Beautiful Boy (Suamiku Pria Cantik)

Beautiful Boy (Suamiku Pria Cantik)
Bab 36


__ADS_3

Kesal karena tidak mendapatkan tanggapan dari kakaknya, akhirnya Zeila pun menyerah. Ia memilih untuk menunggu.kakaknya saja, percuma saja ia menggedor pintu dengan kencang sampai tangannya pegal. Toh kakaknya tidak keluar juga, sangat menyebalkan.


Sedangkan di dalam kamar, Jizzy dan Zavier sedang melakukan ritual bercocok tanam dan membuat keponakan untuk Zeila.


Dalam keadaan darurat seperti sekarang, Zavier lebih memilih untuk menuntaskan keinginannya untuk menyentuh istrinya. Tidak mungkin ia menemui adiknya dalam keadaan pisangnya yang sedang dalam mode on.


Setelah hampir dua jam, akhirnya pasangan suami istri itu.baru saja keluar dari kamar dengan rambut basah. Setelah mereka berdua selesai mencetak bayi, mereka berdua pun pergi mandi bersama. Dan setelah semuanya selesai, mereka pun turun untuk makan malam.


Melihat kakak dan juga kakak iparnya baru turun, Zeila mencebikan bibirnya dengan kesal. Ia merasa menjadi orang bodoh karena sudah menunggu kakaknya bercinta sampai selesai.


"Ze ..." panggil Zavier pada adiknya yang terlihat kesal itu


"Kenapa Kakak lama sekali! Aku dari tadi menunggumu, Kak!"


"Maafkan Kakak, ada apa kau kemari? Tidak biasanya kau datang menemui Kakak?"


"Aku mau menginap di sini," jawabnya dengan senang, tapi tidak dengan Jizzy yang merasa terkejut.


"Apa! Kau bilang menginap?"


"Iya, kenapa memangnya? Ini kan rumah Kakak-ku!" jawab Zeila, kemudian ia menghampiri kakaknya dan menggandeng tangan yang satunya. Hingga kini, kedua tangan Zavier di apit oleh kedua perempuan yang ia sayangi. Yakni, istri dan juga adiknya.


"Tapi kau tidak boleh membuat masalah di rumah ini," ucap Jizzy pada Zeila.


"Kakak tidak apa-apa kan, jika aku menginap di sini," ucap Zeila sambil bermanja pada kakaknya. Dan tidak memperdulikan ucapan Jizzy barusan.


"Tidak apa-apa, ayo sebaiknya kita makan malam dulu," ajak Zavier pada Jizzy dan juga Zeila. Ia tidak mau jika adik dan istrinya itu berselisih paham lagi.


Tanpa menjawab Zavier, mereka berdua pun mengikuti Zavier dari belakang untuk makan malam. Perut ketiga orang itu sudah sangat lapar. Apalagi Jizzy dan juga Zavier yang habis bertempur dan menghabiskan banyak tenaga.


Untung saja acara makan malam ini tidak ada drama apapun, karena mereka semua diajarkan untuk tidak bicara apalagi ribut saat makan.


Setelah makan malam pun, mereka bertiga pun masuk ke dalam kamar mereka masing-masing. Terutama Zeila, gadis remaja itu paling tidak bisa tidur malam-malam. Dan selalu mengantuk jika selesai makan malam.


Setelah berpamitan pada kakaknya, Zeila pun kemudian tidur di kamar yang sudah disiapkan oleh pelayan.

__ADS_1


"Kau lihat kan, dia tidak senakal yang kau pikirkan," ucap Zavier pada Jizzy yang kini sedang asik memainkan ponselnya. Sedangkan Zavier, matanya fokus menatap layar laptop di depannya.


"Iya aku harap begitu," jawab Jizzy tanpa melihat kearah suaminya.


"Belajarlah mendekatkan diri padanya,"


"Jangankan mendekat, melihatku saja adikmu itu tidak mau," ucapnya.


"Sebenarnya dia baik, hanya saja terkadang sikap manjanya membuatnya terkadang bersikap egois," Zavier mencoba menceritakan bagaimana sifat adiknya pada Jizzy.


