
"Akan aku buktikan jika kau tidak pernah tersentuh oleh siapapun," ucap Zavier.
"M-maksudmu?" tanya Jizzy, yang belum mengerti maksud dari ucapan Zavier.
"Maksudku adalah aku akan mengambil hak sebagai suami malam ini," bisik Zavier di telinga Jizzy.
"Apa! Ya ampun jangan sekarang, aku belum mandi," bohong Jizzy, nyatanya ia belum siap jika malam ini Zavier mengajaknya bercocok tanam. Bukannya ia tak mau melakukannya, akan tetapi hanya saja ini terlalu mendadak. Kenapa tiba-tiba suaminya yang cantik mengajaknya untuk mencetak bayi. Bukankah selama ini ia selalu menolaknya, jika Jizzy menggodanya untuk melakukan hal yang seharusnya mereka lakukan dari dulu.
"Benarkah, tapi tadi aku melihatmu mandi. Kau bahkan mandi lama sekali," ucap Zavier.
"Aihh, aku tidak mandi tadi ... tadi aku hanya, emmmmppttt ..."
Zavier langsung membungkam bibir Jizzy dengan bibirnya. Ia kecap rasa manis bibir yang setiap hari selalu mengomel padanya.
Seolah terhipnotis Jizzy hanya terdiam dengan apa yang dilakukan oleh suaminya, ia bahkan membalas ciuman yang sangat lembut namun sangat bernafsu itu.
Tangan Zavier mulai masuk kedalam balutan dress mini yang Jizzy gunakan, ia usap punggung mulus itu hingga tubuh mungil itu bergerak seperti terkejut akan sentuhannya. Ia turunkan tangannya, dan kemudian ia tarik balutan dress mini itu hanya dengan satu tarikan saja.
Hingga tubuh Jizzy yang putih mulus itu terpampang di hadapannya, hanya tertinggal dua benda yang menutupi bagian dari inti tubuhnya.
Sebagai pria normal, dengan pasangan halal di depannya dan dengan penampilan yang sangat mengagumkan. Zavier sangat tergoda untuk menyentuhnya. Niat hati karena hanya ingin membuktikan jika tak ada orang yang pernah menyentuh Istrinya, kini malah mata dan hatinya dipenuhi oleh kabut gairah saat melihat Jizzy dalam keadaan seperti ini.
Jizzy merasa malu karena kini Zavier tengah menatapnya dengan tatapan yang bernafsu saat melihatnya. Sepertinya, baru kali ini Jizzy melihat suaminya terlihat sangat bernafsu saat melihatnya.
Zavier kembali meraup bibir mungil itu dengan bibirnya, seolah tak merasa puas ia terus mengecapi seluruh bagian bibir Jizzy dari luar dan dalam. Tangannya pun tak bisa diam, dan langsung mencari sebuah pengait yang akan ia lepaskan. Agar benda yang sejak tadi terlihat menggemaskan di matanya, bisa ia lihat dan juga ia rasakan.
__ADS_1
Dengan satu tarikan saja, Zavier langsung menarik penghalang satu-satunya bagian depan Jizzy. Dan terlihatlah dengan jelas, benda kenyal yang di sukai para bayi. Dan kini Zavier pun ingin menjadi seorang bayi dan merasakan bagaimana rasanya, menikmati benda yang selama ini selalu ia sebut sebesar buah lemon.
Namun, pada kenyataannya benda yang ia anggap sebesar buah lemon itu. Tak sekecil perkiraannya, karena saat di sentuh ternyata ukurannya sangat pas di tangannya.
Merasakan sentuhan di bagian tubuh bagian depannyaz tubuh Jizzy terasa meremang hebat. Hasratnya semakin terbakar saat Zavier memainkannya dengan tangan dan juga bibirnya. Hingga ia terus menenggelamkan kepala Zavier di sana.
Puas melakukan hal itu, Zavier menciumi seluruh tubuhnya dan juga memberikan jejak-jejak percintaan yang banyak pada Jizzy. Membuat tubuh Jizzy bergetar hebat karena apa yang dilakukan oleh Zavier membuatnya terasa melayang-layang.
