
"Ada apa ini?" tanya Alma, ia mendengar suara berisik sekali di kamar anaknya. Jadi, ia memutuskan untuk masuk dan melihat apa yang terjadi.
"Tidak ada apa-qpa, Mah," jawab Zia sambil tersenyum.
"Bohong Aunti mereka mau membuangku ke samudera, karena mereka bilang tidak ada saksi mata di sini. Jadi, mereka berdua bisa melakukan apa saja padaku. Mereka berdua memang sangat kejam," ucap Zeila mencari pembelaan.
Namun, Alma hanya berdecak kesal saat mendengarnya. Ia sadar dan bahkan sangat sadar jika ia memang bodoh. Tapi rupanya anak ayam manja ini jauh lebih bodoh darinya.
"Hei Dora! Kau percaya begitu saja dengan ucapan mereka berdua? Apa kau tahu samudera itu dimana?" tanya Alma. sambil bersedekap melihat ke arah Zeila.
"Aku tidak tahu Aunti, tapi yang aku tahu samudera itu sangat menakutkan. Kalau aku tenggelam bagaimana, aku kan tidak bisa berenang," jawab Zeila.
"Oh ya ampun, apa otakmu itu ketinggalan di sekolah, Nak? Aku tidak menyangka jika Zayan mempunyai anak sepertimu. Sudahlah, apa kau sudah makan?" tanya Alma.
Zeila pun menggelengkan kepalanya karena ia memang belum makan sejak tadi, perutnya juga sudah sangat lapar. Namun, karena ia ingin ikut dengan Jizzy. Ia mengabaikan perutnya yang kosong.
"Ya sudah, ikut Aunti makan. Otakmu itu perlu nutrisi agar kau bisa berpikir dengan benar," ucap Alma.
Zeila pun setuju dan kemudian mengikuti Alma untuk makan di bawah. Sedangkan Jizzy dan Zia tertawa melihat Zeila yang menyebalkan, tapi juga bodoh. Mereka pun melanjutkan acara mengobrolnya di kamar.
__ADS_1
*
*
*
Hari pernikahan Samuel dan Zia pun tiba, semua orang sangat bahagia, kecuali Zeila. Ia menyambut pernikahan Zia dan Sam dengan perasaan duka. Bagaimana tidak, jika mempelai prianya adalah cinta pertamanya. Pria yang selalu ia idam-idamkan menjadi pendampingnya. Kini malah menjadi pendamping orang lain, sangat menyakitkan bukan.
Akan tetapi Zaira dan Rheina menghibur Zeila agar tidak bersedih, dan menerima kenyataan jika Samuel memang bukan jodohnya.
Venus tak menyangka jika hari ini putrinya akan menikah, itu artinya tuntas sudah tugasnya untuk menjaga putri kesayangannya. Dan kini tugas itu ia berikan pada Samuel, menantunya yang baik hati.
"Sudahlah jangan bersedih lagi, makanlah banyak agar kuat menghadapi kenyataan," ucap Marvin sambil terbahak.
"Aku tidak bisa makan, hatiku sedang sakit." jawab Theo sambil menyuapkan salad ke mulutnya.
Marvin malah semakin tertawa terbahak-bahak, melihat Theo. Dia bilang tidak bisa makan tapi mulutnya tak berhenti mengunyah.
Sedangkan Venus tak henti-hentinya ia merasa terharu, karena melihat putrinya yang terlihat sangat cantik, kini sedang duduk di pelaminan.
__ADS_1
"Aku masih tidak menyangka, putriku kini sudah menikah dan ia terlihat sangat cantik," ucap Venus, dengan mata berkaca-kaca, ia bahkan mengusap sudut matanya. Mungkin karena ia sangat terharu melihat putrinya kini sedang menikah.
"Sampai kapan kau akan terharu seperti itu?" ucap Alex merasa jengah dengan sikap adik iparnya yang menurutnya terlalu pinky untuk Alex.
"Kau belum merasakannya, jadi kau tidak akan mengerti. Kakak!" jawab Venus sebal, ia merasa terganggu dengan ucapan Alex yang menggelitik hatinya.
"Aku juga punya seorang putri, tapi aku tidak sepertimu uang mudah sekali terharu," jawab Alex.
"Aku juga," sambung Jupiter.
"Itu artinya kalian tidak menyayanginya, iya kan? Ayah seperti apa kalian ini!" ucap Venus menyebalkan.
"Ahh astaga!" Alex baru saja akan menjawab ucapan Venus. Namun, dihentikan oleh Jupiter.
"Sudahlah, biarkan saja ini hari bahagia planet pluto itu," ucap Jupiter.
Alex pun memilih diam dan tak melanjutkan ucapannya, benar kata Jupiter jika hari ini hari bahagia Venus. Biarlah ia bersikap sesuatu yang menggelikan hari ini pikirnya.
***
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak ya 😘😘😘