"Makanya jangan terlalu dimanja, orang tuaku juga memanjakanku. Tapi mereka juga mengajarkanku untuk tidak bersikap egois. Dan selalu mengajarkanku untuk berbuat baik dan menjaga perasaan orang lain, Zeila itu sudah dewasa seharusnya ia paham, jika status kakaknya kini sudah berubah. Aku tidak akan pernah melarangmu untuk dekat ataupun memanjakan adikmu. Akan tetapi, ajari juga dia hal baik. Ingat Zavier, tak selamanya kita akan bertemu dan juga hidup di lingkungan yang akan selalu mengerti tentang bagaimana sikap kita. Ada masanya kita akan bertemu dengan orang yang mempunyai sifat dan sikap yang berlawanan. Di situlah, kita harus mampu mengimbangi setiap orang yang akan kita temui di masa depan," Jizzy bicara panjang lebar kepada Zavier, sungguh ia berbicara seperti itu karena ia mempedulikan Zeila. Yang dinilai memiliki perangai egois.


Dalam diam, Zavier pun mendengarkan semua ucapan istrinya. Ia tidak menyangka, jika Jizzy yang ia kenal sebagai perempuan bar-bar dan juga keras kepala. Ternyata dibalik semua itu, ia memiliki pemikiran yang luar biasa.


Kini Zavier paham, kenapa Zayan bersikukuh menikahkan dirinya dengan Jizzy. Karena hanya perempuan yang kini menjadi istrinyalah, yang benar-benar bisa mengimbangi sikapnya. Dan selalu mampu memahami sikap Zavier yang terkadang selalu seenaknya, bahkan cenderung aneh.


Zavier pun kemudian memeluk dan mencium Jizzy, sungguh ia sangat beruntung memiliki istri sepertinya. Kini Zavier yakin, jika ia mampu mengubah Zavier. Maka ia pun pasti mampu menaklukan Zeila adiknya.


"Aku mencintamu," ucap Zavier.


"Aku juga mencintamu, Sapiiiii ..."


"Bisa kau tarik, kata-kata terakhirmu," ucap Zavier, hingga Jizzy pun tertawa.


*


*


*


Keesokan harinya, Jizzy pun pergi ke kampus. Pagi ini Zavier pergi duluan karena ia ada meeting penting. Meninggalkan, Jizzy dan Zeila di rumah berdua.


"Jadi, bagaimana aku akan pergi sekolah jika Kak sudah berangkat," rengeknya sambil memakan sarapan rotinya.


Jizzy masih anteng mengoles rotinya dengan selai coklat kesukannya. "Kau kan bisa pergi dengan sopir," jawab Jizzy santai.

__ADS_1


"Apa kau lupa, jika semalam Kakak bilang jika supir di sini sedang mint cuti karena istrinya akan melahirkan!" sentak Zeila dengan keras pada Jizzy, membuat Jizzy berdecak sebal pada adik iparnya ini.


Kenapa sifatnya sangat berbeda jauh dengan orang tuanya, apa sewaktu sedang dalam proses penanamannya dulu. Benihnya itu terkontaminasi kuman, hingga perangainya ini buruk sekali.


"Hei tuyul! Bersikap sopanlah sedikit! Aku tidak tuli! Jika kau bersikap manis aku akan mengantarmu ke sekolah!"


Zeila pun terdiam, ia melihat waktu yang tak banyak lagi. Jika ia memesan taksi, maka itu hanya akan membuang waktu saja.


"Baiklah, antar aku ke sekolah!"


"Bicara yang manis, mungkin aku akan mempertimbangkannya," jawab Jizzy.


Zeila pun terdiam, mulutnya terasa berat sekali untuk bicara ramah padannya.


"Antarkan aku ke sekolah sekarang," ketusnya.


"Apa kau bicara sesuatu padaku?" tanya Jizzy.


"Dasar menyebalkan! Apa kau bisa mengantarkanku ke sekolah?" Zeila menurunkan satu nadanya pada Jizzy.


"Astaga telingaku gatal sekali," jawab Jizzy.


"Oh ya ampun, kenapa orang ini senang sekali mengikis imanku yang tipis ini," gumam Zeila.


"Baiklah, Kakak ipar bisakah kau mengantarkanku ke sekolah. Aku takut terlambat, please," ucap Zeila


Jizzy pun tersenyum mendengar ucapan Zeila, meskipun masih terdengar terpaksa tapi untuk saat ini itu sudah cukup bagi Jizzy.


"Baiklah, berhubung aku ingin berbaik hati pada tuyul sepertimu, aku akan mengarntarmu sekolah," ucap Jizzy


"Oh ya ampun, mulutku gatal sekali setelah memanggilnya Kakak," gumam Zeila.


***


Sebentar lagi masuk ke bab 40, Mimin deg-degan nihh. Kalau sampai gagal terpaksa nanti novel ini bakalan end 😞😥, dukung terus dong dengan like dan juga komentarnya 💕 jangan lupa berikan vote dan jug giftnya, karena sekarang novel ini dinilai dari per babnya.

__ADS_1


__ADS_2