Beautiful Boy (Suamiku Pria Cantik)

Beautiful Boy (Suamiku Pria Cantik)
Bab 40


__ADS_3

Malam ini Zayan dibuat pusing oleh tingkah Zeila, yang mengatakan jika ia ingin menikah dengan Samuel. Putrinya itu terus saja mengoceh ingin menikah dengan asistent kakaknya itu. Ocehan dan rengekannya sedari tadu membuat telinga Zayan menjadi panas.


"Ayolah Dad, nikahkan aku dengan Kak Sam. Daddy kan tahu kalau selama ini aku sangat menyukai Kak Sam yang manis itu," ucap Zeila terus saja merengek dan bergelayut manja pada Zayan.


"Jangan berdusta, Daddy tidak tahu kau menyukainya!" jawab Zayan, sambil meminum kopi hitamnya yang masih hangat.


"Ahhh Daddy,"


"Astaga bocah ini, kau ini sekolah saja belum lulus dan sekarang kau ingin menikah? Ya ampun Ze ...jangan buat Daddy pusing!"


"Aku hanya minta menikah, bukan meminta Daddy pusing!"


"Kau ingin menikah dengan calon suami orang, Ze ! Cari calon suaminya lagi, nanti akan Daddy pikirkan jika calonnya cocok,"


"Tidak mau aku maunya Kak Sam!"


"Tapi Sam tidak mau menikah denganmu!"


Astaga kepala Zayan rasanya ingin meledak saja, ia sampai bertanya pada Zaira jika anak bungsunya ini benar-benar minum susu saat bayi atau tidak.


"Sayang, saat dia bayi kau beri susu apa? Bukan susu ayam kan?" tanya Zayan pada Zaira yang sedang asik bermain ponsel. Menurutnya, lebih menyenangkan melihat berita terkini dari pada mendengar, ocehan Zeila yang tidak jelas.


"Aku memberinya susu formula sayang, kenapa kau tidak tanyakan saja pada pemilik pabrik susunya. Aku takut jika susunya mereka campur dengan susu kuda," jawab Zaira asal. Karena saat melahirkan Zeila, Asi Zaira memang tidak keluar. Untuk itu Zeila full minum formula.


"Sepertinya kau memberikan kau susu bebek padanya sayang, karena anakmu ini berisik sekali!"


"Mungkin,"


"Dad ..." teriak Zeila lagi.


"Minta yang lain Ze, jangan minta Sam. Jika kau memang suka pria manis, akan Daddy carikan pria manis semanis madu dicampur susu. Kalau masih kurang manis kau bisa tambahkan gula!"


"Dadddd....hap ..."


Zayan langsung membungkam mulut anaknya yang cerewet, dengan cake strawberi buatan istrinya.

__ADS_1


"Berisik!"


*


*


Di rumahnya saat ini Zavier masih disibukan oleh pekerjaannya. Itu karena tadi siang ia disibukan oleh adiknya dan berakhir berkunjung ke rumah Guntara dan juga mengobrol panjang lebar dengan Mommynya.


Begitu juga dengan Samuel yang siang tadi malah pergi berkencan dengan Zia. Untuk itulah malam ini ia masih sibuk bekerja di ruang kerjanya. Membuat Jizzy bosan dan ingin mengganggu suaminya itu sejenak.


Tapi, jika pekerjaannya malam ini tidak selesai maka besok suaminya itu pasti akan lembur. Serba salah memang, kalau sudah begini ia kan jadi bosan.


Lebih baik ia mengganggu suaminya sejenak, dari pada ia bosan pikirnya. Jizzy pun mempunyai ide untuk mengerjai suaminya.


Ia berjalan menuju ke arah lemari pakaiannya dan mengambil salah satu pakaian dinasnya. Sengaja ia gunakan pakaian yang berbentuk saringan itu dan pilihannya jatuh pada warna merah.


Ia sengaja menggunakan lingrie berwarna merah agar tubuh mulusnya, terlihat semakin seksi dan berharap jika suaminya itu nanti akan tergoda olehnya.


Sengaja ia merias diri dulu, agar terlihat semakin cantik di mata suaminya. Ia menggerai rambut panjangnya agar terlihat semakin menggoda.


Setelah semuanya siap, ia pun kemudian pergi ke ruang kerja Zavier. Dan tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, ia pun langsung masuk kesana.


