Beautiful Boy (Suamiku Pria Cantik)

Beautiful Boy (Suamiku Pria Cantik)
Bab 43


__ADS_3

Pagi ini Jizzy bangun dengan lemas dan tidak bersemangat, kepalanya pusing terasa berputar. Entah karena kelelahan atau karena apa, yang jelas hari ini ia merasa tak nyaman.


Akan tetapi, ia menutupi apa yang ia rasakan karena jika sampai Zavier tahu ia sedang tidak baik-baik saja. Maka ia tidak akan dijinkan keluar rumah. Padahal hari ini ia ingin ke rumah Zia, untuk melihat persiapan pernikahannya dengan Samuel. Untuk itu, ia berpura-pura baik-baik saja.


"Sayang, tolong pasangkan dasiiku." ucap Zavier sambil menyerahkan dasi berwarna navy itu pada Jizzy.


Jizzy yang sedang duduk di atas ranjang pun menghampiri suaminya. Ia mengambil dasi dan kakinya agak berjinjit saat hendak memasangkan dasi itu.


"Kau ini tinggi sekali sih!"


"Bukan aku yang tinggi, tapi kau yang pendek!" jawab Zavier, Jizzy mengerucutkan bibirnya sebal dengan ucapan suaminya itu. Namun, Zavier malah malah mencium bibir yang sedang cemberut itu.


"Jangan menggodaku, hari ini aku ada meeting penting," ucap Zavier.


"Siapa yang menggodamu, bibirmu saja yang suka mencium dengan tiba-tiba." Jizzy menepuk pundak kokoh suaminya itu.


"Itu karena kau sangat menggoda, baiklah kalau begitu aku berangkat dulu," ucap Zavier kembali mencium bibir Jizzy dan kemudian memeluknya.


"Hati-hati di rumah,"


"Kau lupa hari ini aku mau ke rumah Zia,"


"Jangan lama-lama di sana,"


"Tidak akan, tapi nanti aku ingin ke rumahku dulu. Aku merindukan Papa dan juga Bunda," ucap Jizzy.


Zavier pun menganggukan kepalanya dan setelah itu, ia pun pergi ke kantor meninggalkan Jizzy sendirian di rumah. Hari ini ia memang tidak kuliah, jadi ia tak terlalu sibuk dan hanya diam saja.


Rasa pusing di kepalanya masih belum hilang, ia pun memijat-mijat keningnya. Karena waktu masih pagi, jadi Jizzy memutuskan untuk istirahat sebentar lagi saja. Sebelum ia pergi ke rumah Zia.

__ADS_1


Baru saja ia menutup matanyq, terdengar suara pintu kamar di buka dengan kencangnya. Jizzy sudah bisa menebak siapa pelakunya.


"Kakaaaakk!" teriaknya.


Jizzy yang kesal pun langsung terbangun lagi dan melihat adik iparnya dengan tatapan sebal.


"Hei tuyul! Kenapa kau datang kesini! Bukankah seharusnya kau pergi sekolah!"


"Dimana Kakak?" tanyanya tanpa mempedulikan ucapan Jizzy.


"Kakakmu pergi bekerja, memangnya kemana lagi!"


"Ahhh, kenapa tidak menungguku!" ucap gadis manja itu.


"Dia buru-buru karena ada meeting penting," jawab Jizzy sambil merebahkan kembali tubuhnya, ia malas meladeni adik iparnya yang kurang garam itu.


Bukannya pergi, saat melihat Jizzy tidur. Tapi, Zeila malah duduk di samping Jizzy yang masih tidur. Jizzy berdecak sebal.


"Ikut duduk sebentar, pelit sekali."


Jizzy pun akhirnya tak mempedulikan Zeila yang ikut tiduran di sampingnya, kepalanya terlalu pusing untuk berdebat dengan Zeila.


*


*


Di kantornya Reyzi sungguh merasa terganggu dengan keberadaan Arumi. Entah kenapa jika ia melihatnya, kejadian dulu selalu saja terbayang jelas di matanya.


Ia jadi malu, takut jika Arumi akan membahasnya dan mengatakannya pada semua orang. Padahal selama ini Arumi tidak pernah ingat dengan kejadian itu. Hanya saja waktu itu Rey, menguliknya jadi ia pun mengatakannya lagi pada Reyzi.

__ADS_1


'Astaga lihatlah gadis itu, ia tenang sekali saat bekerja. Ia tidak sadar apa, kalau dia sudah memporak-porandakan mentalku,' gumam Rey dalam hati, sambil melihat Arumi dari balik map yang ia pegang.


Sebenarnya Arumi tahu jika Reyzi kini tengah memperhatikanmya. Namun, ia mencoba untuk tidak peduli dan ingin bekerja secara profesional saja.


Namun, semakin lama di perhatikan Arumi pun semakin kesal. Karena ia merasa tak nyaman jika terus dipandangi seperti itu.


"Hei kau! Maksudku apa yang sedang Pak Rey lakukan dari tadi?"


"Apa? Kau bicara denganku?" tanya Rey.


"Oh astaga, kenapa tugas pertamaku harus bekerja dengan orang sepertinya," gumam Arumi.


"Mie tek-tek! Sebenarnya kau itu kenapa?" tanya Rey.


"Bukan aku yang kenapa, tapi kau yang kenapa? Sejak tadi terus saja mengintipku dari balik map itu. Ada apa denganmu Pak? Kau bukan bos c@bul kan?" ucapan Arumi menyulut kekesalan anak kuda poni itu.


"Apa kau bilang! Jangan bicara sembarangan! Aku ini penyuka wanita cantik dan seksi, bukan gadis yang mirip mie tek-tek sepertimu!"


"Ahh benarkah? Memangnya ada gadis cantik yang suka tukang ngompol sepertimu?" ejek Arumi.


"K-kau...!!!"


***


Assalamualaikum semuanya, maaf semalam aku gak up karena aku lagi down. Novel ini gagal retensi dengan kurang jumlah yang sangat sedikit untuk mencapai jumlah yang ditentukan ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญkurangnya sedikit banget, jadi sedih dan berasa sia-sisa perjuangan aku selama ini.


Jadi dari novel ini aku gak dapat apa-apa, mau aku tamatin juga gak mungkin. Jadi, aku bakal up hanya untuk kalian aja yang masih setia baca novel ini.


Tapi, aku bikin novel baru. Dan kebetulan novel ini untuk lomba dengan tema Bad Boy. Novel ini gak ada hubungan dengan cerita sebelumnya. Jadi ini real novel baru, dan mudah-mudahan novel baru ini bisa lolos. Doakan ya, biar aku betah nulis di sini ๐Ÿ’—๐Ÿ’—๐Ÿ’—

__ADS_1



__ADS_2