
Zavier langsung memandang ke arah adiknya, "Zeila, apa benar yang dikatakan olehnya?" tanya Zavier pada adiknya.
" Kak Sam, itu pacarku Kak. Tapi perempuan bar-bar ini malah mengatakan jika Kak Sam itu calon suaminya!"
"Astaga Zeila, sejak kapan Samuel menjadi kekasihmu?" tanya Zavier merasa heran dengan tingkah adiknya ini.
"Sejak aku mengenalnya,"
"Apa!" jawab mereka semua tak percaya dengan apa yang mereka dengan mereka dengar.
"Dengar Zeila, Samuel sebentar lagi akan menikah dengan Zia. Jadi kau tidak boleh mengganggu hubungan mereka, kau anak baik. Tidak boleh mengatakan hal itu," ucap Zavier, masih mencoba bersikap lembut pada adiknya ini.
"Kakak pasti bohong kan?"
"Tidak,"
Zeila langsung menundukan kepalanya, air matanya mengalir. Ia merasa sedih karena pria yang selama ini ia sukai, ternyata sebentar lagi akan menikah.
Melihat Zeila dengan raut wajah seperti itu, membuat Jizzy dan Zia pun merasa kasihan. Akan tetapi, bukan berarti Zia akan menyerahkan Sam pada Zia. Ia hanya kasihan saja, tak lebih dari itu.
"Sekarang kau tidak boleh lagi menggangu calon suamiku, cari sendiri saja calon suamimu," ucap Zia.
"Tidak mau! Aku akan bilang pada Daddy, kalau aku ingin menikah dengan Kak Sam!" ucapnya sambil pergi meninggalkan mereka semua dengan kesal.
Zavier yang khawatir akan keadaan adiknya yang kini sedang kacau, kini pergi mengikuti adiknya diikuti oleh Jizzy di belakangnya.
Sedangkan Zia kini sudah kehilangan selera makannya, perutnya mendadak kenyang setelah mendengar ucapan dari Zeila yang manja itu.
Tak ingin kekasih hatinya marah, Samuel pun memutuskan untuk mengajaknya pergi. Zia perlu dihibur agar suasana hatinya ini kembali menjadi baik. Dan hanya pria manis seperti Samuel lah, yang mampu membujuk hati Zia.
__ADS_1
Kini mereka berdua memutuskan untuk pergi saja dari restoran itu, dan pergi ke tempat dimana hati Zia akan membaik.
Sedangkan Zavier, Jizzy dan juga Zeila kini mereka sedang menuju ke rumah utama keluarga Guntara. Di saat seperti ini hanya Mommynya Zaira yang mampu bicara dengan Zeila.
Adiknya itu keras kepala dan sangat sulit diatur, mungkin karena terlalu dimanjakan maka Zeila menjadi memiliki perangai yang kurang baik. Ada satu hal yang orang tak tahu kenapa gadis itu sangat dimanjakan. Itu karena mereka tak ingin ada hal buruk yang terjadi padanya.
Selama berada di dalan mobil tak ada satu orang pun yang mengeluarkan suara. Ini terasa sangat aneh, hingga Jizzy pun merasa canggung berada dalam situasi seperti ini.
Tadinya ia enggan ikut dengan Zavier, tapi suaminya ini mengajak ia untuk menemaninya mengantar Zeila pulang. Dan di sinilah sekarang Jizzy berada, di dalam mobil bersama dengan orang-orang yang mengunci mulutnya. Hingga hanya ada kesunyian di sana. Untung saja jarak ke rumah ke Guntara tak terlalu jauh, jadi ia tak perlu menghabiskan banyak waktu bersama adik kakak yang hanya saling diam itu.
Sesampainya di kediaman rumah Guntara, Zeila langsung keluar dari mobil dan masuk ke dalam rumah tanpa mempedulikan Zavier.
Tanpa banyak bicara Zavier menggandeng tangan Jizzy dan membawanya masuk ke dalam rumahnya. Dimana, di rumah itulah ia dilahirkan dan juga dibesarkan.
Saat masuk, ia langsung disambut oleh senyuman dari Mommy kesayangannya, Zaira.
"Hallo sayangnya Mommy, sudah lama sekali kau tidak pulang. Memangnya kau tidak merindukan Mommy?" tanya Zaira sambil memeluk anaknya.
