Beautiful Boy (Suamiku Pria Cantik)

Beautiful Boy (Suamiku Pria Cantik)
Bab 45


__ADS_3

Jizzy ketiduran sampai siang hari, bahkan ia terkejut saat melihat jam sudah menunjukkan pukul dua siang. Ternyata ia tidur lama sekali, dan yang lebih membuat ia terkejut adalah jika adik iparnya juga tertidur di sampingnya, dengan sangat nyenyak.


"Ya ampun, apa tuyul ini tidak pergi ke sekolah? Seperti sudah pintar mencari uang saja," gumam Jizzy.


Ia pun akhirnya beranjak dari tempat tidurnya, dan membiarkan adik ipar durjananya tertidur bahkan ia mendengkur dengan keras. Jizzy pun pergi mandi karena ia akan pergi ke rumah Zia, setelah itu ia akan pergi menemui orang tuanya yang sangat ia rindukan.


Jizzy membasuh tubuhnya dengan air dingin, rasanya segar sekali setelah tidur seharian dan kemudian mandi air dingin. Setelah selesai mandi, ia mendapati adik iparnya itu masih tidur dengan nyenyak. Jizzy hanya menggelengkan kepalanya dan kemudian ia pun mengambil ponselnya, lalu mengirimkan pesan pada mertuanya jika saat ini anak gadisnya yang menyebalkan ada di rumahnya. Ia hanya takut jika ibu mertuanya khawatir, karena kehilangan anaknya yang selalu membuat masalah ini.


Setelah bersiap ia berencana meminta pelayan untuk mengurus bocah menyebalkan, yang sedang tidur di atas kasurnya itu. Namun, baru saja ia membuka pintu kamarnya gadis itu terbangun dan mengucek matanya. Sepertinya nyawa gadis itu belum terkumpul semua.


"Kau mau kemana?" tanya Zeila sambil menguap.


"Aku ada urusan, kau mandilah dan ganti pakaianmu. Aku. sudah menyiapkan pakaian untukmu, baju itu belum aku pakai dan masih baru. Aku juga akan meminta pelayan untuk menyiapkan makan untukmu," jawab Jizzy.


"Aku mau ikut," rengeknya menyebalkan.


"Tunggu saja, aku tidak mau pergi membawa tuyul yang suka mencari masalah. Kau pasti akan sangat merepotkan!"


"Aku tidak akan membuat ulah, aku janji!" Zeila mengangkat kedua jarinya dan membentuk huruf V.


"Aku tidak percaya janji bocah devil sepertimu!"


Tapi sepertinya Zeila sama sekali tidak mendengarkan ucapan Jizzy, ia bangun dan berlari ke kamar mandi untuk mencuci muka. Setelah itu ia hanya merapikan rambut panjangnya dengan tangan, membuat Jizzy hanya bisa menghela napas kasar.


"Tuyul ini susah sekali diberi tahu!"


"Ayo aku sudah siap," ucapnya, meskipun tampilannya acak-acakan, Jizzy akui, jika Zeila memang sangat cantik. Hanya saja terkadang, sikapnya yang selalu di luar Fikri dan Nurul membuat Jizzy selalu ingin menyentil ginjalnya.


Andai saja ia bisa menjadi adik ipar yang baik, mungkin hubungan mereka akan terlihat manis, pikir Jizzy.


Mereka berdua pun akhirnya pergi menuju rumah Zia, tapi sebelum itu Jizzy memberikan nasihat panjang kali lebar kali tinggi ditambah kuadrat dan pangkat tiga. Karena Zeila, adalah spesies langka yang sulit dijinakan. Hingga Jizzy harus benar-benar, memberikannya dulu siraman rohani padanya.


"Kenapa kau cerewet sekali sih! Kau bahkan lebih cerewet dari Mommy!" jawab gadis itu sambil memberenggut kesal saat di di dalam mobil bersama dengan Jizzy.


"Karena aku bukan Mommy-mu yang akan selalu mengerti dengan tingkah ajaibmu itu! Mengerti! Lama-lama aku telan kau!" ucap Jizzy kesal.

__ADS_1


"Coba saja kau terus membenciku, nanti anakmu akan mirip denganku!" ucap Zeila.


"Amit-amit!" ucap Jizzy sambil mengusap perutnya dan kemudian menoyor kening Zeila.


"Dasar kakak ipar durhaka!"


"Dan kau adik ipar durjana, semoga kau mendapatkan suami yang selalu menyusahkanmu! Karena kau selalu menyusahkan semua orang!"


"Mana mungkin!" jawab Zeila dengan percaya dirinya, karena ia akan mencari suami yang seperti kakek, ayah dan juga kakaknya yang sangat penyayang.


