
Perlahan motor-motor sport yang mereka tumpangi pun membelah jalanan di malam yang sunyi itu. Untuk kembali ke rumah mereka masing-masing. Begitu pun juga dengan Royce, ia pun kembali ke rumahnya meskipun sebenarnya ia merasa enggan. Namun, tak ada pilihan lain karena hanya rumah itulah tempatnya bernaung selama belasan tahun ini.
Karena jalanan yang cukup sepi, akhirnya Royce pun mengendarai motornya dengan cukup cepat. Hingga ia dikagetkan oleh seseorang yang hampir ia tabrak.
Seorang gadis berlari ke arah motornya, dan membuat Royce terkejut dan membanting motornya. Hingga motornya pun terjatuh.
Bunyi benturan pun cukup keras di malam yang sunyi itu, untung saja Royce tidak mengalami cedera. Namun, ia sangat kesal karena gara-gara gadis itu ia hampir saja mengalami kecelakaan. Ia pun terbangun dan menaruh helmnya sembarangan, karena ingin segera memarahi gadis itu.
"Hei gadia bodo! Apa kau sudah gila! Kenapa kau berlari ke arah motorku! Apa kau sudah bosan hidup!" sentak Royce pada gadis yang ada di hadapannya. Jika dilihat-lihat usianya tak berbeda jauh dengannya.
Mendengar dirinya dimarahi oleh orang yang tak ia kenal, membuat gadis itu pun tak terima dan malah balas memarahi Royce.
"Hei kau! Jangan berteriak padaku, telingaku masih normal untuk mendengar suaramu yang jelek itu!"
__ADS_1
"Kalau begitu apa matamu mengalami gangguan! Hingga ada motor besar pun kau hampiri, tadi hampir saja terjadi.kecelakaan!"
"Baru hampir, tapi tidak terjadi kan,"
"Apa kau bilang, astaga otakmu kau simpan dimana!"
"Aku simpan otakku di rumah, kau mau apa!"
Merasa malas berdebat akhirnya Royce pun memilih untuk pergi saja, menurutnya percuma berdebat dengan gadis sepertinya. Karena hanya akan membuatnya bertambah kesal saja.
"Hei kau! Kenapa kau pergi begitu saja, seharusnya kau minta maaf padaku!"
"Aku tidak perlu minta maaf, karena kau yang salah!" jawab Royce sambil mengangkat motor besarnya yang tadi sempat terjatuh.
__ADS_1
"Aku tidak bersalah, aku sedang buru-buru tadi!"
"Terserah! Aku tidak peduli!" jawab Royce dan menaiki motornya kembali dan pergi meninggalkan gadis itu begitu saja.
Gadis itu pun hanya menatap kepergian Royce dengan tatapan sebal. " Dasar sombong! Awas saja kalau bertemu lagi, akan aku telan kau!" ucapnya kesal pada Royce.
Gadis itu pun akan melanjutkan perjalanannya menuju pulang ke rumah barunya. Ia tadi memang terburu-baru karena merasa takut harus pulang sendirian. Ia tadi baru saja mengadakan pesta perpisahan dengan teman-temannya. Karena selain harus pindah rumah, ia juga harus pindah sekolah. Untuk itulah malam ini ia pulang terlambat.
Saat hendak melangkahkan kakinya, mata gadis itu tak sengaja melihat helm Royce yang tertinggal di sana. Ia pun tersenyum dan kemudian mengambilnya. Dilihat dari bentuk dan juga modelnya, sepertinya harga helm itu harganya cukup mahal.
"Kalau rejeki memang tak akan kemana, kalau dijual pasti harganya mahal," ucap gadis itu sambil tertawa dan kemudian pulang sambil memeluk helm milik Royce.
***
__ADS_1
Assalamualaikum semuanya, alhamdulillah ada novel baru lagi ya 😊 mohon dukungannya 💗💗💗