Beautiful Boy (Suamiku Pria Cantik)

Beautiful Boy (Suamiku Pria Cantik)
Bab 37


__ADS_3

Dengan perasaan setengah ikhlas, akhirnya Jizzy pun mengantarkan Zeila ke sekolah. Sebenarnya ia enggan untuk membantunya, akan tetapi Jizzy berpikir tidak ada salahnya bersikap sedikit baik padanya. Mungkin jika Jizzy bersikap baik, gadis yang selalu ia panggil tuyul itu akan sedikit merubah sikapnya pada Jizzy.


"Sudah sampai," ucap Jizzy.


Tanpa mengucapkan terima kasih, Zeila pun pergi begitu saja dari mobil. Entah apa yang salah dalam diri remaja itu, tingkahnya selalu saja menyebalkan dan selalu bertingkah seenaknya.


"Jika saja aku punya adik seperti itu, pasti sudah aku makan!" kesal Jizzy pada adik ipar durjananya itu.


Baru saja ia akan menjalankan mobilnya, seseorang mengetuk kaca mobilnya. Pastinya seseorang yang sangat ia kenal, siapa lagi kalau bukan Marvin. Penggemar setianya, karena Marvin, Theo dan juga Zeila di sekolah yang sama.


Jizzy pun keluar dari mobilnya dan menyapa Marvin, tak ada salahnya ia menyapanya bukan.


"Hai Marvin, apa kabar?" tanya Jizzy ramah.


"Sejak Kak Jizzy menikah, kabarku tidak pernah baik," jawabnya dengan tersenyum.


"Aihh, kau ini masih muda dan juga sangat tampan Marvin. Carilah, gadis seusiamu saja. Lihatlah, di sekelilingmu ini. Banyak sekali gadis cantik," jawab Jizzy, jujur saja ia tak ingin ada orang terluka karena dirinya. Untuk itu, Jizzy selalu berharap jika Marvin akan segera menemukan seorang gadis, yang akan menjadi kekasihnya kelak.


"Banyak sekali gadis cantik yang sering aku temui, tetapi yang mampu menggetarkan hatiku hanya kau saja, Kak,"


"Tapi aku kan sudah menikah, tidak mungkin aku mempunyai dua orang suami," ucap Jizzy sambil tergelak.


"Iya, mungkin karena kita memang tidak berjodoh. Aku sangat sedih, kenapa perempuan cantik sepertimu harus menikah dengan pria cantik juga. Harusnya kau kan menikah dengan pria tampan sepertiku," ucap Marvin merajuk.


Jizzy memutuskan untuk pergi saja, ia tak ingin terus mendengar keluham Marvin tentang pernikahannya. Itu membuat Jizzy tidak nyaman.


"Baiklah Marvin, aku pergi dulunya. Kau harus semangat, carilah pacar agar kau tidak patah hati terus," tanpa menunggu jawaban Marvin Jizzy pun pergi meninggalkan sekolah itu.


Jizzy berharap jika Marvin bisa cepat melupakan dirinya dan mempunyai kekasih, dan semoga saja Marvin bisa melabuhkan hatinya pada seorang gadis lain.


*


*

__ADS_1


Siang ini Zavier mengajak Jizzy untuk makan siang bersama, sebagai ganti hari kemarin yang gagal. Jizzy pun sangat bahagia, dan ia pun mengajak Zia untuk pergi bersama. Agar nanti Zia juga bisa makan siang bersama dengan Samuel.


Zia pun senang dengan rencana Jizzy, karena ia juga ingin pergi bersama dengan kekasihnya. Namun, sepertinya rencana mereka tidak berhasil. Karena tuyul pengganggu pun rupanya ikut hadir bersama dengan mereka.


Tapi untuk kali ini, bukan Jizzy yang diganggu olehnya. Melainkan Zia dan juga Samuel. Tanpa mereka semua tahu, rupanya gadis itu diam-diam menyukai asistent kakaknya Samuel.


Dan tentu saja itu membuat Zia kesal bukan main, Zia tidak penyabar seperti Jizzy yang akan diam jika pasangannya diganggu.


"Kak Sam ... Aku sengaja memesan makanan kesukaanmu kau pasti suka," ucap Zeila pada Samuel, ia menyodorkan satu porsi spageti pada Samuel.


