
Seharian ini Jizzy menunggu kedatangan suaminya, tak seperti biasanya ia menunggu Zavier. Entah kenapa rasa rindu tiba-tiba membuncah dalam dadanya, hingga ia tak bisa menahan rasa rindunya yang amat sangat itu.
Zavier pun merasa heran pada istrinya itu, karena tak biasannya ia diteror oleh Jizzy. Hampir seharian ini mengiriminya puluhan pesan tak penting, bukan tak penting sebenarnya. Hanya saja aneh saja karena seharian ini Jizzy mengiriminya pesan receh yang membuat jantung dan otaknya panas.
Bagaimana tidak, jika pesan yang ia kirimkan adalah hanya pesan tentang kegiatannya di kantor. Dia bilang jika Zavier tak boleh bicara pada siapa pun kecuali pada Samuel. Dan harus menutup matanya jika ada perempuan yang lewat di hadapannya.
Jizzy juga tak berhenti mengirimkan pesan jika ia sangat merindukannya, juga setiap lima menit satu kali ia melakukan panggilan video karena ingin melihat wajah tampan suaminya.
Hingga akhirnya Zavier pun tak mematikan panggilannya, dan membiarkan Jizzy menikmati wajahnya yang memang sangat tampan itu.
Dan senang hati permen kenyal itu pun menatap Zavier yang sedang bekerja, entah kenapa dalam pandangan Jizzy Zavier terlihat tampan berkali-kali lipat jika sedang bekerja. Membuat Jizzy semakin merindukannya saja. Ahh dasar memang entah apa yang ada dalam pikirannya saat ini, karena putri dari plenet jupi--jupi itu mendadak berubah seperti itu.
__ADS_1
"Zavierku sayang, kenapa kau lama sekali pulang. Aku kan sangat merindukanmu!" Jizzy berlari dan kemudian memeluk Zavier dan menguyel-uyel kepalanya di dada bidang suaminya.
"Bukankah setiap hari aku pulang di jam yang sama," jawan Zavier.
"Benarkah, tapi kenapa aku merasa sangat lama sekali ya. Apa jam di rumah rusak, sepertinya aku harus memeriksanya nanti," jawaban Jizzy membuat Zavier ingin mengunyah permen jupi-jupi ini.
Zavier ingin sekali mengatakan jika mungkin saja otak Jizzy yang rusak, bukan jam di rumah atauupun di kantornya. Karena sikap istrinya ini sungguh sangat aneh, bagi Zavier. Tapi ia berusaha untuk tidak jujur pada istrinya. Karena itu sangat bahaya bagi kesejahteraan gagang sapu miliknya.
"Kau tidak perlu repot-repot memeriksa jam sayang, mungkin karena kau terlalu merindukanku. Jadi, kau merasa waktu berjalan dengan sangat lama." jawab Zavier sambil mengelus rambut panjang Jizzy.
"Ahh kenapa pikiranmu manis sekali sih," ucap Jizzy.
__ADS_1
"Bagaimana pikiranku tidak manis, jika setiap hari aku memakan permen kenyal yang manis," jawab Zavier sambil tertawa.
Oh astaga, Zavier merasa sangat bodoh kali ini, tapi tak mengapa demi kebahagiaan Jizzy tak apa ia terlihat bodoh. Lagi pula wajahnya kan sangat tampan, meskipun ia terlihat bodoh tapi ia akan tetap terlihat menggemaskan. Wajah tampannya memang penyelamat bagi Zavier.
"Aihh, apa kau mau memakanku sekarang?" tanya Jizzy, membuat sesuatu yang sejak tadi tidur tampan menjadi bergerak dan menggeliat.
"Boleh juga, tapi aku mandi dulu ya,"
"Baiklah kalau begitu, kita mandi sama-sama saja." Ajak Jizzy.
"Setuju!" Zavier sangat bersemangat saat Jizzy mengajaknya mandi bersama. Rasa lelahnya hilang begitu saja, tidak sia-sia sejak tadi ia menahan kekesalannya pada permen kenyal ini.
__ADS_1