
Hari pernikahan telah selesai, para tamu undangan pun sudah pulang. Begitu pun dengan pasangan pengantin baru, mereka langsung istirahat di kamar mereka. kebetulan acara pernikahan Sam dan Zia, memang dilaksanakan di rumah Venus. Karena ia ingin melihat anaknya dirawat dan dibesarkan sampai menikah di rumah itu. Untuk itulah acara pernikahan dilakukan rumah dan tidak di hotel, seperti pernikahan Jizzy dan Zavier waktu itu.
Kini Zia dan Samuel, sudah berada di kamar istirahat. Mereka berdua merasa sangat lelah karena seharian berdiri menyambut para tamu undangan, yang sangat banyak.
Samuel pergi mandi, sedangkan Zia ia hanya tiduran di atas ranjangnya. Hingga tanpa terasa ia terlelap karena kelelah. Entah berapa lama Zia tertidur, tapi kemudian Zian merasa terganggu karena ia merasa ada orang yang memeluknya sambil menciumnya.
Matanya terasa sangat berat, ia mengantuk tapi ia juga terganggu. Ciuman itu kini pindah di lehernya, hingga gigitan-gigitan kecil pun mulai terasa sangat jelas. Tubuhnya meremang merasakan sensasi aneh di tubuhnya.
Dengan terpaksa, Zia pun membuka matanya dan saat matanya terbuka ia memelihara jika Samuel tengah memeluknya sambil menciuminya.
Sepertinya, setelah selesai mandi tadi Samuel langsung menghampiri Zia yang masih tertidur menggunakan pakaian pengantin. Karena Samuel tak menggunakan pakaian atas hingga memperlihatkan tubuh kekar dan perut six packnya.
Setelah mandi tadi, Samuel memang tadinya hendak mencari pakaian. Akan tetapi, saat melihat istrinya yang tertidur menggunakan pakaian pengantin terlihat sangat cantik. Ia pun tak kuasa menahan hasratnya untuk mendekati Zia yang kini sudah halal untuknya.
Awalnya Samuel menciumi wajah cantiknya, tapi istrinya masih bergeming dan tidak bergerak sepertinya ia memang sangat kelelahan. Membuat Samuel semakin gemas melihatnya, hingga ciumannya itu turun ke bibir dan kemudian turun ke bagian lehernya.
__ADS_1
Leher jenjang itu ia cium dan ia gigit hingga meninggalkan bekas merah di sana. Namun, sepertinya kegiatannya barusan membuat Zia terbangun. Hingga Samuel pun sejenak menghentikan kegiatannya, dan tersenyum ke arah istrinya.
"Sam ..." panggil Zia dengan serak, suara khasnya saat bangun tidur.
"Apa aku mengganggumu?" tanya Samuel membelai lembut wajah cantik, yang selama ini menghuni hati dan juga pikirannya.
Zia menggelengkan kepalanya, "Kau sama sekali tidak mengangguku," jawab Zia dan melingkarkan tangannya di leher ko kokoh Samuel.
Demi apapun malam ini Samuel terlihat sangat tampan, tubuhnya yang kekar berotot membuat Zia tak bisa untuk tidak menyentuhnya. Tangan mungilnya menyusuri tubuh Samuel yang keras dan berotot. Setiap bagian tubuhnya sangat nyaman untuk disentuh.
Membuat Samuel mengerang kenikmatan, saat Zia menciumi seluruh tubuhnya Samuel sudah tak tahan lagi. Ia pun langsung mengungkung tubuh Zia, dan menarik pakaian pengantin yang sudah hampir terlepas dari tubuh Zia.
Tanpa aba-aba Samuel langsung melahap benda itu serta memainkannya dengan bibir serta tangannya. Membuat Zia tubuh Zia menggelinjang karena kenikmatan yang ia rasakan.
"Sam ..." lirih Zia
__ADS_1
Zia semakin menenggelamkan kepala Samuel di sana, membuat pria yang sudah menjadi suaminya itu merasa sangat senang. Dan malah semakin bersemangat melakukannya.
Puas bermain di sana, Samuel pun akhirnya ingin melakukan penyatuan. Zia memalingkan wajahnya merasa malu saat melihat kunci pabrik bayi yang sebentar lagi akan menerobos pabrik miliknya.
Sam melakukannya perlahan, karena menurut yang ia dengar jika saat seorang perempuan melalukan hal itu untuk yang pertama kali. Pasti akan merasakan sakit yang luar biasa di sana, untuk itulah ia sangat hati-hati dalam melakukannya.
"Sam pelan-pelan, ini sakit." bisik Zia.
"Maaf, aku sudah mencobanya perlahan tapi ini sangat sulit sayang,"
"Saaaammm!" Zia merasakan sakit di area intinya saat benda itu akan menembus kembali pabrik miliknya.
"Maaf... " tak ingin membuat Zia kesakitan lebih lama, akhirnya Samuel pun langsung menghentakan miliknya dalam satu kali hentakan.
"Aaaaarrrkkkhhh ..." Zia menjerit kesakitan karena benda itu berhasil menerobos miliknya dengan kuat.
__ADS_1
"Hei menantu kurang garam! Apa kau tidak bisa pelan-pelan!" teriak Venus dari luar, secara tak sengaja ia mendengar suara putrinya yang berteriak saat ia hendak mengambil minum.
'Sepertinya, aku harus memasang peredam suara,' gumam Samuel.