"Hai menantu Mommy, apa kabar? Bagaimana apa anak Mommy menyusahkanmu?" tanya Zaira pada Jizzy, ia pun memeluk menantunya dengan sayang. Melihat Zaira yang sangat baik, Jizzy sempat berpikir jika Zeila itu anak tiri Zaira wkwkwk. Jahat sekali pikiran permen kenyal ini, Jizzy mempunyai alasan untuk itu. Karena dalam keluarga Guntara, hanya Zeila saja yang terlihat berbeda.
"Sama sekali tidak Mom," jawab Jizzy.
"Jangan berbohong, Mommy tahu kalau anak Mommy ini salah satu makhluk langka. Jadi, jangan sungkan jika ada keluhan," ucap Zaira, ia menggandeng menantunya untuk duduk dan meminta pelayan untuk menyiapkan makanan dan juga minuman.
Jizzy hanya tertawa mendengar ucapan mertuanya, "Oh Zavier, kali ini apa yang dilakukan oleh adikmu itu?" tanya Zaira, karena tadi ia melihat putrinya pulang dalam keadaan kesal.
Zavier pun kemudian menceritakan apa yang dilakukan oleh Zeila saat di restoran tadi pada Zaira. Zaira hanya menghela napas kasar mendengarnya.
Entah bagaimana ia harus mengubah sifat anak gadisnya itu, kenapa anak bungsunya ini sangat sulit untuk dikendalikan, ia pun tak mengerti.
__ADS_1
"Jadi Zeila mengatakan jika ia akan bilang pada Daddy, jika ia mau menikah dengan Sam?" tanya Zaira.
"Iya Mom, jangan sampai Daddy mengabulkan keinginnanya. Aku tidak ingin adikku, menjadi penggangu hubungan orang lain,"
"Astaga, sebenarnya apa yang ada dalam otak anak itu. Apa ia ingin melihat pertarungan antara si Rembo dan juga planet pluto!"
"Mommy nasihati saja nanti, aku bingung bicara dengan anak itu,"
"Baiklah, kau tenang saja jangan pikirkan hal itu. Fokus saja untuk mencetak cucu untuk Mommy,"
"Oh ya ampun," gumam Jizzy, ia merasa malu dengan kata-kata terakhir mertuanya itu.
Sedangkan di tempat lain, kini Zia dan Samuel tengah berada di sebuah pantai. Pantai itu tak banyak dikunjungi oleh orang-orang. Hanya beberapa orang saja yang ada di sana. Membuat suasananya menjadi tenang dan juga menyenangkan.
"Bagaimana, apa kau suka?" tanya Samuel.
Zia terlihat tersenyum senang, kini mereka berdua tengah duduk di atas mobil dan memandang hamparan laut yang indah. Dengan ditemani terpaan angin yang sejuk dan suara deburan ombak yang memanjakan indra pendengaran sepasang kekasih ini.
"Aku suka sekali, suasana hatiku mendadak sangat bagus. Kau memang sangat tahu apa yang hatiku inginkan," ucap Zia sambil tersenyum.
Samuel sangat senang melihat kekasihnya ini tersenyum. Belakangan ia baru tahu, jika ternyata kekasihnya ini adalah seorang gadis yang sangat sulit didekati.
Tapi ia bisa dengan mudahnya jatuh cinta pada dirinya, dan itu membuat Samuel sangat bahagia. Gadis cantik dengan sikap agak bar-bar dan pemarah dan juga galak ini. Ternyata memiliki hati yang sangat lembut dan juga penyayang.
Samuel menarik pinggang Zia dan merapatkannya pada tubuhnya. Wajah Zia bersemu merah, ia sangat malu dengan sikap Samuel yang romantis padanya.
Kini Zia berada dalam dekapan Samuel, pria tampan yang selalu bersikap manis ini membisikan kata cinta yang membuat hati Zia menjadi sangat berbunga-bunga.
"Aku mencintaimu Valenzia," ucapnya dan kemudian mendaratkan bibirnya pada bibir mungil Zia. Dan kini sepaasang kekasih ini tengah saling mengecap rasa manisnya cinta mereka.
__ADS_1
Tanpa mereka ketahui seseorang yang diutus Venus untuk mengikuti mereka berdua, kini telah mengambil foto mereka berdua yang tengah berciuman dan mengirimkannya pada Venus. Membuat planet gila itu terkejut saat melihatnya.
"Oh astaga, anakku sedang bermain ayam-ayaman. Awasi mereka berdua jangan sampai bermain kuda-kudaan!"