
Sejak melihat foto anaknya tengah berciuma, hati Venus dilanda gelisah. Ia bahkan sengaja pulang lebih cepat karena ingin segera bicara pada Zia. Ia juga ingin menginterogasi, apa Samuel berbuat nakal atau tidak pada putrinya. Jika saja ia sampai berani macam-macam pada Zia. Maka Venus akan menikahkan mereka sekarang juga.
Melihat suaminya yang hanya mondar-mandir, membuat Alma kesal dibuatnya. Ia merasa terganggu, melihat Venus bolak-balik sambil menggerutu tidak jelas.
"Hei Pluto sayang, kenapa dari tadi kau terus saja mondar-mandir tidak jelas. Kau seperti nenek-nenek yang kehilangan giginya, tidak bisakah kau diam sebentar saja!" kesal Alma pada suaminya.
"Oh ya ampun sayang, bagaimana aku bisa tenang jika putriku sedang main ayam-ayaman di luar sana. Bagaimana kalau permainan mereka naik satu tahap, jangan sampai mereka ke tahap kuda-kudaan sebelum waktunya. Aku tidak mau itu terjadi!" jawab Venus kemudian duduk di samping Alma.
"Kau tidak usah khawatir, jangan berlebihan seperti itu!"
"Justru aku sangat khawatir, kau tahu kan jika anak kita itu agresif. Bagaimana kalau suaminya yang imut dan manis itu ia paksa dan ia preteli, kau mau ibunya datang kemari dan meminta pertanggung jawaban. Kalau putri kita sudah merenggut paksa keperjakaan anaknya?" planet itu sangat sewot, membicarakan anaknya yang memang sangat agresif seperti Alma.
Pikiran planet pluto itu memang ajaib, jika orang lain mungkin takut jika anak perempuannya akan di apa-apakan.oleh pacarnya. Namun, yang ia rasakan justru sebaliknya. Ia sangat takut anak perempuannya mempreteli kekasihnya. Sungguh hebat bukan pemikirannya.
" Kau tenang saja, jika Zia berani macam-macam pada Samuel. Maka aku sendiri yang akan memintanya untuk mempertanggung jawabkan apa yang ia lakukan," ucap Alma mantap.
Venus pun akhirnya bisa bernapas lega, karena jika Alma sudah turun tangan maka semuanya akan beres. Karena hanya Alma yang mampu menjinakan putrinya yang agresif itu. Bahkan putrinya menjadi jago bela diri pun, itu karena Alma yang melatihnya.
Hingga Zia tumbuh seperti Alma menjadi perempuan yang kuat. Untung saja kemampuan otak Zia menurun dari Venus, dan tidak kurang pintar seperti Alma yang selalu minus jika berpikir.
Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya Zia dan Samuel pun pulang. Mengetahui mereka berdua sudah pulang, Venus pun sudah tidak sabar untuk menginterogasi mereka berdua.
"Akhirnya kalian berdua pulang juga," ucap Venus.
Samuel dan Zia pun saling pandang, mereka dua merasa bingung karena tak biasanya Venus bersikap seperti itu.
"Papa menungguku?" tanya Zia.
__ADS_1
"Tidak! Tapi Papa menunggu kalian berdua!"
"Ada apa memangnya?" tanya Zia sambil menuntun Samuel agar duduk di sampingnya. Ia takut jika papanya yang aneh itu akan memarahi pacarnya, untuk itu sebagai kekasih siaga Zia pun akan selalu berada di samping Samuel untuk melindunginya.
Kini mereka berempat duduk saling berhadapan, kedua pasanngan beda generasi itu pun kini dalam mode serius. Tatapan Venus mulai menelisik mereka berdua. Membuat pria manis itu pun menjadi takut. Takut jika di mata calon mertuanya ia sudah melakukan kesalahan, tapi apa itu?
Dan kini pandangannya tepat mengarah pada Samuel, planet pluto itu menelisik calon menantunya dari atas sampai bawah.
"Hei Sam, apa kalian berdua tadi melakukan sesuatu?" tanya Venus.
