Beautiful Boy (Suamiku Pria Cantik)

Beautiful Boy (Suamiku Pria Cantik)
Bab 23


__ADS_3

Seorang perempuan cantik sedang duduk di dalam mobilnya, dengan menggunakan kaca mata hitam. Pandangannya kini sedang mengarah kearah depan, sepertinya perempuan ini tengah menunggu seseorang yang entah siapa itu hanya ia sendiri yang tahu.


"Kau yakin akan melakukannya?" tanya seorang pria yang ada di sampingnya.


"Sangat yakin,"


"Bukankah kau ingin bermain cantik?"


"Jika kita bisa memainkan keduanya, kenapa tidak?"


"Maksudmu?"


"Kita akan melakukan keduanya, aku sudah tidak sabar. Sekarang diam dan lihatlah," ucap perempuan itu pada pria kini ada di sampingnya


Tak lama setelah itu, yang ditunggu-tunggu pun akhirnya datang juga. Perempuan itu tersenyum licik dan kemudian langsung menjalankan mobilnya.


Jizzy dan Zia baru saja keluar dari gerbang kampus, mereka akan menunggu sopir mereka yang sedang dalam perjalanan untuk menjemput mereka berdua. Sopir itu mengatakan jika jalanan sedang macet, karena ada kecelakaan lalulintas. Jadi, ia akan datang terlambat begitu tuturnya. Kedua perempuan cantik itu pun memutuskan untuk menunggu sopir mereka, di sebuah kedai tenda yang tak berada jauh dari tempatnya. Mereka ingin membeli makanan dulu untuk mengganjal perut mereka yang kini terasa lapar, dan meminta untuk diisi.


"Bagaimana hubunganmu dengan suamimu yang aneh itu?" tanya Zia.


Jizzy hanya mengangkat bahunya, " Hubungan kami tak pernah ada kemajuan. Hanya tidur dalam satu kamar dan bernapas bersama, selanjutnya tidak ada lagi yang kami lakukan," jawabnya.


Zia tertawa mendengarnya, ia sudah menduga jika Zavier adalah pria yang tak mudah ditaklukkan. Ia sangat tahu bagaimana sifat Zavier yang sangat protektif dan tak mudah dekat dengan orang. Ia tahu karena mereka saling kenal sedari kecil. Dan mereka juga seringkali berkumpul bersama, karena orang tua mereka semua bersahabat.


"Ngomong-ngomong apa kau mencintai makhluk cantik itu?"


"Entahlah, aku masih bingung dengan perasaanku. Aku juga tidak mau menjadi janda, lagi pula perusahaan Papa bergantung pada perusahaannya. Karena sampai saat ini perusahaannya belum stabil, aku tidak mau membuat Papa kecewa,"

__ADS_1


"Iya aku mengerti,"


Zia dan Jizzy baru saja akan menyebrang jalan, karena kedai itu ada di seberang. Namun, baru saja mereka melangkahkan kakinya tiba-tiba sebuah mobil menghadang mereka dan menarik Jizzy dengan cepat kedalam mobil.


Zia sangat terkejut karena kejadian ini sangat cepat, ia panik dan langsung mengejar mobil itu dan berteriak minta tolong. Namun, tentu saja Zia tak akan mampu mengejar sebuah mobil yang mempunyai kecepatan tinggi. Semua orang berkumpul, mendengar teriakan Zia. Tapi sayang, mobil yang membawa Jizzy sudah pergi jauh dan membawa Jizzy entah kemana.


"Jizzy!!!"


Zia pun langsung menelepon Samuel, untuk memberitahukan jika ada orang jahat yang membawa Jizzy. Ia juga memberitahu Jupiter dan juga Venus, tentang kejadian barusan. Kedua orang itu sangat terkejut, dan langsung menyuruh orang-orangnya untuk melacak dimana keberadaan Jizzy.


Dan baru saja Zia akan kembali ke kampus untuk menunggu orang yang akan menjemputnya, tiba-tiba sebuah mobil mengarah kepadanya. Mobil itu hendak menabrak Zia.


Dan Zia yang terkejut, hanya bisa mematung melihat mobil itu mengarah padanya.


"Tidak ..."


Zia menutup matanya saat ia merasa ada seseorang yang tiba-tiba datang dan memeluknya, seseorang yang tiba-tiba saja datang dan menyelamatkan Zia. Ia memeluk dan mendorong tubuh Zia hingga mereka berdua terguling ke pinggir jalan, dengan tubuh yang bergesekan dengan aspal yang panas. Keduanya terjatuh ke pinggir jalan, kepala Zia terbentur trotoar dan ia pun tak sadar kan diri.