Kini tiba waktunya Zavier ingin melakukan penyatuan, dan inilah saat yang paling mendebarkan untuk Jizzy. Karena yang ia tahu jika seorang perempuan akan melakukan penyatuan untuk yang pertama kalinya. Makan ia akan merasakan sakit di bagian bawahnya.
Belum hilang rasa takutnya, kini ia sudah diperlihatkan benda yang sebentar lagi akan membuka kunci segelnya. Dari segi bentuk dan ukuran membuat Jizzy tak percaya melihatnya. Ia tidak yakin jika benda itu akan mampu menerobos masuk ke dalam sana.
"Z-Zavier t-tunggu dulu," ucap Jizzy takut sekaligus terkejut.
"I-itu, punyamu seperti terlalu besar dan aku pikir tidak akan muat. Apa kau bisa perkecil dulu ukurannya, supaya bisa masuk tanpa aku merasakan sakit.
Pertanyaan macam apa ini, senjatanya yang gagah perkasa harus ia perkecil ukurannya. Itu tidak bisa Marimar, tak mungkin ia perkecil apalagi dadakan seperti ini.
"Ukurannya sudah paten, dan akan pas saat ia masuk dan dia juga baik hati dan tak akan menyakitimu. Jadi, sebaiknya kau tidak usah takut. Diam dan nikmati saja," ucap Zavier, dan tanpa menunggu persetujuan dari Jizzy rudal miliknya kini ia tembakan pada sasaran utamanya. Hingga Jizzy menjerit kesakitan. Karena ia merasakan sesuatu yang sangat besar dan panjang merobek sesuatu di dalam sana.
Sakit dan juga perih ia rasakan saat ini, ia tak pernah menyangka jika Zavier akan melakukannya sekaligus dan tanpa aba-aba. Membuat ia sangat sakit dan perih. Sepertinya pria cantik ini sudah sangat tidak sabar ingin memiliki Jizzy seutuhnya.
"Dasar pembohong! Kau bilang tidak akan sakit, tapi ini sangat perih. Dasar sapi minggir kau!"Jizzy mendorong tubuh kekar suaminya, yang kini berada di atas tubuhnya. Demi ubur-ubur bikini bottom, ia merasa dibohongi oleh Zavier yang mengatakan jika ukuran pisang tanduknya akan pas jika masuk ke lubang kunci miliknya.
"Diam dan jangan cerewet! Aku bilang nikmati saja!" kesal Zavier karena Istrinya ini berteriak memarahinya dekat dengan telinganya. Untung saja, gendang telinga tweety ini tidak pecah. Gara-gara suara cempreng dari Jizzy.
__ADS_1
"Nikmati kepalamu! Ini sangat sakit dan juga perih!"
"Nanti jika sudah terbiasa pun kau tidak akan merasa sakit," jawab Zavier sambil mencoba menggerakkan tubuhnya perlahan. Tapi rasa sakit masih sangat terasa di bagian inti Jizzy. Meskipun saat ini rasa sakitnya bercampur dengan rasa nikmat yang tak pernah ia rasakan. Rasa yang sangat luar biasa nikmat jika ia terus meresapinya.
Zavier mulai, menambah ritmenya karena kini ia baru tahu jika memasuki dan menikmati surga dunia begitu nikmatnya. Akan tetapi, Jizzy tiba-tiba berteriak lagi.
"Aaaaarkhhhh Bundaaaaaaa...!" teriaknya.
"Astaga kenapa kau berteriak lagi, kau ini sangat berisik. Apa kau tidak bisa hanya diam dan nikmati saja!" ucap Zavier di tengah-tengah kegiatannya.
"Tidak bisa! Aku tidak bisa berhenti berteriak!"
"Kenapa?"
"Karena ini sangat enak!"
"Astaga, kau memang makhluk langka," ucap Zavier dan terus melakukan kegiatan malamnya. Yang mungkin ke depannya ia akan rutin memintanya pada Jizzy. Ia sangat bahagia, karena ternyata ialah orang yang pertama kali menyentuh putri planet Jupi-jupi ini.
"Sapiiiii ...."
"Berisik ...!"
****
Tinggalkan jejak dengan komentar ya, biar Mimin semangat untuk up 😚😚😚
__ADS_1