Beautiful Boy (Suamiku Pria Cantik)

Beautiful Boy (Suamiku Pria Cantik)
Bab 35


__ADS_3

Pada akhirnya, Jizzy pun pulang dengan diantar oleh Reyzi. Sejatinya, pria tampan ini merasa sangat bahagia karena bisa berada dalam satu mobil bersama dengan Jizzy. Itu karena selama ini menyukai Jizzy, tapi sayang gadis yang ia sukai itu dijodohkan dengan sepupunya.


Awalnya Jizzy menolak untuk diantar pulang, akan tetapi tadi ia sudah meminta supirnya untuk pulang duluan. Itu berarti ia harus pulang naik taksi sekarang. Tadinya, Jizzy berpikir jika ia akan pulang bersama dengan Zavier. Karena ia ingin menghabiskan waktu untuk melihat suami karbolnya itu bekerja. Dan berbagai bayangan romantis pun sudah ia bayangkan.


Namun, sayang karena semua rencananya gagal karena kedatangan tuyul tidak diundang. Siapa lagi kalau bukan Zeila adik ipar durjananya. Benar-benar sangat menyebalkan sekali gadis itu. Hadir dan menghancurkan semua rencananya.


Jizzy pun pulang dengan perasaan kacau, moodnya sangat hancur saat ini. Selain kesal karena gagalnya ingin menghabiskan waktu dengan Zavier, Jizzy juga kesal karena suaminya lebih mementingkan adiknya yang menyebalkan itu. Pria cantik itu sangat tidak peka pada perasaannya. Katakanlah jika saat ini Jizzy egois, tapi ia memang sedang ingin bersama dengan suaminya.


Sepanjang perjalanan, Jizzy hanya diam saja. Ia membungkam bibirnya yang selalu cerewet itu. Hanya.terdengar helaan napas beberapa kali dari bibirnya.


Reyzi yang sedari tadi memperhatikan Jizzy pun, merasa ada yang salah dengan sikap Jizzy yang tak biasa, ia terlihat sangat sedih. Memang tadi saat ia berjalan di belakangnya, Reyzi mendengar jika Jizzy sedang mengumpat Zavier.


Jadi, ia berpikir jika saat ini istri dari sepupunya ini pastilah sedang bertengkar dengan suaminya. Reyzi ingin sekali menghiburnya, akan tetapi ia ragu untuk bicara duluan.


Karena setahu Reyzi, jika Jizzy sedang kesal ia bisa bicara dengan kecepatan tinggi dan juga emosi yang meledak-ledak. Titisan kuda poni ini tidak sanggup untuk mendengar ocehannya yang sepanjang jalan Hidupnya. Biarlah, ia tenang dan tak bicara seperti saat ini.


Karena itu lebih baik dari pada ia mengoceh tak jelas, lagi pula dengan Jizzy terdiam seperti ini membuat Rey bisa lebih leluasa untuk memandangi wajah cantiknya.


Seandainya ia bisa memilih dan juga meminta, saat itu Rey ingin jika Jizzy menikah dengannya saja. Karena tanpa sepengetahuan orang-orang hatinya ia ikatkan pada perempunan yang ada di sampingnya.


Sayangnya ia tak berjodoh dengan cinta pertamanya.


Setelah menempuh perjalanan dari kantor ke rumah Zavier, kini mereka berdua sudah sampai di kediaman Zavier dan juga Jizzy.


Setelah mengucapkan terima kasih dan juga minta maaf karena kejadian tadi, Jizzy pun pamit ke dalam dan Reyzi pun kembali lagi ke kantor karena pekerjaanya masih sangat banyak. Hanya karena melihat perempuan yang ia sukai mengomel, ia sampai lupa dan malah mengikutinya dan bahkan mengantarnya pulang.


Cinta memang bisa membuatnya bodoh rupanya ...


Karena masih merasa kesal, akhirnya Jizzy pun merebahkan tubuhnya dan kemudian tertidur. Tadinya ia tidak ingin pulang dan akan ke rumah orang tuanya saja, akan tetapi jika ia tak pulang ia takut jika orang tuanya mengira jika ia sedang bertengkar dengan suaminya.


Terlalu banyak berpikir membuatnya mengantuk, dan akhirnya ia pun terlelap di tempat yang selalu ia gunakan untuk memadu kasih dengan suaminya itu.

__ADS_1


*


*


Sesampainya di kantor, Rey pun kemudian hendak kembali ke ruangannya. Namun, ia berpapasan dengan Zeila adik sepupunya yang sudah ia anggap sebagai adiknya itu.