"Theo!" teriak Marvin dan menghampirinya.


"Marvin! Kita bawa Zia ke rumah sakit cepat!"


Semua orang berkumpul karena melihat ada kecelakaan, mereka terkejut karena baru saja ada korban penculikan dan satu kali korban kecelakaan.


Marvin pun dengan segera membawa mobilnya, untuk membawa Zia ke rumah sakit. Jantungnya berdetak sangat kencang, dimana ia melihat Jizzy dibawa orang yang tidak dikenal. Sayangnya, ia tidak bisa menolongnya karena jarak yang cukup jauh saat itu. Ia dan Theo berniat mengejarnya, dan membawa Zia terlebih dahulu karena mereka melihat ada Zia di sana. Akan tetapi, sesuatu yang tak disangka pun tiba-tiba datang, sebuah mobil tiba-tiba saja mengarah ke arah Zia. Sepertinya ia sengaja ingin mencelakainya.


Theo yang panik langsung turun begitu saja saat melihat Zia hendak tertabrak, ia turun dari mobil berlari dan mencoba menyelamatkannya. Ia berhasil, akan tetapi tetap saja Zia terluka dan tak sadarkan diri.

__ADS_1


Marvin cemas, jantungnya berdegup dengan kencang memikirkan bagaimana nasib Jizzy dan juga Zia. Ia benar-benar tak habis pikir, kejadian ini sangat cepat. Niatnya ingin mengobati rasa rindunya pada Jizzy, tapi yang ia alami sungguh menyesakan hati.


Dengan jantung yang berdegup kencang, ia menghubungi papanya dan memberitahukan kejadian ini. Hingga sampailah kabar Zia pada Venus, ia yang sedang sibuk mencari keponakannya pun terkejut mendengar putrinya kecelakaan. Ada apa ini, kenapa hari ini terjadi sesuatu yang buruk pada anak dan keponakannya.


"Cepat cari tahu siapa yang sudah berani membawa istriku!" sentak Zavier sangat marah, saat mendengar ada orang yang membawa Jizzy pergi. Diantara kegundahannya Samuel pun sibuk mencari mengerahkan orang-orangnya untuk mencari Jizzy. Meskipun jantungnya kini berdegup dengan kencang karena ia juga mendengar jika Zia kecelakaan.


Ia mengerahkan orang-orangnya untuk memantau keadaan Zia dan juga untuk melacak dimana keberadaan Jizzy.


Jika saja ponsel Jizzy menyala, maka ia tak akan sepanik ini. Karena dalam ponselnya ada sebuah alat pelacak. Sayangnya, ponselnya dalam keadaan mati. Entah kebetulan atau memang orang yang hendak berbuat jahat pada Jizzy sengaja mematikannya.


*


*


*


Kepalanya terasa berat saat ia mencoba membuka matanya, Jizzy melihat ke sekelilingnya dan ia mendapati jika dirinya sedang ada di dalam sebuah bangunan kosong yang kotor. Tubuhnya terikat di sebuah kursi, mulutnya tertutup oleh lakban.


Ia panik dan ingin berteriak, tapi semua itu tak bisa ia lakukan. Karena mulutnya yang tertutup rapat oleh lakban.


Ia melihat ada seorang perempuan yang tengah menatapnya dengan sinis, di sampingnya ada seorang pria seusia papanya. Dan di sampingnya ada seorang pria muda sepertinya usianya tak berbeda jauh dengan Zavier suaminya.


Perempuan cantik itu langsung, menghampiri Jizzy dan kemudian menarik rambutnya hingga kepala Jizzy menengadah ke atas. Dengan menahan rasa sakit ia mencoba untuk mengenali siapa perempuan yang sedang berbuat kasar ini padanya.Tapi sayang, ia sama sekali tak mengenal perempuan ini. Ia belum pernah melihatnya. Tapi kenapa ia ingin berbuat jahat pada Jizzy.


"Aku sangat membencimu! Dan akan aku pastikan, orangtuamu menangis darah, karena sebentar lagi aku akan membuat kehancuran dalam hidup putrinya!" ucapnya penuh penekanan, setelah itu ia tertawa puas melihat Jizzy hanya bisa menangis tanpa suara dihadapannya.


"Zavier tolong aku,"

__ADS_1


***


Sampai saat ini belum ada kabar lolos apa enggak jadi deg-degan Mimin 😩😩😩


__ADS_2