Kenapa suaminya lebih tertarik memandang benda itu dari pada dirinya, padahal jika Zavier mau. Jizzy rela digigit oleh Zavier, jiaaahhh ... bayangan yang tidak-tidak pun langsung berseliweran dalam otaknya.


"Sapiii sayaaaanggg ..." panggil Jizzy dengan suara dibuat serak-serak manjah menggoda, agar terdengar mendayu-dayumu di telinga Zavier. Berharap sinyal yang ia buat bisa sampai pada pisang tanduknya, yang kini sedang tidur tampan.


Mendengar suara Jizzy memanggil, Zavier pun langsung mengangkat kepalanya. Ia terkejut saat melihat Jizzy dalam keadaan yang sangat luar biasa. Ia terlihat sangat cantik dan menggoda.


Jizzy menghampirinya hingga Zavier langsung meneguk ludah kasar. Pemandangan di hadapannya ini sungguh sangat menggoda.


Dengan bergaya layaknya perempuan penggoda, Jizzy kini duduk dipangkuan Zavier dan mengalungkan tangannya. Aroma wangi dari tubuh Jizzy pun semakin memanjakan penciumannya.


"Sayaaaaang, apa kau tidak lelah bekerja terus?" tanya Jizzy sambil memainkan jari-jarinya di dada bidang Zavier. Sedangkan pandangan Zavier pun kini sudah mengarah pada tempat kesukannnya. Dimana ia selalu minum nutrisi untuk kesehatan tubuhnya.


"Aku lelah, tapi perkerjaanmu belum selesai," Zavier semakin merapatkan tubuh Jizzy padanya. Tangannya pun mulai menyibak rambut panjang Jizzy, dan mencium leher jenjang itu serta memberikan tanda cintanya di sana.

__ADS_1


"Tapi aku kesepian,"


"Kalu begitu kita bermain sebentar," bisik Zavier. Dan mulai mencium bibir Jizzy yang sangat manis, menyesapnya dan mengecapnya. Ia terus mencium bibir itu, sampai Jizzy kehabisan napas. Ciumannya kini turun pada leher jenjangnya, dan ia tinggalkan beberapa jejak hingga leher mulus itu.


Tangannya pun tak mau tinggal diam, dan memainkan benda squishi kesukaanya. Membuat tubuh Jizzy mulai meremang saat Zavier mulai memainkan dengan tangan dan juga bibirnya. Jizzy pun semakin menenggelamkan kepala Zavier, membuatnya semakin bersemangat untuk menikmatinya.


Puas bermain di sana, Zavier langsung menggendong Jizzy dan membawanya ke kamar. Untuk melanjutkan permainan mereka sampai tuntas. Dan Jizzy pun tersenyum bahagia karena sudah berhasil menggoda suaminya.


*


*


Sedangkan malam ini, menjadi malam yang sepi untuk seorang jomblo abadi seperti Reyzi. Setiap harinya ia selalu merasa bosan. Apalagi sejak Zavier menikah, ia sudahh tak ada lagi teman untuk menghabiskan waktu.


Bukannya tak mempunyai teman yang lainnya, tapi teman-temannya lebih senang menghabiskan waktunya di klub malam. Dan Reyzi sama sekali tak menyukai itu.


Akhirnya ia memutuskan untuk pergi keluar sebentar saja untuk mencari angin. Ia pun mulai masuk ke dalam mobilnya, tapi saat masuk kedalam mobil ia dikejutkan oleh Zeila yang ternyata mengikutinya.


"Mau apa kau?" tanya Reyzi pada bocah nakal yang selalu membuat semua orang kesal.


"Antar aku ke mini market ya Kak, ada sesuatu yang ingin aku beli,"


"Apa?"


"Rahasia, laki-laki tidak boleh tahu!"


"Dasar menyebalkan!"


Reyzi pun mulai mengendarai mobilnya dan membelah jalanan malam. Sepertinya aktvitas malam tak pernah berhenti, karena di jalan masih sangat ramai meskipun hari sudah malam.


Sampailah Reyzi dan Zeila di sebuah mini market, gadis itu pun langsung masuk ke dalam dan memilih barang yang akan ia beli.


Belum ada sepuluh menit di sana, suara Zeila sudah terdengar ribut membuat Reyzi berdecak sebal.


"Seandainya bisa, aku ingin mengirim bocah itu ke antarktika," gumam Reyzi dan menghampiri suara Zeila yang terdengar ribut dengan seseorang.

__ADS_1


***


Votenya jangan lupa ya 😘😘😘


__ADS_2