"A-apa? S-sesuatu?" tanya Samuel gugup, apa calon mertuanya ini mengetahui jika tadi ia sudah mencium anak gadisnya. Kalau benar bisa gawat, planet ini pasti akan memarahinya.
Samuel menjadi menyesal karena sudah mencium Zia tempat terbuka. Kenapa ia tadi tidak menciumnya di dalam mobil saja. Ia sampai lupa jika kekasihnya ini bukan putri orang sembarangan. Tetapi kekasihnya ini adalah putri putra kedua dari keluarga Bramana.
Apalagi ia melakukannya sampai tiga kali, karena Zia yang memaksa ingin menciumnya. Samuel senang saja saat kekasihnya terus ingin menciumnya, tanpa ia berpikir bagaimana efek sampingnya.
"Aku ...itu..." Samuel bingung harus mengatakan apa, membuat Venus gemas saja. Kenapa calon menantunya ini susah sekali diajak bicara.
"Aihhh ya ampun, Samuel aku ingin bertanya apa burungmu masih aman dalam sangkarnya. Dia tadi tidak terbang dan hinggap pada ..."
"Papa!" potong Alma.
"Apa?" tanya Venus.
"Aku tahu maksud dari Papa? Aku dan Samuel tidak melakukan apa-apa, kami hanya berciuman saja! Papa tidak usah khawatir burung Sam tidak akan terbang dan hinggap sembarangan. Karena aku sendiri yang akan menjaganya! Bukan begitu sayang?" Zia berkata hal seperti itu dengan hati yang ringan. Tak tahukah, jika Samuel yang mendengarnya merasa sangat malu, karena ketahuan berciuman.
"I-iya," jawab Samuel.
__ADS_1
"Oh ya ampun kalau begini terus hatiku tidak tenang, sebaiknya pernikahan kalian dipercepat saja!" Venus akhirnya memberikan keputusan yang sangat di nanti-nanti oleh Samuel dan Zia.
"Yesss ... Sayang akhirnya kita menikah!" Zia sangat bahagia dan memeluk Samuel dengan sangat erat.
"Zia ... Astaga, Alma lihatlah kelakuan anakmu itu!"
"Kau ini kenapa sewot sekali, apa kau juga ingin dipeluk?" tanya Alma.
"Ohh, boleh juga tapi jangan di sini," jawab Venus, karena setelah berpelukan ia juga ingin main ehem-eheman.
*
*
Zavier dan Jizzy pun akhirnya sampai juga di rumah mereka, tadi Zaira sempat meminta mereka berdua untuk menginap. Akan tetapi, Zavier menolak karena ia hanya ingin berdua saja bersama dengan istrinya.
Zaira paham akan hal itu, ternyata putranya ini sangat mirip dengan suaminya Zayan. Ia juga bahagia, karema pada akhirnya putranya yang memiliki sifat langka itu, bisa bahagia bersama dengan istrinya. Meskipun pernikahan mereka lewat jalur perjodohan.
Kini yang masih mengganjal di hati Zaira adalah bagaimana mengubah sikap putri bungsunya. Sikap putrinya itu sangat keras kepala, sulit dikendalikan dan juga pemarah. Entah bagaimana ia mengubahnya, apa mungkin Zaira juga harus menemukan seseorang untuk mengubah sifat putrinya itu.
Tetapi, Zeila terlalu muda untuk menikah. Mungkin ia harus mencari jalan lain. Apa ia harus memberikannya guru privat atau bodyguard untuk mengubah pola hidupnya.
Memikirkan hal itu membuat kepala Zaira menjadi sakit kepala, mungkin ia harus membicarakan hal ini dengan Zayan. Mudah-mudahan saja, suaminya mempunyai jalan keluar untuk masalah putri bungsu mereka.
***
Aku gak bakal bosan buat minta dukungan sama kalian semua, jangan lupa berikan like, komentar dan juga gift serta vote. Besok senin jangan lupa sumbangin votenya ya 😘😘😘
__ADS_1
Kalau novel ini lolos dan terpilih lagi, mungkin Mimin nanti bakal bikin novel baru lagi 💕 novelnya siapa ya 😅