"Terima kasih Ze, tapi aku makan makanan yang sudah dipesan oleh Zia saja," tolak Samuel halus pada Zia, berharap gadis itu tidak merengek ataupun mengadu pada kakaknya.


Pandangan Zeila pun kemudian mengarah pada satu porsi steak yang ada di hadapan Samuel, dan dengan menyebalkannya gadis itu menukar makanannya dengan makanan yang sudah di pesan oleh Zia.


"Makanan itu untukku saja, Kak Sam makan makanan yang sudah aku pesan," ucapnya tanpa mempedulikan Zia yang kesal dan juga cemburu padanya.


"Hei bocah tengik! Sebaiknya kau pesan mejamu sendiri sana! Jangan mengganggu kami!" sentak Zia yang kesal pada tingkah dari adik ipar sepupunya ini.


"Kau bilang apa barusan! Bocah tengik? Kau benar-benar tidak sopan!" balasnya pada Zia.


"Kau yang tidak sopan duluan! Dengar ya, jaga sikapmu jika berada dekat denganku! Karena aku bukan penyabar seperti kakak iparmu!"


"Zia sudahlah sayang, jangan marah." ucap Samuel mencoba menenangkan calon istrinya itu. Ia tak mau ada pertengkaran saat mereka akan makan.


"Kak Sam, kenapa kau memanggil gadis jelek itu sayang?" tanya Zeila, yang memang belum tahu jika selama ini Samuel menjalin hubungan dengan Zia. Yang juga merupakan salah satu rivalnya dari kecil.


"Karena aku ini adalah calon istrinya," jawab Zia dengan tersenyum senang.


"Apa kau bilang? Jangan suka berbohong, Kak Sam itu pacarku!" bantah Zeila yang tak terima jika Samuel yang ia sukai ternyata kekasih dari Zia.


"Woaaah bocah ini minta aku telan rupanya!"


"Benar kan Kak Sam, kau itu pacarku!" ucap Zeila manja pada Samuel.

__ADS_1


"Maaf Ze, aku ini pacar Zia lebih tepatnya aku ini calon suami dari Zia. Karena sebentar lagi kami akan menikah," jelas Samuel pada Zeila. Ia tak ingin ada salah paham antara mereka bertiga, jadi Samuel menjelaskan semuanya langsung pada Zeila. Jika dirinya dan Zia memang sebentar lagi akan menikah.


"Ini tidak mungkin! Kak Sam tidak boleh menikah dengan gadis bar-bar itu!"


"Kenapa tidak boleh?" tanya Zia dengan gemas pada Zeila.


"Kau tidak boleh menikah dengan pacarku! Aku yang mengenal Kak Sam duluan. Jadi akulah pacar dan juga calon istrinya!"


"Aturan dari mana itu! Astaga lama-lama aku bisa gila dekat dengan bocah ini!" kesal Zia.


Melihat ada keributan di meja Samuel, Zavier pun kemudian menghampirinya. Karena terlihat jelas jika adiknya itu tengah adu mulut dengan Zia.


Zavier berjalan dengan diikuti oleh Jizzy di belakangnya, mereka berdua pun menghampiri mereka bertiga. Untuk bertanya tentang apa yang sebenarnya terjadi di sana.


" Ada apa ini?" tanya Zavier.


Melihat kakaknya datang membuat Zeila merasa jika akan ada yang membelanya. Hingga dengan manjanya gadis ini mengadu pada Zavier.


"Kakak, perempuan tidak tahu malu ini sudah merebut pacarku. Dia juga bilang kalau dia itu calon istri dari pacarku,"


"Apa! Memangnya siapa pacarmu?" tanya Zavier yang cukup terkejut mendengar adiknya ini memiliki pacar. Sebab, ia merasa khawatir jika adiknya yang baru akan beranjak dewasa ini memiliki kekasih.


"Itu pacarku ... Kak Sam itu pacarku! Tapi perempuan gatal itu mengaku jika Kak Sam itu adalah calon suaminya! Dia memang perempuan gatal,Kak!"


"Apa!" Zavier tak percaya dengan apa yang adiknya katakan. Sedangkan Zia, putri dari Venus ini sudah sangat tidak tahan dengan kelakuan Zeila padanya.


"Hei karbol! Sumbangkanlah sedikit otakmu itu pada adikmu! Bocah ini benar-benar membuat aku ingin menelannya!"


"Astaga ..."


***


Terus berikan dukungannya ya 😊😊😊

__ADS_1


__ADS_2