"Hai Ze, sejak kapan kau di sini?" tanya Reyzi.


"Sejak dari pulang sekolah, oh ya Kak Rey antar aku pulang yah," rengeknya.


"Aku sedang sibuk, Ze. Memangnya tadi kau kemari bersama dengan siapa?'


"Dengan Theo, tapi dia sudah pulang duluan,"


"Kalau begitu naik taksi saja,"


"Apa! Aku tidak mau naik taksi, aku takut diculik memangnya kau tidak khawatir padaku?"


"Tidak akan ada yang mau menculik gadis menyebalkan sepertimu, sudah sana pulang!"


*


*


Hari sudah sore saat Jizzy mulai membuka matanya, ternyata ia tidur cukup lama hingga saat ia melihat keluar hari sudah mau gelap.


Suara gemerincik air pun terdengar, sepertinya suaminya.sudah pulang. Mengingat bagaimana tadi Zavier tak mempedulikannya, membuat hati Jizzy kembali kesal.


Lihat saja, jika suaminya itu nanti akan meminta jatah mantap-mantap dengannya. Maka ia akan langsung menolaknya, biar saja pisangnya itu merana semalaman. Atau mungkin sepertinya, satu malam tidak akan cukup untuk menghukum suaminya itu.


Saat sedang berpikir untuk memberi hukuman pada suaminya, terdengar suara pintu kamar mandi pun terbuka. Dan aroma sabun serta sampo pun menguar di ruangan kamar itu.

__ADS_1


Melihat penampilan Zavier, yang hanya memakai handuk saja. Dan memperlihatkan otot-otot tubuhnya, sejenak membuat rasa kesalnya pun berubah.


Namun, untuk kali ini Jizzy harus menahan keinginannya untuk tidak tergoda dengan penampilannya yang hampir meruntuhkan imannya yang hanya sebesar biji apel itu.


Zavier tahu, jika saat ini istrinya sedang memandanginya jadi ia memutuskan untuk menggodanya. Dengan masih menggunaka handuk, ia mendekati Jizzy. Namun, Jizzy malah memalingkan wajahnya.


Zavier tahu, istrinya pasti masih marah gara-gara tadi mereka gagal bermesraan. Untuk itu, ia pun memutuskan.untuk minta maaf dan menggodanya.


Zavier duduk di sampingnya, dan meraih pinggang kecil itu dan merapatkan tubuhnya pada Jizzy yang baru bangun.


Jizzy yang tidak ingin tergoda pun akhirnya, mencoba untuk melepaskan tangan kekar suaminya itu agar tidak menyentunya.


"Minggir kau lepaskan aku!"


"Tidak!" jawab Zavier yang malah semakin menarik tubuh Jizzy agar semakin menempel pada tubuh kekarnya.


Tubuh kecil Jizzy tidak bisa melawan tubuh Zavier yang jauh lebih kuat darinya. Hingga semakin ia meronta, himpitan Zavier malah semakin kuat. Hingga kini posisi Jizzy menjadi di bawah Zavier.


Dengan posisi seperti ini, Zavier bisa dengan puas melihat wajah cantik Jizzy. "Apa kau marah padaku?" bisik Zavier hingga hembusan napasnya membuat tengkuk Jizzy meremang.


"Tentu saja aku marah, aku kesal karena ka lebih memilih tuyul itu!" kesal Jizzy.


"Tuyul itu adikku," jawab Zavier dengan terkekeh, ia merasa gemas melihat istrinya sedang marah seperti ini. Wajahnya terlihat semakin cantik saja di mata Zavier.


Tanpa mempedulikan penolakan Jizzy, Zavier langsung mencium bibir mungil Jizzy dengan paksa. Ia tak bisa menahan keinginannya lagi untuk menyentuh Jizzy.


"Minggir kau! Dasar sapi aku sedang marah padamu tahu!"


Namun, Zavier tak mempedulikan penolakan Jizzy malah kini pakaian Jizzy sudah terbuka dan memperlihatkan benda kenyal kesukaanya. Baru saja ia mengecap sebentar sumber nutrisinya itu. Terdengar sebuah gedoran keras di.pintu kamarnya.


"Kakaaaaakkk buka pintunya!"

__ADS_1


Zavier pun menghentikan kegiatannya, dan itu membuat Jizzy kesal, kenapa tiba-tiba tuyul itu jadi senang mengganggunya. Dengan perasaan kesal Jizzy langsung menendang handuk Zavier hingga memperlihatkan rudal suaminya yang sudah siap meluncur.


"Lakukan atau aku cekik burungmu sampai lemas dan tidak bisa bangun lagi!"


__ADS_2