawa gadis itu pergi?" usul teman prianya.


"Entahlah, sepertinya sudah tidak ada waktu. Jika ia berhasil menemukanku. Akan aku habiskan saja semuanya! Apa anakmu itu sama sekali tidak tertarik pada gadis itu, kenapa ia menolak saat aku memintanya untuk menyentuh gadis itu!"


"Putraku bukan bajing@n! Dia tak akan mau melakukannya,"


"Bodoh, diberi barang bagus ia tolak!"


Di pertengahan jalan tiba-tiba saja mobil yang mereka tumpangi di kepung oleh beberapa mobil, yang memotong perjalanannya. Hingga mobil mereka tidak bisa bergerak.


"Sial!"

__ADS_1


__ADS_2