Gadis kecil ini belum tahu pahitnya kehidupan yang sebenarnya, dimana semuanya tak selalu berjalan seperti yang inginkan. Sepertinya ia lupq, jika takdir manusia adalah milik dari sang pemilik kehidupan.


Roda kehidupan itu akan berputar, tak selamanya sebuah kehidupan akan berjalan dengan banyak kebahagiaan. Dan juga tak selamanya pula sebuah kehidupan akan penuh dengan penderitaan dan juga kesedihan. Hanya waktu yang akan menjawab semuanya.


*


*


Sampailah mereka berdua di rumah Zia, kedua perempuan cantik ini langsung turun dari mobil dan mereka pun masuk kedalam.


"Ingat kata-kataku, untuk tidak membuat masalah!"


"Isshh... seharusnya tadi aku melemparnya saja ke jalan," gumam Jizzy.


Tak ingin pusing lagi dengan Zeila, Jizzy segera pergi ke kamar Zia. Di rumah planet Pluto itu sudah banyak sekali orang yang sedang membantu persiapan pernikahan Zia.


Dan untuk ke sekian kalinya, Jizzy memperingatkan Zeila untuk tidak membuat masalah. Dan gadis itu hanya mencebikan bibirnya sebal pada Jizzy.


"Ziaaaaa ...!!!" panggil Jizzy, ia yang sudah terbiasa masuk ke dalam kamarnya Zia pun langsung masuk dan duduk di kasurnya.


Tak lama Zia pun muncul dari kamar mandi, rupanya sang calon pengantin baru saja selesai mandi. Dan sedang menggosok-gosok rambutnya yang basah dengan handuk kecilnya.


"Kau sudah datang dari tadi?" tanya Zia, Jizzy pun menggelengkan kepalanya.


"Tidak, aku baru saja sampai. Bagaimana perasaanmu, sebentar lagi kau akan menjadi Nyonya Samuel," ucap Jizzy.

__ADS_1


"Aku sangat bahagia karena akhirnya pria manis itu akan menjadi milikku," jawab Zia.


"Seharusnya kau berterima kasih padaku, karena kemurahan hatiku kau bisa menikah dengan kak Sam ku yang baik hati itu, ucap Zeila yang sedang duduk di sofa yang ada di sudut kamar Zia.


Mendengar suara Zeila, Zia pun langsung memasang wajah waspada. Karena ia sangat tahu suara si pembuat onar.


"Oh ya ampun Jizzy, kenapa kau membawa bocah devil ini kemari?" tanya Zia.


"Ceritanya panjang dan sangat sulit dijelaskan," jawab Jizzy.


Zia menghela napas kasar, dan mencoba menetralkan emosinya. Agar tidak mudah terpancing oleh Zeila. Yang sangat pandai mengaduk emosi orang.


"Aku paham, dan sangat mengerti kenapa bocah ini bisa bersamamu. Sudahlah, anggap saja bocah devil itu makhluk tak kasat mata. Aku malas berdebat dengannya, aku takut jika aku marah itu akan mengurangi kecantikanku," ucap Zia.


"Seperti kau gadis cantik saja," gumam Zeila, tapi masih terdengar jelas di telinga Zia.


"Hei coba kau katakan lagi padaku! Aku ingin mendengarnya!" sentak Zia, rupanya gadis ini memang tidak bisa diajak sabar. Ia. pandai sekali membuat orang marah dan kesal.


"Kau tidak cantik, kau kasar dan bar-bar. Dan kau juga sudah merayu Kak Sam milikku untuk menjadi pacarmu!"


"Oh ya ampun, boleh aku membuangnya ke dalam samudra?" tanya Zia.


"Bawa saja, lagi pula tidak ada orang yang ia kenal di sini, jadi kita akan aman jika melakukan sesuatu padanya, " jawab Jizzy sengaja menakuti Zeila.


"H-hei kalian jangan macam-macam ya! Aku akan mengadukan kalian pada Daddy!"


"Coba saja jika kau bisa," jawab Zia, kemudian Zia dan Jizzy pun mendekati Zeila untuk menakutinya, berharap gadis ini akan jera dan bisa menjaga mulutnya.


"Tidak! Jangan ... Mommy....!!!" teriak Zeila.


***


Teman-teman semuanya yang baca karya aku, aku mau minta bantuan kalian sekali lagi buat dukung karya ini. Dengan like dan juga komentarnya, serta gift dan vote. Aku mau coba maju lagi di kesempatan terakhir.


Aku nulis kalian jangan lupa tekan like, mudahkan dukung karya ini. Karena masih banyak banget silent reader di sini 😥 kalian baca tapi gak mau like, padahal satu like dari. kalian itu berharga banget 💕

__ADS_1


Jangan lupa juga mampir di novel baru aku ya 😊😙😙



__ADS_2