
Di sebuah kamar seorang remaja kini sedang terbaring dengan gelisah, pikirannya tak tenang hatinya kecewa dan patah menjadi dua. Belum lagi rasa kesalnya yang belum hilang, membuat moodnya menjadi hancur berantakan. Semua itu terjadi karena gadis yang sangat ia cintai kini menjadi milik orang lain. Ia tak terima jika sang gadis pujaan hati, malah memilih pria yang menurutnya, standar kerennya saja masih di bawahnya. Tapi, itu hanya menurut penilaiannya saja. Karena di mata orang lain, ia hanyalah remaja tampan yang banyak gaya dan bicara.
Siapa lagi kalau bukan Theo, remaja tampan yang memiliki banyak pesona. Dan memiliki banyak penggemar dari para remaja perempuan, khususnya remaja yang satu sekolah dengannya. Akan tetapi, ia sama sekali tak pernah tertarik pada gadis-gadis remaja yang ada di sekolahnya, justru ia sangat menyukai seorang mahasiswi cantik yang berusia dua tahun lebih tua darinya.
Gadis yang ia sukai adalah Valencia, yang biasa dipanggil dengan panggilan Zia. Jangan tanyakan kenapa ia senang dipanggil dengan sebutan Zia, alasannya sederhana. Hanya karena ia menginginkannya tak lebih dari itu
Gadis cantik, putri dari pasangan Venus dan Alma ini mampu membuat hati seorang Theo menjadi terkoyak. (Cerita orang tua Zia ada di Novel CINTA TUAN MUDA IMPOTEN).
Ia jadi malas makan, malas belajar dan bahkan ia jadi malas mandi. Padahal biasanya, ia sangat rajin mandi karena selalu ingin terlihat tampan dan menggemaskan. Tetapi, hatinya yang patah membuat remaja tanggung ini tidak bersemangat melakukan apapun.
Dan keadaannya yang sedang tidak baik-baik saja itu terdengar, oleh keponakannya yang seusia dengannya. Jika ada yang belum tahu, bagaimana bisa paman dan keponakan ini bisa seumuran. Jawabannya adalah karena, ibu mereka berdua di saat yang bersamaan. Yang artinya mertua dan menantu perempuannya itu hamil di waktu yang bersamaan. Hingga jadilah, anak mereka lahir dan memiliki usia yang hanya terpaut beberapa bulan saja. Dan kini mereka menjadi sahabat baik, dan sangat dekat.
Mendengar Theo patah hati karena Zia, Marvin pun datang menemui paman kecilnya. Karena sebagai seorang remaja laki-laki yang sama-sama pernah patah hati, Marvin ingin menghiburnya. Karena, ia tahu betul jika bagaimana rasanya ditinggal wanita yang yang sangat ia cintai. Karena Marvin jauh lebih dulu merasakan patah hatinya.
Melihat Theo yang hanya berguling-guling di atas kasurnya, Marvin hanya menghela napas kasar. Ternyata pamannya yang banyak bicara ini jika patah hati, sedihnya melebihi Marvin saat mendengar pernikahan Jizzy dan Zavier. Yang juga adalah keponakan Theo, hanya saja usia Zavier jauh lebih tua darinya. Berbeda dengan Marvin yang diproduksi bersamaan dengannya, hingga kini mereka seumuran.
"Hei Theodorant, jangan bersedih terus. Aku sangat tahu rasanya ditinggalkan orang yang sangat kita sayangi dan cintai. Tapi, kau jangan lemah seperti itu. Harusnya kau bisa lebih kuat jangan menye-menye, seperti anak perempuan saja," ejek Marvin, yang kini ikut tiduran di samping Theo.
Theo berdecih saat mendengar ucapan keponakannya yang kurang garam ini, " Sekarang saj kau bisa seperti itu! Apa kau lupa saat permen manismu menikah dengan makhluk karbol, keponakanku," jawab Theo, yang merasa geli saat mengingat jika ia mempunyai keponakan yang sudah dewasa. Dan mungkin jika Zavier, mempunyai anak maka anak Zavier nanti akan memanggilnya kakek. Oh tidak, ia akan menjadi seorang kakek di saat ia belum mempunyai istri. Gila ini sungguh gila!
Theo jadi ingin bertanya pada orangtuanya kenapa ia terlambat di produksi. Hingga usianya terpaut sangat jauh dengan kakak-kakaknya. Itu karena Theo, belum tahu sejarah pembuatannya. Dan Tama serta Rosa dan juga kakak-kakaknya, mereka sepakat untuk tidak memberitahukanya sampai ia dewasa dan mengerti. Kenapa ia bisa sampai terlambat di cetak oleh orang tuanya.
(Cerita orang tua Theo, ada di novel SUAMI BAYARAN)
"Jangan menyebutku seperti perempuan, aku ini tidak cantik seperti sepupumu!"
__ADS_1
"Maksudmu keponakanmu!" jawab Marvin sambil tertawa terbahak-bahak, karena membicarakan Zavier. Jika diingat kembali, silsilah keluarga mereka memang sangat rumit. Jika dibuat diagram mungkin hasilnya akan seperti benang kusut wkwkwk.
"Sudahlah, jangan membicarakan hal itu lagi. Kepalaku pusing," ucap Theo.
"Bagaimana kalau kita pergi keluar, aku bosan," ajak Marvin
"Aku malas,"
"Ayolah, jangan seperti itu. Kita berdua harus ikhlas mendapatkan ujian yang menyakitkan ini. Meskipun semua ini sangat berat. Tapi aku yakin, jika Tuhan sedang menyiapkan sesuatu yang indah untuk kita berdua, aamiin," ucap Marvin, dan kemudian di aamiin kan lagi oleh Theo.
Benar apa yang dikatakan oleh Marvin, jika ia harus bangkit dan tidak boleh terpuruk oleh cinta. Meskipun itu semua terasa sangat menyakitkan, akan tetapi ia harus kuat untuk menghadapinya. Kehidupannya masih sangat panjang, ia harus tetap bersemangat untuk menjalani semua ini.
*
*
*
Ia terus saja mengeluh sakit, padahal saat ini rasa sakit di kepala dan juga tubuhnya telah berkurang. Namun, ia malah dengan sengaja mencari perhatian Zavier dengan berpura-pura masih lemas dan masih sakit. Karena dengan begitu, Zavier akan memanjakannya.
"Ya ampun kepalaku sakit sekali, aku jadi merindukan Bunda," ucapnya sambil memijat-mijat kepalanya.
Zavier yang melihatnya pun langsung membantu Jizzy untuk memijat kepalanya dan juga keningnya. "Jangan manja, sekarang kau sudah punya suami. Jangan sedikit-sedikit ingat Bundamu," ucap Zavier sambil memberikan pijatan dan usapan pada Jizzy.
"Bagaimana aku tidak merindukannya, karena jika aku sakit Bunda selalu memeluk tubuhku yang kedinginan," rengek Jizzy manjah-manjah basah. Berharap suaminya yang cantik ini peka dengan keinginannya, yang ingin dipeluk dan dimanja olehnya.
__ADS_1
"Kalau hanya ingin dipeluk, aku pun bisa melakukannya,' ucap Zavier dan menarik tubuh mungil Jizzy dan mendekapnya.
'Yes! Ya ampun, hangatnya ... sapi ini memang harus dipancing dulu baru mengerti,' batin Jizzy.
"Lebih erat lagi aku sangat kedinginan," bohong Jizzy, yang kini sedang menikmati pelukan hangat suaminya.
"Seperti ini?"
"Iya seperti itu," jawab Jizzy masih dengan pura-pura lemah. Jujur saja, ia sangat malu dan juga mual dengan aktingnya ini. Tapi jika tidak begini makhluk karbol yang cantik ini akan mau memeluknya.
"Aku sudah memelukmu, sekarang tidurlah," ucap Zavier yang kini sedang mendekapnya dengan hangat.
"Tapi aku belum mengantuk,"
"Tutup matamu, nanti juga kau akan kehilangan kesadaranmu,'
"Aihh kau ini ... apa kau tidak bisa berkata romantis pada istrimu yang menggemaskan ini," Gadis cantik ini sangat menikmati pelukan hangat Zavier, dan kini ia sedang menguyel-nguyel kepalanya di dada bidang Zavier.
"Tidak mau dan juga tidak bisa, cepat tidurlah sebelum aku menidurimu!" ucap Zavier yang kini sedang menahan pemberontakan gagang sapu di bawah sana.
"Ckk ... padahal jika ingin membuka pabrik, kau tinggal membukanya saja. Lagi pula kau kan punya kuncinya,"
'Astaga lama-lama pertahananku bisa runtuh jika begini terus, kenapa permen kenyal ini selalu saja menggodaku,'
***
__ADS_1
Jangan bilang kalau Jizzy genit pada suaminya, karena tidak masalah jika seorang istri menginginkannya duluan 😗😗😗